Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Scoping Review: Efek Pegagan (Centella asiatica) dalam Sediaan Topikal terhadap Pencegahan Penuaan Dini Novita Arya Cahyani; Herri S. Sastramihardja; Siska Nia Irasanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.574

Abstract

Abstract. One of the problems that are often encountered today in the practice of dermatologists and genital specialists is premature aging. Natural products have proven to be the best choice for preventing premature aging due to environmental concerns, safety from synthetic chemicals, and health. One of these natural products is pegagan (C. asiatica). There have been many studies showing the benefits of pegagan, especially its content that is able to stimulate collagen synthesis in skin fibroblast cultures. However, research dataregarding the effectiveness of pegagan on anti-aging is still very limited. The purpose of this study was to determine the effect of pegaganin topical preparations on the prevention of premature aging. The research was conducted using the method of scoping review with samples of national and international scientific articles that meet the eligibility criteria (eligible). The results of this study were taken from three databases, namely Proquest, ScienceDirect, and Google Scholar, with an initial search result of 4.173. There were 1,536 articles according to the inclusion criteria, and the exclusion criteria and PICOS were four articles and the results of the feasibility test based on a critical study were also four articles. The results of the four articles that have been analyzed stated that the group that was given pegagan extract topically showed an antiaging effect more than the control group. The conclusions of the research suggest that pegagan in topical preparations, either managed with HA, glycerine, chitosan nanoparticles, or extracted Camellia sinensis and Glycine max has a role in preventing premature aging. Abstrak. Salah satu masalah yang sering dijumpai saat ini dalam praktik dokter spesialis kulit dan kelamin adalah penuaan dini. Produk alami telah terbukti menjadi pilihan yang terbaik untuk mencegah penuaan dini karena pertimbangan dari kesadaran lingkungan, keamanan dari bahan kimia sintesis, dan kesehatan. Salah satu produk alami tersebut adalah pegagan (C. asiatica). Telah banyak penelitian yang menunjukkan manfaat pegagan terutama kandungannya yang mampu merangsang sintesis kolagen dalam kultur fibroblas kulit. Namun data penelitian terkait efektivitas pegagan terhadap anti-aging masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pegagan dalam sediaan topikal terhadap pencegahan penuaan dini. Penelitian diambil dengan metode scoping review dengan sampel artikel ilmiah nasional dan internasional yang memenuhi kriteria kelayakan (eligible). Hasil dari penelitian ini diambil dari tiga database yaitu Proquest, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan hasil pencarian awal terdapat 4.173. Artikel yang sesuai kriteria inklusi sebanyak 1.536, dan kriteria eksklusi beserta PICOS terdapat empat artikel dan hasil uji kelayakan berdasarkan telaah kritis tersisa sebanyak empat artikel. Hasil dari keempat artikel yang telah dianalisis, menyatakan bahwa kelompok yang diberikan intervensi ekstrak pegagan secara topikal menunjukkan adanya efek anti-aging daripada kelompok kontrol. Simpulan dari penelitian adalah pegagan dalam sediaan topikal baik pengelolaannya dengan HA, glycerine, nanopartikel kitosan, atau ekstrak Camellia sinesis dan Glycine max, memiliki peran dalam mencegah penuaan dini.
Scoping Review: Hubungan Pola Hidup Sedenter terhadap Obesitas pada Pekerja Kantor Risya Farisatul Aini; Siska Nia Irasanti; M. Ihsan Wahyudi
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1827

