Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

InSAR Offset Tracking Performance in Open-Pit Mine Deformation Validated by DEMs from TLS Data : A Case Study of Pit X, PT. Berau Coal Widitomo, Danang; Hayati, Noorlaila
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i6.60232

Abstract

Coal is a fossil fuel with abundant reserves, including in Indonesia, making it a key energy resource. To maximize efficiency and profitability, the mining industry continues to rely on open-pit mining methods. However, this approach inherently creates mining slopes that are susceptible to instability. Slope failures not only disrupt operations but also lead to coal loss and increased operational costs. Therefore, monitoring slope deformation is essential for risk management and safety. This study explores the use of Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR), specifically the offset tracking method applied to Sentinel-1A imagery, as an alternative for short-term monitoring of mine deformation. The method demonstrated its effectiveness by accurately detecting deformation at the landslide site, as confirmed by Digital Elevation Models (DEMs) taken before and after the event on February 22, 2022. The observed ground movement was directed toward the southwest and northwest, indicating a high landslide potential. Additionally, Terrestrial Laser Scanning (TLS) measurements estimated the volume of displaced material along the mine wall to be approximately 28,923.60 m3.
INSAR BERBASIS SIG UNTUK MENENTUKAN ZONA BAHAYA GEMPABUMI DI KABUPATEN BANDUNG Atmoko, Purwo Yuli; Hayati, Noorlaila
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 1 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i1.49466

Abstract

Pada Rabu 18 September 2024 Kabupaten Bandung diguncang gempabumi dengan kekuatan M 4.9. Gempabumi ini merupakan gempabumi dangkal. Gempabumi tersebut berdampak begitu besar, yaitu telah merusak ribuan rumah dan fasilitas umum. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis zona bahaya gempabumi di wilayah Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Interferomerty SAR (InSAR) citra satelit Sentinel-1 untuk mendapatkan deformasi gempabumi dan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang dipadukan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk membuat zona bahaya gempabumi. Dalam penelitian ini menggunakan tiga faktor yang mempengaruhi zona bahaya gempabumi yaitu, jarak dari deformasi, Vs30, dan struktur geologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi deformasi sebesar 20 cm dengan arah Timur Laut ke Barat Daya sesuai dengan arah Sesar Garsela. Zona bahaya gempabumi di wilayah Kabupaten Bandung ada tiga jenis tingkatan, yaitu zona bahaya tingkat sangat tinggi (zona merah) sebesar 1,47%, zona bahaya tingkat tinggi (zona orange) sebesar 1,48 % dan zona bahaya tingkat sedang (zona kuning) sebesar 97,05% dari luas Kabupaten Bandung. Kesimpulannya Kabupaten Bandung memiliki tiga zona bahaya gempabumi yaitu zona bahaya gempabumi tingkat sedang (zona kuning) yang banyak berkumpul di Kecamatan Cimenyan, Cileunyi, Rancaekek, Cicalengka, Nagreg, Majalaya serta beberapa kecamatan lain. Zona bahaya gempabumi tingkat tinggi (zona Orange) berada di Kecamatan Pengalengan dan Kecamatan Kertasari. Zona bahaya gempabumi tingkat sangat tinggi (zona merah) yang berada pada tiga kecamatan yaitu Kecamatan Kertasari, Kecamatan Pengalengan dan Kecamatan Pacet.