Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Konflik Israel-Iran sebagai Pembuka Pecahnya Perang Dunia III: Dampaknya bagi Indonesia Indrawan, Jerry; Yuliandri, Putrawan
Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 17 No. 2 (2025): Politeia: Jurnal Ilmu Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/politeia.v17i2.17199

Abstract

Diawali serangan Israel ke Suriah yang menewaskan pejabat militer Iran, kedua negara terlibat dalam pertempuran udara yang cukup besar. Iran mengerahkan kurang lebih 300 drone untuk menyerang wilayah Israel, lalu dibalas Tel-Aviv dengan menembakkan misil ke wilayah Iran, tepatnya kota Isfahan. Konflik Israel-Iran ini bukan yang pertama. Sekalipun awalnya bersahabat di era Mohammad Reza Pahlavi, sejak Revolusi Islam Iran tahun 1979 kedekatan itu berakhir. Revolusi tersebut menjadi momentum historis terjadinya perubahan drastis hubungan diplomatik Iran-Israel. Konflik Israel-Iran ini menarik untuk dianalisis lebih dalam, khususnya terkait potensi pecahnya Perang Dunia III karena konflik dua negara pemilik senjata nuklir ini. Jika Perang Dunia III terjadi, tentu salah satu alat yang digunakan adalah senjata nuklir. Selain itu, tanpa perang pun ketegangan antara Teheran dengan Tel-Aviv sudah menciptakan dampak negatif bagi dunia, di mana salah satunya adalah kenaikan harga minyak yang pasti juga berdampak untuk Indonesia. Untuk itu, penelitian ini akan mencoba menganalisis apakah konflik Israel-Iran dapat menjadi pembuka bagi pecahnya Perang Dunia III, kemudian apa dampaknya bagi Indonesia
Reformasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dalam Perspektif New Public Service: Studi Kasus Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Taftahzani, Rezlan Izhar; Rafif, Faiz Akmal; Adya, Fabian Nathaniel Putra; Rosadi, Zidni Alfiyan; Indrawan, Jerry
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 10.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public services in Indonesia's population administration and civil registry (Dukcapil) sector have been known to be complicated, slow, and prone to illegal levies, causing public dissatisfaction. Dukcapil reform is an urgent need to improve the quality of services and strengthen the legitimacy of the government. This study aims to analyze the implementation of the New Public Service (NPS) paradigm in Dukcapil reform, focusing on the translation of NPS principles in policies, success determinants, and recommendations for strengthening services. The research method uses literature studies and policy analysis. The results demonstrate that the implementation of New Public Service (NPS) principles, which prioritize involvement, openness, and the public interest, is reflected in public service reforms in the population administration sector, including Civil Registration Information System (SIAK), ball pick-up services, and e-KTP digitization. Even though these reforms increase the legitimacy and effectiveness of the administration, they nevertheless run into issues like infrastructure constraints and bureaucratic opposition. Strong leadership, political backing, and a shift in bureaucratic culture toward democratic ideals are necessary for consistent execution.
Konflik Israel-Iran sebagai Pembuka Pecahnya Perang Dunia III: Dampaknya bagi Indonesia Indrawan, Jerry; Yuliandri, Putrawan
Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 17 No. 2 (2025): Politeia: Jurnal Ilmu Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/politeia.v17i2.17199

Abstract

Diawali serangan Israel ke Suriah yang menewaskan pejabat militer Iran, kedua negara terlibat dalam pertempuran udara yang cukup besar. Iran mengerahkan kurang lebih 300 drone untuk menyerang wilayah Israel, lalu dibalas Tel-Aviv dengan menembakkan misil ke wilayah Iran, tepatnya kota Isfahan. Konflik Israel-Iran ini bukan yang pertama. Sekalipun awalnya bersahabat di era Mohammad Reza Pahlavi, sejak Revolusi Islam Iran tahun 1979 kedekatan itu berakhir. Revolusi tersebut menjadi momentum historis terjadinya perubahan drastis hubungan diplomatik Iran-Israel. Konflik Israel-Iran ini menarik untuk dianalisis lebih dalam, khususnya terkait potensi pecahnya Perang Dunia III karena konflik dua negara pemilik senjata nuklir ini. Jika Perang Dunia III terjadi, tentu salah satu alat yang digunakan adalah senjata nuklir. Selain itu, tanpa perang pun ketegangan antara Teheran dengan Tel-Aviv sudah menciptakan dampak negatif bagi dunia, di mana salah satunya adalah kenaikan harga minyak yang pasti juga berdampak untuk Indonesia. Untuk itu, penelitian ini akan mencoba menganalisis apakah konflik Israel-Iran dapat menjadi pembuka bagi pecahnya Perang Dunia III, kemudian apa dampaknya bagi Indonesia
Kebijakan Keamanan Siber dan Kedaulatan Data: Suatu Kunci Dalam Mewujudkan Digitalisasi Pemilu di Indonesia Suprayitno, Dede; Indrawan, Jerry; Hartanto, Hartanto; Yuliandri, Putrawan
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol. 10 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Public Administration, Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjap.v10i1.11782

