Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah ESAI

Reflecting Students’ Parents Expectations into Primary English Teaching Curriculum and Instruction Refdi Akmal
Jurnal Ilmiah ESAI Vol 7 No 3 (2013)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/esai.v7i3.984

Abstract

Pengembangan kurikulum membutuhkan analisis situasional guna memperhitungkan faktor-faktor eksternal yang dapat menentukan dalam pengembangan, evaluasi dan penerapan kurikulum tersebut.  Salah satu faktor ekternal yang penting dalam pengembangan kurikulum adalah faktor orangtua siswa yang merupakan bagian dari faktor sosial pengembangan kurikulum.  Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui harapan-harapan orang tua dari siswa-siswi yang belajar pada tingkat dasar (SD) guna pengembangan dan pengaplikasian kurikulum bahasa Inggris pada tingkat tersebut.  Penelitian ini dilakukan pada dua lembaga kursus penyelenggara pendidikan bahasa inggris pra-sekolah di Bandar Lampung.  Data dalam penelitian ini diperoleh melalui interview dan kuesioner dengan melibatkan 23 orangtua siswa sebagai responden.  Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa orangtua merupakan faktor yang mampu memberi kontribusi penting bagi pengembangan kurikulum tersebut.  Responden memberikan sejumlah harapan-harapan yang perlu diakomodasi terkait muatan, pengaplikasian dan pengevaluasian hingga penerapan kurikulum bahasa inggris pra sekolah. Kata kunci: faktor orang tua, pengajaran bahasa inggris tingkat dasar, pengembangan  kurikulum 
High School Teachers’ Expository Writing: A Case Study in Bandar Lampung Refdi Akmal
Jurnal Ilmiah ESAI Vol 6 No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/esai.v6i2.1008

Abstract

Penelitian ini menelaah kemampuan guru sekolah menengah atas di Bandar Lampung dalam menulis wacana eksposisi. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif kualitatif  dengan data berupa wacana-wacana eksposisi Analitikal dan Hortatori yang ditulis oleh para guru yang dianalisis dengan pendekatan Systemic Functional Linguistics (SFL) dan dikemudian divalidasi melalui interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian dari para guru telah mampu menulis menggunakan strategi yang sesuai dengan kebutuhan wacana.  Para guru telah memahami struktur generik wacana guna mencapai tujuan dan fungsi wacana eksposisi. Analisis gramatika pada wacana menunjukkan bahwa para guru telah mampu menyampaikan makna ideasional, tekstual dan interpersonal melalui wacana tertulis.  Hal tersebut ditunjukan dalam bentuk penggunaan fitur pengembangan tema (thematic progression) berupa pola tema zigzag, reiterasi tema dan pengembangan tema bertingkat (multy-layer Theme development), fungsi konjungsi, variasi bentuk kata kerja (process type), bentukan fungsi sirkumstansial, bentukan nominalisasi, penggunaan mudalisasi dan modulasi dalam  wacana serta penggunaan referensi pronomina (pronoun referent) dalam wacana.  Namun penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak semua guru mampu mengembangkan argumentasi dalam wacana tulis dengan baik yang ditunjukkan dengan kurangnya penggunaan fakta dan bukti yang obyektif dalam wacana, ketidakpastian pendapat, tidak adanya penggunaan fitur dialogis antar wacana (intertextuality), penerapan bentukan kalimat perintah (imperative) dan pernyataan realis serta sejumlah kesalahan (errors) dalam tataran tata bahasa (syntax).  Hal ini disebabkan beberapa hal seperti kurangnya pemahaman guru dalam pengembangan wacana berbasis genre (Genre Based Approach/(GBA)) dan Systemic Functional Linguistics (SFL) yang telah menjadi bagian dari kurikulum pendidikan bahasa Inggeris di Indonesia, juga kemampuan professional berbahasa guru (professional competence), dan kurangnya motivasi dan komitmen dalam menulis.   Kata kunci: Systemic Functional Lingistics (SFL), kemampuan  menulis wacana eksposisi
Analisis Kualitas Naskah Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Bahasa Inggris II Politeknik Negeri Lampung Tahun 2006 Refdi Akmal
Jurnal Ilmiah ESAI Vol 2 No 1 (2008)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/esai.v2i1.1314

Abstract

It is believed that without the evaluation it would be almost impossible to teach. As students need to know their abilities, teachers use some kind of evaluations. Evaluation of teaching learning process can be administrated in the form of tests. In other words teaching must be followed by testing. The information gained can be useful for both students and teacher. Hence there are two points interrelated. Firstly, the test is concerned with the teaching that has taken place. It is that the test administered should give the students feeling that the teacher’s evaluation matches what they have taught and sense of accomplishment. Secondly, the teaching is concerned with the test. The teacher can diagnose his effort in his teaching whether or not his teaching has been effective. Madsen (1987) pointed out that the criteria of a good test comprise: (1) validity, (2) reliability, (3) difficulty level, and (4) discrimination power. This research was to know and describe quality of semester II English test for the students of The State Polytechnic of Lampung (Polinela) in the year 2006. The study showed that the Semester II English Test administered for the students did not meet the expected level of validity, reliability, level of difficulty nor discrimination power of a good test. Key words: evaluation, validity, reliability, difficulty level, discrimination power.