Abstract

Abtrak. Obesity is a phenomenon that has continued to increase in recent years. Obesity can cause various diseases such as diabetes mellitus, cardiovascular disease, cancer, hyperlipidemia, etc. Lifestyle sedenter becomes one of the risk factors for obesity. One of the factors that cause an increase in lifestyle is long working hours such as office workers. Office workers sit most of the day and have little opportunity to move. Lack of activity in office workers causes the energy expended is not maximal so that it triggers obesity. The purpose of this study was to find out the relationship of lifestyle to obesity in office workers. Method: This study uses a scoping review conducted by analyzing articles in three databases namely ScienceDirect, Proquest and Cochrane with a sample of international scientific articles that meet the eligibility criteria (eligible). Articles obtained in the initial search results as many as 1371 articles and articles that meet the eligibility (eligible) there are 2 articles. Results: This study shows that activities such as cycling to/from work and leisure physical activity indicate a lower risk of being overweight or obese in workers. Conclusion: sedentary or sedentary behavior is significantly associated with the risk of obesity in office workers. Abstrak. Obesitas merupakan fenomena yang kejadiannya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini. Obesitas dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, kanker, hiperlipidemia, dll. Pola hidup sedenter menjadi salah satu faktor risiko terjadinya obesitas. Salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya pola hidup sedenter adalah jam kerja panjang seperti pada pekerja kantor. Pekerja kantor duduk hampir sepanjang hari dan memiliki sedikit kesempatan untuk beraktivitas. Kurangnya aktivitas pada pekerja kantor ini menyebabkan energi yang dikeluarkan tidak maksimal sehingga memicu terjadinya obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola hidup sedenter terhadap obesitas pada pekerja kantor. Metode: Penelitian ini menggnakan scoping review yang dilakukan dengan menganalisis artikel pada tiga database yaitu ScienceDirect, Proquest dan Cochrane dengan sampel artikel ilmiah internasional yang memenuhi kriteria kelayakan (eligible). Artikel yang didapatkan pada hasil pencarian awal sebanyak 1371 artikel dan artikel yang memenuhi kelayakan (eligible) ada 2 artikel. Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa aktivitas seperti bersepeda ke/dari tempat kerja dan aktivitas fisik waktu luang menunjukan risiko yang lebih rendah terjadinya kelebihan berat badan atau obesitas pada pekerja. Kesimpulan: perilaku menetap atau sedenter secara signifikan terkait dengan risiko terjadinya obesitas pada pekerja kantor.
Hubungan Faktor Usia Perkembangan Ego-sosial Dewasa Muda dengan Kejadian Depresi pada Petugas Kesehatan di Puskesmas Solokanjeruk Kabupaten Bandung Siska Nia Irasanti; Rakanda Muhammad Naufal Pratomo; Dedeh Helpironi
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v4i2.10389

Abstract

AbstrakDepresi telah menjadi beban penyakit global dan akan menjadi kontributor disabilitas terbesar pada tahun 2030. Menurut hasil Riskesdas 2018, prevalensi nasional depresi pada dewasa muda di Indonesia sebesar 29,3% untuk depresi sedang dan 8,0% untuk depresi berat. Usia dewasa muda merupakan peralihan dari masa remaja ke dewasa dalam proses perkembangan ego-sosial, hal itu membuat kelompok tersebut rentan mengalami masalah mental, yaitu depresi. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan faktor usia perkembangan ego-sosial dewasa muda dengan kejadian depresi pada petugas kesehatan di Puskesmas Solokanjeruk pada bulan Agustus 2022. Metode penelitian ini merupakan observasi analitik dengan rancangan pontong lintang. Subjek penelitian merupakam 52 petugas puskesmas di Puskesmas Solokanjeruk yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu petugas puskesmas yang merupakan petugas kesehatan dan sebelumnya tidak pernah didiagnosis memiliki gangguan mental. Sampel dipilih secara total sampling dan telah mengisi kuesioner PHQ-9. Hasil penelitian ini menunjukkan kejadian depresi paling banyak ditemukan pada kelompok dewasa muda serta tidak terdapat hubungan antara faktor usia perkembangan ego-sosial dewasa muda dan kejadian depresi pada petugas kesehatan di Puskesmas Solokanjeruk. Kejadian depresi pada petugas kesehatan tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan usia, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor protektif, seperti coping yang positif dan ketahanan mental yang baik. The Relationship between Age Factors of Young Adult Ego-Social Development and the Incidence of Depression in Health Care Workers at Solokanjeruk Public Health Center, Bandung DistrictAbstractDepression has become a global disease burden and will be the largest contributor to disability in 2030. According to the results of Riskesdas 2018, the national prevalence of depression in young adults in Indonesia is 29.3% for moderate depression and 8.0% for severe depression. Young adulthood is a transition from adolescence to adulthood in the process of ego-social development, it makes the group vulnerable to mental problems, namely depression. The purpose of this study was to determine the relationship between the age factor of young adults' ego-social development with the incidence of depression in health workers at the Solokanjeruk Public Health Center in August 2022. This research method is analytic observation with cross sectional design. The research subjects were 52 public health center officers at the Solokanjeruk Health Center who met the inclusion criteria, namely public health center officers who were health workers and had never been diagnosed with a mental disorder. The sample was selected by total sampling and had filled out the PHQ-9 questionnaire. The results of this study indicate that the incidence of depression is mostly found in the young adult group and there is no relationship between the age factor of ego-social development of young adults and the incidence of depression in health workers at the Solokanjeruk Public Health Center. The incidence of depression in health workers is not only influenced by age development, but is also influenced by protective factors, such as positive coping and good mental resilience.
Tingkat Stres dan Indeks Massa Tubuh Reyhan Abhari; Siska Nia Irasanti; RB. Soeherman Herdiningrat
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6052

