Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Madaniya

Program Diversifikasi Pemanfaatan Produk Ikan Laut di Kampung Nelayan Danaweria Fak Fak, Papua Barat Krismi Budi Sienatra; Christina Whidya Utami; Metta Padmalia; Gladys Griselda Gosal; Maria Dini Gilang Prativi
Madaniya Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.46

Abstract

Fakfak adalah salah satu daerah penghasil ikan untuk diekspor terbesar di Indonesia. Namun tidak semua manfaat tersebut dapat dinikmati oleh para nelayan penangkap ikan khususnya yang masih tradisional. Nelayan tradisional yang menangkap ikan dalam jumlah kecil kesulitan untuk menjual ikan tangkapannya ke pasar produk lokal sehingga menyebabkan hasil tangkapan ikan busuk. Selain itu, produk turunan yang dikelola menjadi abon ikan tidak dikoordinasi dengan baik sehingga terjadi pelabelan ganda. Upaya dalam menyelesaikan masalah ini dilakukan dengan dua cara, pertama, dengan melakukan pengkoordinasian membentuk produk rebranding dengan nilai Papua Heritage untuk mencegah pelabelan ganda dan mempersatukan para produsen. Kedua, dilakukan dengan melakukan workshop pembuatan pallet ikan dari ikan yang membusuk. Pallet ikan ini berfungsi sebagai bahan pakan untuk peternak ayam dan peternak ikan untuk menunjang usaha peternakan yang masih sangat sedikit di Fakfak. Kedua metode ini merupakan salah satu bentuk deversifikasi produk turunan ikan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil tangkapan ikan yang mereka tangkap dalam kapasitas kecil sehingga tetap dapat memberikan kontribusi ekonomi rumah tangga di komunitas kampung nelayan di Fakfak.
Akselerasi Digitalisasi Sentra Wisata Kuliner Wiyung Kota Surabaya Dalam Rangka Meraih Keunggulan Kompetitif Pasca COVID-19 Krismi Budi Sienatra; Aria Ganna Henryanto; Adrie Oktavio; Devi Rahnjen Wijayadne; Christina Sudyasjayanti; William Santoso
Madaniya Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.453

Abstract

UMKM memiliki keunggulan yakni cepat beradaptasi karena struktur organisasi dan pengelolaannya secara sederhana. Akan tetapi, UMKM seringkali terkendala dengan keterbatasan modal dan pengetahuan. Salah satu sentra kuliner yang cukup berkembang di Surabaya adalah Sentra Wisata Kuliner Wiyung yang berlokasi di Jalan Wiyung Pondok Indah masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para pedagang UMKM di Sentra Wisata Kuliner Wiyung. Akar masalah yang diidentifikasi adalah lambatnya adopsi digitalisasi di kalangan pedagang UMKM di Sentra Wisata Kuliner Wiyung. Berdasarkan akar permasalahan tersebut kami mengidentifikasi adanya dua masalah utama yakni masalah kemampuan digitalisasi pemasaran dan digitalisasi di bidang keuangan. Guna mengatasi permasalahan ini maka melalui program insentif Pengabdian masyarakat Terintegrasi dengan mbkm Berbasis kinerja IKU bagi PTS Tahun 2022 maka dibuat kegiatan akselerasi digitalisasi yang dibagi kedalam tiga kegiatan utama. Pertama, dengan kegiatan talk show dari para narasumber pelaku digital marketing dan content creator youtube di bidang kuliner untuk memberikan insight tentang bagaimana dalam mengemas produk dan jasa pada usaha kuliner agar menarik bagi calon konsumen dan mempertahankan standar mutu. Kedua, workshop tentang pelatihan Google Business dan QRIS untuk membantu digitalisasi dalam marketing dan keuangan.
Peningkatan Keberlangsungan Hidup UMKM Kelurahan Sambikerep Dengan Model SWOT Melalui Program IBM Social Day Krismi Budi Sienatra; Sri Nathasya Br Sitepu; Irantha Hendrika Kenang; Devi Rahnjen Wijayadne; Alexander Wahyudi Henky Soeparto
Madaniya Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.590

Abstract

Para pelaku UMKM sering kali kurang konsisten dalam meneruskan keberlangsungan usahanya. Pembinaan yang telah dilakukan terkadang belum menyasar pada keberlangsungan hidup dari usaha UMKM. Tata kelola manajerial terkadang perlu diperbaiki dengan menilai dari potensi keunggulan dan kelemahan yang dimiliki untuk mencari strategi agar dapat berkelanjutan. Kegiatan program pengabdian IBM Social Day menyasar tentang kebutuhan tersebut dengan memberikan kegiatan pelatihan tentang analisis SWOT dan penyuluhan aspek legalitas yang dirasa tepat untuk menjawab kebutuhan dari pelaku UMKM di kelurahan Sambikerep Surabaya. Hasil kegiatan ini memberikan manfaat dimana dihasilkannya matriks SWOT analisis, katalog fotografi produk UMKM, dan pengetahuan untuk mengakses pengurusan legalitas dan hak kekayaan intelektual yaitu hak merek untuk para pelaku UMKM Kelurahan Sambikerep.
Pendampingan UMKM Untuk Meningkatkan Omset Bisnis di Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya Sri Nathasya Sitepu; Krismi Budi Sienatra; Monika Teguh; Tommy Christian Efrata
Madaniya Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.746

Abstract

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya mengalami penurunan pendapatan pasca timbulnya pandemi covid 19 tahun 2020–2021. UMKM membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan omset bisnis. Metode pendampingan UMKM diantaranya: 1) analisis situasi dan permasalahan mitra, 2) pelaksanaan pendampingan, 3) evaluasi kegiatan. Pendampingan diberikan kepada 20 orang pemilik UMKM kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya. Hasil dari program pendampingan: 1) analisis situasi berhasil merumuskan program pendampingan, 2) transfer pengetahuan memberikan skill dan pengetahuan, praktek pengunaan sosial media memampukan UMKM mengunakan media sosial untuk bisnis dan eksekusi pameran bisnis memberikan kesempatan UMKM mengikuti pameran, 3) kegiatan evaluasi pendampingan berhasil konfirmasi kesuksesan pendampingan. Kesimpulan dari pendampingan diantaranya: 1) UMKM memperoleh peningkatan pendapatan sebesar 20 persen setelah mengikuti pendampingan, 2) Pelaku/pemilik UMKM mendapatkan tambahan pengetahuan entrepreneurship, marketing dan pengelolaan bisnis.