Claim Missing Document
Check
Articles

Fenomena Balap Liar di Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Bekasi Timur Achmad Kadi Perwiranegara Perwiranegara, Achmad Kadi; Kamajaya, Gede; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 5 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.167

Abstract

This research focuses on the phenomenon of illegal racing on Chairil Anwar Street, East Bekasi District. The purpose of this research is to describe and analyze the phenomenon of illegal racing on Chairil Anwar Road, East Bekasi District. The research method used in the research is qualitative-descriptive. The theory used as a scalpel in analyzing this research is the subculture theory proposed by Dick Hebdige. The results of this study reveal that the phenomenon of illegal racing on Chairil Anwar Street, East Bekasi District is a form of freedom of expression by young people. The existence of this group seeks to realize this expression by young people. The freedom they have is applied or realized by modifying the vehicles they have. They create an understanding that is different from the general public, where the group uses motorbikes as a means of expressing themselves, while the general public interprets vehicles as a means of mobility. The process of reinterpreting the use of vehicles for wild racing actors is included in the concept of Bricolage, and the style used is a concept of homology for each individual who is part of this group. This creates a form of sub-culture or subculture that exists in society. ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada fenomena balap liar di Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Bekasi Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan dan menganalisis fenomena balap liar di Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Bekasi Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif-deskriptif. Teori yang digunakan sebagai pisau bedah dalam menganalisis penelitian ini adalah teori Subkultur yang dikemukakan oleh Dick Hebdige. Hasil dari penelitian ini mengungkap bahwa fenomena balap liar di Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Bekasi Timur merupakan suatu wujud bentuk kebebasan berekspresi oleh kaum muda. Keberadaan kelompok ini berusaha untuk mewujudkan ekspresi oleh kaum muda tersebut. Kebebasan yang mereka miliki diaplikasikan atau diwujudkan dengan memodifikasi kendaraan yang mereka miliki. Mereka membuat suatu pemahaman yang berbeda dengan masyarakat umum, para kelompok mengunakan kendaraan motor sebagai sarana mengekspresikan diri, sedangkan masyarakat umum memaknai kendaraan sebagai sarana mobilitas. Proses pemaknaan ulang terhadap pengunaan kendaraan bagi para pelaku balap liar tersebut termasuk kedalam konsep Bricolage. Adanya proses pemaknaan ulang terhadap kendaraan melahirkan sebuah kelompok Subkultur yang baru di kalangan anak muda di jalan Chairil Anwar, adanya subkultur ini mendapat presepsi yang berbeda bagi masyarakat, banyak masyarakat menganggap jika hal ini merupakan suatu kegiatan negatif yang dapat membahayakan orang lain. Kata kunci: balap liar, bricolage, homologi, subkultur.
Pementasan Jejak Orok Sebagai Media Komunikasi Massa: Tinjauan Sosiologi Teater Rinaldi, Dias Rehan; Ranteallo, Ikma Citra; Kamajaya, Gede
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 8 (2024): Vol. 2, No. 8, 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13291593

Abstract

Theater is a branch of art that focuses on the realm of performance that cannot be separated from the reflection of people's lives so that theater has a role as an archive in elaborating various phenomena along with the times. Art performances can be developed as a medium of mass communication, one of which is by holding the Jejak Orok performance which is engaged in theater at UKM Teater Orok Noceng Udayana University. Before conveying a message in a theater performance, you can consider various things, especially in holding a performance that has a variety of activities and preparation processes that must think carefully about the decision to be able to hold a theater performance that is traveling to a number of places. This research uses a Qualitative approach with an explorative descriptive type. The Sociology of Theatre theory by Riccioni and Shevtsova is used as a scalpel to analyze the performance of Jejak Orok as a mass communication medium. Riccioni and Shevtsova's sociology of theater emphasizes the importance of four elements in theater performances. Students who participate in UKM Teater Orok Noceng choose to hold the Jejak Orok performance as a mass communication medium, namely this view uses theater performances to become a medium in conveying messages to the public. It is concluded that the Jejak Orok performance in 2022 has the benefit of conveying messages derived from the results of reality reflection to be channeled through various theatrical performances, such as drama performances, monologue performances, and poetry musicalization performances. It is suggested that in the implementation of the Jejak Orok program carried out by each committee member to prioritize the preparation of performance training and the fulfillment of the needs of supporting equipment for the performance to be more closely examined in order to hold an optimal theater performance.
Kewirausahaan Sosial sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Dusun Muntigunung Kabupaten Karangasem Paramitha, Kadek Raveda Adinda; Nugroho, Wahyu Budi; Kamajaya, Gede
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.190

