Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pasien Gagal Ginjal Kronik dalam Menjalani Program Therapi Hemodialisa di RS PKU Muhammadiyah Gombong Laksono, Gayuh Dwi; Septiwi, Cahyu; Astuti, Dyah Puji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pasien gagal ginjal kronik sangat bergantung pada program therapi hemodialisa untuk menggantikan ginjalnya. Kepatuhan pasien penderita gagal ginjal kronik dalam menjalankan program therapi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, karena jika penderita tidak patuh dalam menjalankan therapi hemodialisa maka akan menyebabkan terjadi penumpukan zat-zat berbahaya dalam tubuh dari hasil metabolisme dalam darah sehingga penderita akan merasakan sakit diseluruh tubuh. Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani program therapi hemodialisa. Metode Penelitian: Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 124 responden dengan menggunakan tabel krejcie. Analisa bivariat menggunakan uji chi square dan analisa multivariat menggunakan uji regresi logistic. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh antara usia dengan kepatuhan menjalani program therapi hemodialisa dengan hasil p-value 0.002 < 0.05. Terdapat pengaruh antara tingkat pengetahuan tentang hemodialisa dengan kepatuhan menjalani program therapi hemodialisa dengan hasil p-value 0.001 < 0.05. Terdapat pengaruh antara motivasi dengan kepatuhan menjalani program therapi hemodialisa dengan hasil p-value 0.000 < 0.05. Terdapat pengaruh antara persepsi pasien terhadap pelayanan perawat dengan kepatuhan menjalani program therapi hemodialisa dengan hasil p-value 0.002 < 0.05. Terdapat pengaruh antara dukungan keluarga dengan kepatuhan menjalani program therapi hemodialisa dengan hasil p-value 0.001 < 0.05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian motivasi merupakan faktor yang paling dominan atau berpengaruh terhadap kepatuhan pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani program therapi hemodialisa.
Pembentukan Posyandu Remaja Desa Madureso Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen Sulastri, Eti; Astuti, Dyah Puji; Handayani, Eka Wuri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa storm and stress, karena remajamengalami banyak tantangan baik dari diri mereka sendiri(biopsychosocial factors) ataupun lingkungan (environmentalfactors).Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Berbasis Sekolah diIndonesia tahun 2015 (GSHS) dapat terlihat gambaran faktor risikokesehatan pada pelajar usia 12-18 tahun (SMP dan SMA) secaranasional, sebanyak 41,8% laki-laki dan 4,1% perempuan mengakupernah merokok, 14,4% laki- laki dan 5,6% perempuan pernahmengkonsumsi alkohol, lalu juga didapatkan 2,6% laki-laki pernahmengkonsumsi narkoba dan perilaku seksual di mana didapatkan8,26% pelajar laki-laki dan 4,17% pelajar perempuan usia 12-18tahun pernah melakukan hubungan seksual.Kompleksnyapermasalahan kesehatan pada remaja, tentunya memerlukanpenanganan yang komprehensif dan terintegrasi yang melibatkansemua unsur dari lintas program dan sektor terkait, itu diakibatkankarena tidak ada wadah remaja untuk medapatkan pengetahuan daninformasi terkait kesehatan.Tujuan kegiatan ini adalah membentukposyandu remaja dam kader remaja. Metode pengabdian masyarakatadalah dengan melakukan survey, penyuluhan dan pelatihan selama2kali meliputi teori dan praktik. Hasil pengabdian masyarakat telahterbentuk posyandu remaja dan terbentuk 10 orang kader posyanduremaja,adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalammelakukan kegiatan posyandu remaja. Kesimpulan pelaksanaanpengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya posyandu remaja diDesa Madureso Kecamatan Kwarasan Kabupaten Kebumen.