Abstract

Technological advances require Indonesia to transform. In elections, technological advances seem to demand promising changes. Indonesia has also implemented digitalization of elections in stages, starting with the Voter Data Information System (SIDALIH) and the Vote Counting System (SITUNG). This study is peeled through a qualitative approach with a descriptive method. This technique is used to parse research topics and create descriptions in a systematic, factual and accurate manner based on literary sources. The results of the study state that Indonesia has started digitizing elections and has made developments from time to time. The digitization of elections is also an urgent need to improve the quality of democracy in the country and economic efficiency. To support this, it is necessary to strengthen the digitization of elections. Among them are strong cyber security policy regulations to support data sovereignty, strengthening information technology infrastructure that is evenly distributed and the readiness of human resources which is realized by increasing digital literacy.
Partisipasi Politik Masyarakat di Era Politik Siber Indrawan, Jerry; Rosa, Astin Julia; Ilmar, Anwar; Nathanael, Garcia Krisnando
Journal of Political Issues Vol 3 No 1 (2021): Journal of Political Issues
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v3i1.44

Abstract

Dalam perkembangan dunia masa kini banyak bermunculan teknologi-teknologi yang dapat mempermudah hidup manusia, salah satunya adalah internet yang berada dalam ranah siber. Perkembangan teknologi dalam internet saat ini memungkinkan aktivitas-aktivitas politik dijalankan melalui ranah tersebut. Perkembangan dalam bentuk kemudahan-kemudahan untuk mengakses informasi-informasi yang berkaitan aktivitas-aktivitas politik saat ini banyak dilakukan melalui medium siber tersebut, sehingga disebut dengan politik siber. Politik siber sangat mengandalkan platform digital untuk mendiseminasikan pesan-pesan politik. Dengan demikian, di tengah kencangnya arus teknologi informasi saat ini, diharapkan era politik siber dapat berpengaruh positif terhadap partisipasi politik masyarakat. Partisipasi politik masyarakat sangat diperlukan dalam menentukan pemimpin-pemimpin politik karena peran mereka sangat tinggi di dalam era politik siber. Hasil penelitian penulis menunjukkan bahwa partisipasi politik masyarakat di era siber mengalami peningkatan, khususnya melalui sarana-sarana daring. Sarana-sarana tersebut, adalah peningkatan kampanye daring yang banyak dilakukan melalui media sosial. Untuk itu, tulisan ini akan menjelaskan keterkaitan antara aktivitas politik di era politik siber dengan partisipasi politik masyarakat. Metode penelitian bersifat kualitatif dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur
Rekonsiliasi Politik Pasca Pilpres 2019: Menumbuhkan Semangat Kebangsaan dalam Konstruksi Sosial Budaya Indrawan, Jerry; Ilmar, Anwar; Kusuma, Ardli Johan
Journal of Political Issues Vol 4 No 1 (2022): Journal of Political Issues
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v4i1.78

Abstract

Kontestasi politik pada Pemilu 2019 lalu memiliki dampak yang cukup mengejutkan. Terlepas dari siapa yang menang, bangsa ini terkesan terbagi menjadi dua kubu, yaitu kubu Jokowi (01) dan kubu Prabowo (02). Polarisasi politik, sosial, dan budaya terjadi pada level elit hingga masyarakat. Potensi perpecahan atau disintegrasi bangsa bisa saja muncul dan menjadi ancaman bagi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai ini jika tidak ada upaya nyata untuk memperbaikinya. Untuk itu, diperlukan sebuah upaya nyata untuk menyelesaikan masalah ini. rekonsiliasi nasional untuk menyatukan kembali insan-insan bangsa yang terlepas tali kebangsaannya. Rekonsiliasi yang terjadi harus bersifat menyeluruh sehingga berdampak positif ke semua lapisan, baik elit, maupun masyarakat, dan dilakukan bersamaan secara top-down, maupun bottom-up. Kemudian, rekonsiliasi pasca Pilpres ini juga harus menumbuhkan semangat kebangsaan dalam konstruksi sosial budaya agar pasca rekonsiliasi setiap elemen bangsa secara otomatis akan bersatu padu untuk mencapai tujuan dan cita-cita nasional. Menyikapi kondisi bangsa yang demikian, tulisan ini ingin membahas tentang bagaimana rekonsiliasi politik sebaiknya dilakukan untuk mempersatukan kembali pihak-pihak yang bertikai pasca Pilpres 2019. Rekonsiliasi yang dilakukan ini pada akhirnya harus dapat menumbuhkan semangat kebangsaan dalam konstruksi sosial budaya.
Revolutions in Military Affairs (RMA) Policy in Countering the Threat of Terrorism and Cyber Crime in Singapore Indrawan, Jerry; Zahira, Azila
Mandala: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional Vol 7 No 1 (2024): Mandala: Jurnal Hubungan Internasional
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/mjihi.v7i1.7543

