Claim Missing Document
Check
Articles

Sistem Moral Universal Masyarakat Desa Pegayaman di Kabupaten Buleleng, Bali: MORAL UNIVERSAL SYSTEM OF PEGAYAMAN VILLAGE COMMUNITY IN BULELENG REGENCY, BALI Budi Nugroho, Wahyu; Kamajaya, Gede
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.9.2.147-164

Abstract

Tulisan ini berupaya mengkaji sistem moral universal yang terdapat dalam masyarakat Desa Pegayaman, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Masyarakat Desa Pegayaman dikenal sebagai masyarakat islam tertua yang terdapat di Pulau Bali dan memiliki tiga etnik besar di dalamnya, antara lain Bali, Jawa, dan Bugis. Keberagaman etnik tersebut memunculkan kepadatan moral sehingga diperlukan sistem moral universal untuk memerantarai interaksi sosial antarwarganya dalam kehidupan sehari-hari. Teori yang digunakan dalam pengkajian ini adalah teori sistem moral universal dari Emile Durkheim, sementara metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-eksplanatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kepadatan moral dalam masyarakat Desa Pegayaman terjadi akibat proses penggabungan kelompok sosial. Proses ini kemudian menjadikan ajaran agama islam sebagai sistem moral universal masyarakat Desa Pegayaman, dan sekaligus menciptakan ikatan sosial berwujud solidaritas mekanik. Adapun proses pelanggengan ajaran Islam sebagai sistem moral universal masyarakat Desa Pegayaman berlangsung melalui saluran pendidikan formal, informal, serta nonformal. Ketiga saluran pendidikan tersebut menciptakan proses sosialisasi yang sempurna dalam masyarakat Desa Pegayaman.
KONSTRUKSI SOSIAL PENDIDIKAN MASYARAKAT ADAT BADUY Gabriel, Gabriel; Nugroho, Wahyu Budi; Kamajaya, Gede; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KONSTRUKSI SOSIAL PENDIDIKAN MASYARAKAT ADAT BADUY: ANALISIS EKSTERNALISASI, OBJEKTIVASI DAN INTERNALISASI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi sosial pendidikan dalam masyarakat Baduy di Desa Kanekes, Banten. Pendidikan formal merupakan suatu proses modal dasar bertahan hidup untuk menghadapi dunia. Pendidikan memberikan seseorang ilmu pengetahuan, kompetensi, metode, dan data. Menempuh pendidikan formal individu dapat mengembangkan wawasan serta potensi yang dimiliki untuk kelanjutan hidup individu tersebut. Berbeda dalam masyarakat Baduy untuk mengenyam pendidikan formal, mereka memiliki pandangan bahwa bila bersekolah formal nanti akan mengancam adat istiadat suku Baduy akibat kebebasan yang terkontrol di dunia luar. Tabu akan pendidikan formal bukan berarti masyarakat Baduy menolak Ilmu pengetahuan, observasi penulis di lapangan ternyata masyarakat Baduy memiliki sistem pendidikan sendiri yang sesuai dengan adat istiadat atau pikukuh karuhun yang disebut dengan ngolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Analisis teori yang digunakan sebagai pisau bedah dalam penelitian ini adalah konsep eksternalisasi, internalisasi, dan objektivasi menurut Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Hasil penelitian ini mengungkapkan pada konstruksi pendidikan adat baduy disebut ngolah yang disesuaikan dengan adat istiadat masyarakat Baduy. Ngolah memprioritaskan tananan hukum adat yang berlaku dan memiliki tujuan untuk mewariskan nilai-nilai kebudayaan leluhur. Ngolah berlangsung secara turun-temurun melalui keluarga dan tokoh adat dengan fokus pembelajaran ialah aspek pertanian, nilai-nilai kebudayaan, aturan tantanan adat istiadat Baduy. Sehingga ngolah dapat mengkuatkan adat istiadat masyarakat Baduy dalam menghadapi pengaruh modernisasi sejak dini. Kata Kunci: Pendidikan, Baduy, Konstruksi Sosial
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN TRADISI MEAMUK-AMUKAN DI DESA ADAT PADANG BULIA KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Dewi, Ni Komang Triska Vania Cahya; Arjawa, I Gusti Putu Bagus Suka; Kamajaya, Gede
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research describes a community participation in the preservation of a tradition that is still maintained in Padang Bulia Traditional Village, Sukasada District, Buleleng Regency. This research aims to determine the process of implementing the Meamuk-Amukan tradition and the form of community participation in the preservation of the Meamuk-Amukan tradition, as well as knowing the meaning contained in the Meamuk-Amukan tradition. The results of this study revealed that the implementation of the Meamuk-Amukan tradition was carried out after performing the pecaruan ceremony in Suter and after the community paraded the ogoh-ogoh. The form of community participation in the implementation of this tradition is in the form of money participation, property participation, energy participation, and skill participation. The Meamuk-Amukan tradition has its own meaning for the people of Padang Bulia Traditional Village, namely social meaning, religious meaning, and cultural meaning.
