Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL SCHEDULING OPTIMIZATION WORKFORCE MANAGEMENT PADA KOMUNITAS UMKM FOOD AND BEVERAGES DALAM MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN PEGAWAI PASCA COVID-19 Prafajar Suksessanno Muttaqin; Erlangga Bayu Setyawan; Muhammad Nashir Ardiansyah; Feren Sahda Athiefa; Satriana Rasmaydiwa Sekarjatiningrum
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7081

Abstract

Pandemi Covid saat ini telah memasuki masa pemulihan di berbagai negara yang ditunjukan dengan adanya program pada setiap aspek dari setiap negara. Pada sisi ekonomi, pemerintah Indonesia meluncurkan sejumlah langkah stimulus untuk mendukung pemulihan. Paket stimulus ekonomi diberikan kepada sektor-sektor yang terdampak langsung oleh pandemi, seperti pariwisata, perhotelan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah khususnya pada sektor kuliner. Di sisi lain sektor kuliner juga menjadi fokus perhatian, yang mana UMKM juga sudah terbukti sebagai salah satu sektor yang cukup terdampak namun dapat segera bangkit dari pandemi yang terjadi beberapa tahun sebelumnya. Salah satu fokus pada pengabdian ini adalah Kota Bandung sebagai Ibukota Provinsi Jawa Barat, yang mana menjadi salah satu Provinsi dengan jumlah penyintas covid terbanyak di Indonesia. Pada kegiatan pengabdian masyarakat dengan topik Model Scheduling Optimization Workforce Management dilakukan di cloud kitchen yang merupakan konsep bisnis yang bergerak di bidang pembuatan serta penjualan makanan dan minuman. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memperkaya wawasan khususnya pada implementasi Model Scheduling Optimization Workforce Management dalam pemulihan pasca Covid-19 dalam membantu para UMKM kuliner jika terdapat permintaan pembelian produk secara tiba-tiba, maka pelaku usaha UMKM dapat mengetahui berapa jumlah karyawan lepas yang dapat membantu sehingga proses pembuatan makanan hingga pengemasan dapat lebih cepat dibandingkan kondisi saat ini. Hal ini dilakukan agar mencegah terjadinya pembatalan pesanan makanan baik pemesanan secara langsung maupun melalui aplikasi.
Perancangan Sistem Informasi Sederhana Pengelolaan Network Terminal Equipment (NTE) untuk Meminimasi Waktu Proses dengan Metode Waterfall pada PT. XYZ Trisandhiya, Widhi; Nashir Ardiansyah, Muhammad; Deni Akbar, Mohammad
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 1 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba JournalĀ 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i1.5101

Abstract

PT XYZ is a company engaged in information and communication technology services, as well as telecommunications networks in Indonesia. One of the activities carried out by PT.XYZ is the management of NTE devices, namely devices owned by PT.XYZ or partners consisting of modems, Optical Network Terminals (ONT) and Set Top Boxes (STB). In carrying out the NTE device management process, PT. XYZ, especially the digital broadband planning (DBP) unit which has the function to plan the development of access infrastructure, experiences obstacles in managing NTE device data requirements, namely the process time for managing NTE data requirements that exceed the target, the company targets the management of these data requirements for half a working day or 4-6 hours but in actual conditions the data management takes two working days. Therefore, a simple information system based on google spreadsheets was created which aims to minimize process time and eliminate unnecessary activities. The final result of this research is a cycle time cut of 238 minutes. The cycle time cut occurs because of a simple information system using google spreadsheets. This was done because before the information system, the process of inputting and processing data was done manually using Ms.Excel and required a fairly long pre-processing data.
Perancangan Sistem Informasi Pengelolaan Persediaan Material Untuk Menurunkan Persentase Ketidaktepatan Pencatatan Dengan Menggunakan Metode Business Process Improvement Dan Waterfall Di Pt Xyz Salsabila Hanaika Ambarinanti; Muhammad Nashir Ardiansyah; Ari Yanuar Ridwan
Journal of Production, Enterprise, and Industrial Applications Vol. 4 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jpeia.v4i1.10966

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak pada produksi aluminium. PT XYZ memproduksi beberapa jenis produk seperti Aluminium Ingot, Aluminium Billet dan Aluminium Alloy. Dalam melakukan proses produksi, terdapat bahan baku utama dan bahan baku pendukung yang harus tersedia untuk melakukan proses produksi. Bahan baku pendukung berupa material master alloy hanya digunakan pada produk diversifikasi seperti Aluminium Alloy dan Aluminium Billet. Dalam proses produksi PT XYZ menghadapi tantangan dalam pengelolaan persediaan material yaitu mengalami shortage material. Hal tersebut terjadi karena ketidaktepatan pencatatan material yang dilakukan secara manual. Sehingga data persediaan material tidak aktual dan menyebabkan delay produksi, dan memperpanjang waktu pengiriman produk ke pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang proses bisnis usulan menggunakan metode Business Process Improvement (BPI) dan perancangan sistem informasi menggunakan metode Waterfall berbasis dashboard. Dengan adanya hasil rancangan proses bisnis usulan dan juga sistem informasi, dapat membantu perusahaan dalam pengelolaan persediaan dengan meningkatkan akurasi pencatatan keluar masuknya material, meminimalkan risiko terjadinya shortage material, dan mendukung efisiensi operasional. Dengan menerapkan proses bisnis usulan, perusahaan dapat menambahkan aktivitas yang dapat mengurangi terjadinya shortage material yang menyebabkan delay produksi. Sistem informasi juga membantu user dalam pencatatan penggunaan material secara real time, mempercepat proses produksi, dan memastikan ketersediaan stok sesuai kebutuhan. Dengan demikian, penerapan sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga mendukung keberlanjutan bisnis melalui peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.