Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Students Experiences in Navigating Listening Challenges with World Englishes: A Phenomenological Study Kurniasih, Cicih; Alfaridzi, Wahdan Fauzan; Abdurrahman, Teguh; Darsih, Endang
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 24 (2025): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2025
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v24i.1654

Abstract

This study explores the challenges that students of English Education face in comprehending listening texts with accent variation within the framework of World Englishes. Using a qualitative phenomenological research design, the data were obtained through semi-structured interviews with ten students of the sixth semester of Kuningan University who had studied the World Englishes elective course. The results showed that the major difficulties comprised unfamiliar types of accents (such as Indian, Singaporean, and British accents), speed of speech, interference from background noise, and the use of unfamiliar local words and idioms. To cope with these, the students used a variety of coping strategies such as replay of audio, use of subtitles, increased exposure to varied accents through digital media, and the use of technology such as online dictionaries and artificial intelligence. The experiences of lecturer support differed; while some students felt supported by the diverse materials, others relied on self-study mechanisms. The study concluded that while there were complex difficulties in comprehending World Englishes, the students demonstrated enormous flexibility in self-study. The findings point to the need to develop a more inclusive listening curriculum and pedagogy that explicitly embraces global accent differences to prepare students for communication in real-life contexts.
Students Perception on Digital Storytelling in Speaking Fadilla, Julia Nur; Nugraha, Agung; Lestari, Yosa Dwi; Darsih, Endang
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 24 (2025): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2025
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v24i.1655

Abstract

This study aims to investigate the implementation and impact of digital storytelling in improving students' speaking skills in an English as a Foreign Language (EFL) class. As speaking remains one of the most challenging language skills for EFL students, various creative teaching strategies have been developed to address these challenges, one of which is digital storytelling. The research was conducted as a case study involving students of the English Study Program at Kuningan University. Through qualitative descriptive methods, data were collected using observations, interviews, and documentation. The results indicate that the digital storytelling process involves several stages: scriptwriting, voice recording, collecting supporting media, and video editing, with lecturers acting as facilitators. The implementation of this technique proved effective in enhancing students' confidence, fluency, pronunciation, and vocabulary. Additionally, it fostered students’ creativity, motivation, and independent learning attitudes. The study also highlights some obstacles, such as students’ limited video editing skills and the time-consuming nature of the process. Nevertheless, the findings support previous research that digital storytelling offers an engaging, interactive, and adaptable learning environment, making it a valuable tool in EFL classrooms to improve speaking ability. Therefore, it is recommended that this method be integrated regularly into speaking courses with proper technical guidance provided for students.
FUN ENGLISH DAY DALAM MENINGKATKAN ANIMO PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BAGI PELAJAR PEMULA Agustiana, Vina; Darsih, Endang; Rahmatunisa, Wulan; Azka, Fina Saeila; Aldy, Elgah; Saputra, Nico
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v2i3.487

Abstract

Kegiatan Fun English Day dilaksanakan di MI Plus An-Nur, Desa Manggari, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, selama enam hari, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris masyarakat Desa Manggari dalam usia kelas 1-3 melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Analisis situasi menunjukkan bahwa meskipun Desa Manggari memiliki potensi pendidikan yang baik, minat belajar bahasa Inggris di kalangan masyarakat masih rendah akibat anggapan bahwa bahasa Inggris sulit dipelajari. Permasalahan ini diperparah oleh kurangnya sumber daya manusia yang mendukung pembelajaran bahasa Inggris. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup sosialisasi, pelatihan tutor, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari, pada 23-Bulan Juni 2025 di Sekolah MI Plus Annur. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi kepada peserta, orang tua, dan guru untuk menjelaskan tujuan dan manfaat program. Pelatihan dilakukan untuk memastikan tutor memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mengajar dengan metode yang efektif. Penerapan teknologi termasuk penggunaan aplikasi pembelajaran interaktif, serta aktivitas seperti "Listen and Say," "Listen and Do," dan "Listen and Repeat," memberikan pengalaman belajar yang menarik. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan bahasa Inggris peserta, baik dalam kosakata, keterampilan menyimak maupun keterampilan berbicara. Evaluasi yang dilakukan di akhir program menunjukkan bahwa peserta merasa lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris. Pembahasan mengungkapkan pentingnya keberlanjutan program agar metode yang telah diajarkan dapat terus diimplementasikan dalam pembelajaran reguler dan ekstrakurikuler. Oleh karena itu, disarankan agar kegiatan serupa diadakan secara berkelanjutan, dengan melibatkan orang tua dan masyarakat untuk mendukung penguasaan bahasa Inggris pelajar di Desa Manggari.
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Speaking Bagi Guru SD Dadang Solihat; Endang Darsih; Nani Ronsani Thamrin; Wulan Rahmatunisa; Syifa Aulia; Nur Suci Fitriyani; Binti Farihah
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jise.v4i2.155

