Claim Missing Document
Check
Articles

Found 51 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Penentuan Jumlah Kebutuhan Tenaga Kerja Teknisi Provisioning PT Telkom Akses Dengan Menggunakan Metode Full Time Equivalent Novita Permata Sari; Litasari Widyastuti Suwarsono; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - PT Telkom Akses (PTTA) merupakan anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia, yang bergerak dalam bisnis penyediaan layanan konstruksi dan pengelolaan infrastuktur jaringan. Selama mengalami kenaikan pemesanan dalam pelayanan IndiHome pada PTTA area Kopo, teknisi provisioning selalu berupaya untuk mencapai target dan perusahaan dan berupaya menyelesaikan order pada hari yang ditugaskan., sehingga teknisi provisioning pada area Kopo membutuhkan tenaga kerja tambahan dari STO terdekat jika mengalami tren order yang meningkat. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis waktu baku dan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan beban kerja yang diterima. Perusahaan membuat target pencapaian pada teknisi provisioning dalam memyelesaikan order dalam sehari melayani 4 order selama 120 menit untuk 1 order. Analisis waktu baku dilakukan dengan analisis waktu aktual dan waktu baku selama observasi. Untuk mengukur beban kerja pada teknisi provisioning dan mendapatkan jumlah kebutuhan tenaga kerja dapat menghitung dengan menggunakan metode Full Time Equivalent yang meliputi kategori beban kerja underload, nomal, dan overload. Dari hasil analisis pada penelitian mengenai beban kerja teknisi provisioning didapatkan hasil nilai FTE dengan kategori normal dan overload. Hasil perhitungan FTE pada teknisi provisioning terdapat 5 kelompok regu dengan beban kerja kategori overload (FTE > 1.28) adalah Regu 2 (1.50 – overload), Regu 3 (1.47 - overload), Regu 4 (1.44 - overload), Regu 7 (1.35 - overload), dan Regu 9 (1.37- overload). Berdasarkan hasil dari pengukuran beban kerja maka perusahaan perlu melakukan pemenuhan tenaga kerja pada teknisi provisioning area Kopo dengan menambah jumlah kebutuhan tenaga kerja sejumlah 10 orang yang terbagi menjadi 5 regu tambahan. Penelitian ini memberikan usulan kepada perusahaan dalam melakukan pemenuhan tenaga kerja dengan merekrut pegawai baru atau melakukan switching atau transfer teknisi dari area STO terdekat pada wilayah telekomunikasi Bandung. Kata kunci: Waktu baku, beban kerja, full time equivalent, kebutuhan tenaga kerja Abstract - PT Telkom Akses (PTTA) is a subsidiary of PT Telekomunikasi Indonesia, which is engaged in the business of providing construction services and management of network infrastructure. During the increase of bookings in the IndiHome services in the PTTA area of Kopo, the provisioning technicians always strive to reach the target and the company and attempt to complete the order on the assigned day., so that technicians are provisioning on the area Kopo requires additional labor from the closest STO if subjected to increased order trend. In this research will be conducted analysis of the raw time and labor needs based on the workload received. The company made achievement targets on the provisioning technician in order to set up a day to serve 4 orders for 120 minutes for 1 order. The default time analysis is performed with actual time analysis and default time during observation. To measure workloads on provisioning technicians and get the amount of labor needs can be calculated using Full Time Equivalent methods that include Underload, Nomal, and overload workload categories. From the analysis of the research on the workload of the provisioning technician obtained the results of FTE value with normal category and overload. FTE calculation result in provisioning technician There are 5 teams group with overload category workload (FTE > 1.28) is Squad 2 (1.50 – overload), Squad 3 (1.47-overload), Squad 4 (1.44-overload), squad 7 (1.35-overload), and Squad 9 (1.37-overload). Based on the results of the workload measurement, the company needs to fulfill the manpower to provisioning area technicians Kopo by increasing the number of manpower needs a total of 10 people divided into 5 additional teams. This research provides proposals to the company in fulfilling the manpower by recruiting new employees or switching or transferring technicians from the nearby STO area of Bandung Telecommunication area. Keyword: Standard time, workload, full time equivalent, employee requirement
