Claim Missing Document
Check
Articles

FILOSOFI KARAKTER NASIONALIS DALAM BABAD TULUNGAGUNG Riantin Riantin; Ari Ambarwati; Akhmad Tabrani
NOSI Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Filosofi adalah suatu pertimbangan atau alasan berkaitan dengan gambaran bahwa peraturan yang dibentuk berdasarkan pertimbangan pandangan hidup yang meliputi suasana jiwa serta falsafah hidup masyarakat yang bersumber pada Pancasila dan UUD 1945. Karakter nasionalis sangat dibutuhkan dan wajib tertanam dalam diri warga khususnya dalam diri siswa. Khususnya pada era milenial ini, pendidikan dan pembelajaran mempunyai peran utama dalam membentuk sifat, sikap atau karakter bangsa khusunya generasi muda yang baik sesuai dengan tujuan PendidikanNasional. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter siswa sehingga ke depan siswa mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Salah satunya dengan memunculkan dan mengenalkan kembali sejarah lokal dan budaya lokal khususnya cerita Babad Tulungagung  ke siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Sugiyono (2009:15), penelitian kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan tri-anggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey dan dokumenter karena mengumpulkan, mengolah, menyederhanakan, menyajikan, dan menganalisis data agar dapat memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana filosofi karakter nasionalis dalam Babad Tulungagung.  Berdasarkan hasil angket dan wawancara yang dilakukan oleh penulis terhadap siswa dan guru SMPN 1 Ngantru dapat disimpulkan bahwa keenam cerita yang dijabarkan dalam penelitian  ini memiliki karakter nasionalis. Nilai karakter nasionalis yang tercermin dalam cerita Babad Tulungagung tercermin dalam cara pandang, bersikap, dan perbuatan yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Sikap atau jiwa nasionalis dalam cerita Babad Tulungagung ditunjukkan melalui apresiasi, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku, dan agama dalam setiap tokoh cerita.Kata Kunci: filosofi, pendidikan karakter, Babad Tulungagung.
KAJIAN INTERTEKSTUAL NILAI SOSIOHISTORIS NOVEL GAJAH MADA SERI I MAKAR DHARMAPUTERA DAN NOVEL GAJAH MADA SERI II TAKHTA DAN ANGKARA KARYA LANGIT KRESNA HARIADI Eka Rantiningtiyas; Akhmad Tabrani; Mochtar Data
NOSI Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Karya sastra merupakan bentuk hasil dari pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Karya sastra banyak mengandung nilai di dalamya. Fokus pada penelitian ini adalah menitikberatkan pada kajian intertekstual dan nilai-nilai sosiohistoris pada novel Gajah Mada seri I Makar Dharmaputera dan novel Gajah Mada seri II Takhta dan Angkara.Intertekstual mempelajari  beberapa teks yang memiliki hubungan secara mendalam  yang dapat dilihat dari unsur pembangun karya sastra tersebut. Intertekstual juga bertujuan memahami karya sastra tersebut secara menyeluruh dari unsur pembangunnya.Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan intertekstual. Sumber data yang digunakan berupa kata, frasa, klausa, bahkan kalimat yang merupakan pendeskripsian dari kedua novel tersebut. Teknik pengumpulan data yang dilakukan penelitian adalah dengan membaca keseluruhan kedua novel tersebut, mengumpulkan data yang berupa kutipan-kutipan yang berhubungan dengan rumusan masalah, dan kemudian menganalisis teks yang telah terpilih, yaitu dengan memasukkan kalimat-kalimat yang telah terseleksi ke dalam tabel penelitian, data untuk diinterpretasikan yang kemudian disimpulkan.Intertekstual novel Gajah Mada seri 1 Makar Dharmaputer dan novel Gajah Mada seri 2 Takhta dan Angkara memiliki persamaan dan perbedaan dalam unsur-unsur pembangunnya. Dapat disimpulkan bahwa novel Gajah Mada seri 1 Makar Dharmaputera merupakan hipogram dan novel Gajah Mada seri 2 Takhta dan Angkara merupakan transformasinya.Kata kunci: kajian intertekstual, nilai sosiohistoris, novel