Abstract

Abstract. During the Covid-19 pandemic there has been an increase in stress in Indonesia compared to before. Stress can have an impact on various parties, especially medical students who are known to have high levels of stress related to academic, environmental, and other problems. This stress can trigger the release of stress hormones through the hypothalamus-pituitary-andrenal axis, so that it can increase food intake which is the cause of an increase in body mass index in individuals. The research sample was taken using a probability sampling technique with a simple random sampling type, totaling 228 respondents and the respondents were selected using a lottery method so that there were 107 respondents by random sampling using the Chi-Square analysis method. The results showed that there was no relationship between stress levels and body mass index in first year students of the 2022 class of the Faculty of Medicine, Unisba, as evidenced by the p-value of p = 0.166 (p> 0.05). There are other factors that can affect the increase in body mass index including genetics, hormones, lifestyle, environment, and level of education. Abstrak. Pada masa pandemi Covid-19 telah terjadi peningkatan dari stres di Indonesia dibanding sebelumnya. Stres dapat memberikan dampak kepada berbagai pihak, terkhusus kepada mahasiswa kedokteran yang diketahui memiliki tingkat stres yang tinggi terkait dengan masalah akademik, lingkungan, dan lain-lain. Stres tersebut dapat memicu keluarnya hormon stres melalui aksis hipotalamus-pituitari-andrenal, sehingga dapat meningkatkan asupan makan yang menjadi penyebab terjadinya peningkatan indeks massa tubuh pada individu. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik probability sampling dengan jenis simple random sampling yang berjumlah 228 responden dan dilakukan pemilihan responden menggunakan metode undian sehingga terdapat 107 responden secara random sampling dengan metode analisis Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat stres dengan indeks massa tubuh pada mahasiswa tingkat satu angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Unisba, terbukti dengan nilai p-value p=0.166 (p>0,05). Terdapat faktor lain yang dapat memengaruhi peningkatan indeks massa tubuh diantaranya genetik, hormonal, gaya hidup, lingkungan, dan tingkat pendidikan.
Hubungan Perilaku Merokok dan Komorbid dengan Lama Rawat Inap Pasien PPOK di RSUD Al Ihsan Bandung tahun 2019-2021 Alda Alysia Jaswirna; Siska Nia Irasanti; Ganang Ibnusantosa
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5678

