Background: Transformasi pendidikan nasional mendorong penerapan pembelajaran mendalam (deep learning). SMA Muhammadiyah 1 Malang memiliki potensi sebagai sekolah unggulan, namun need assessment menunjukkan kesenjangan kapasitas guru dalam memahami konsep, menyusun perangkat ajar, mengoptimalkan teknologi, dan mengintegrasikan nilai Islam Berkemajuan. Kegiatan bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam merancang dan mengimplementasikan deep learning terintegrasi nilai. Metode: Pengabdian dilaksanakan partisipatif melalui lima tahap: (1) sosialisasi-koordinasi, (2) pelatihan tematik, (3) clinic class penerapan teknologi dan pengembangan perangkat ajar, (4) pendampingan-evaluasi berbasis lesson study, dan (5) perencanaan keberlanjutan program. Data bersumber dari dokumen program (rencana pembelajaran mendalam/modul ajar lintas mata pelajaran) dan analisis deskriptif terhadap bukti produk. Hasil: Program menghasilkan contoh perangkat ajar deep learning lintas mata pelajaran yang memuat desain pembelajaran reflektif, kolaboratif, berbasis proyek/masalah, serta pemanfaatan LMS dan alat asesmen digital. Kesimpulan: Kombinasi pelatihan, klinik perangkat ajar, penguatan teknologi, dan lesson study berbasis nilai merupakan jalur implementatif yang layak direplikasi untuk mempercepat adopsi deep learning di sekolah Muhammadiyah. Hasil penilaian rubrik terhadap 14 perangkat ajar menunjukkan peningkatan kualitas dari rerata 2.09 (awal) menjadi 3.44 (akhir) pada skala 1–4; pada akhir program, 57.1% perangkat ajar berada pada kategori Baik dan 42.9% pada kategori Sangat Baik. Dengan demikian pengabdian ini mampu meningkatkan kapasitas guru dalam merancang dan mengimplementasikan deep learning terintegrasi nilai.