ANALISIS KESESUAIAN BUKU PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VIII SMPN 2 PINTU RIME GAYO BENER MERIAH Al Insan; Akhmad Tabrani; Luluk Sri Agus Prasetyoningsih
NOSI Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Bahasa dapat diartikan sebagai media komunikasi yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Jika tidak ada bahasa, maka manusia tidak dapat mengutarakan keinginannya. Begitu pula di dalam pembelajaran di sekolah membutuhkan bahasa sebagai media komunikasi. Begitu pula di dalam buku pelajaran yang digunakan oleh peserta didik, khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sehingga buku pelajaran yang digunakan harus sesuai dengan standar perbukuan (Pusbuk).Tujuan analisis ini untuk mendeskripsikan: (1) Kesesuaian isi atau materi buku Bahasa Indonesia kelas VIII SMPN 2 Pintu Rime Gayo, (2) Kesesuaian penyajian buku Bahasa Indonesia kelas VIII SMPN 2 Pintu Rime, (3) Kesesuaian bahasa yang ada di buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII SMPN 2 Pintu Rime Gayo, dan (4) Kesesuaian kegrafikan buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII SMPN 2 Pintu Rime Gayo.            Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode kualitatif yang bersifat uraian-uraian fakta yang sistematis dan akurat. Penelitian ini disebut sebagai (Library Research) atau penelitian kepustakaan di mana dilakukan pengumpul data-data dari jurnal, buku, artikel dan karya ilmiah lainnya. Penelitian ini mengambil data dari buku pelajaran Bahasa Indonesia SMP/ MTs kelas VIII karya M. Wahyudianto. Buku ini digunakan oleh salah satu sekolah di daerah Aceh, yaitu SMPN 2 Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah.Hasil dari analisis kesesuaian buku pelajaran ini berdasarkan standar dari Pusat Perbukuan adalah sesuai jika digunakan pada jenjang SMP dengan kurikulum 2013. Kesuaian ini dari segi: (1) Isi atau materi, yang meliputi: kesesuaian kompetensi inti dan kompetensi dasar, perkembangan siswa, kebutuhan bahan ajar, wawasan dan nilai moral dengan presentase kesesuaian mencapai 94,8%; (2) Penyajian Buku Pelajaran, yang meliputi: Kejelasan tujuan indikator, motivasi/ daya tarik, interaksi siswa, informasi buku pelajaran dan urutan sajian dengan presentase kesesuaian seluruhnya mencapai 91,6%, (3) Bahasa, yang meliputi: keterbacaan, kejelasan informasi, kaidah Bahasa Indonesia dan bahasa yang efektif dan efisien dengan presentase keseluruhan mencapai 100%, dan (4) Kegrafikan, yang meliputi aspek penggunaan jenis dan ukuran huruf, kesesuaia tata letak (Lay Out), kesesuaian ilustrasi, gambar dan foto serta kesesuaian desain tampilan dengan presentase keseluruhan kesesuaian mencapai 86,25%.Simpulan hasil penelitian berikut dapat dikemukakan bahwa berdasarkan analisis kesesuaian penggunaan buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs kelas VIII semester I karya M. Wahyudianto ini telah memenuhi kriteria kesesuaian berdasarkan standar perbukuan untuk digunakan dalam proses pembelajaran di SMPN 2 Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah. Kata kunci: Analisis, Buku Bahasa Indonesia, Kesesuaian