Abstract

Abstract. Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is a disease with airflow limitation caused by an abnormal inflammatory response in the lungs and is characterized by a decrease in the FEV1/FVC ratio below 0.7 postbronchodilator. In the world, the prevalence of COPD is 174 million people in 2015, in Indonesia it is 3.7% per mil, and in West Java COPD ranks second highest after asthma. COPD risk factors include genetics, age, gender, comorbidities, smoking, and occupation. These risk factors can have an impact not only on the incidence of COPD, but also on the length of stay of COPD. This study aims to determine the relationship between smoking behavior, age, and comorbidities with the length of stay of COPD patients at Al Ihsan Hospital in Bandung in 2019-2021. This type of research is quantitative with analytic observational method and cross sectional approach design. The instrument used is a medical record. In this study, data were obtained from 60 medical records of COPD patients using random sampling technique. The data analysis used was univariate and chi square test for bivariate analysis. Statistical test results showed that 68.3% of patients smoked, 81.7% of elderly patients, and 76.7% of patients had comorbidities. The results showed that there was a significant relationship between smoking behavior and the length of stay of COPD patients with p-value= 0.013 (p <0.05), and there is a significant relationship between comorbidities and length of stay of COPD patients with p-value= 0.004 (p <0.05). It is recommended to carry out health promotion and prevention related to risk factors associated with COPD length of stay such as smoking behavior, age, and comorbidities. Abstrak. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah suatu penyakit dengan keterbatasan aliran udara disebabkan oleh respon inflamasi abnormal paru-paru dan ditandai dengan penurunan rasio FEV1/FVC di bawah 0,7 pascabronkodilator. Di dunia prevalensi PPOK 174 juta orang tahun 2015, di Indonesia 3,7% per mil, dan di Jawa Barat PPOK menempati peringkat tertinggi kedua setelah asma. Faktor risiko PPOK di antaranya genetik, usia, jenis kelamin, komorbid, merokok, dan pekerjaan. Faktor risiko tersebut dapat berdampak tidak hanya pada kejadian PPOK, tetapi juga pada lama rawat inap PPOK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku merokok, usia, dan komorbid dengan lama rawat inap pasien PPOK di RSUD Al Ihsan Bandung pada tahun 2019-2021. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode observasional analitik dan rancangan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan berupa rekam medis. Pada penelitian ini didapatkan data sebanyak 60 rekam medis pasien PPOK dengan teknik random sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan uji chi square untuk analisis bivariat. Hasil uji statistik menujukkan 68,3% pasien merokok, 81,7% pasien adalah lansia, dan 76,7% pasien memiliki komorbid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku merokok dengan lama rawat inap pasien dengan p-value= 0,013 (p <0,05), dan terdapat hubungan yang bermakna antara komorbid dengan lama rawat inap pasien dengan p-value= 0,004 (p <0,05). Disarankan melakukan promosi kesehatan dan pencegahan berkaitan dengan faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan lama rawat inap PPOK seperti perilaku merokok, usia, dan komorbid.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Diare Ibu dengan Kejadian Diare Balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Cikidang Muhamad Gio Juliansyah; Siska Nia Irasanti; Sara Puspita
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6183

Abstract

Abstract. Diarrhea is a disease that causes an increase in the frequency of bowel movements or a change in the consistency of the stool with high fluid content. Diarrhea is the 2nd cause of death worldwide. The incidence of diarrhea in Indonesia is 16.7%, the highest is in the province of West Java with a total of 364,749 incidents. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of maternal prevention knowledge and the incidence of diarrhea in toddlers in the working area of the UPTD Cikidang Health Center. This research is analytic observational with cross sectional design. The sampling method is simple random sampling. The number of samples in the study amounted to 111 people, consisting of 54 (49%) mothers who had diarrhea under five and 57 mothers (51%) who did not have diarrhea. Data obtained from the results of filling out the questionnaire, using the chi-square test analysis. The results showed that most mothers knew what diarrhea was, as many as 76 respondents (67.9%), the remaining 35 respondents (31.5%) had poor knowledge. The results of the analysis showed that there was no significant relationship between knowledge (p=0.69)). Results that were not significant could be influenced by other factors that contributed to the incidence of diarrhea. Abstrak. Diare merupakan penyakit yang menyebabkan peningkatan frekuensi buang air besar atau perubahan konsistensi tinja dengan kadar cairan yang tinggi. Diare menjadi penyebab kematian ke 2 di seluruh dunia. insidensi diare di Indonesia sebanyak 16,7%, yang tertinggi adalah di provinsi Jawa barat dengan jumlah 364.749 insidensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Tingkat pengetahuan pencegahan ibu dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cikidang. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Metode pengambilan sampel adalah simple random sampling. Jumlah sampel pada penelitian berjumlah 111 orang, terdiri dari 54 (49%) ibu yang memiliki balita diare dan 57 ibu (51%) yang tidak memiliki balita diare. Data diperoleh dari hasil pengisian kuesioner, dengan menggunakan analisis chi-square test. Hasil menunjukan mayoritas ibu mengetahui tentang apa itu diare sebanyak 76 responden (67,9%) sisanya sebanyak 35 responden (31.5%) memiliki pengetahuan yang kurang baik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p=0.69). Hasil yang tidak bermakna dapat dipengaruhi oleh faktor lain yang berkontribusi terhadap kejadian diare.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Kesehatan Syariah dalam Meningkatkan Kepuasan Pasien Pasca Rawat Inap RS Berkonsep Syariah Nadia Salsabila; Siska Nia Irasanti; Sandy Faisal
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.7160

