Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Merancang dan Membuat Baterai Fe+Zn dan Fe+Cu Menggunakan ElektRolit Alkali Hasil Elektrolisis Air Garam Kurniawan, Ekki; Supyadi, Darul Ma’arif; Budiman, Faisal
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kebutuhan energi global dan ketergantungan pada baterai konvensional berbasis lithium-ion menimbulkan persoalan biaya, ketersediaan lithium–kobalt, dan dampak lingkungan, sehingga diperlukan solusi alternatif yang murah, ramah lingkungan, dan berbahan melimpah. Penelitian ini mengeksplorasi elektrolit alkali hasil elektrolisis air garam sebagai medium baterai dengan elektroda Fe+Cu dan Fe+Zn. Hasil uji menunjukkan konfigurasi Fe+Cu dalam larutan basa menghasilkan tegangan tertinggi, yaitu 0,96 V per sel, sedangkan Fe+Zn mencapai 0,62 V per sel. Sistem monitoring menggunakan INA219 dan ACS712 tervalidasi dengan galat rata-rata hanya 0,01 V dan 0,01 A. Uji tanpa beban memperlihatkan penurunan tegangan dari 9,64 V menjadi 6,40 V dalam 10 menit, sedangkan dengan beban 12 V, tegangan turun dari 7,62 V menjadi 6,61 V. Data tersebut menegaskan kelayakan awal baterai berbasis elektrolit alkali sebagai penyimpanan energi berskala kecil yang ekonomis dan lebih hijau, sambil membuka ruang optimalisasi material, geometri elektroda, dan manajemen resistansi internal, serta strategi kontrol proses elektrolisis lanjutan. Kata kunci— Baterai, elektrolit alkali, elektrolisis air garam, Fe+Cu, Fe+Zn, sensor INA219, Sensor ACS712
Monitoring Iot Pada Proses Elektrolisis Air Garam Berbasis Modul Surya Untuk Optimasi Baterai Danuwijoyo, Rayhan Nugroho; Kurniawan, Ekki; Budiman, Faisal
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan kebutuhan energi yang pesat di sektor industri menjadi tantangan besar dalam menjaga pasokan energi yang berkelanjutan. Salah satu alternatif ramah lingkungan adalah elektrolisis air garam yang menggunakan energi dari modul surya. Namun, proses elektrolisis membutuhkan pasokan listrik yang stabil, dan dalam penelitian ini sumber energinya berasal dari modul surya. Ketergantungan pada modul surya memberikan tantangan berupa fluktuasi arus dan tegangan, sehingga dibutuhkan sistem pemantauan yang mampu mengontrol dan menjaga kestabilan parameter proses tersebut. Penelitian ini mengembangkan sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) dengan sensor INA219 untuk tegangan dan arus, sensor ACS712 untuk arus, serta sensor pH untuk memantau hasil larutan elektrolit. Sistem dikendalikan oleh Arduino Uno dan ESP32 yang mengirimkan data ke Blynk secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan tegangan rata-rata 13,55 V, arus 0,412 A, dan larutan pH dengan rata-rata 0,72 (asam) serta 10,66 (basa). Sistem terbukti mampu mengontrol proses elektrolisis secara efisien dan mendukung produksi elektrolit dari energi terbarukan. Kata kunci— Elektrolisis, Modul Surya, IoT, Sensor Tegangan dan Arus, Arduino, Esp32