Pemeriksaan Terintegrasi sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Resiko Penyulit dan Komplikasi Pada Ibu Hamil Astuti, Dyah Puji; Kusumastuti, Kusumastuti; Oktonah, Oktonah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)merupakan salah satu indikator pembangunan kesehatan dalamRPJMN 2015-2019 dan SDGs. Masih tingginya angka kematian ibumenunjukkan bahwa harus ada upaya yang terintegrasi dalammengatasi permasalahan. Bentuk upaya menurunkan angkakematian ibu di Indonesia yaitu dengan melakukan pelayananantenatal terpadu yang diberikan kepada ibu hamil secara berkalaselama masa kehamilan. Pelayanan kesehatan pada ibu hamil tidakdapat dipisahkan dengan pelayanan persalinan, pelayanan nifas danpelayanan kesehatan bayi baru lahir. Hal ini disebabkan karenakehamilan mempunyai risiko mengalami penyulit atau komplikasi.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pelayanankebidanan berupa pemeriksaan terintegrasi dalam rangka deteksidini factor resiko penyulit dan komplikasi pada ibu hamil di DesaLemahduwur Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen. Hasilmenunjukkan bahwa berdasarkan usia kehamilan sebagian besarpeserta kegiatan dalam kategori usia kehamilan trimester 2 yaitu 8orang (44,4%), sebagian besar responden dalam kategori multiparayaitu 10 orang (55.6%), sebanyak 15 orang (83.3) memilikipengetahuan yang baik mengenai factor penyulit dan komplikasikehamilan, hasil pemeriksaan fisik dan obstetric hamper seluruhpeserta 17 orang (94,4%) dalam kategori normal, ada 1 ibu hamildengan kelainan letak lintang. Pada hasil pemeriksaan laboratoriumprotein urine sebagian besar peserta 16 orang (88.9%) negativenamun ada 2 ibu hamil (11.1%) mengalami positif 2. Hasilpemeriksaan hemoblobin sebanyak 12 orang (66.7%) dalam kategorianemia ringan, dan hasil pemriksaan VCT semua ibu hamil 18 oranghasilnya negative (100%).
Pencegahan Stunting Melalui Kegiatan Penyuluhan Gizi Balita Dan Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Kearifan Lokal Di Posyandu Desa Madureso Astuti, Dyah Puji; Utami, Wuri; Sulastri, Eti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi kronis yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi jangka panjang yang ditandai dengan indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas z-score kurang dari -2 SD. Banyak faktor yang menyebabkan tingginya kejadian stunting pada balita. Faktor langsung yang berhubungan dengan stunting yaitu asupan makanan dan status kesehatan. Faktor tidak langsung yang berhubungan dengan stunting yaitu Pola pengasuhan, pelayanan kesehatan, faktor maternal dan lingkungan rumah tangga. Akar masalah yang menyebabkan kejadian stunting yaitu status ekonomi keluarga yang rendah. Asupan zat gizi yang tidak adekuat, terutama dari total energi, protein, lemak dan zat gizi mikro, berhubungan dengan defisit pertumbuhan fisik pada anak. Tujuan kegiatan ini adalahmemberikan pemahaman kepada ibu tentang gizi balita, tentang pencegahan stunting, sehingga dapat meningkatkan gizi balita melalui praktik pemberian makanan. Metode kegiatan dilakukan selama 1 bulan dengan memberikan penyuluhan mengenai stunting dan gizi balita, pemberian PMT berbasis kearifan lokal dan cooking class. Hasil menunjukkan bahwa setelah kegiatan dilakukan tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi dan pencegahan stunting meningkat. Pengetahuan sebelum penyuluhan kurang 11 orang (29,7%), cukup 24 orang (64,9%)dan baik 2 orang (5,4%). Pengetahuan setelah kegiatan baik 27 orang (72,9%) dan pengetahuan cukup 10 orang (27,1%). Status Gizi balita mengalami peningkatan dilihatdari bertambahnya berat badan dari sebelum dan selama kegiatan. Hal ini menunjukan bahwa program kegiatan pengabdiaan berhasil.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita Tentang Tumbuh Kembang Bayi Dan Balita Kusumastuti, Kusumastuti; Astuti, Dyah Puji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa bayi balita merupakan masa dengan pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dan kritis (golden age atau masa emas). Golden age merupakan suatu masa yang sangat penting dalam fase tumbuh kembang anak, karena pembentukan kepribadian dan karakter dimulai pada masa ini. Pertumbuhan dan perkembangan bayi balita merupakan suatu hal penting yang harus mendapat perhatian besar bagi orang tua. Tujuan meningkatnya pengetahuan ibu bayi balita tentang deteksi dini kelainan tumbang dan peningkatan kualitas tumbang bayi balita. Metode yang digunakan dengan melakukan penyuluhan kepada ibu bayi dan balita. Kegiatan dibagi 3 sesi yaitu penyampaian materi, praktik dan dilakukan pre test dan post test. Media yang digunakan leaflet dan power point. Hasil yang di dapatkan dari hasil pre test pengetahuan kader kategori cukup yaitu 2 (20%) dan kurang 8 (60%) serta presentase. Hasil Post Test didapatkan bahwa hasil dari kategori cukup 3 (30%) dan baik 7 (70%). Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu bayi balita tentang tumbuh kembang bayi balita. Keimpulan dari kegiatan tersebut adanya peningkatan pengetahuan ibu bayi balita setelah dilakukan penyuluhan.