Abstract

Abstract. This literature study was used to collect adequate data regarding the effect of the quality of sharia health services in increasing post-hospital patient satisfaction at Al Islam Hospital Bandung. The chosen method is through a literature study that collects several previous studies to determine the effect of the quality of sharia health services in increasing post-hospital patient satisfaction in Islamic Concept Hospitals. The results of this study explain that there is an influence of the quality of sharia health services in increasing post-hospital patient satisfaction with Islamic Concept Hospitals which can be seen in the aspects of service in sharia hospitals in five dimensions including Rabbaniyah (surrendering everything to Allah SWT), akhlaqiyyah ( character and character), waqi'iyyah (the truth of facts), and insaniyyah (in line with human nature). Thus it can be concluded that there is an influence of the quality of sharia services in increasing post-hospital patient satisfaction in Islamic Concept Hospitals. Hospitals that provide sharia health services will provide different from non-Islamic hospitals, namely they must have a sharia concept and maqashid sharia principles. So that their services must adjust to sharia operational standards while still paying attention to patient satisfaction. Abstrak. Studi literatur ini digunakan untuk mengumpulkan data yang memadai mengenai pengaruh kualitas pelayanan Kesehatan syariah dalam meningkatkan kepuasan pasien pasca rawat inap RS Berkonsep Syariah. Metode yang dipilih adalah melalui studi literatur yang mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan kesehatan syariah dalam meningkatkan kepuasan pasien pasca rawat inap di RS Berkonsep Islam. Hasil dari studi ini memaparkan bahwa adanya pengaruh kualitas pelayanan kesehatan syariah dalam meningkatkan kepuasan pasien pasca rawat inap RS Berkonsep Syariah yang dapat dilihat pada aspek pelayanan di rumah sakit syariah pada lima dimensi antara lain:Rabbaniyah (mempasrahkan segala sesuatu kepada Allah SWT), akhlaqiyyah (budi pekerti dan tabiat), waqi’iyyah (kebenaran atas fakta), dan insaniyyah (sejalan dengan fitrh manusia). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh kualitas pelayanan syariah dalam meningktkan kepuasan pasien pasca rawat inap RS Berkonsep Islam. Rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan syariah akan memberikan perbedaan dengan rumah sakit non Islam, yakni harus berkonsep syariah dan berprinsip maqashid syariah.Sehingga pelayanannya harus menyesuaikan standar operasional syariah dengan tetap memperhatikan kepuasan pasien.
Bahasa Inggris Caecielia Makaginsar; Meta Maulida Damayanti; Yuniarti; Siska Nia Irasanti
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 14, No 1, (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol14.Iss1.art7

Abstract

Background: Good knowledge and behaviours are crucial to prevent coronavirus disease (COVID-19) transmission in boarding school communities during the pandemic.Objective: To evaluate the relationship between sociodemographic characteristics, knowledge, and behaviours to prevent COVID-19 among students in an Islamic boarding school. Methods: A descriptive cross-sectional study was conducted in March 2021 at the Manarul Huda Islamic Boarding School on 39 students who met the inclusion criteria. Sampling was employed using the total sampling technique. Variables analysed were students’ age, education level, knowledge, and behaviour on COVID-19 prevention as measured using a closed questionnaire. Data were then analysed univariately using frequency distribution and bivariate using the Chi-Square (χ2) and Fisher’s Exact test. Results were considered significant if the p-value was < 0.05.Results: No significant relationships were found between age and knowledge of COVID-19 (p = 0.97); education level and knowledge of COVID-19 (p = 0.619); age and behaviours to prevent COVID-19 transmission (p = 0.136); and education level and behaviours to prevent COVID-19 transmission (p = 0.399) among of the Islamic boarding school students. In contrast, knowledge was significantly (p = 0.035) linked with behaviours to prevent COVID-19 transmission among students.Conclusion: There is a relationship between knowledge and behaviours in preventing COVID-19 among students. However, no relationship was found between demographic characteristics of age and educational level and knowledge and behaviours to prevent COVID-19 in our study participants.
PELATIHAN DETEKSI DINI KEGAWATDARURATAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT Irasanti, Siska Nia; Yuniarti, Yuniarti; Kurniasari, Febriana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bangun Cipta, Rasa, & Karsa Vol 1, No 4 (2022): Jurnal PKM Batasa
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/pkmbatasa.v1i4.1324

