Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

INTEGRATING QUR'ANIC PEDAGOGY WITH CONTEMPORARY EDUCATIONAL FRAMEWORKS: A THEMATIC EXEGESIS APPROACH TO HOLISTIC STUDENT DEVELOPMENT Muflikhatun, Muflikhatun; Akmansyah, Muhammad; Amirudin, Amirudin; Fatoni, A.; Nisa, Auwliya Khairun; Bhatti, Muhammad Safdar
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.5670

Abstract

This study explores the integration of Qur'anic teaching methods into modern educational frameworks, focusing on holistic student development. The research addresses the limitations of traditional educational practices that primarily emphasize intellectual skills, overlooking emotional, spiritual, and participatory growth. By applying thematic exegesis (tafsir mawdhu’i), this study synthesizes key Qur'anic principles hikmah (wisdom), mau’izhah hasanah (compassionate advice), and shura (consultation) and aligns them with contemporary pedagogical theories. The study utilizes a qualitative approach, employing literature review and thematic analysis to examine the application of these principles in fostering critical thinking, emotional intelligence, and collaborative learning. Findings reveal that integrating Qur'anic pedagogy into modern education enhances cognitive, emotional, and social development, contributing to the creation of more balanced and ethical learning environments. The study concludes that the incorporation of these Qur'anic methods provides a comprehensive framework for educators to cultivate well-rounded students capable of navigating modern educational and societal challenges. Recommendations include further research on the systematic application of these principles across diverse educational contexts.
Krisis Ekologi dan Degradasi Lingkungan Global : Literature-Based Study QS. Al-Nahl [16]: 10–17, QS. Al-Ghasyiyah [88]: 17–20, QS. Ali Imran [3]: 190–191 Sela Sopiana; Muhammad Akmansyah; A. Fatoni; Amiruddin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9202

Abstract

The global ecological crisis demands an educational paradigm capable of fostering holistic environmental awareness and ethics. This study analyzes the concept of nature based education in the Qur’an through a literature review of three groups of ayat kauniyah: QS. Al-Nahl [16]: 10–17, which portrays ecological systems as divine blessings and signs; QS. Al-Ghashiyah [88]: 17–20, which emphasizes observation andreflection on the structure of creation; and QS. Ali Imran [3]: 190–191, which highlights the integration of scientific contemplation and spiritual consciousness. Using a literature-based methodology, this research draws from classical and contemporary tafsir, environmental education texts, and ecological studies. The findings show that the Qur’an promotes an educational framework grounded in empirical observation,spiritual reflection, and the integration of tawhid as the foundation of ecological ethics. Islamic education holds strong potential as a solution to the ecological crisis when directed toward strengthening environmental literacy, moral awareness, and practical ecological action. This study affirms that ayat kauniyah serve as an epistemological basis that connects revelation, natural sciences, and human responsibility as stewards of the earth.
Mindfulness in Basic Education: A Systematic Review Enhancing Learning Focus (2021–2026) Asifa Adilya Hanuza; A. Fatoni; Muhammad Muchsin Afriyadi
Abjadia : International Journal of Education Vol 11, No 1 (2026): Abjadia
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/abj.v11i1.40749

Abstract

This study conducted a systematic review to examine the role of self-awareness in increasing learning focus and its contribution to strengthening student independence in elementary school. A total of 12 scientific articles published in the 2021–2026 range were comprehensively analyzed. The results of the study show three main mechanisms that make self-awareness-based mindfulness a key intervention. First, self-awareness plays a role in improving the executive function of the brain, including attention control, inhibition of impulsive responses, and cognitive flexibility, which are neurocognitive prerequisites for learning focus. Second, self-awareness provides practical strategies for managing anxiety and stress that can interfere with concentration, while also improving students' emotional awareness. Third, self-awareness supports the formation of school culture and teacher practices that create a supportive learning ecosystem. Advanced synthesis analysis showed that the reinforcement of self-control acted as a mediator explaining the indirect relationship between self-awareness and increased learning focus. Based on these findings, this study recommends the systematic integration of self-awareness practices through reflective activities, simple mindfulness exercises, and emotionally responsive learning strategies in the curriculum and training of elementary school teachers to support academic development, especially in improving learning focus.
The Social Education Values in the Qur'an, Surah Al-Hujurat, Verses 11-13 Syifa Adilla Zahra; Syifaul Karima; Nur Rohfitta; Ainal Gani; Guntur Cahaya Kesuma; A. Fatoni
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.581