ANALISIS PESAN MORAL DALAM NOVEL “CANTIK ITU LUKA” KARYA EKA KURNIAWAN DAN IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN SASTRA Aminullah Aminullah; Hasan Busri; Akhmad Tabrani
NOSI Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sastra salah satu ungkapan personal manusia berupa history, pemikiran, perasaan, gagasan, dan keyakinan. Dalam bentuk kongkrit yang membangkitkan pesona dengan alat-alat bahasa. Juga mempunyai makna yang luas jika dikaji lebih mendalam lagi. Bahkan sastra mempunyai makna dan kaidah dalam sebuah karya puisi, cerpen, dan novel. Novel “Cantik Itu Luka” karena novel ini medeskripsikan dan menceritakan tentang  segi bermasyarakat dan juga menceritakan segi kasih sayang di dalam sebuah hubungan.Pesan Moral ialah pesan yang menjelaskan ajaran, aturan, etika dan wejangan lisan mau pun tulisan, tentang bagaimana manusia itu harus hidup dan bertindak, agar ia menjadi manusia. yang baik dan mempunyai raga sosial. Novel ini juga menyajikan dan mempelajari kesejatian yang akan menuju kemesraan harus melalui dan dibutuhkan proses yang lanjut, dan rasa sabar yang penuh dengan penantian. Novel. ini juga menyuruh menaiki tanjakan spiritual dengan variable tinggi, adalah cinta kepada Rabby. Fokus masalah ini adalah Pesan Moral, apa saja yang bisa diambil dalam Novel. “Cantik Itu Luka” Karya Eka Kurniawan? Masalah penelitian ini dibatasi pada pesan moral yang berkaitan dengan, relasi hamba kepada tuhannya, relasi hamba kepada personal, dan relasi hamba kepada personal ruang sosial.. Pembahasan ini bermaksud untuk menjabarkan,. menghayati,. dan mempretasikan Pesan Moral yang  terdapat  Novel. “Cantik Itu Luka.” Karya Eka Kurniawan..Pendekatan ini menggunakan pendekatan sosiologis.. Sesuai dengan hakikatnya, sebagai sumber estetika, dan karya sastra tidak bisa digunakan secara langsung. Kode pembahasa ini diolah dengan menggunakan cara analisis.. secara kualitatif yaitu analisis dilakukan dengan teknis interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai selesai.. Kegiatan dalam analisis data yaitu mereduksi data,. menyajikan data,, dan menyimpulkan data..Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel “Cantik Itu Luka.” Karya Eka Kurniawan. Ini mengandung tiga Pesan Moral, yaitu: moral yang berkaitan dengan, hubungan manusia dengan tuhannya, hubungan manusia dengan diri sendiri,. dan hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial.. hubunga manusia dengan tuhannya adalah hubungan yang mengatur antara sesama dengan Tuhannya dalam hal ini adalah ibadah. Karena manusia merupakan makhluk personal,,  makhluk sosial,, dan makhluk Tuhan. Manusia memiliki tuntunan untuk bertanggung jawab.. Keharusan yang kita miliki terhadap diri sendiri. dan tidak terlepas dari hubungan kita dengan orang lain,, karena kewajiban kita tidak hanya pada diri sendiri tapi kewajiban kita pada orang tua, kepada Tuhannya,, kepada Rosulullah,, kepada tetangga dan kepada suami atau istri kita.. Pesan moral tidak membentuk suatu kawasan khusus yang terpisah dari pesan lain. Jika kita kaitkan pesan moral, kita tidak perbuat sesuatu yang lain dari hal yang biasa.Kata kunci: Pesan Moral, “Cantik Itu Luka”. Karya Eka Kurniawan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKS CERAMAH UNTUK KELAS XI SMAN 1 MENTAYA HILIR UTARA KOTAWARINGIN TIMUR - KALIMANTAN TENGAH Nikkon Bhastari; Akhmad Tabrani; Luluk Sri Agus Prasetyoningsih