Abstract

Kasus infeksi pada gigi dan mulut menjadi masalah kesehatan yang tinggi bagi banyak negara di seluruh dunia dan mempengaruhi kehidupan manusia sepanjang hidupnya karena menyebabkan rasa sakit, tidak nyaman, perubahan bentuk dan fungsi dan bahkan kematian. Penanganan yang segera dilakukan pada tahap  infeksi awal merupakan kunci kesembuhan penderita infeksi gigi dan mulut dan merupakan tindakan pencegahan terhadap kondisi yang fatal. Pemeriksaan dan  perawatan kesehatan gigi dan mulut menjadi perhatian khusus karena merupakan salah satu penyebab peningkatan transmisi penyebaran Covid-19. Pembatasan kunjungan ke dokter gigi kecuali kasus kegawatdaruratan pada kesehatan gigi dan mulut menyebabkan perlunya ada upaya untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut di saat pandemi dengan deteksi dini kegawatdaruratan pada gigi dan mulut. Populasi yang berisiko tinggi harus mendapatkan perhatian khusus. Panti asuhan merupakan populasi yang berisiko karena terdiri dari sekumpulan anak asuh yang melakukan aktifitas bersama pada waktu dan tempat yang sama secara terus menerus, serta merupakan komunitas dengan determinan kesehatan yang rentan mengalami masalah kesehatan
PEMERIKSAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK DI PANTI ASUHAN BAITUS SYUKUR & TUNAS MELATI, BANDUNG Yuniarti, Yuniarti; Irasanti, Siska Nia; Kurniasari, Febriana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bangun Cipta, Rasa, & Karsa Vol 2, No 4 (2023): Jurnal PKM Batasa
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/pkmbatasa.v2i4.2098

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan dan kualitas hidup karena penyakit ini dapat menyebabkan masalah serius seperti rasa sakit, kesulitan mengunyah makanan, berbicara, tidur, penurunan nafsu makan, bahkan kematian. Pemeriksaan kondisi kesehatan gigi dan mulut khususnya pada anak-anak panti asuhan Baitus Syukur dan Tunas Melati perlu dilakukan untuk mencegah penyakit di daerah gigi dan mulut berkembang yang akhirnya dapat dapat mengganggu proses tumbuh kembang seorang anak.
Co-Authors Adhika Putra Rahmatullah Adjat Sedjati Rasjad Adlina Afifah Ahmad Kamil Alda Alysia Jaswirna Aliya Salsabila Andini Mulyani Annisa Aulia Listiani Arief Budi Yulianti Ariko Rahmat Putra Audia Rizky Pratama Budiman Budiman , Budiman Caecielia Wagiono Dedeh Helpironi Deis Hikmawati Dewi Sartika Dhian Indriasari Efendi, Mochammad Nauval Asraf Eka Nurhayati Ennok Nisa Islamiati Faisal, Sandy Fajar Awalia Yulianto Fani Fitriani Febriana Faridatu Amalia Febriana Kurniasari Ferry A. F.M. Ganang Ibnusantosa Herri S. Sastramihardja Hilal Muhammad Dimas Nugraha Ieva B. Akbar Ieva Baniasih Akbar Ismawati Ismet Muchtar Nur M. Ahmad Djojosugito M. Ihsan Wahyudi Meta Maulida Damayanti Mia Kusmiati Muhamad Gio Juliansyah Muhammad Mufti Nabiel Makarim Shafary Nadia Salsabila Novita Arya Cahyani Novita Arya Cahyani Novy Latifah Nurul F Nurdjaman Nurimaba Nurul Romadhona R.B. Soeherman Herdiningrat Raden Ganang Ibnusantosa Rahmawaty Alie, Ike Rakanda Muhammad Naufal Pratomo Refika Ilma Nurul Uswah Revika Ilma Nurul Uswah Reyhan Abhari Richi Delistianti Y Rika Nilapsari Rio Dananjaya Risya Farisatul Aini Risya Farisatul Aini Rizki Perdana Rizky Ramdhani Rizky Ramdhani, Rizky Rosady, Dony Septriana Roy Rillera Marzo Sara Puspita Tannia Kusumawardhani Tita Barriah Siddiq Titik Respati Triana Nur Aripin Wawang S Sukarya, Wawang S Wawang S. Sukarya Wawang S. Sukarya Wawang S. Sukarya Wellisna Merduani Yani Dewi Suryani Yoyoh Yusroh Yudi Azis Yuli Susanti Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yusuf Heriady Zulmansyah , Zulmansyah