Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The identification of sedimentation in coastal waters off Banyuasin South Sumatra Province Helfa Septinar
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v9i1.345

Abstract

The coastal area of the East Coast County of Banyuasin has high potential to be developed, but this region is a region that is experiencing a high process of sedimentation, as a result is the superficiality which can affect the movement of the water. The activities that occur in the coastal waters comes either from the land as agriculture, forestry, animal husbandry, industry, settlement and development of the ports as well as others or activities originating from the waters like the waves, current, tides, etc. Activities that occur in both land and water influenced the coastal areas of Banyuasin. This research aims to look at the distribution of sedimentation, gradients , identify the rate of sedimentation dan sedimentation forming parameters  in coastal waters Banyuasin II. For the location of the research that distribution of sandying mud sedimentation, grading tersorting good or uniform, fine-grained skew taper-shaped curve, the feet support the formation of sedimentation and is rate of sedimentation is 0,00953 km/m2/day and that is experiencing high sedimentation is Tanjung Sere while that is experiencing the lowest rate of sedimentation was Tanjung Api-Api about 0,00120 km/m2/day.Keywords :  Identification , Sedimentation,  Coastal waters 
DAMPAK BUDIDAYA PERIKANAN DI SUNGAI KELEKAR TERHADAP STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS Eko Censi Valta; Indah Anggraini Yusanti; Helfa Septinar
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i1.1406

Abstract

Abstrak Kegiatan budidaya dan pemukiman penduduk disekitar Sungai Kelekar ini dapat menyebabkan perubahan struktur komunitas makrozoobentos yang menandakan adanya pencemaran bahan organik pada sungai tersebut, sehingga perlu dilakukan suatu penelitian diperairan Sungai Kelekar yang bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos, tekstur dan komposisi sedimen di Sungai kelekar sebagai indikator pencemaran bahan organik.  Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Januari, Februari dan Maret 2014 di 6 stasiun pengamatan. Pada 6 stasiun pengamatan diperoleh 11 jenis makrozoobentos yang tergolong kedalam 5 kelas. Kelas Gastropoda yaitu Melanoides tuberculata, bellamya sumatrensis, Thiara sp, kelas Polychaeta yaitu Nereis sp, kelas Pelecypoda yaitu Corbicula javanica, kelas Oligochaeta yaitu Tubifex sp, Limnodrillus sp, Lumbricullus sp, Branchiura sp, dan kelas Insecta yaitu  Larva Chironomous sp, Ephemerella sp. Kelimpahan individu tertinggi pada penelitian ini dari jenis Tubifex sp sebesar 34,5 ind/m2 yaitu dari stasiun 4 pengambilan bulan Februari, kelimpahan relatif tertinggi dari jenis Tubifex sp sebesar 77,6% yaitu dari stasiun 5 pengambilan bulan Februari, indeks keanekaragaman berkisar antara 0,76 – 1,66 (tercemar sedang – tercemar berat), indeks keseragaman berkisar antara 0,76 – 1,69 (keseragaman rendah) dan indeks dominasi berkisar antara 0,22 – 0,63.  Tekstur sedimen di Sungai Kelekar ada 2 tipe, yaitu lempung liat berlumpur dan liat berlumpur. Sedangkan kandungan bahan organik sedimen berkisar antara 0,13% - 0,69%. Tingginya jenis makrozoobentos yang toleran terhadap pencemaran perairan seperti jenis Tubifex sp pada stasiun 3 dan stasiun 4 menggambarkan bahwa perairan di sekitar stasiun pengamatan tersebut tergolong kedalam perairan yang tercemar. Hal ini disebabkan karena adanya aktifitas budidaya perikanan dan limbah kegiatan rumah tangga yang ada disekitar stasiun tersebut. Kata Kunci : Makrozoobentos, Sedimen, Struktur Komunitas, Sungai Kelekar.
PROSES TERJADINYA EUTROFIKASI DI SUATU PERAIRAN Indah Anggraini Yusanti; Helfa Septinar
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v9i1.343