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis nilai-nilai toleransi dan kerukunan sosial yang terdapat dalam Q.S. Al-Hujurat ayat 11–13 melalui pendekatan tafsir tematik, dengan merujuk pada Tafsir Al-Mishbah. Ayat-ayat tersebut menekankan perlunya mempertahankan harga diri sosial, menghindari asumsi negatif, melarang penghinaan terhadap sesama, serta mempromosikan pembentukan relasi sosial yang sehat berdasarkan prinsip ta’aruf atau saling mengenal. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka. Sumber primer yang dikaji adalah Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, yang diperkaya dengan referensi pendukung dari kitab tafsir lainnya, jurnal ilmiah, serta laporan terkait isu sosial dan keagamaan. Data dikumpulkan melalui kajian terhadap sumber utama, yaitu Tafsir Al-Mishbah, dan didukung oleh berbagai sumber sekunder yang relevan seperti jurnal ilmiah Tahun 2021-2025, buku Tafsir Al-Misbah jilid 13, serta penelitian yang membahas isu intoleransi dan harmoni sosial. Analisis data dilakukan menggunakan metode content analysis dengan menelaah makna QS. Al-Hujurat ayat 11–13 berdasarkan tafsir Quraish Shihab, kemudian menghubungkannya dengan kondisi sosial yang ada di Indonesia. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa Tafsir Al-Mishbah menyajikan interpretasi yang sesuai dan bermanfaat dalam menghadapi isu sosial kontemporer, seperti ujaran kebencian, diskriminasi, dan konflik identitas. Nilai-nilai dalam ayat-ayat tersebut dapat menjadi fondasi etika bagi kehidupan masyarakat yang plural, serta memiliki relevansi signifikan sebagai acuan dalam pengembangan pendidikan karakter dan perumusan kebijakan sosial. Penelitian ini menegaskan urgensi pemahaman dan penerapan ajaran Al-Qur’an secara kontekstual untuk membentuk masyarakat yang adil, inklusif, dan penuh toleransi.
Relevansi Tafsir Tarbawi dalam Pendidikan Agama Islam di Era Digital Ryan Radjendra; Silpa Silpa; Ainal Ghani; Guntur Cahaya Kesuma; A. Fatoni
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.582

Abstract

Perkembangan era digital membawa dampak signifikan terhadap pola pendidikan, termasuk dalam ranah Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satu pendekatan yang memiliki relevansi tinggi adalah tafsir tarbawi, yaitu tafsir Al-Qur’an dengan orientasi pendidikan yang menekankan nilai-nilai pedagogis, moral, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi tafsir tarbawi dalam mengembangkan model pembelajaran PAI yang adaptif terhadap tantangan era digital, khususnya bagi Generasi Alpha yang sangat akrab dengan teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari kitab-kitab tafsir tarbawi, sedangkan data sekunder berasal dari buku akademik, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui telaah literatur dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir tarbawi dapat dijadikan landasan dalam menyusun strategi pembelajaran PAI berbasis teknologi tanpa mengurangi nilai religiusitas dan spiritualitas. Integrasi tafsir tarbawi dengan media digital mampu memperkuat literasi digital religius, meningkatkan pemahaman keislaman, serta membentuk karakter religius Generasi Alpha. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan agar guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai tafsir tarbawi ke dalam media pembelajaran digital secara sistematis melalui platform daring berbasis nilai Islam. Lembaga pendidikan juga disarankan untuk meningkatkan kompetensi digital guru melalui pelatihan teknopedagogi agar implementasi pembelajaran berbasis tafsir tarbawi menjadi lebih efektif dan menarik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi tafsir tarbawi dan teknologi digital tidak hanya menjaga orisinalitas nilai Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pendidikan religius di era Generasi Alpha.
Motivasi Belajar : Penerapan Model ARCS Sebagai Strategi Inovasi Dalam Pembelajaran PAI Meri Aryani; A. Fatoni; Robiyah Nur
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1917

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan guna menganalisis efektivitas model pembelajaran berbasis ARCS (Attention, Relevance, Confidence, and Satisfaction) sebagai strategi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), terutama pada aspek kesenangan bekerja mandiri siswa SMKN 8 Bandar Lampung. Dalam penelitian ini diterapkan metode kuasi eksperimen menggunakan desain posttest-only control group, di mana kelas eksperimen menerima penerapan model ARCS sementara kelas control tetap menggunakan pendekatan konvensional. Data dikumpulkan melalui instrumen angket motivasi belajar yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya data dianilisis dengan uji t-test pooled variance. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan model ARCS secara signifikan meningkatkan motivasi belajar Siswa dibandingkan pembelajaran konvensional. Siswa menunjukkan peningkatan perhatian, relevansi materi dengan kehidupan nyata, kepercayaan diri dalam menyelesaikan tugas, serta kepuasan belajar yang mendorong kemandirian. Kebaruan kajian ini terletak pada penerapan model ARCS dalam konteks pembelajaran PAI di SMK dengan fokus pada motivasi belajar mandiri yang jarang dikaji dalam penelitian sebelumnya. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa model ARCS dapat menjadi alternatif strategis dalam pengembangan pembelajaran PAI yang bersifat lebih kontekstual, motivasional, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta kemandirian belajar siswa, sehingga berkontribusi pada pengembangan kajian pedagogik berbasis motivasi dalam pendidikan agama.
Motivasi Belajar: Inovasi Pembelajaran Pai Dengan Model Pembelajaran Cooperatif Integrated Reading And Composition (CIRC) Michellona Erza Pramugita; A. Fatoni; Robiyah Nur
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.1967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) peserta didik SMP Negeri 31 Bandar Lampung. Latar belakang penelitian didasari oleh rendahnya motivasi belajar siswa, khususnya pada aspek ulet menghadapi kesulitan yang hanya mencapai 15% berdasarkan hasil pra-penelitian. Metode yang digunakan adalah quasi experimental design dengan model posttest-only control group design. Sampel ditentukan melalui simple random sampling, dengan kelas VII G sebagai kelas eksperimen yang diajar menggunakan CIRC dan kelas VII J sebagai kelas kontrol dengan metode ceramah. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar dengan 15 item pernyataan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (α = 0,823). Analisis data menggunakan uji t-test pooled variance setelah memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara motivasi belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penerapan CIRC terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, terutama pada aspek ulet menghadapi kesulitan, serta mendorong keterlibatan aktif siswa dalam diskusi, kerja sama kelompok, dan penyelesaian tugas. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan CIRC dalam pembelajaran PAI di tingkat SMP, yang umumnya masih didominasi metode konvensional. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa CIRC dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan motivasi belajar PAI sekaligus memperkuat nilai kolaborasi, tanggung jawab, dan ketekunan siswa.
Meningkatkan Minat Belajar Pendidikan Agama Islam: Evektifitas Model Pembelajaran Kooperatif Talking Stick dalam Konteks Sekolah Menengah Kejuruan mona agustina; Ahmad Fatoni; Robiyah Nur
Jurnal Bilqolam Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi PAI Sekolah Tinggi Agama Islam Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51672/jbpi.v6i2.838

