Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EVALUASI PROGRAM HAK AKSES DATA KEPENDUDUKAN UNTUK EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK Budiharjo, Budiharjo; Nenobais, Harry; Pandiwinata, Zul
Publika: Jurnal Ilmiah Administrasi dan Kebijakan Publik Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jp.v10i2.5341

Abstract

Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri memberikan hak akses pemanfaatan data kependudukan untuk mengelola data kependudukan, termasuk informasi tentang jumlah penduduk, usia, jenis kelamin, dan lainnya. Hak akses ini diberikan untuk orang-orang yang ingin mengakses dan menggunakan data yang berkaitan dengan kependudukan untuk meningkatkan layanan publik. Fokus penelitian ini adalah bagaimana evaluasi kebijakan program akses data kependudukan oleh Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dilakukan. Studi ini adalah jenis penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif. Peneliti menggunakan metode pengumpulan data seperti wawancara, dokumentasi, dan observasi. Selain itu, penelitian ini menggunakan evaluasi model CIPP kualitatif, yang mencakup Context, Input, Procces, Product (CIPP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan program pemanfaatan hak akses data kependudukan Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri tidak dilaksanakan dengan baik, terutama dalam hal jumlah dan kualitas sumber daya manusia, serta infrastruktur dan teknologi. Oleh karena itu, disarankan agar Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri meningkatkan jumlah dan kualitas sumber daya manusia mereka.
Analisis Kualitas Material Hdpe Fiber Optic di Pt Communication Cable Systems Indonesia Tbk Ramadhan, Tegar; Khaerudin, Dedy; Dwiyanti, Agustina; Budiharjo, Budiharjo; Mislan, Mislan; Gandara, Ganjar Sidik
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.1965

Abstract

Tingginya permintaan akan produk serat optik mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksinya. Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan permasalahan terkait tingginya jumlah produk cacat yang berpengaruh terhadap pencapaian target produksi. Penelitian ini dilakukan di PT Communication Cable Systems Indonesia, Tbk dengan tujuan untuk menganalisis penyebab utama produk cacat dalam proses produksi serat optik dan menentukan solusi perbaikannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan Statistical Process Control (SPC) melalui peta kendali (p-chart), analisis akar penyebab (Fishbone Diagram dan RCA), serta penetapan parameter optimal produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama cacat produk berasal dari empat aspek, yaitu material, manusia, metode, dan mesin. Penerapan SPC terbukti efektif dalam mengidentifikasi fluktuasi proses, serta meningkatkan kualitas produk setelah dilakukan perbaikan. Parameter optimal yang diperoleh adalah temperatur 160–180°C dan kecepatan line 25–35 m/menit. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas bahan baku, pelatihan SDM, perbaikan metode kerja, pemeliharaan mesin berkala, serta integrasi berkelanjutan SPC untuk pengendalian mutu yang lebih menyeluruh
SOSIALISASI PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA MESIN PEMIPIH BIJI MELINJO DALAM OPTIMALISASI POTENSI BUMDES “BINA USAHA” DESA CINANGKA Khaerudin, Dedy; Rahmatullah, Asep; Romli, Ombi; Dewi, Irma Nurmala; Budiharjo, Budiharjo; Mardiyah, Husna Febriani; Ramadhan, Muhammad Ghifari; Damayanti, Sri; Saputri, Hani Eka
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34839

Abstract

Potensi yang dimiliki Bumdes “Bina Usaha” Desa Cinangka sangat bagus dalam mengembangkan hasil industri rumahan semisal pengolahan Emping melinjo. Dari serangkaian program kerja pengabdian terhadap pengelolaan BUMDes “Bina Usaha” dilakukan optimalisasi manajemen pengelolaan BUMDes dan penerapan teknologi tepat guna untuk memproduksi produk UMKM. Metode yang dilaksanakan secara bertahap, diawali dengan memberikan sosialisasi kepada para pelaku UMKM BUMDes “Bina Usaha” terhadap pentingnya pengelolaan manajemen BUMDes dan Penggunaan teknologi tepat guna untuk peningkatan kuantitas dan kualitas hasil produksi. Kemudian pelatihan dan pendampingan penerapan teknologi dalam optimalisasi pengolahan produk dengan menggunakan mesin pemipih biji melinjo. Tahap akhir adalah pelaksanaan pendampingan dan evaluasi dalam ketercapaain akan hasil dari program pengabdian terhadap BUMDes Bina Usaha. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah Peningkatan pengelolaan manajemen BUMDes dan implementasi penerapan teknologi tepat guna yaitu mesin pemipih biji melinjo untuk meningkatkan usaha produksi emping oleh pelaku UMKM mitra BUMDes “Bina Usaha”. Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diperoleh dampak positif terhadap para pelaku usaha yang berada dalam naungan BUMDes “Bina Usaha” yakni pentingnya teknologi tepat guna yang mampu mengoptimalkan hasil produksi produk UMKM. Selain itu dari hasil kegiatan ini diharapkan perekonomian warga semakin meningkat menuju masyarakat desa yang makmur dan sejahtera.
Analisis Postur Kerja Pada Aktivitas Menyetrika di Industri Jasa Laundry Cio’ta Dengan Menggunakan Metode REBA (Rapid Entire Body Assessment) Dewi, Nurmala; Annas, Fayyadh; Sari, Tria Atika; Budiharjo, Budiharjo
Mars : Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer Vol. 3 No. 6 (2025): Desember: Mars : Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mars.v3i6.1210