Abstract

Kemampuan berbicara (speaking) dalam bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki guru sekolah dasar dalam menghadapi tantangan globalisasi dan penerapan kurikulum yang menekankan keterampilan berbahasa asing. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak guru SD masih mengalami kesulitan dalam aspek speaking, baik dari segi penguasaan kosakata, pengucapan, maupun kepercayaan diri ketika berkomunikasi. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kemampuan speaking guru SD melalui metode komunikatif dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan di desa Purwawinangun, Kabupaten Kuningan pada bulan Juli 2025 dengan melibatkan guru-guru dari berbagai sekolah dasar. Metode pelatihan meliputi ceramah interaktif, role play, peer teaching, dan evaluasi berbasis performa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kemampuan speaking guru sebesar 78% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi dan percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris di kelas. Disimpulkan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan speaking guru SD dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan.
Insights on TPACK Implementation by Preservice English Teachers: Challenges and Solutions Darsih, Endang; Agustiana, Vina; Hanggara, Agie; Palmer, Roger
Script Journal: Journal of Linguistics and English Teaching Vol. 10 No. 1 (2025): April
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/sj.v10i1.2000

Abstract

Background: A crucial issue in teacher education today is ensuring that PTs are well prepared to integrate technology into their future classrooms. This study examines the implementation of Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) among preservice English teachers in planning and implementing learning, as well as the barriers they face and their solutions.Methodology: This study used a case study research design to explore in depth how PTs apply the TPACK framework in real classroom situations. The participants in this study consisted of five PTs from teacher education programs at four universities in Indonesia.Findings: PTs generally show good alignment between technology use, pedagogical strategies, and content in their lesson plans, but are often not optimally integrated during implementation. The main barriers identified include limited access to and technology resources, differences in technology skill levels between students and teachers, students' difficulties in adapting to technology-based learning, and time management issues. The solutions are to provide device assistance to students in need, provide basic technology training and plan carefully and provide realistic time for students to adapt to technology and complete assignmentsConclusion: To enhance technology integration in education, universities must prioritize providing device assistance and basic tech training for PTs. By addressing these barriers, educators can better support effective technology use in the classroom, ultimately improving student learning outcomes.Originality: How pre-service teachers, who are the next generation of educators, develop and implement TPACK during their preparation and learning phases. In particular, there is very little research that specifically explores the implementation of TPACK in the classroom by PTs, as well as a lack of exploration of the challenges faced by them and the strategies used in the TPACK integration process.
English Vocabulary Fun Day: Aktivitas Kreatif untuk Memperluas Kosakata Darsih, Endang; Agustiana, Vina; Hanggara, Agie; Nugraha, Agung; Sulaksana, Johan
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): Juli
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v4i4.592

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa MI Plus An Nur, Kabupaten Kuningan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah kurangnya praktik berbicara, keterbatasan akses sumber belajar, serta minimnya metode pembelajaran yang menarik. Solusi yang ditawarkan meliputi sesi dialog interaktif, permainan peran, workshop berbicara, penyediaan materi pembelajaran, serta penggunaan teknologi sederhana berupa aplikasi edukatif offline dan permainan papan. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan, pendampingan, evaluasi, hingga keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa lebih percaya diri dalam menggunakan kosakata bahasa Inggris, antusias mengikuti aktivitas, serta mampu menguasai minimal 10 kosakata baru dari setiap pertemuan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan keterampilan bahasa Inggris siswa dan mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Optimalisasi Peran Pengurus Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Hipapelnis dalam Membangun Literasi Melalui Pelatihan Inovatif Darsih, Endang; Hanggara, Agie; Suhartini, Cucu; Aliya, Liya; Sulaksana, Johan
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 5 (2025): September
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v4i5.595

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Hipapelnis Desa Kalimanggiskulon dengan tujuan meningkatkan kapasitas pengurus serta memperkuat peran TBM sebagai pusat literasi berbasis teknologi. Program dilaksanakan melalui tujuh tahapan, yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Pada tahap persiapan dilakukan identifikasi kebutuhan dan penyusunan materi, sedangkan tahap sosialisasi dan pelatihan berfokus pada peningkatan kesadaran pentingnya inovasi program serta keterampilan digital pengurus TBM. Selanjutnya, penerapan teknologi diwujudkan melalui pemanfaatan platform digital, penyediaan perangkat keras, dan akses internet untuk mendukung kegiatan interaktif. Tahap pendampingan dilaksanakan secara rutin untuk memastikan pengurus mampu mengelola program baru dan beradaptasi dengan teknologi. Evaluasi dilakukan secara berkala guna menilai efektivitas kegiatan, sementara rencana keberlanjutan disusun melalui penggalangan dana, kemitraan strategis, dan pelatihan lanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran, keterampilan, dan kepercayaan diri pengurus dalam mengelola program literasi berbasis digital. Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga membuka peluang jangka panjang bagi TBM Hipapelnis untuk berkembang sebagai pusat literasi desa yang adaptif, modern, dan berdaya guna bagi masyarakat.
Penguatan Kapasitas Pengurus TBM Rumah Cerdas melalui Pelatihan Pengelolaan Administrasi dan Jiwa Kepemimpinan Suhartini, Cucu; Hanggara, Agie; Darsih, Endang; Aliya, Liya; Luviantika, Irsa
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 5 (2025): September
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v4i5.604