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Meningkatnya perkembangan teknologi berdampak pada lajunya pengolaha informasi. Pertumbuhan teknologi berpengaruh besar terhadap pentingnya sumber daya agar penggunaannya dapat memberikan manfaat yang baik. Terlebih lagi saat wabah Covid 19, dimana aktivitas belajar mengajar dilakukan secara daring. Selama masa pandemi ini pendidik  dan peserta didik dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menerima dan memberi pembelajaran.  Namun, Pembelajaran secara jarak jauh atau e-learning selama pandemi Covid 19 dapat membuat peserta didik merasa kurang termotivasi. Selain itu, pendidik juga dapat merasakan kebingungan tentang penyajian materi pembelajaran mereka. Media dapat digunakan sebagai bahan belajar alternatif yang dapat membuat pembelajaran menjadi kegiatan yang menyenangkan. Hal ini selaras dengan pendapat dari Ahmad sudrajat menyatakan bahwa media adalah sesuatu yang dapat menyampaikan pesan dan dapat menstimulus perasaan, pikiran, dan keinginan peserta didik sehingga termotivasi dalam proses belajar. Latar belakang dilakukan penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis elektronik merupakan salah satu kebutuhan peserta didik masa kini serta penyampain materi teks ceramah tidak cukup hanya dengan menggunakan media gambar dan teks. Akan lebih menarik jika terdapat video yang membantu secara visual.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kebutuhan guru dan peserta didik terhadap media pembelajaran teks ceramah, menjelaskan tentang proses pengembangan media pembelajaran menganalisis teks ceramah, mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran menganalisis teks ceramah.Model pengembangan yang diterapkan di penelitian ini adalah model dari Borg and Gall yang memiliki 4 tahapan, yaitu pertama pengumpulan informasi, kedua perencanaan, ketiga pengembangan produk, dan keempat adalah validasi dan uji coba. Uji coba produk skala kecil dilakukan dengan jumlah 18  peserta  didik dan seorang guru. Teknik pengumpulan data menggunakan angket validasi. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kalitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan dengan tingkat persentase 78,3 % guru setuju apabila diadakan pengembangan terhadap media pembelajaran teks ceramah bagi peserta didik kelas XI SMAN 1 Mentaya Hilir Utara. Selain itu, peserta didik juga menyatakan 66,7% sangat setuju bahwa penyampaian materi teks ceramah tidak cukup hanya dengan menggunakan media gambar dan teks. Akan lebih menarik jika terdapat video yang membantu secara visual. Selama proses pengembangan terdapat 3 tahapan yang harus dilakukan yaitu, membuat naskah rekaman, membuat rekaman video, mengedit video dengan menggunakan aplikasi Wondershare Filmora9 untuk menambahkan tulisan, tampilan, suara dan durasi sehingga video dapat disajikan. Hasil validasi dari ahli materi tingkat persentase  yang diperoleh adalah 87,50 % sedangkan dari ahli media tingkat persentase  yang diperoleh adalah 82,50 %. Dari hasil validasi yang diperoleh menunjukkan bahwa produk media pembelajaran teks ceramah peserta didik kelas XI SMAN 1 Mentaya Hilir Utara valid dan layak diimplementasikan dengan sedikit revisi. Pada respon guru menunjukkan tingkat persentase  90 %,  sedangkan pada respon peserta didik tingkat persentase yang diperoleh adalah  94,44 % peserta didik menyatakan sangat setuju jika media membuat materi teks ceramah gampang dicerna dan efektif digunakan dalam pembelajaran teks ceramah. Dari hasil validasi yang diperoleh disimpulkan bahwa media pembelajaran teks ceramah sudah layak dan dapat diimplementasikan tanpa perbaikan . Kata kunci : Media Pembelajaran, Video Pembelajaran , Teks Ceramah.