Abstract

Ironing activities in the laundry service industry are performed repeatedly and for long periods, creating a high potential for non-ergonomic work postures. At Laundry Cio’ta, ironing is carried out every day from 08:00 to 21:00 by two workers, which increases the risk of fatigue and musculoskeletal disorders due to continuous and repetitive movements. This study aims to analyze workers’ ironing postures using the REBA method to determine the level of ergonomic risk. Data were collected through direct observation and measurement of body posture angles during the ironing process. The assessment results showed a Score A of 4 and a Score B of 2, producing an initial REBA score of 4. With the addition of an activity score of +1, considering the repetitive nature of the task, the final REBA score increased to 5. This score indicates a moderate level of risk, suggesting that corrective actions are necessary to prevent long-term strain or injury. Based on these findings, ergonomic improvements such as adjusting the ironing table height, modifying the work layout, and encouraging workers to adopt better posture are recommended. Implementing short rest breaks and task variation can also help reduce physical strain and improve worker comfort and productivity.
Implementasi KKN dalam Peningkatan Literasi Bahasa Arab melalui Kelas Interaktif di Masjid Al-Ikhlas Banaran Baru Budiharjo, Budiharjo; ‘Amala, Aldiwa Amiku Ahsanu; Yahya, Muhammad; Fernando, Teguh; Alya, Khairunisa Nur; Fauziyah, Rima; Azahro, Rufaidah; El Muna, Alya Syahidah Asma; Febriana, Frida
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1261

Abstract

This community service program aims to provide guidance in introducing Arabic vocabulary to the women's study group at the Al-Ikhlas Banaran Baru Mosque, Banaran, Grogol, Sukoharjo, which is carried out by students of the Community Service Program (KKN). The activity begins with observation, material preparation, assistance in memorizing Arabic vocabulary through interactive classes, and ends with an evaluation. The method used in the interactive Arabic class is the singing method accompanied by learning to construct simple Arabic sentences. The results show that the mothers are very happy and enthusiastic in participating in this activity. It is hoped that the implementation of the interactive Arabic class will be able to increase the mothers' love for Arabic.
Analisis Penurunan Pelanggan Barbershop dengan Penerapan Konsep 4P Marketing Mix Ahmad Hilmy Fawwazni; Ahmad Ashhabul Mubin; Jiddan Muhiza; Budiharjo, Budiharjo
Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik  Vol. 3 No. 5 (2025): Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/venus.v3i5.1215

Abstract

This study analyzes customer attrition in barbershops through the application of the 4P marketing mix, which includes Product, Price, Place, and Promotion. The research was conducted using a questionnaire distributed to 30 barbershop customers, which aimed to assess their level of satisfaction regarding each element of the marketing mix. The findings revealed that while customers were generally satisfied with the quality of the haircuts and the cleanliness of the tools, there was an important demand for improvement in the quality and variety of additional products offered. The pricing strategy was considered affordable by most customers; however, some expressed dissatisfaction, indicating the need for better communication regarding the value of the services provided. Demographic analysis showed that the majority of respondents were young adults aged 18-25, highlighting a specific target market for barbershops. Overall, this study emphasizes the importance of effectively implementing the marketing mix to improve customer retention and satisfaction in the barbershop industry.
Implementasi Kebijakan Analisis Jabatan dan Beban Kerja pada Sekretariat Jenderal Kartika, Enggaria Ratna Dewi; Budiharjo, Budiharjo; Nenobais, Harry
Publika: Jurnal Ilmiah Administrasi dan Kebijakan Publik Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/publika.v11i1.6083