Perancangan Resource Management Plan Sebagai Baseline Untuk Proyek Elearning Pada Universitas X Dengan Acuan Pmbok Edisi Ke-6 Zahroh Oliviany Fadilah Thomas; Devi Pratami; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak E-Learning merupakan media pembelajaran di bidang teknologi komunikasi dan informasi. Sesuai dengan Undang-Undang Perguruan Tinggi Nomor 12 Tahun 2012 Pasal 31 tentang Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) menjelaskan bahwa PJJ merupakan proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi. Sesuai dengan Undang-Undang tersebut maka Universitas X melakukan perencanaan pembuatan proyek e-Learning yang akan menunjang pembelajaran mahasiswa di universitas. Proyek e-Learning yang direncanakan akan dimulai pada bulan April 2018 dan berakhir pada tahun 2020, akan tetapi proyek dijalankan memiliki kendalan sehingga mulainya proyek pada April 2018 mundur menjadi Oktober 2018. Mundurnya jadwal mulai proyek dikarenakan dokumen resource management plan belum lengkap. Data yang dibutuhkan pada dokumen resource management plan yaitu WBS, Work package, WBS dictionary, SOW, gantt chart, activity list, struktur organisasi, job desriptions. Data yang dibutuhkan diolah menjadi proses bisnis, RACI, resource requirement plan, resource histogram, training needs. Data yang diolah menghasilkan resource management plan yang dibutuhkan untuk melengkapi dokumen proyek yang belum lengkap pada proyek e-Learning yang akan dilakukan. Kata Kunci : E-Learning, RACI, resource requirement plan, resource histogram, training needs. Abstract E-Learning is a learning media in the field of communication and information technology. In accordance with the Law on Higher Education Number 12 of 2012 Article 31 on Distance Education (PJJ) explains that PJJ is a teaching and learning process carried out remotely through the use of various communication media. In accordance with the Law, University X plans to make e-Learning projects that will support student learning at the university. The e-Learning project is planned to begin in April 2018 and end in 2020, but the project has a constraint so that the project start in April 2018 will be postponed to October 2018. The delay in the project start schedule is due to the incomplete resource management plan document. The data needed on the resource management plan document are WBS, Work package, WBS dictionary, SOW, gantt chart, activity list, organizational structure, job desriptions. The data needed is processed into a business process, RACI, resource requirements plan, resource histogram, training needs. The data that is processed produces a resource management plan that is needed to complete the project documents that are not yet complete in the e-Learning project to be carried out. Keywords: E-Learning, RACI, resource requirement plan, resource histogram, training needs.
Perencanaan Estimasi Alokasi Pekerja Pada Pt Ahaz Karya Mandiri Dengan Menggunakan Metode Resource Leveling Dan Forecasting Yona Rizkita Cindo; Atya Nur Aisha; Litasari W. Suwarsono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Ketidakpastian demand proyek seringkali membuat perusahaan kekurangan pekerja yang akan mengerjakan proyek selanjutnya hal tersebut dikarenakan pekerja tersebut masih dalam penyelesaian proyek sebelumnya sehingga perusahaan biasanya melakukan recruitment pekerja part-time yang akan memenuhi kuota kelompok pekerja sehingga dibutuhkan suatu estimasi pengalokasian terhadap resources proyek untuk meminimalisasi recruitment pekerja part-time. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu resource leveling dan forecasting dengan tujuan dari penggunaan metode tersebut mengevaluasi dan meramalkan estimasi alokasi pekerja berdasarkan jenis proyek. Hasil yang didapatkan menggunakan resource leveling pada bangunan gedung berupa 1 mandor, 8 pekerja, 5 tukang besi, 4 tukang batu, 4 tukang kayu, 3 tukang listrik, 3 tukang pipa dan 4 tukang cat, bangunan sipil berupa 1 mandor, 3 pekerja, 2 tukang besi, 2 tukang batu, 2 tukang kayu, dan 1 tukang cat, sedangkan forecasting terdiri dari model regresi jumlah pekerja adalah 𝒀 = 𝟖. 𝟏𝟕𝟖+ 𝟑. 𝟕𝟐𝟐𝑬−𝟎𝟖𝒙 dan 𝒀 = 𝟏𝟓. 𝟐𝟎𝟐+ 𝟐. 