NILAI-NILAILOKAL MADURA DALAM BUKU KUMPULAN CERPEN“ ROKAT TASE”KARYA MUNA MASYARI DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN KAARAKTER Moh. Faruq Al Farizi; Hasan Busri; Akhmad Tabrani
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kearifan lokal adalahsebuah kecerdasan yang dimilki oleh kelompok etnis terentu yang diperoleh melalui pengalamannya. Dalam artian kearifan lokal merupakan hasil dari masyarakat tententu melalui pengalaman mereka dan belum tentu dimilki atau dialalmi oleh masyarakatetnis lain. Nilai-nilai kearifan lokal tersebut akan melekat kuat pada jati diri masyarakat dan nilai itu tentunya sudah melalui perjalanan waktu yang cukuppanjang, sepanjang keberadaan masyarakat terebut, seperti cara bersopan santun, cara berperilaku jujur dan berakhlak yang baik, serta cara menghadapi berbagai masalah, semuanya terdapat dalam kearifan lokal. Berbicara tentang kearifan lokal, Madura adalah salah satu daerah yang memilki kearifan lokal yang khas, artinya Madura mempunyai tradisi-tradisi khusus yang tidak dimliki oleh daerah lain. Salah satu cara untuk mempertahankan kearifan lokal tersebut, sastrawan Madura banyak yang mengabadikan melaui karya-karya, baik berupa sastra atupun karya yang lain, seperti Muna Masyari yang mengabadikan kearifan lokal Madura melalui buku kumpulan cerpennya yang berjudul Rokat Tase’. Buku tersebut banyak menceritakan tentang budaya, tradisi, ragam konflik dan kekuatan mitos yang beraroma mistis, yang di dalamnnya tekandung nila-nilai lokal yang mencerminkan kepribadian masyarakat Madura, seperti nilai keyakinan, nilai sikap dan nilai etos kerja masyarakat Madura yang tentunya juga berimplikasi terhadap pendidikan karakter msyarakat Madura itu sendiri. Kata Kunci: Nilai-nilai lokal, Masyarakat Madura, Kumpulan Cerpen Rokat Tase’
EKOLOGI BUDAYA DALAM SASTRA BAHARI IKO-IKO MASYARAKAT BAJO DI KEPULAUAN SAPEKEN Rizal Mahsyar; Akhmad Tabrani; Ari Ambarwati
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Karya sastra merupakan suatu produk budaya yang juga menjadi bentuk atau cara penyampaian dan pola prilaku masyarakat dalam mencapai tujuan tertentu yang memiliki keterkaitan dengan lingkungannya. Karena lingkungan juga telah menjadi faktor penting dalam proses pembentukan suatu karya sastra. Kelompok masyarakat suku Bajo memiliki suatu bentuk sastra lisan yang disebut dengan Iko-Iko. Sastra lisan Iko-Iko merupakan suatu karya sastra dalam bentuk tuturan secara langsung yang berkembang di masyarakat pesisir kepulauan Sapeken. Sastra lisan tersebut sudah mulai berkembang dan eksis dituturkan oleh nenek moyang masyarakat suku Bajo dari generasi ke generasi. Setiap kisah yang ditampilkan dalam Iko-Iko diyakini memiliki nilai-nilai pendidikan, pesan moral atau norma yang harus dipatuhi bersama guna memberikan keseimbangan dan ketertiban ataupun keharmonisan dalam melestarikan alam. Seiring dengan perkembangan zaman, Eksistensi Iko-Iko di dalam lingkungan masyarakat kepualauan Sapeken telah mengalami masa yang sulit dan terancam punah sehingga diperlukan upaya yang sistematis untuk pelestarian budaya lisan Iko-Iko tersebut. Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk melestarikan budaya sastra bahari Iko-Iko tesebut ialah dengan cara mengumpulkan semua jenis satra bahari yang kemudian dijadikan dalam satu buku Ensiklopedia sastra bahari masyarakat kepulauan Sapeken sehingga sastra tersebut mudah untuk diakses dan dipelajari oleh masyarakat umum.Kata Kunci: Ekologi Budaya, Sastra Bahari, budaya Iko-Iko, Kepulauan Sapeken