Abstract

This study aims to analyze the implementation of job analysis and workload analysis policies at the Secretariat General of the Ministry of Home Affairs and to identify key challenges and improvement strategies. The analytical framework is based on Edward Gerston’s policy implementation theory, which includes policy translation capacity, resource availability, limited number of implementers, and accountability. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through participant observation, in-depth interviews, document analysis, and literature review. Informants were selected using purposive sampling, involving 12 individuals with in-depth knowledge of the policy implementation process. Data analysis followed the stages of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of job analysis and workload analysis policies has not been optimal. This condition is reflected in limited knowledge and competence among policy implementers, an insufficient number of implementers, and the absence of a formally established and continuously operating implementation team. Recommended improvement efforts include strengthening competency development and training programs, expanding the use of flexible e-learning systems, establishing a permanent implementation team through ministerial decrees on an annual basis, and developing comprehensive standard operating procedures covering all units within the Ministry of Home Affairs.
Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Mekarsari Kabupaten Pandeglang Gandara, Ganjar Sidik; Mislan, Mislan; Budiharjo, Budiharjo; Khaerudin, Dedy; Dewi, Irma Nurmala; Leuwyh, Aldy Reynaldy
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/pw2vf616

Abstract

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan riil masyarakat melalui kegiatan pengabdian berbasis kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan warga. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten (RT 004/RW 001) dengan sasaran masyarakat Kampung Kopi, Kampung Ciledok, dan Kampung Cikeusat. Penulisan ini bertujuan mendeskripsikan proses perencanaan serta pelaksanaan program KKM Kelompok 41 Universitas Bina Bangsa Tahun 2025. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dengan pelibatan pemerintah desa, perangkat desa, ketua RT/RW, dosen pembimbing lapangan, dan masyarakat setempat. Program kerja dirancang dalam delapan bidang, yaitu kesehatan, UMKM, hukum, sosial budaya, teknologi tepat guna, keagamaan, pendidikan, dan pemerintahan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa KKM mampu mendorong partisipasi masyarakat dan menghasilkan kontribusi nyata, antara lain pemeriksaan antropometri ibu hamil dan balita di posyandu, pembangunan fasilitas cuci tangan, pendampingan digitalisasi pemasaran UMKM, kegiatan gotong royong kebersihan lingkungan, pembangunan rocket stove sebagai teknologi pembakaran sampah minim asap, keterlibatan dalam kegiatan keagamaan sebagai penguatan harmoni sosial, pelaksanaan media edukasi bagi anak, bantuan administrasi pemerintahan desa, serta seminar hukum mengenai kekerasan dalam rumah tangga. Secara umum, program terlaksana sesuai perencanaan dengan dukungan dan antusiasme masyarakat, serta memberikan manfaat ganda berupa penguatan kapasitas sosial mahasiswa dan pemberdayaan potensi desa. Tema “Mengakar dalam Hati dan Mengabdi Hebat” tercermin melalui pendekatan partisipatif dan humanis yang mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
The Digitalization Paradox: Assessing Policy Implementation, Organizational Misalignment, and User Dissatisfaction in Indonesia's National Sports Information System Saputra, Muhammad Raditya; Soemartono, Triyuni; Budiharjo, Budiharjo; Maryani , Dedeh
Danadyaksa: Post Modern Economy Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Post Modern Economy Journal
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Bustanul Ulum Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69965/danadyaksa.v3i2.261

Abstract

Indonesia's National Sports Grand Design (the Desain Besar Olahraga Nasional - DBON) positions digitalization as its core governance instrument, operationalized through the mandated Sports Personnel and Organization Information System (the Sistem Informasi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan, SITENOR). However, implementing centralized digital policies in complex, multi-stakeholder environments often creates a significant gap between strategic vision and ground-level reality. This study evaluates the effectiveness of this digitalization policy by examining SITENOR’s implementation. Employing a qualitative interpretivist paradigm, this research conducted in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGDs) with key policymakers from the Ministry of Youth and Sports (Kemenpora), system developers, and representatives from national sports federations. Data were analyzed using the integrated lenses of the McKinsey 7S organizational framework and the End-User Computing Satisfaction model. The findings reveal a profound "digitalization paradox." While the central strategy and technical system (the "hard" elements) are well-defined, implementation is critically undermined by weaknesses in "soft" organizational elements: a misalignment of shared values (compliance vs. data-driven culture), passive local leadership, a severe deficit in dedicated staff and digital skills, and consequent low user satisfaction regarding data accuracy, ease of use, and timeliness. SITENOR’s development is assessed as stalled at an incomplete cataloguing and transactional stage, with minimal vertical and horizontal integration. The effectiveness of the DBON digitalization policy is significantly constrained not by technology but by socio-organizational and governance gaps. Successful transformation requires a strategic pivot from a top-down, compliance-based model to a co-creative, capacity-sensitive approach that builds human infrastructure and fosters genuine data-driven values across the sports ecosystem.