𝟖𝟔𝟔𝑬−𝟎𝟖𝒙 sedangkan proporsinya adalah bangunan sipil 0.10 mandor, pekerja menghasilkan model regresi y = (2.49*10^-10)x + 0.274, 0.35 tukang besi, 0.14 tukang batu, 0.14 tukang kayu, 0.15 tukang cat, bangunan gedung adalah 0.07 mandor, 0.25 pekerja, 0.16 tukang besi, 0.13 tukang batu, 0.11 tukang kayu, 0.09 tukang listrik, 0.09 tukang pipa, 0.14 tukang cat. Kata kunci: resources, estimasi pengalokasian, resource leveling, forecasting Abstract - Uncertainty of demand projects frequently company has lack the resource who will do the next project because the resources still on the previous project when the previous project still on progress, accordingly the company usually do recruitment for part-time resources who will be fullfil the project resource’s quota. Therefore an estimate of the allocation of resources to the project is needed to minimize recruitment of part-time resources. The methods used on the research are resource leveling and forecasting with purpose of used the methods to evaluated and forecasted estimate allocation resources based on type of project Based on calculation the results get from resource leveling are for building consists of 1 foreman, 8 workers, 5 blacksmiths, 4 masons, 4 carpenters, 3 electricians, 3 plumbers and 4 painters, civil buildings , 1 foreman , 3 workers, 2 blacksmiths, 2 masons, 2 carpenters, and 1 painter. While the forecasting are regression model for amount of resources consists of 𝒀 = 𝟖. 𝟏𝟕𝟖+𝟑. 𝟕𝟐𝟐𝑬− 𝟎𝟖𝒙 dan 𝒀 = 𝟏𝟓. 𝟐𝟎𝟐+ 𝟐. 𝟖𝟔𝟔𝑬− 𝟎𝟖𝒙 while the proportion for building consists of 0.10 for foreman , y = (2.49*10^-10)x + 0.274 for workers, 0.35 for blacksmiths, 0.14 for masons, 0.14 carpenters, and 0.15 for painter and building consists of 0.07 for foreman, 0.25 for workers, 0.16 for blacksmiths, 0.13 for masons,0.11 for carpenters,0.09 for electricians, 0.09 for plumbers and 0.14 for painters Keyword: resources, estimated of allocation, resource leveling, linear regression analysis
Rancangan Kinerja Dosen Bidang Penunjang Di Lingkungan Fakultas Rekayasa Industri Dengan Pendekatan Management by Objective (MBO) Muhammad Rizki Apriliansyah; Atya Nur Aisha; Litasari W Suwarsono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Universitas Telkom membuat sebuah sistem penilaian kinerja dosen bernama Tel-U Point (Telkom University Performance on Individual Point) Untuk menjamin pelaksanaan tugas dosen berjalan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Menurut beberapa narasumber masalah yang ada dalam Tel-U Poin adalah perhitungan yang tidak sesuai sehingga antara usaha dan waktu yang sudah diluangkan tidak sesuai dengan SKS yang diberikan. Penelitian ini menggunakan hakikat metode MBO dan metode FTE untuk mengetahui beban kerja dosen. Hasil dari FTE beban kerja dosen terdapat 21% kegiatan dengan keterangan Under Allocated, 7% kegitan dengan keterangan Optimal, dan 72% kegiatan Over Allocated. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa kegiatan penunjang dosen Fakultas Rekayasa Industri Over Allocated. Usulan yang diberikan tidak hanya berdampak pada hasil poin yang didapatkan oleh dosen, namun juga dapat mempengaruhi semangat dosen dalam melakukan kegiatan penunjang. Berikut merupakan usulan rumus perhitungan kinerja dosen bidang penunjang adalah SKS = (Jumlah waktu tercatat/Jumlah waktu efektif perminggu dikti)xAturan SKS per Indikator. Dimana pada pengusulan rumus perhitungan kinerja ini dosen dinilai bukan karena jumlah kegiatan atau jumlah siswa yang berpartisipasi saja, akan tetapi waktu yang diluangkan dosen akan mempengaruhi poin dosen di Tel-U Poin. Abstract Telkom University creates a lecture performance app appraisal system named Tel-U Point (Telkom University Performance on Individual Points) To ensure the implementation of the duties of the lecturer runs in accordance with the criteria stipulated in the legislation. According to some speakers, the problem in Tel-U Points is that the calculation is not appropriate so that the effort and time spent has not been in accordance with the credit provided. This study uses the nature of the MBO method and the FTE method to determine the lecturer workload. The results of the FTE lecturer workload are 21% of activities with information on Under Allocated, 7% of activities with Optimal information, and 72% of Over Allocated activities. The results of data processing show that the supporting activities of the Over Allocated Industrial Engineering Faculty lecturers. The proposal given does not only have an impact on the results of the points obtained by the lecturer, but also can affect the enthusiasm of the lecturer in carrying out supporting activities. The following is a proposed formula for calculating the performance of lecturers in supporting fields is Credit = (Amount of time recorded/Amount of Dikti weekly Effective time)/Credit per Indicator. When in proposing this performance calculation formula the lecturer is assessed not because of the number of activities or the number of students participating only, but the time spent by the lecturer will affect the lecturer points at Tel-U Points.