Abstract

This research aims to analyze the impact and influence in the implementation of the Muntigunung Social Entrepreneurship program by the Dian Desa Foundation and the Zukunft Fur Kinder Foundation in Muntigunung Hamlet, which is known as an area that generates homeless people and beggars. Apart from carrying out its entrepreneurial function, Social Enterprise Muntigunung has a social objective, namely to build awareness of the Muntigunung community in working professionally, train the community's work skills and utilize local natural resources. The method used in this research is a qualitative approach with an explanative type. The theoretical analysis used as a scalpel for this research is the Social Entrepreneurship Process Framework and the four basic elements for the formation of social entrepreneurship. The results of this research reveal that the Social Enterprise Muntigunung has had a good impact on the Muntigunung community. On average, Muntigunung residents feel helped by several social programs such as the opportunity to work at the Social Enterprise Muntigunung factory and training in making woven products that empower the community, so that the community can be independent. Social Enterprise Muntigunung has had quite a significant influence, but change is relatively slow and uneven, in other words, not all levels of society have had the opportunity to join this organization. Of course, this is due to several factors, such as the lack of more localized outreach and the internal condition of the Muntigunung Social Enterprise business, which experienced a decline in sales. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dan pengaruh dalam pelaksanaan program Kewirausahaan social Muntigunung (Social Enterprise Muntigunung) oleh Yayasan Dian Desa dan Yayasan Zukunft Fur Kinder di Dusun Muntigunung yang terkenal dengan sebutan daerah pengasil gelandangan dan pengemis. Selain menjalankan fungsinya sebagai kewirausahaan, Social Enterprise Muntigunung mempunyai tujuan sosial yakni untuk membangun kesadaran masyarkat muntigunung dalam bekerja secara profesional, melatih kemampuan bekerja masyarakat dan memperdayakan sumber daya alam lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis eksplanatif. Analisis teori yang digunakan sebagai pisau bedah untuk penelitian ini adalah Kerangka Kerja Proses Kewirausahaan Sosial dan empat element dasar pembentukan kewirausahaan sosial. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Social Enterprise Muntigunung memberikan dampak baik pada masyarakat muntigunung. Rata-rata masyarakat muntigunung merasa terbantu dengan beberapa program sosial seperti kesempatan bekerja di pabrik Social Enterprise Muntigunung dan pelatihan pembuatan produk anyaman yang memberdayakan masyarakat, sehingga masyarakat dapat mandiri. Social Enterprise Muntigunung memberikan pengaruh yang cukup signifikan namun perubahan tergolong lambat dan kurang merata, dengan kata lain belum semua kalangan masyarakat mendapat kesempatan untuk bergabung dengan oragnisasi ini. Tentunya hal ini disebabkan beberapa faktor seperti, kurangnya sosialisasi yang lebih melokal dan keadaan internal bisnis Social Enterprise Muntigunung yang sempat mengalami penurunan penjualan. Kata Kunci: kewiraushaan sosial, pemberdayaan masyarakat, Dusun Muntigunung
HABITUS MEMBACA SISWA SMAN 2 DENPASAR Fadhil, M Hasan; Arjawa, I Gusti Putu Bagus Suka; Kamajaya, Gede
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v13i6.12065

Abstract

This study aims to examine students' reading habits in schools using the concepts of agents, structures, capital, realms of practice, and efforts made by the school. Students' reading habits are influenced by interactions between agents, such as students, teachers, and parents, as well as social and cultural structures in the school environment. The social, cultural, and economic capital possessed by students plays an important role in shaping their reading habits. In addition, the realm of reading practices formed in schools, through literacy programs and facilities provided, also plays a role in influencing these habits. Thus, these factors are interrelated and shape the reading habitus that exists in students. In addition, this study is expected to provide deeper insight into the factors that shape students' reading habits. The role of efforts that can be made by schools in fostering positive reading habits among students. Schools have an important role in creating an environment that supports students' reading habits through various policies and initiatives. One effort that can be made by schools is to create a structure that supports reading habits through targeted policies, innovative reading programs, and the provision of adequate facilities. The results of this study are expected to not only provide a deeper understanding of how students' reading habits can be formed, but also provide practical suggestions for schools to improve students' reading habits. These steps are expected to help schools in creating a better literacy culture among students.
Modal Sosial Pedagang Canang di Pasar Sanglah, Denpasar Kamajaya, Gede; Nugroho, Wahyu Budi
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): (JUNI 2025) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.9975