Abstract

Air sebagai sumber yang menyangkut hajat hidup orang banyak perlu ditingkatkandan dipertahankan kualitasnya sehingga pemakaiannya tidak merugikan kepentingan orang umum. Meningkatkan dan mempertahankan kualitas sumberdaya air perlu dilakukan dengan cara pengedalian pencemaran air yang meliputi kualitas air, penggolongan air, perlindungan air, dan izin pembuangan limbah.  Meningkatkan dan mempertahankan kualitas air, ada dua tindakan yang perlu dilaksanakan dan dikembangkan, yaitu tindakan pengolahan dan tindakan pemurnian kembali air ynag sudah tercemar.Air merupakan kebutuhan yang paling penting bagi semua organisme yang ada di dunia dan tidak terkecuali juga manusia. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern dan meningkatnya jumlah penduduk di dunia ditambah lagi pengaruh perubahan iklim (climate change).  Air dikatakan tercemar apabila ada pengaruh atau kontaminasi zat organik maupun anorganik ke dalam air. Perkembangan organisme perairan secara berlebihan merupakan gangguan dan dapat dikategorikan sebagai pencemaran, yang merugikan organisme akuatik lainnya maupun manusia secara tidak langsung. Pencemaran yang berupa penyuburan organisme tertentu disebut eutrofikasi. Kata Kunci : Perairan, Pencemaran, Eutrofikasi
Gambaran Peranan Guru Profesional dalam Menghantar Generasi Berbudaya Lingkungan di Smp Negeri 54 Palembang Menujuh Indonesia Emas 2045 Helfa Septinar
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang PROSIDING DOSEN UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG EDISI 12
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMetode penelitian menggunakan studi literatur dengan pengumpulan datasecara abservasi dan dokumentasi. Hasil pembahasan gambaran peran guruprofessional adalah menjalankan tugasnya secara baik dan mengintergrasikannilai-nilai positif kepada siswanya. Generasi berbudaya lingkungan melalupendidikan yang mengembangan fisik, daya jiwa (akal, rasa dan kehendak),social, moralitas manusia serta menjaga diri, memelihara nilai-nilai positif. Danmempunyai keterampilan dari generasi ke generasi serta melakukanpenyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup dengan mengembangkan sikap,perilaku, kemampuan sosial dan individu yang mencintai lingkungan danpembangunan berkelanjutan. Sesuai denggan tujuan Indonesia emas menginjakusia 100 tahun pada 2045, usia keemasan nan gemilang. Simpulan daripenelitianan ini peranannya guru professional wajib memiliki kualifikasi akademik,kompetensi, sertifikasi pendidik dan mampu mewujudkan tujuan pendidikannasional menciptanya sikap peduli dan berbudaya lingkungan bagi generasipenerus sebagai pendukung, perlindungan, pengelolaan lingkungan hidupmenuju pembangunan berkelanjutan sebagaimana tujuan Indonesia emas2045.Kata Kunci: Guru profesional, generasi berbudaya lingkungan, Indonesia emas
Analisis Pengelolaan Lingkungan Terhadap Kerantanan Kondisi Sempadan Sungai Musi Sebagai Ekosistem Di Kecamatan Gandus Kota Palembang Helfa Septinar; Mega Kusuma Putri; Ratna Wulandari Daulay
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.815 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kondisi lingkungan sungai Musi sebagai ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan lingkungan terhadap kondisi kerentanan sungai Musi sebagai ekosistem. Metode yang digunakan kuantitatif dengan analisis deskriptif-empiris. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Kuesioner dianalisis dengan penilaian dan pembobotan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan lingkungan pada kondisi kerentanan sungai Musi sebagai ekosistem Gandus di Palembang yang terkait dengan kebijakan pemerintah. Hampir semua indikator lingkungan menunjukkan bahwa kondisi lingkungan kecamatan Gandus memiliki tingkat kerentanan yang tinggi di 36 desa ilir adalah 100%, desa Karang Anyar 90%, Karang Jaya 80%, Gandus 70% dan kerentanan desa Pulo Kerto adalah 90%. Jadi, pengaruh pengelolaan lingkungan berdasarkan beberapa kebijakan manajemen di kecamatan Gandus belum terwujud. Sungai Musi yang seharusnya menjadi kawasan konservasi tetapi sekarang sebagai kawasan pemukiman yang dapat membahayakan kesehatan warga di lingkungan itu sendiri. Kesimpulannya adalah; hampir semua kecamatan Gandus memiliki kerentanan tinggi dengan persentase sebesar 86%. Jadi, kecamatan Gandus tidak sepenuhnya dapat ditegakkan secara lingkungan meskipun peraturan pemerintah telah dibuat. Dalam arti, kondisi lingkungan masyarakat di sekitar sungai Musi tidak dapat dikatakan sebagai ekosistem
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS PENGELOLAAN LINGKUNGAN TERHADAP KONDISI DI BANTARAN HILIR SUNGAI MUSI KECAMATAN GANDUS KOTA PALEMBANG Helfa Septinar; Ratna Wulandari Daulay; Mega Kusuma Putri
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.49 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v3i1.1710

