Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Infusa Akar Bajakah (Spatholobus Littoralis Hassk) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Mega Pratiwi Irawan; Elin Suhaila
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol. 1 No. 3 (2023): Volume 1 Nomor 3 September 2023
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infectious diseases such as skin infections, respiratory tract infections and digestive tract infections are diseases caused by pathogenic microbes such as Staphylococcus aureus. Treatment for infectious diseases is by administering antibiotics and exploiting plants for alternative medicine. Bajakah root (Spatholobus littoralis Hassk) which has medicinal properties and has been used in traditional medicine. The aim of this research was to determine the potential of bajakah roots in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus. The research method used was to test the antibacterial activity of Bajakah root infusion using the dilution method by determining the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC). Bajakah root infusion was prepared with concentrations of 10 g/100 ml, 5 g/100 ml, 2.5 g/100 ml, 1.25 g/100 ml, 0.625 g/100 ml, 0.3125 g/100 ml, 0, 15625g/100ml. Research showed that the MIC test of Bajakah root infusion at various concentrations shows that turbidity due to the dark color of the infusion, so additional examination of the suspension using Gram staining was required. The results of Gram staining showed that the infusion at a concentration of 10; 5; 2.5 and 1.25 g/100 ml do not indicate the presence of bacteria. Meanwhile, the infusion concentration was 0.625; 0.3125 and 0.1625 g/100 ml contained bacteria. This shows that the MIC of Bajakah root infusion was 1.25 g/100 ml. MBC was carried out at a concentration of 10; 5; 2.5 and 1.25 g/100 ml however there ware colonies on solid media. It was indicated that MBC cannot be determined. The conclusion of this research is that Bajakah root infusion has activity to inhibit the growth of Staphylococcus aureus.
Karakterisasi dan Uji Antibakteri Filtrat Hasil Fermentasi Daun Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walp) Mega Pratiwi Irawan; Jannisa Edriani; Khoirunnisah Sutarsih; Mutiara Nur Alya
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol. 3 No. 3 (2025): Volume 3 Nomor 3 September 2025
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat seringkali menyebabkan resistensi bakteri, sehingga diperlukan alternatif pengendalian bakteri pathogen lain seperti melalui pemanfaatan tanaman obat. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antibakteri adalah daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp) yang mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil fermentasi daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp) dan mengetahui aktivitas antibakteri fermentasi daun pucuk merah terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa, Salmonella Typhi dan Staphylococcus aureus. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen yang dilakukan di laboratorium. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, filtrat yang diperoleh dari proses fermentasi daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp) menunjukkan sifat asam dengan pH 2,93. Filtrat hasil fermentasi juga positif mengandung enzim amylase, alkohol, dan asam asetat. Selain itu, uji fitokimia filtrat hasil fermentasi menunjukkan adanya kandungan senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid, alkaloid, saponin dan tannin. Uji antibakteri dilakukan terhadap Pseudomonas aeruginosa, Salmonella Typhi dan Staphylococcus aureus dengan konsentrasi cairan tanpa pengenceran dan dengan pengenceran bertingkat. Aktivitas antibakteri cairan hasil fermentasi daun pucuk merah dengan metode Kirby-Bauer tidak menunjukkan adanya zona hambat pada Pseudomonas aeruginosa, Salmonella Typhi dan Staphylococcus aureus walaupun memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder, asam asetat, alcohol dan enzim amylase. Kesimpulan penelitian ini adalah hasil fermetasi daun pucuk merah memiliki beberapa kandungan senyawa yang diduga mampu menghambat bakteri pathogen tetapi belum dapat menunjukkan aktivitas antibakteri yang diharapkan.