Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Strategies for Revitalizing Universitas Mulawarman Botanical Garden (KRUS) as a Flora and Fauna Educational Tourism Destination Utilizing SWOT Analysis Ilmi, Annisa Nurul; Rahmawati, Dewi; Waskito, Wasis
JELAJAH: Journal of Tourism and Hospitality Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jelajah.v6i2.11691

Abstract

Samarinda's Universitas Mulawarman Botanical Garden or Kebun Raya Universitas Mulawarman Samarinda (KRUS) has an important role in biodiversity conservation, environmental education, and flora and fauna-based ecotourism. However, in recent years, KRUS has faced challenges in management and tourist attraction so that it has decreased its function. This study aims to analyze the revitalization strategy of KRUS as a conservation-based edu-tourism using SWOT analysis. The method used is a literature study with a qualitative approach based on content analysis of various scientific sources related to botanical garden management strategies. The results showed that KRUS has advantages in the form of diversity of Kalimantan endemic flora and fauna and its potential as an environmental education center. However, the main challenges faced are limited infrastructure, environmental degradation, and lack of promotion and community involvement. To overcome these problems, the proposed strategies include Strengthening development of educational tourism packages, diversifying education-based tourism attractions, and increasing collaboration with academic institutions and communities, and utilization of digital technology for promotion and education. The implications of this research emphasize the importance of synergy between academics, government, and the community in sustainable botanical garden management. Further research is needed to evaluate the effectiveness of the strategies implemented and their impact on environmental conservation and the local economy.
Peningkatan Kesadaran Lingkungan melalui Plang Edukasi Sampah di Pantai Wisata Kalomang, Kelurahan Watubangga Hasmar, Wahyu Nuraini; Sudani, Ni Nyoman tri; Hasnal, Nopianti Sa'dan; Zizih, Andi Rezah Tenri; Ilmi, Annisa Nurul; Juanda, Juanda; Sabilla, Hijriya; Hasnal, M Raaf; Bela, Adel Salsa; Meilani, Meilani; Naniwijaya, Cahaya; intani, Reski amalia; Nurhalili, Nurhalili
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1167

Abstract

The problem of inorganic waste in tourist areas, such as Kalomang Beach, is pressing due to the low level of understanding among visitors and the local community regarding the impact and long decomposition time of waste. This lack of knowledge encourages littering behavior.This community service program aimed to enhance environmental awareness and change behavior through education. The methodology included observation, planning, and the installation of informative educational signboards. The main result was the development of an interactive educational signboard placed in strategic locations. These signs display real inorganic waste samples, such as plastic bottles (450 years) and plastic bags (20 years), along with their estimated decomposition times. The placement of the signs proved effective in attracting attention. Initial evaluations indicated an increase in awareness and several areas appearing cleaner. Although long-term evaluation is still required, the program successfully served as an important first step in triggering behavioral change. The implication is the effectiveness of education as a model for future sustainable environmental programs.
KEANEKARAGAMAN JENIS CAPUNG Odonata spp. DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM MANGOLO SEKITAR BUMI PERKEMAHAN KEA-KEA DESA ULUNGGOLAKA KECAMATAN LATAMBAGA KABUPATEN KOLAKA SULAWESI TENGGARA Amirullah, Amirullah; Suriana; Ariska, Isna; Ilmi, Annisa Nurul
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 17 No 2 (2025): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/vekp1s15

Abstract

Capung (Odonata spp.) merupakan kelompok serangga yang melimpah di Indonesia, berpotensi digunakan sebagai bioindikator keseimbangan ekosistem karena sensitivitasnya terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi jenis capung di kawasan Taman Wisata Alam Mangolo sekitar Bumi Perkemahan Kea-Kea. Penelitian dilakukan menggunakan teknik observasi lapangan melalui penjelajahan di sekitar aliran sungai dan area hutan. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’), indeks kemerataan (E’), dan indeks dominansi (D’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 15 jenis capung. Nilai indeks keanekaragaman (H’) di sekitar aliran sungai sebesar 1,14, sedangkan di area hutan sebesar 0,88; kedua nilai tersebut tergolong dalam kategori keanekaragaman rendah (H’ ≤ 2). Indeks kemerataan (E’) di sekitar aliran sungai sebesar 0,48 dan di area hutan sebesar 0,45,  menunjukkan bahwa komunitas capung pada kedua habitat tergolong komunitas tertekan (0 < E’ ≤ 0,5). Nilai indeks dominansi (D’) capung di sekitar aliran sungai sebesar 0,46 dan termasuk dalam kategori dominansi rendah (0 < D’ ≤ 0,5), sedangkan di area hutan nilai indeks dominansi sebesar 0,62 dan tergolong dalam kategori dominansi sedang (0,5 < D’ ≤ 0,75). Perbedaan nilai indeks tersebut menunjukkan bahwa kondisi habitat berpengaruh terhadap struktur komunitas capung, terutama terkait ketersediaan air dan karakteristik lingkungan perairan.
MINI REVIEW: PENGARUH VARIASI GULA DAN WAKTU FERMENTASI DALAM OPTIMALISASI PROSES FERMENTASI KOMBUCHA Florenika, Natasha; Natasha; Nurul Ilmi, Annisa; Sri Pujiyanti, Aloysia
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 17 No 2 (2025): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/5yez5565