Abstract

Peningkatan kebutuhan manusia dan berkurangnya lahan untuk berusaha memacu peningkatan degradasi lingkungan perairan Sungai. Kualitas lingkungan hidup semakin menurun ini berarati bahwa pengelolaan lingkungan yang telah dicanangkan pemerintah dengan undang-undang yang berlaku, masih tidak sesuai dengan kenyataan lingkungan yang ada. Dalam kenyataan bahwa lingkungan di bantaran sungai Musi yang berada di kecamatan Gandus pengelolaannya belum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam hal ini berarti ada faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan lingkuangan tersebut. Berdasarkan perjalasan diatas tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi kualitas pengelolan lingkungan terhadap bantaran sungai Musi di kecamatan Gandus Kota Palembang. Adapun metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskkriptif  empirik. Hasil yang didapat bahwa faktor-faktor soaial ekonomo saling berkaitan satu sama lain. Tingkat pendidikan yang rendah yaitu taman SD atau tidak tamat SD 64%, memiliki pekerjaan sebagai buru/kuli/tidak kerja 86%, kepemilikan rumah 82%,  dan perilaku masyarakat dalam membuang sampah dilahan terbuka 32%, memanfaatkan sungai sebagai tempat mandi, mencuci, dan industri sebanyak 82% dan membuang limbah WC langsung kesungai 22%. Dan dapat disimpulkan dari hasil persentase  dengan kenyataan di lapangan bahwa terdapat mempengaruhi faktor sosial ekonomi terhadap kualitas pengelolaan lingkungan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IPS PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 10 PALEMBANG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Arni Wulandari; Helfa Septinar
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.736 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v3i2.2596

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah “apakah ada pengaruh model pembelajaran Course Review Horay terhadap hasil belajar siswa kelas X IPS pada mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 10 Palembang tahun pelajaran 2017/2018”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Course Review Horay Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X IPS Pada Mata Pelajaran Geografi di SMA Negeri 10 Palembang Tahun Pelajaran 2017/2018. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan kategori Posttest Only Control Desain dan pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan yaitu Non Probability Sampling dengan Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X IPS 1 sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Course Review Horay berjumlah 34 siswa dimana kelas X IPS 2 sebagai kelas kontrol yang menggunakan metode Konvensional (ceramah) berjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam uji hipotesis menggunakan Statistik Parametris yaitu rumus uji-t dengan taraf signifikan (ɑ = 0,05). Setelah menerapkan model pembelajaran Course Review Horay, uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai thitung (4,610) > ttabel (1,669) dengan taraf signifikan 95% dan dk = 66. Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis Ho ditolak jika : thitung ≥ ttabel : berarti Ha diterima. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa “terdapat pengaruh model pembelajaran Course Review Horay terhadap hasil belajar siswa kelas X IPS pada mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 10 Palembang Tahun Pelajaran 2017/2018”.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 2 KIKIM SELATAN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 yanda nauri; Helfa Septinar; Misdalina Misdalina
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.107 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v5i1.3232