Abstract

As a country located in the Southeast Asia Region with a very small area flanked by several major regional powers, Singapore is vulnerable to symmetrical and asymmetrical threats. If Singapore does not develop its military capabilities, there will be more threats to its people. Many asymmetrical threats experienced by Singapore are cyber attacks, both terrorism and cyber crime. This is because Singapore is a developed country with a growing economy, and has advanced information and technology infrastructure, which makes it digitally vulnerable. In addition, Singapore has good relations with Western countries that make it an easy target for acts of terrorism, especially in Southeast Asia, which is known for its massive affiliation with global terror groups. The author uses a descriptive qualitative method by searching for data through books, journals, online literature, and other supporting data. The purpose of writing this research is to find out how Singapore's RMA policy deals with the threat of terrorism and cybercrime
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL BUPATI NOORMIILIANI – RAHMADIANOOR TERHADAP TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT BARITO KUALA Tayibnapis, Radita Gora; Abdurrohim, Muhammad; Yuliandri, Putrawan; Indrawan, Jerry
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.36850

Abstract

Pemerintahan Daerah seperti halnya di wilayah Kabupaten Barito Kuala sebagai wilayah kecil kerap tertutup dan kurangnya transparansi data riset terkait kinerja pemerintah. Sehingga Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Barito Kuala (BATOLA) Noormiliani – Rahmadianoor perlu dibangun sebuah program evaluasi pemerintah yang selama ini kurang terukur dan kurang transparansi dihadapan publik pada data survei atauun elektabiulitasnya di mata masrakat terutama wagra setempat. Sehingga melalui Teori Kepemimpinan Transformasional untuk mengukur kepuasan masyarakat Batola dengan menggunakan pendekatan kuantitatif-Deskriptif dan eksplanatif melalui studi pengaruh untuk menemukan kesinambungan penilaian masyarakat terhadap Kepala DAerahnya. . Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kepuasan masyarakat Batola terhadap kepemipinan dari Bupati dan Waklil Bupati, Noormiiliani dan Rahmadianoor baik itu dari segi kinerja dan pemberian sarana akses kepada publiks serta dinilai lebih menyejahterakan.
Kondisi Konflik di Indo-Pasifik: Memahami Akar Masalah dari Aukus hingga Manuver China Indrawan, Jerry
Jurnal Review Politik Vol. 12 No. 1 (2022): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrp.2022.12.1.124-145

Abstract

Aliansi kerjasama pertahanan bernama AUKUS muncul di Indo-Pasifik di tengah kebangkitan China sebagai calon negara hegemoni dunia. AUKUS seakan menentang hegemoni China di kawasan karena kepentingan negara-negara yang tergabung di dalamnya pasti akan terganggu dengan bangkitnya kekuatan negeri Tirai Bambu tersebut. Sebagai salah satu negara di Indo-Pasifik, Indonesia tentu merasakan dampak dari rivalitas negara-negara hegemonistik yang berkelakuan mirip pendahulunya pada era Perang Dingin dahulu. Sebuah era yang kental dengan nuansa ancaman perang, sesuai teori Regional Security Complex. Teori ini akan menjadi landasan analisis penulis untuk membahas tentang AUKUS, khususnya dari sudut pandang potensi ancaman antara negara-negara di kawasan Indo-Pasifik sebagai aki­bat kehadiran AUKUS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa AUKUS dibentuk oleh Australia, Inggris, dan Amerika Serikat sebagai anti-tesis manuver China di Indo-Pasifik. Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan beberapa usulan kebijakan strategis yang bisa dila­ku­kan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif-analisis, di mana proses pengumpulan data dilaku­kan melalui studi pustaka.
Analizing UPNVJ Political Science Students Perception Of "Oke Gas" Political Branding On TikTok In The Context Of Prabowo Subianto's Presidential Campaign Imperanur, Aura Hallyka; Indrawan, Jerry
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol. 9 No. 1 (2025): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v9i1.59

Abstract

This study explores the perceptions of Political Science students at UPNVJ regarding the “Oke Gas” campaign content on TikTok as part of Prabowo Subianto’s political branding strategy during the 2024 presidential election. Employing a descriptive qualitative method, the research investigates how students interpret the use of populist, symbolic, and visual communication in digital political campaigns. Findings indicate that students view the strategy as an adaptive response to the youth-dominated voter demographic, yet remain divided in their assessments some consider it effective, while others perceive it as superficial rebranding that prioritizes personal image over policy substance. The research also highlights students’ concerns about the potential decline in deliberative democratic quality due to emotionally driven content.TikTok’s role as a fast-paced, interactive platform is acknowledged as effective in disseminating political messages, but it also raises critical questions about the balance between virality and substantive political discourse. Political Science students, equipped with analytical frameworks and democratic awareness, are positioned not merely as campaign targets but as active evaluators of political strategy. Their perceptions are shaped by media ecology, youth political orientation, and the tension between electoral marketing and participatory democratic ideals. This study contributes to understanding how political branding in the digital age is received by an increasingly critical and digitally literate electorate.