Abstract

Fermentasi kombucha melibatkan aktivitas kultur simbiotik bakteri dan ragi (SCOBY) yang dipengaruhi oleh konsentrasi gula dan waktu fermentasi sebagai parameter utama penentu kualitas minuman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi gula dan lama fermentasi terhadap aktivitas antioksidan kombucha berdasarkan studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah artikel penelitian dan review ilmiah yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir melalui basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil-hasil penelitian terkait konsentrasi gula, waktu fermentasi, dan aktivitas antioksidan. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan kombucha meningkat pada fase awal hingga pertengahan fermentasi dan mencapai nilai optimal pada hari ke-6 hingga ke-10, kemudian menurun pada fermentasi yang lebih lama. Konsentrasi gula optimal berada pada kisaran 7–10% (b/v) atau setara dengan 50–70 g/L, yang mendukung pertumbuhan mikroba dan pembentukan senyawa bioaktif secara maksimal. Konsentrasi gula yang terlalu rendah menghambat fermentasi, sedangkan konsentrasi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan stres osmotik pada mikroba. Kesimpulannya, pengendalian konsentrasi gula dan waktu fermentasi yang tepat merupakan faktor kunci dalam optimalisasi produksi kombucha sebagai minuman fungsional dengan aktivitas antioksidan tinggi.
AKTIVITAS HIPOKOLESTEROLEMIK MINUMAN PROBIOTIK PRODUK DAIRY DAN NON-DAIRY: TINJAUAN KOMPARATIF IN VITRO DAN IN VIVO Ilmi, Annisa Nurul; Pujiyanti, Aloysia Sri; Florenika, Natasha; Savitri, Ni Luh Eka
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 18 No 1 (2026): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/71ymke31

Abstract

Kajian ini bertujuan menganalisis secara naratif potensi hipokolesterolemik minuman probiotik dairy dan non-dairy berdasarkan bukti in vitro, in vivo, dan klinis, dengan menempatkan matriks minuman sebagai fokus utama perbandingan. Literatur ditelusuri dari artikel penelitian primer dan artikel pendukung yang relevan, kemudian disintesis secara komparatif berdasarkan jenis substrat, mikroorganisme, mekanisme biologis, luaran profil lipid, serta konsistensi temuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa minuman probiotik dairy (dairy), seperti yogurt, kefir, dan dadih, memiliki dukungan bukti yang relatif lebih kuat melalui mekanisme aktivitas bile salt hydrolase (BSH), peningkatan ekskresi asam empedu, asimilasi kolesterol, dan pengikatan kolesterol oleh sel bakteri. Sementara itu, minuman probiotik non-dairy (non-dairy), seperti susu kedelai fermentasi, kombucha, jus buah probiotik, dan water kefir, menawarkan keunggulan komposisi karena bebas kolesterol, bebas laktosa, serta mengandung fitokimia yang dapat memperkuat aktivitas metabolik probiotik, meskipun bukti klinisnya masih terbatas. Kajian ini menyimpulkan bahwa efek hipokolesterolemik minuman probiotik merupakan hasil interaksi antara strain, substrat, komponen bioaktif matriks, dan respons metabolik inang. Penelitian selanjutnya disarankan mengutamakan uji klinis terkontrol dengan formulasi produk, dosis probiotik, durasi intervensi, dan biomarker lipid yang terstandar. Kontribusi artikel ini adalah memperjelas pentingnya pendekatan berbasis matriks dalam pengembangan minuman probiotik anti-kolesterol.