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah pengaruh model Pembelajaran Mind-Mapping terhadap Hasil Belajar siswa kelas X pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 2 Kikim Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Mind Mapping terhadap Hasil Belajar siswa kelas X pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 2 Kikim Selatan. Metode yang digunahkan adalah metode pendekatan kuantitatif dengan metode eksprimen. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X SMA Negeri 2 Kikim Selatan. Pengambilan sampel menggunakan teknik sempel random sehingga diperoleh kelas X IPS1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPS 22 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Teknik analisis data menggunakan uji hipotesis dengan uji-t, diperoleh thitung yaitu 6,369 , dibandingkan dengan ttabel 1,683 untuk dk = n1 + n2 – 2 = 60 dengan taraf signifikan 5% dengan demikian thitung > ttabel. Berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Mind Mapping terhadap hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 02 Kikim Selatan. Berdasarkan hasil analisis data tes dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran Mind Mapping terhadap Hasil Belajar siswa kelas X pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 2 Kikim Selatan.
ANALISIS PENGARUH ASPEK LINGKUNGAN DAN FISIK TERHADAP KONDISI MASYARAKAT HILIR SUNGAI MUSI DI KECAMATAN GANDUS KOTA PALEMBANG Mega Kusuma Putri; Helfa Septinar; Ratna Daulay W
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1352.306 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v2i2.1447

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang timbul akibat bertambahnya penduduk di sekitar sungai yang mengakibatkansemakin menjamurnya permukiman yang bermukim di bantaran sungai. Tujuan penelitian ini adalahuntuk Identifikasi kondisi masyarakat terkait aspek lingkungan dan fisik di wilayah sekitar sungai MusiKecamatan Gandus Kota Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodekuantitatif dengan analisis deskriptif-empirik. Metode dalam penelitian ini menggunakan sampel gugus(Cluster Sampling). Pemilihan sampel dilakukan kepada masyarakat di setiap desa di Kecamatan Gandusdengan berdasarkan lokasi yang berada di sepanjang/bantaran Sungai Musi dengan jarak kurang dari 100meter dari bantaran sungai tanpa tanggul. Jarak yang di dapat berdasarkan PP RI No. 38 Tahun 2011tentang sungai. Pada hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa zona tingkatan totalkondisi masyarakat di Kecamatan Gandus lebih dominan atas tingkatan sedang hingga tinggi. Kelurahanyang memiliki kerentanan rendah ini tentunya penanganan/penentuan strateginya akan lebih mudahdaripada kelurahan yang memiliki tingkat kondisi masyarakat sedang hingga tinggi. Hasil zona tingkatantotal kondisi masyarakat di Kecamatan Gandus ini selanjutnya akan dijadikan sebagai dasar untukpengelolaan lingkungan di bantaran sungai Musi, Kecamatan Gandus yang dikaitkan antara kebijakanpemerintah yang ada dengan kondisi eksisting saat ini di Kecamatan Gandus, kota Palembang.Kata kunci: aspek lingkungan, fisik, kondisi masyarakat, sungai musi
KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT INDUSTRI BATU BATA DI DESA PANGKALAN BENTENG SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (GEOGRAFI) DI MTS GUPPI SUKAMORO Supriyadi Supriyadi; Helfa Septinar
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.959 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v3i2.2605

Abstract

Industri Batu Bata adalah industri yang memanfaatkan tanah sebagai bahan baku dan memberikan akibat negatif terhadap lingkungan. Kerusakan lingkungan akibat Industri Batu Bata dapat dijadikan sumber belajar. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana kerusakan lingkungan akibat industri Batu Bata di Desa Pangkalan Benteng sebagai sumber pembelajaran ilmu pengetahuan sosial (Geografi) di MTs GUPPI Sukamoro. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menggambarkan kerusakan lingkungan akibat industri Batu Bata di Desa Pangkalan Benteng sebagai sumber pembelajaran ilmu pengetahuan sosial (Geografi) di MTs GUPPI Sukamoro. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan Desa Pangkalan Benteng. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Desa Pangkalan Benteng terdapat 400 industri Batu Bata yang memberikan pengaruh positif dan negatif. Pengaruh positifnya adalah sebagai penyerapan tenaga kerja, sumber mata pencaharian dan daya beli masyarakat meningkat. Sedangkan pengaruh negatifnya berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan fisik yang meliputi banyaknya lubang bekas galian, merusak kualitas dan kuantitas tanah, menurunnya kualitas air, pencemaran udara dan kerusakan akses jalan. Sehingga kerusakan lingkungan akibat Industri Batu Bata di Desa Pangkalan Benteng dapat dijadikan sumber pembelajaran di MTs GUPPI Sukamoro.