MOTIF INDIVIDU TERGABUNG DALAM KOMUNITAS MOTOR VESPA DI DENPASAR Putra, Hafizh Naufal; Arjawa, I Gst Putu Bagus Suka; Kamajaya, Gede; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persoalan yang hendak dikaji dalam penelitian, yaitu bagaimana motif individu berkomunitas. Komunitas dipandang sebagai interaksi dalam struktur sosial yang berdiam pada lokasi berbeda dan mungkin dipersatukan oleh kepentingan atau nilai nilai yang sama, seperti komunitas pecinta otomotif dan sebagainya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaimana motif dan manfaat individu bergabung ke dalam komunitas vespa di Denpasar dan apa saja faktor pendorong individu tersebut bergabung ke dalam komunitas dan manfaat apa saja yang dirasakan individu. Hasil penelitian menunjukan bahwa para anggota komunitas vespa memiliki motif untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhannya masing-masing di antara mereka, Seperti motif akan pencapaian, motif pengembangan diri, motif akan hubungan atau persahabatan dan motif kekuasaan. Dengan motif yang berbeda dengan tujuan yang sama yaitu memenuhi kebutuhannya masing-masing.
PERILAKU KONSUMSI PHOTOCARD PADA PENGGEMAR K-POP DI KECAMATAN BEKASI SELATAN Bernita, Ribka; Mahadewi, Ni Made Anggita Sastri; Kamajaya, Gede
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to analyze and describe how the consumption patterns of K-Pop idola fans in consuming photocards and what is the impact of the consumerity of K-Pop idol fans.This research was conducted on K-Pop fans in Bekasi.This research uses a qualitative descriptive research type.The population of this study are fans of K-Pop idol groups in Bekasi.The results of the study show that K-Pop fans in Bekasi carry out consumption activities that aim to seek satisfaction solely, this is due to the encouragement of the individual to continue to consume KPop goods for the emotional benefit of being a fan coupled with theenvironmental influence of the Bekasi K-Popers community.make their desire to continue consuming.The results of this study also show that K-Pop idol fans in Bekasi make them sick and feel guilty to their parents.
FENOMENA NGELAGA PADA MASYARAKAT DESA ADAT PESABAN, KECAMATAN RENDANG, KABUPATEN KARANGASEM Juliarsana, I Gede Ari; Kamajaya, Gede; Krisna Aditya, I Gusti Ngurah Agung; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan kekayaan tradisi yang dimiliki. Salah satu tradisi yang ada di masyarakat Bali yaitu tradisi ngayah. Namun seiring berjalannya waktu tradisi ngayah mulai mengalami pergeseran akibat perubahan mata pencaharian dari sektor agraris ke industri terutama industri pariwisata. Melalui perubahan ini, banyak masyarakat desa di Bali yang merantau ke pusat industri dan pariwisata yakni Denpasar dan Badung yang tentu mengakibatkan mereka terikat dengan jam kerja. Masyarakat yang merantau ini kemudian menghadapi persoalan yaitu membagi waktu antar pekerjaan dengan kewajiban mereka untuk ngayah piodalan di desa. Salah satu desa yang menghadapi persoalan ini yaktu Desa Adat Pesaban yang kemudian menerapakan kebijakan meli ayahan ini yang dikenal dengan istilah ngelaga. Namun pada perjalannya munculnya fenomena ngelaga ini pada akhirnya menilbulkan pro kontra di Tengah krama Desa Adat Pesaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif eksplanatif. Teori cultural lag William F. Ogburn digunakan sebagai pisau bedah untuk menganlisis terkait adanya pro dan kontra terhadap penerapan ngelaga di Desa Adat Pesaban. Bentuk pro krama yakni taat membayar iuran serta melungkan waktu ngayah fisik di waktu senggang sedangkan bentuk kontranya yaitu adanya pakrimik dan medaya. Munculnya pro kontra ini akibat kesenjangan penerimaan difusi kebudayaan antara generasi muda dan generasi tua. Disimpulkan bahwa ngelaga ini menjadi solusi bagi krama yang merantau yang menghadapi persoalan waktu. Disarankan agar pemerintah untuk mencari formulasi yang tepat untuk menghadapi persoalan ini di masa yang akan datang. Kata Kunci : Ngelaga, Desa Adat Pesaban, Piodalan, Krama, Cultural Lag
Komodifikasi Kemiskinan Dalam Pertelevisian Indonesia Pada Acara "Uang Kaget" Tarihoran, Gabriel; Punia, I Nengah; Kamajaya, Gede
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze and explain how the reality TV program "Uang Kaget Lagi" exploits the poverty of its participants to create content for a television show that generates fame and profit for the media corporation itself. "Uang Kaget Lagi" is a Reality Show where an individual attempts to spend Rp12,000,000.00 within a 30-minute time limit. This research employs a qualitative descriptive approach and is supported by framing analysis methods to provide a detailed overview and explanation of the commodification of poverty within the "Uang Kaget Lagi" program. The study is grounded in Noam Chomsky's theory of propaganda. It reveals how television constructs a program that ostensibly offers assistance to impoverished individuals but has ulterior motives of gaining popularity and significant profits for the media corporation.