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN STRESS KERJA TERHADAP KINERJA BIDAN DALAM MASA PANDEMIK COVID-19 Prabandari, Fitria; Sumarni, S; Astuti, Dyah Puji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran virus Covid-19 telah meluas hingga ke Indonesia dalambeberapa bulan terkhir. Bidan sebagai salah satu tenaga kesehatanpun tetap dituntut untuk melakukan pekerjaannya sesuai proseduryang telah ditetapkan. Di luar krisis yang sedang berlangsung ini, adakekhawatiran dalam mengembalikan kegiatan yang mampumempertahankan kemajuan yang sudah dicapai dalam menekanpenyebarluasan. Tenaga kesehatan sangat rentan tertular viruskarena berhadapan dengan pasien secara langsung, hal ini dapatmeningkatkan kekhawatiran yang bisa menimbulkan ketidakpuasandan stress dalam pekerjaan yang akan berpengaruh terhadapkinerjanya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengandesain penelitian deskriptif korelatif menggunakan pendekatan crosssectional. Sampel dalam penelitian ini adalah Bidan yang aktif bekerjadi instansi kesehatan yang berjumlah 104 orang pada Mei 2020 yangtelah mengisi kuesioner Google Form. Analisis data menggunakananalisis non statistik atau disebut sebagai analisis statistik sederhana.Uji hipotesis tentang hubungan antar dua variabel digunakan ChiSquare menunjukkan variabel kepuasan kerja dan stress kerjaberpengaruh terhadap kinerja Bidan dengan nilai p 0,000 dan p 0,002.Terdapat pengaruh kepuasan kerja dan stress kerja terhadap kinerjaBidan dalam masa pandemic Covid-19.
Hubungan Basic Conditioning Factors terhadap Self-Care Management Cairan Pasien Heomodialisa Faridatunnisa, Tuhfah; Septiwi, Cahyu; Astuti, Dyah Puji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit gagal ginjal merupakan suatu masalahkesehatan serius yang mana prevalnsinya terus meningkat yaitusecara global 13,4%. Permasalahan yang masih sulit untuk diatasipada pasien hemodialisa adalah pembatasan cairan. Maka dari itupentingnya pasien untuk memperkuat self care management cairanagar tidak menimbulkan masalah kesehatan yang lain sehinggameningkatkan kualitas hidup pasien.Tujuan penelitian : Untuk mengetahui adakah hubungan basicconditioning factors terhadap self care management cairan pasienhemodialisa di PKU Muhammadiyah Gombong.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelatifdengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil berdasarkankriteria inklusi sebanyak 144 responden pasien hemodialisa.Hasil : Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yangsigifikan antara faktor usia, status perkembangan, status kesehatan,pola hidup, system keluarga, social budaya, lingkungan, ketersediaansumber terhadap self care management cairan (p< 0,05). Faktoryang paling dominan adalah pola hidup dengan nilai OR 0,28.Kesimpulan : Terdapat hubungan bermakna antara basicconditioning factors terhadap self care management cairan. Faktoryang paling dominan memengaruhi self care management cairanadalah faktor pola hidupRekomendasi : Agar mampu meningkatkan kemampuan self caremanagement cairan pasien hemodialisa dengan melihat faktor yangmempengaruhinya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KATARAK DI POLIKLINIK MATA RSU PURBOWANGI KEBUMEN Dewi Sumiasih, Puspa; Septiwi, Cahyu; Puji Astuti, Dyah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Gangguan penglihatan dan kebutaan adalahpenyebab utama kesalahan refraksi dan katarak tidak dikoreksi.Pravelensi katarak dunia sebanyak 65,2 juta orang dan di Indonesia0,1% per tahun. Faktor penyebab katarak terdiri dari usia, jeniskelamin, riwayat kesehatan, penggunaan obat kortikosteroid, riwayatmerokok, konsumsi alkohol, trauma mata, penyakit mata, sinar UVdan status gizi.Tujuan : Untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinyakatarak di Poliklinik mata RSU Purbowangi Kebumen.Metode Penelitian : Penelitian menggunakan metode korelasionalkuantitatif dan cros sectional. Sampel berjumlah 100 respondendengan tekhnik purposive sample. Teknik analisa data univariat danbivariat melalui uji chi-square dan nilai odds ratio (OR).Hasil : Uji statistic chi-square tingkat kemaknaan 95% menunjukkanada hubungan katarak yang terdiri dari faktor umur (OR=8,145,IK:1,02-64,7), DM (OR=7,188, IK:1,3-39,5), hipertensi (OR=3,8,IK:1,4-9,6), sinar ultraviolet (OR=4,949, IK:1,9-12,5), sedangkanfaktor yang tidak ada hubungan dengan kejadian katarak (pvalue>0,05) terdiri dari faktor jenis kelamin, status pendidikan,pekerjaan, kebiasaan merokok, dan penggunaan obat kortikosteroid.Kesimpulan : Terdapat hubungan antara umur, riwayat DM,hipertensi, dan paparan sinar ultraviolet dengan kejadian katarak.Rekomendasi : Hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor jeniskelamin dan riwayat merokok perlu dikaji lebih dalam, sehingga darifaktor yang sudah diteliti dapat dijadikan acuan pencegahanterjadinya katarak.