Abstract

Bergesernya masyarakat Bali dari agraris atau tradisional menuju masyarakat industri jasa atau     masyarakat modern menjadi peluang bagi sebagian orang untuk menyiapkan kebutuhan sehari-hari masyarakat Bali perkotaan. Sebagai misal, tingginya angka kebutuhan masyarakat Bali pada sarana upacara melahirkan profesi baru sebagai pedagang canang. Yang menarik dari aktivitas ekonomi antar pedagang canang, konsumen dan suplayer ini tidak berjalan mengikuti logika ekonomi undersocialized. Dimana, logika undersozialized ini mengesampaikan peran nilai-norma, adat dan tata laku yang seringkali melekat dalam aktivitas ekonomi. Tindakan ekonomi antar pedagang canang di Pasar Sanglah, Denpasar, suplayer dan konsumen justru seringkali berlangsung karena ketermelekatan mereka pada nilai-nilai sosial dan norma sebagai masyarakat ketimuran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai analisis untuk mengetahui bagaimana modal sosial pedagang canang di Pasar Sanglah, Denpasar. Hal ini penting dilakukan mengingat strategi aktivitas ekonomi ini bisa digunakan menjadi role model dalam pengembangan aktivitas ekonomi dan kebijakan pada sektor lain sehingga ekonomi mikro dan makro masyrakat Bali bisa terus berkembang dan menjadi peluang bagi usaha kecil menengah lainnya di Bali untuk tumbuh.
Modal Sosial Pedagang Canang di Pasar Sanglah, Denpasar Kamajaya, Gede; Nugroho, Wahyu Budi
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): (JUNI 2025) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.9975