INTERAKSI SOSIAL PADA MEDIA INSTAGRAM OLEH KOMUNITAS ORIFLAME DI KECAMATAN KUTA, KABUPATEN BADUNG Paramita, Putu Nadia; Punia, I Nengah; Kamajaya, Gede
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research focuses on social interaction on Instagram media by the Oriflame community in Kuta District, Badung Regency. The aim of this research is to explain and analyze sociologically related to social interaction on Instagram media by the Oriflame community in Kuta District, Badung Regency, explain the factors that encourage and inhibit social interaction on Instagram media features, and explain the impact of using Instagram media as a social interaction media in among the Oriflame community. The method used in this research is a qualitative method using the snowball technique. The theory chosen as a scalpel in analyzing this research is the symbolic interaction theory of Herbert Blummer. The results of this research show that the social interaction of the Oriflame community on Instagram is very dependent on interesting and persuasive content, aesthetic value and attractive visuals so as to display products in a creative way and build an authentic product image and attract consumer interest, in other words branding. The driving factors for the community in working on the Oriflame online business are the same goals and interests among members, a supportive Oriflame community environment and technological developments that make it easier to sell Oriflame products, while the inhibiting factor in the Oriflame community working on its online business is a lack of understanding of technology and features. Instagram application, lack of self-confidence and priorities. Then, the impact of using Instagram media as a medium for social interaction among the Oriflame community can be in the form of the economic effectiveness and profit of selling Oriflame products by sellers from online to offline as well as the impact on the lifestyle of communicating by community members on social media and the lifestyle of community members on social media.
Penggunaan Aplikasi TikTok pada Kalangan Remaja saat Pandemi Covid-19 di Kota Denpasar Naidi, Martha Fransiska; Sastri Mahadewi, Ni Made Anggita; Kamajaya, Gede
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TikTok application is one of the social media platforms for uploading videos or content. TikTok allows users to create short videos with various effects and music so that the content can become more interesting and creative. The use of the TikTok application has positive and negative impacts on its use which causes changes in the behavior of TikTok users themselves. The formulation of the problem in this study is how the form of using the TikTok application among adolescents during the co-19 pandemic and how the behavioral impact on the use of the TikTok application. This research uses descriptive qualitative research. The results show that the form and impact of using the TikTok application is contextual and depends on how individuals use it. If used wisely, TikTok can be a powerful tool for entertainment, creativity, learning and promotion. However, misuse and irresponsible use can have a negative impact on the well-being of individuals and society in general. Based on Sven Windahl's uses and effects theory, there is a relationship that the use and content of the TikTok application can have an effect and impact on its users.
Representasi Anarkisme Dalam Film Serial Money Heist Season 1 & 2 Marbun, Angelina Sellyn Manora; Nugroho, Wahyu Budi; Kamajaya, Gede; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the representation of anarchism presented in seasons 1 and 2 of the series Money Heist. The primary focus of this series is on acts of robbery with an anarchist twist. The approach used in this analysis refers to the framing analysis developed by Zhongdan Pan and Gerald M. Kosicki. The findings of this analysis indicate that Money Heist portrays various tenets of anarchism, particularly the postmodern perspective. Data extracted from various scenes in the Money Heist series reveal two central concepts in postmodern anarchism: the moral legitimacy challenged by the state and the role of media as a tool of control wielded by the state. From this research, it can be concluded that Money Heist conveys the message that anarchism is not solely about destructive actions but also serves as a form of resistance against injustice and the abuse of power perpetrated by the state and excessive authorities.