PENGEMBANGANnMEDIA PEMBELAJARAN BERBASISaARTICULATE STORYLINE PADA TEKScDRAMA SISWA KELAS VIII SMPeNEGERI 26 MALANG subaidah subaidah; Nur Fajar Arief; Akhmad Tabrani
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pengembangan media pembelajaran berbasis Articulate Storyline merupakan program aplikasi pembelajaranuyang dapat membantucguru dalam menyampaikan materi pembelajaranbsehingga siswa mampu memahaminya dengan mudah serta siswa merasa tidak jenuh ketikaibelajar. Kebutuhan akan adanya media pembelajarancberbasis Articulate Storyline ini didasarkancpada kenyatan bahwa belum adanya media pembelajaran yang menarik dan interaktif yang digunakan dalamcpembelajaran teks drama, sehinggasdalam pembelajaran teks drama yang bersifat monoton dan konvensional bisa berubah. Tekniksyang digunakaniadalah deskriptifikualitatif, menjabarkanihasil (1) prosesipengembangan, (2) hasilcpengembangan, dan (3) hasil kelayakan mediacpembelajaran.Proses pengembanganimedia pembelajaraiberbasis Articulate Storyline padaiteks drama meliputi, pengumpulan data yang terdiri dari tahap penyebaraniangket kebutuhaniguru dani siswa.nSecara keseluruhanihasil analisisiangket kebutuhaniguru dilihatidari skalaipenilaiannya yaituisangat perluisebanyak 52,38%,iPerlu sebanyaki47,62%, tidakiperlu sebanyaki1,0%. Sedangkanihasil anlisisiangket kebutuhanisiswa dilihatidari skalaipenilaiannya yaituisangat perlui sebanyaki33%, perluisebanyak 62%, tidak perlu sebanyak 5%. Artinyaipengembangan mediai pembelajaransberbasis Articulate Storyline padaiteks drama diperlukaniatau dibutuhkanioleh siswaikelas VIIIsSMP Negeri 26 Malang.iSetelah melakukanaproses analisisikebutuhan guru danisiswa terhadapimedia pembelajaraniberbasis Articulate Storyline padaiteksidramaitahapi selanjutnyaiadalah desainiproduk dan validasiiproduk.Hasilipengembangan mediaipembelajaran berupaiproduk mediaipembelajaraniberbasis Articulate Storyline padaiteks drama siswaikelas VIII SMPN yangisudah disesuaikanidengan karakteristikiguru dan siswa. Adapunipembelajaran yangiterdapatipadaimediaipembelajarani berbasis Articulate Storyline yangitelah dikembangkaniyaitu, (1)isampul, (2) halaman Masuk (Login), (3) halaman pendahuluan, (4) tampilan menu utama, (5) standar kompetensi, (6) materi (membengun Konteks dan materi), (7) soa-soal, (8)profil pengembang, (9) referensi, (10) petunjuk.Hasilidata yangidiperoleh dariivalidasi ahliimedia dalam (1)iaspekimediaimendapatkani nilaiidalam bentukipersentase sebesari85%, (2)iaspek bahasaimendapatkan nilaiidalam bentuki persentaseisebesar 75%, (3)iaspek pembelajaranimendapatkan nilaiidalam bentukipersentase sebesar 87,5%, sedangkan aspek isi dalam bentukipersentase sebesari86,11%. (4)ihasil uji coba lapangn media pembelajaran dalam bentuk persentase sebesar 84%, dengan demikian media pembelajaran berbasis Articulate Storyline pada teks drama siswa kelas VIII SMP Negeri 26 Malang masukikualifikasi sangatibaik, denganiketerangan sangatisesuai/sangat layak/sangat valid/ tidakiperluidirevisi.KataiKunci : pengembangan,imedia pembelajaran,iArticulate Storyline, teks drama.