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pengurus Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Cerdas desa Kalimanggiswetan melalui pelatihan pengelolaan administrasi dan pengembangan jiwa kepemimpinan. TBM sebagai wadah literasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan budaya membaca dan keterampilan masyarakat, namun masih menghadapi kendala dalam aspek manajerial, khususnya administrasi kelembagaan dan kepemimpinan pengurus. Metode kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif berupa ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, serta praktik langsung dalam penyusunan dokumen administrasi dan penerapan keterampilan kepemimpinan. Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar administrasi organisasi, pencatatan keuangan sederhana, penyusunan laporan kegiatan, komunikasi efektif, pengambilan keputusan, serta strategi membangun kerja sama tim. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan pengurus TBM dalam menyusun administrasi yang lebih tertib serta kemampuan memimpin secara kolaboratif. Selain itu, pengurus mampu mengidentifikasi peran dan tanggung jawab masing-masing secara lebih jelas, sehingga kinerja organisasi menjadi lebih terarah. Melalui kegiatan ini, diharapkan TBM Rumah Cerdas dapat berkembang menjadi lembaga literasi yang lebih profesional, berdaya guna, dan berkelanjutan dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.
ENHANCING STUDENTS' SPEAKING SKILLS THROUGH THE ESA METHOD: A STUDY OF TENTH GRADERS Febrianti, Sarwendah; Darsih, Endang; Fadhly, Fahrus Zaman
Indonesian Journal of Learning and Instruction Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ijli.v6i2.11138

Abstract

This research investigates the effectiveness of the Engage, Study, Activate (ESA) method in enhancing the speaking skills of tenth-grade students at SMA Negeri 1 Ciawigebang during the 2023/2024 academic year. Employing a pre-experimental design with one group pre-test and post-test, the study involved 30 purposively selected students from a total population of 124. Speaking tests served as instruments for data collection, conducted before and after the treatment. The findings indicate a significant improvement in students’ speaking abilities post-treatment, as evidenced by the increase in mean scores from 68.1 in the pre-test to 73.3 in the post-test. Statistical analysis confirmed that the ESA method positively impacts students’ speaking skills, particularly in terms of accuracy and fluency, as shown by a significant value (p = 0.000 < 0.05). These results suggest that the ESA method is an effective pedagogical tool for fostering speaking competence in high school learners.Keywords: ESA method; teaching speaking; speaking skills; accuracy; fluency; high school students 
ADAPTING ENGLISH INSTRUCTION: AN ANALYSIS OF NON-EFL STUDENTS’ LEARNING NEEDS Agustiana, Vina; Rahmatunisa, Wulan; Darsih, Endang
Indonesian EFL Journal Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ieflj.v9i2.8726

Abstract

This study aimed to conduct a need analysis to examine the non-EFL students’ needs of English subject in university. This needs analysis covers English in general and in particular needed by the students. A quantitative research method was followed in the present study. Data was collected by using questionnaires. The items in the questionnaires addressed various issues; in other words, the emphasis was determining students’ lacks, wants and necessity on English subject. All new non-EFL undergraduate students at Kuningan University in academic year 2021/2022 involved in this study. They are from five different faculties; Faculty of Economy, Faculty of Teacher Training and Education, Faculty of Computer, Faculty of Law and Faculty of Forestry. Based on the results of questionnaires filled out by 421 students, it is known that, first, in relation to students’ lack on English subject, this study focuses on the competence of language skills and students' difficulties in mastering the four English skills. Most students assessed their English language skills competence at moderate level. Listening and speaking skills are assessed as the first priority followed by writing and reading skills. However, the research findings also show that speaking skills seem to be the most difficult skills for them apart from weak grammar and low vocabulary mastery. Second, related to the students’ wants on English subject, the preferred language skills are reading followed by speaking, listening and writing. Third, related to necessity on English subject, learning activities that students need to function effectively is to combine English and Indonesian as a medium in delivering material. Most students also think that learning English is better in large groups under the supervision of lecturers. Furthermore, feedback, revision, and reflection are very important aspects for developing the ability to self-regulate learning. Therefore, students prefer to be corrected immediately by the lecturer when they make mistakes. To achieve learning effectiveness, students also expect the integration of a variety of activities and the development of learning materials.