Co-Authors Adirusman Faran, Gabriel Aditya, Wasu Afifah, Zumrotul Agusman, Riko Alfiani, Unila Ulfa Aprildo, Albert Ardyastia, I Putu Angga Ari Wirati, Ni Made Arjawa, I Gst Putu Bagus Suka Arjawa, I Gst. Pt. Bagus Suka Balbed, Faris Chalid M Bernita, Ribka Brenda Yanti, I Gusti Agung Ayu Budi Nugroho, Wahyu Budiarta, I Kadek Pandu Cahyaning Putri, Anggraeni Nur Caitanya, Putu Krishna Candra Kusuma, Kadek Mayuki Dwi Cupu Tyasningrum, I Gst. Ayu Agung Darmawan, Komang Mulia Dewi, Ni Komang Triska Vania Cahya Dharmayasaswini, Ni Ketut Dwi Pratiwi, Ni Kadek Indah Fadhil, M Hasan Fauzi Ahmad Muda Findiarni, Natasha Althea Fitri, Cica Aulia Gabriel, Gabriel Gusti Bagus Agung Swandhita, Gusti Bagus Agung Heri Susanto Herman, Josephine Anastacia I Gst. Pt. Bagus Suka Arjawa I Gusti Agung Istri Deviantari, I Gusti Agung Istri I Gusti Ngurah Agung Krisna Aditya I Nengah Punia Ida Bagus Gede Eka Diksyiantara, Ida Bagus Gede Eka Ikma Citra Ranteallo Imron Hadi Tamim, Imron Hadi Indrayatna, I Gede Juliarsana, I Gede Ari Karuniasih, Ni Nyoman Mika Putri Kirma Sihite, Ricky Aries Kristina, Ruth Kusuma Putra, Dewa Ngurah Tresna Lawalata, Giralda Martje Maharani Putri, Anak Agung Chintya Manullang, Santa Monika Marbun, Angelina Sellyn Manora Mbere, Theresia Sindianti Muchamad Zaenal Arifin, Muchamad Zaenal Muhammadia, A.Adelia Hardianti Mujiatno, Fidiana Rakmawati Naidi, Martha Fransiska Nazrina Zuryani Ni Luh Nyoman Kebayantini Ni Made Anggita Sastri Mahadewi Ni Putu Udiyani, Ni Putu Ningrum, Ayu Satria Nurbaity, Fava Nyoman Ayu Sukma Pramestisari Olav Rizky, Antonius Panggabean, Gabriela Dona Insani Paramita, Putu Nadia Paramitha, Kadek Raveda Adinda Pasha Maraneka, I Putu Reza Pena, Eko Nuari Perwiranegara, Achmad Kadi Pratama, Agus Elfa Pratiwi, Diana Yuni Pratiwi, Ni Komang Rahma Tri Purba, An Hofen Putra, Hafizh Naufal Putra, Nararya Prasetya Putri Djafarnantyo, Raghia Khasana Rahayu Dewi, Ni Ketut Budi Rasidi, Rafny Alnovira Ratna Dewi, Ni Luh Putu Riana Sari, Meidiawati Rinaldi, Dias Rehan Robert, Yohanes Julian Samuel, Joan Christoper Sanjay Wikrama, I Wayan Etong Santana, I Gede Agung Krishna Sari, Meryyana Puspita Saskita, I Nyoman Urip Satyaraga Arya Seravin, Yulianus Sevi Shansa, Dewi Aprilia Sitepu, Bastanta Sobhita Tryandari, Nyoman Ayu Sri Wiguna, Ni Made Melin Sumboko, Agung Supri, Supiandi Surya Dharma, I Gede Bagus Raditya Tarihoran, Gabriel Tresna Putra, Dewa Gede Yoga Upa Raji, Rambu Utami, Ni Luh Srisaka Wahyu Budi Nugroho Widiyanti, Puri Rachma Wirasmara, I Gede Bayu Wiyasa, I Made Tirta Yenadin, Ramadhini Putri Yuandhini, B. Warfanni Azzura Yuliani, Desak Made