WANITA MADURA DALAM SAJAK D. ZAWAWI IMRON Nur Fajar Arief; Akhmad Tabrani; Andi Paida
JURNAL KONFIKS Vol 9, No 2 (2022): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v9i2.9878

Abstract

Tujuan penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi wanita dalam Puisi wanita Madura sajak D. Zawawi Imron. Jenis penelitian ini yakni deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah teks-teks atau kutipan-kutipan yang berkaitan dengan Wanita Madura dalam Sajak D. Zawawi Imron dan Sumber data dalam penelitian ini adalah Sajak D. Zawawi Imron. Tehnik pengumpulan data yang digunakan yakni tehnik baca, dan catat. Sedangkan tehnik analisis data menggunakan teori Pierre Bourdieu yakni (1) Reduksi Data, (2) Display data, (3) Penarikan Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dalam puisi ini terbaca kekuatan testis dunia. Wanita dalam puisi itu mengira dia tidak berdaya bukan karena dia tidak punya kekuatan, tapi karena dia tidak punya nyali. Ungkapan semacam ini merupakan rangkaian berikutnya dari jaringan patriarki yang sangat dominan di Madura melalui idealisasi model perempuan keibuan, membagi ruang interaksi antara laki-laki dan perempuan, dan melindungi perempuan dengan kekerasan sehingga ruang gerak perempuan Madura menjadi lebih luas. Sastra Madura, khususnya yang ditulis oleh D. Zawawi Imron, merupakan episentrum sastra di Madura, selain karya-karya Abdul Hadi WM, juga sastrawan lainnya. Zawawi selain produktif hingga saat ini juga sering tampil di beberapa acara penting di Madura, Jawa Timur, bahkan di acara nasional, seperti pembacaan puisi, seminar sastra, orasi budaya, sehingga keberadaan penyair "Gelurit Emas" “Hal ini masih diperhitungkan dalam dunia sastra di negeri ini. Banyak karya Zawawi, terutama puisi-puisinya, menggambarkan situasi kedewasaan dan kearifan.
PENDAMPINGAN PERGURUAN TINGGI UNTUK MEWUJUDKAN GOOD UNIVERSITY GOVERNANCE Muhammad Mas'ud Said; Muhammad Djunaidi Ghony; Nur Fajar Arief; Rulam Ahmadi; Akhmad Tabrani; Slamet Muchsin; Pardiman Pardiman; Mohammad Afifulloh; Sumartono Sumartono; Mohammad Muhibbin; Sunardi Sunardi; Mutmainnah Mustofa; Dwi Ari Kurniawati; Surya Sari Faradiba
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14086

Abstract

Abstrak: Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan Pendidikan tinggi yang berkualitas menjadi tantangan bagi perguruan tinggi swasta (PTS) untuk berlomba-lomba menarik minat masyarakat agar memilih institusinya. Ditengah persaingan yang cukup berat, peningkatan mutu menjadi hal yang mutlak bagi PTS agar tetap eksis. PTS dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat dan berorientasi kepada kebutuhan masyarakat. Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan akomodasi bagi internasionalisasi PTS, meningkatkan daya saing, meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan kualitas manajemen internal, serta untuk meningkatkan kinerja dalam rangka memenangkan persaingan tersebut. Pendampingan yang telah dilakukan oleh Program Pascasarjana, Universitas Islam Malang, untuk mewujudkan Good University Governance dilakukan di empat universitas, antara lain: Universitas Islam Kadiri, Universitas Kadiri, Universitas Wahidiyah Kediri, dan STKIP Modern Ngawi selama bulan Februari 2023. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa keempat perguruan tinggi telah menerapkan prinsip Good University Governance yang meliputi: transparansi, akuntabilitas, kemandirian, tanggung jawab, dan kewajaran.Abstract: The increasing public demand for quality higher education is a challenge for private tertiary institutions (PTS) to compete in attracting the public's interest in choosing their institution. In the midst of quite tough competition, quality improvement is absolutely essential for PTS to continue to exist. PTS is required to be able to provide the best possible service to the community and be oriented to the needs of the community. This assistance aims to provide accommodation for the internationalization of PTS, increase competitiveness, improve the quality of the learning process and the quality of internal management, as well as to improve performance in order to win the competition. Assistance that has been carried out by the Postgraduate Program, Islamic University of Malang, to realize Good University Governance was carried out at four universities, including: Kadiri Islamic University, Kadiri University, Wahidiyah Kediri University, and STKIP Modern Ngawi during February 2023. The results of the assistance show that the four universities have implemented the principles of Good University Governance which include: transparency, accountability, independence, responsibility, and fairness.