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the cooperative learning model Talking Stick in enhancing students' learning interest in Islamic Religious Education (PAI) at SMK Negeri 7 Bandar Lampung. The research employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest approach involving 24 students. The learning-interest questionnaire instrument was validated, resulting in 12 valid items with a reliability coefficient of 0.861. The learning process was implemented through several sessions following the structured stages of the Talking Stick model and subsequently analyzed using statistical tests to examine significant differences between pretest and posttest scores. The findings indicate an increase in learning interest, particularly in student engagement, confidence in answering questions, and interest in PAI content. The novelty of this research lies in the application of the Talking Stick model to strengthen religious learning interest at the vocational high school level, as well as in improving the previously weak indicator of learning interest, namely “interest.” These findings contribute to the development of more engaging, collaborative activity-based instructional strategies for PAI that align with the characteristics of vocational students and effectively support the formation of religious attitudes and understanding.
CORE Learning Strategy in Islamic Education: A Solution to Students' Low Evaluation Skills Simping Setyo Murwani; Fatoni Fatoni; Waluyo Erry Wahyudi
Kutubkhanah Vol. 25 No. 2 (2025): Juli - December
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low learning outcomes and underdeveloped higher-order thinking skills (C5/evaluation) among students in Islamic Religious Education (PAI) remain a significant challenge, primarily because instruction is dominated by conventional methods that limit student engagement and hinder their involvement in analysis and evaluation. This study examines the application of the CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) learning model as an innovative alternative strategy to enhance students' evaluative abilities. The purpose of this research was to determine the effect of the CORE model on PAI learning outcomes at SMP Negeri 1 Bandar Lampung. Employing a quantitative approach with a quasi-experimental design and a post-test only control group, the sample was selected through simple random sampling. The C5 cognitive test instrument used was validated and reliable. Results indicated a significant difference between the experimental and control groups (p = 0.001), demonstrating that the CORE model effectively improves fiqh learning outcomes, particularly students' evaluative skills. This finding contributes to the advancement of Islamic Religious Education (PAI) by integrating Qur'anic principles and socio-religious contexts, encouraging students to critically and reflectively connect fiqh concepts with Qur'anic values and everyday religious life.
Efektivitas Model Creative Problem Solving terhadap Kreativitas Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa SMP Putri Perli Marjusa; Ahmad Fatoni; Uswatun Hasanah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3035

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kreativitas belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara strategi guru dan kebutuhan siswa akan pendekatan yang lebih interaktif dan menstimulasi kreativitas. Minimnya kajian tentang efektivitas model Creative Problem Solving (CPS) dalam pembelajaran PAI tingkat SMP, sementara penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada bidang sains, teknologi, dan kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas CPS dalam meningkatkan kreativitas belajar PAI. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain Posttest-Only Control Group Design, melibatkan dua kelas yang dipilih melalui simple random sampling: kelas VIII D sebagai kelas eksperimen dan VIII B sebagai kelas kontrol. Instrumen berupa angket 15 butir yang telah teruji valid dan reliabel dengan koefisien 0,764. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji-t. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t = –2.126; p = 0.038), sehingga CPS terbukti efektif meningkatkan kreativitas belajar PAI. Temuan ini menegaskan bahwa CPS tidak hanya relevan bagi pembelajaran sains, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan pedagogi PAI melalui peningkatan berpikir kreatif, kemampuan pemecahan masalah, dan internalisasi nilai moral.