Penerapan Kombinasi Penundaan Penjepitan Tali Pusat Dan Inisiasi Menyusu Dini Terhadap Lama Pelepasan Tali Pusat Astuti, Dyah Puji; Mutoharoh, Siti; Zakiyah, Nuri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Menurut WHO sebanyak 7000 bayi baru lahir meninggal setiap harinya, Indonesia yang merupakan negara berkembang terdapat 185 bayi meninggal per hari, dengan Angka Kematian Neonatal (AKN) 15/ 1000 kelahiran hidup. Tiga perempat kematian neonatal terjadi pada minggu pertama, dan 40% meninggal dalam 24 jam pertama. Penyebab kematian diantaranya adalah premature, asphiyxia dan infeksi. Salah satu infeksi pada bayi adalah infeksi tali pusat oleh sebab itu diperlukan inovasi berupa kombinasi penundaan penjepitan talipusat dan inisiasi menyusu dini untuk mengurangi infeksi pada tali pusat dan mempercepat lama lepas tali pusat pada bayi. Tujuan: Untuk Mengetahui lama lepasnya tali pusat setelah diterapkan kombinasi penundaan penjepitan tali pusat dan inisiasi menyusu dini (IMD). Metode: Merupakan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh dari observasi dan studi kepustakaan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2020. Partisipannya adalah 2 orang ibu bersalin yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, alat tulis, kamera, peralatan untuk melakukan pertolongan saat kelahiran dan BBL. Hasil:.Setelah dilakukan penerapan kombinasi penundaan penjepitan tali pusat dan inisiasi menyusu dini sebanyak 1 bayi (50%) mengalami puput tali pusat dengan cepat yaitu (< 5 hari) dan sebanyak 1 bayi (50%) mengalami puput tali pusat yang sedang (6-7 hari). Kesimpulan : penerapan kombinasi penundaan penjepitan tali pusat efektif untuk mempercepat lepasnya tali pusat pada bayi.
Pisang Ambon sebagai Upaya Meningkatkan Kadar Haemoglobin (Hb) Ibu Hamil Trimester Tiga dengan Anemia Mutoharoh, Siti; Dewi, Adinda Putri Sari; Astuti, Dyah Puji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO) tahun 2018 menyebutkan bahwa anemia merupakan masalah kesehatan yang berbahaya. Kejadian anemia pada ibu hamil di seluruh dunia mencapai 41,8 %. Pisang ambon memiliki kandungan zat besi sebesar 0,5 mg dan vitamin c 72 mg yang berfungsi untuk membantu penyerapan zat besi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Hb ibu hamil sebelum dan sesudah mengkonsumsi pisang ambon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Partisipan yang digunakan adalah ibu hamil trimester tiga yang mengalami anemia ringan dan sedang serta mengkonsumsi tablet Fe berjumlah 5 orang baik primipara maupun multipara, tidak alergi terhadap pisang ambon, dan yang tidak mengalami masalah kelainan atau keadaan patologi lainnya selama hamil. Pisang ambon dikonsumsi 2 kali dalam sehari yaitu pada pagi dan sore hari, 30 menit setelah makan selama 14 hari. Partisipan juga tetap mengkonsumsi tablet Fe satu tablet sehari menjelang tidur. Pengukuran kadar Hb dilakukan sebanyak 3 kali yaitu sebelum konsumsi pisang ambon, pada hari ke 7, dan pada hari ke 14. Hasil penelitian menunjukkan ada perubahan kadar Hb pada ibu hamil yang telah mengkonsumsi pisang ambon selama 14 hari. Semua partisipan sebelum perlakuan mengalami anemia ringan, dan pada hari ke 14 semua nya tidak anemia dengan kenaikan kadar Hb 1,8 sampai dengan 2,4 gr/dl. Kesimpulan penelitian ini adalah pisang ambon yang dikonsumi teratur sehari dua kali selama 14 hari mampu meningkatkan kadar Hb ibu hamil trimester tiga yang mengalami anemia.