Abstract

Bergesernya masyarakat Bali dari agraris atau tradisional menuju masyarakat industri jasa atau     masyarakat modern menjadi peluang bagi sebagian orang untuk menyiapkan kebutuhan sehari-hari masyarakat Bali perkotaan. Sebagai misal, tingginya angka kebutuhan masyarakat Bali pada sarana upacara melahirkan profesi baru sebagai pedagang canang. Yang menarik dari aktivitas ekonomi antar pedagang canang, konsumen dan suplayer ini tidak berjalan mengikuti logika ekonomi undersocialized. Dimana, logika undersozialized ini mengesampaikan peran nilai-norma, adat dan tata laku yang seringkali melekat dalam aktivitas ekonomi. Tindakan ekonomi antar pedagang canang di Pasar Sanglah, Denpasar, suplayer dan konsumen justru seringkali berlangsung karena ketermelekatan mereka pada nilai-nilai sosial dan norma sebagai masyarakat ketimuran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai analisis untuk mengetahui bagaimana modal sosial pedagang canang di Pasar Sanglah, Denpasar. Hal ini penting dilakukan mengingat strategi aktivitas ekonomi ini bisa digunakan menjadi role model dalam pengembangan aktivitas ekonomi dan kebijakan pada sektor lain sehingga ekonomi mikro dan makro masyrakat Bali bisa terus berkembang dan menjadi peluang bagi usaha kecil menengah lainnya di Bali untuk tumbuh.
PEMIKIRAN SOEKARNO TENTANG NASIONALISME DAN MULTIKULTURALISME DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0: MEMBANGUN IDENTITAS NASIONAL DALAM ARUS GLOBALISASI Kamajaya, I Gede
JURNAL SANGKALA Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v4i1.583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Soekarno tentang nasionalisme dan multikulturalisme serta relevansinya dalam membangun identitas nasional Indonesia pada era Revolusi Industri 4.0. Di tengah arus globalisasi yang menantang eksistensi budaya lokal dan semangat kebangsaan, pemikiran Soekarno dinilai mampu memberikan orientasi ideologis yang kokoh dan inklusif dalam menjawab krisis identitas generasi muda serta fragmentasi sosial yang muncul akibat dominasi nilai-nilai global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data dikumpulkan melalui telaah mendalam terhadap karya-karya asli Soekarno, buku akademik, serta jurnal ilmiah terakreditasi nasional dan internasional. Analisis dilakukan dengan pendekatan hermeneutik dan content analysis guna menafsirkan nilai-nilai substantif dari gagasan Soekarno tentang nasionalisme yang emansipatoris dan multikulturalisme yang egaliter. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemikiran Soekarno tentang nasionalisme bersifat emansipatoris, progresif, dan berakar pada realitas plural masyarakat Indonesia. Soekarno menekankan bahwa nasionalisme sejati harus mampu membebaskan, mempersatukan, dan mengakui keberagaman budaya sebagai kekayaan bangsa, bukan ancaman. Dalam konteks Revolusi Industri 4.0, pemikiran tersebut tetap relevan untuk membentuk identitas nasional yang tangguh dan berdaya saing global, sekaligus menjaga integrasi sosial dan kedaulatan budaya. Dengan demikian, revitalisasi pemikiran kebangsaan Soekarno menjadi kebutuhan mendesak dalam merespons tantangan ideologis dan kultural era kontemporer.
Co-Authors Adirusman Faran, Gabriel Aditya, Wasu Afifah, Zumrotul Agusman, Riko Alfiani, Unila Ulfa Aprildo, Albert Ardyastia, I Putu Angga Ari Wirati, Ni Made Arjawa, I Gst Putu Bagus Suka Arjawa, I Gst. Pt. Bagus Suka Balbed, Faris Chalid M Bernita, Ribka Brenda Yanti, I Gusti Agung Ayu Budi Nugroho, Wahyu Budiarta, I Kadek Pandu Cahyaning Putri, Anggraeni Nur Caitanya, Putu Krishna Candra Kusuma, Kadek Mayuki Dwi Cupu Tyasningrum, I Gst. Ayu Agung Darmawan, Komang Mulia Dewi, Ni Komang Triska Vania Cahya Dharmayasaswini, Ni Ketut Dwi Pratiwi, Ni Kadek Indah Fadhil, M Hasan Fauzi Ahmad Muda Findiarni, Natasha Althea Fitri, Cica Aulia Gabriel, Gabriel Gusti Bagus Agung Swandhita, Gusti Bagus Agung Heri Susanto Herman, Josephine Anastacia I Gst. Pt. Bagus Suka Arjawa I Gusti Agung Istri Deviantari, I Gusti Agung Istri I Gusti Ngurah Agung Krisna Aditya I Nengah Punia Ida Bagus Gede Eka Diksyiantara, Ida Bagus Gede Eka Ikma Citra Ranteallo Imron Hadi Tamim, Imron Hadi Indrayatna, I Gede Juliarsana, I Gede Ari Karuniasih, Ni Nyoman Mika Putri Kirma Sihite, Ricky Aries Kristina, Ruth Kusuma Putra, Dewa Ngurah Tresna Lawalata, Giralda Martje Maharani Putri, Anak Agung Chintya Manullang, Santa Monika Marbun, Angelina Sellyn Manora Mbere, Theresia Sindianti Muchamad Zaenal Arifin, Muchamad Zaenal Muhammadia, A.Adelia Hardianti Mujiatno, Fidiana Rakmawati Naidi, Martha Fransiska Nazrina Zuryani Ni Luh Nyoman Kebayantini Ni Made Anggita Sastri Mahadewi Ni Putu Udiyani, Ni Putu Ningrum, Ayu Satria Nurbaity, Fava Nyoman Ayu Sukma Pramestisari Olav Rizky, Antonius Panggabean, Gabriela Dona Insani Paramita, Putu Nadia Paramitha, Kadek Raveda Adinda Pasha Maraneka, I Putu Reza Pena, Eko Nuari Perwiranegara, Achmad Kadi Pratama, Agus Elfa Pratiwi, Ni Komang Rahma Tri Purba, An Hofen Putra, Hafizh Naufal Putra, Nararya Prasetya Putri Djafarnantyo, Raghia Khasana Rahayu Dewi, Ni Ketut Budi Rasidi, Rafny Alnovira Ratna Dewi, Ni Luh Putu Riana Sari, Meidiawati Rinaldi, Dias Rehan Robert, Yohanes Julian Samuel, Joan Christoper Sanjay Wikrama, I Wayan Etong Santana, I Gede Agung Krishna Sari, Meryyana Puspita Saskita, I Nyoman Urip Satyaraga Arya Seravin, Yulianus Sevi Shansa, Dewi Aprilia Sitepu, Bastanta Sobhita Tryandari, Nyoman Ayu Sri Wiguna, Ni Made Melin Sumboko, Agung Supri, Supiandi Surya Dharma, I Gede Bagus Raditya Tarihoran, Gabriel Tresna Putra, Dewa Gede Yoga Upa Raji, Rambu Utami, Ni Luh Srisaka Wahyu Budi Nugroho Widiyanti, Puri Rachma Wirasmara, I Gede Bayu Wiyasa, I Made Tirta Yenadin, Ramadhini Putri Yuandhini, B. Warfanni Azzura Yuliani, Desak Made