Perencanaan Kebutuhan Tenaga Kerja Operator Sewing Di Pt Xyz Menggunakan Metode Work Sampling Dan Nasa-tlx Nabila Vidya Ariani; Atya Nur Aisha; Fida Nirmala Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Manusia merupakan aset utama dalam organisasi, sehingga sumber daya manusia (SDM) harus dikelola dan dimanfaatkan secara seimbang dan manusiawi. Analisis beban kerja diperlukan untuk memastikan pekerjaan yang dilakukan berjalan dengan baik dan sumber daya manusia memiliki beban kerja yang optimal. PT XYZ mengalami kenaikan dan penurunan tingkat turnover yang signifikan. Nilai beban kerja tersebut dirasakan dari pekerjaan fisik seperti tenaga kerja yang dikeluarkan pada line tersebut lebih besar dengan line yang sudah optimal, lingkungan kerja yang tidak kondusif, gerakan kerja yang terbatas, suhu ruang kerja yang cukup panas. Selain pekerjaan fisik, nilai beban kerja juga dirasakan dari mental operator seperti kebutuhan waktu, dimana deadline yang diberikan oleh PT XYZ setiap line nya sama, sehingga hal tersebut memengaruhi performansi kerja ataupun tingkat frustasi operator. Dalam upaya meningkatkan produktivitas operator PT XYZ perlu dilakukan pengukuran terhadap beban kerja dengan menggunakan metode yang telah diakui, karena permasalahan tersebut akan mengurangi tingkat beban kerja operator. Analisis beban kerja operator sewing digunakan untuk mengetahui beban kerja eksisting dan sebagai dasar dalam penentuan kebutuhan operator setiap line nya yang tidak merata. Hasil analisis beban kerja menggunakan metode work sampling dan NASA-TLX pada line 11, 12 dan 13, dimana line tersebut mempunyai kategori beban kerja yang tinggi. Pada metode work sampling, line 11 memiliki nilai beban kerja sebesar 107,84%, line 12 memiliki nilai beban kerja sebesar 108,83%, dan line 13 memiliki nilai beban kerja sebesar 110,43%. Pada metode NASA-TLX, line 11 memiliki nilai beban kerja sebesar 70, line 12 memiliki nilai beban kerja sebesar 67, dan line 13 memiliki nilai sebesar 67. Ditinjau dari sisi beban kerja fisik dan mental operator, jumlah penambahan operator yang diusulkan yaitu masing-masing 1 operator pada setiap line. Kata kunci : Beban Kerja, Work Sampling, NASA-TLX, kebutuhan operator Abstract Humans are the main assets in the organization, so that human resources (HR) must be managed and utilized in a balanced and humane manner. Workload analysis is needed to ensure that the work carried out goes well and human resources have an optimal workload. PT XYZ experienced a significant increase and decrease in turnover. The value of the workload is felt from physical work such as labor that is issued on the line is greater with an optimal line, a non-conducive work environment, limited work movements, a fairly hot workspace temperature. In addition to physical work, the workload value is also felt by the operator's mentality such as time requirements, where the deadlines provided by PT XYZ are the same, so that it affects work performance or the operator's frustration. In an effort to increase the productivity of PT XYZ operators, it is necessary to measure workloads using a recognized method, because these problems will reduce the level of operator workload. The workload analysis of sewing operators is used to determine the existing workload and as a basis for determining uneven operator requirements for each line. The workload analysis results using the work sampling method and NASA-TLX on lines 11, 12 and 13, where the line has a high workload category. In the work sampling method, line 11 has a workload value of 107.84%, line 12 has a workload value of 108.83%, and line 13 has a workload value of 110.43%. In the NASA-TLX method, line 11 has a workload value of 70, line 12 has a workload value of 67, and line 13 has a value of 67. Judging from the operator's physical and mental workload, the number of additional operators proposed is respectively each operator on each line. Keywords: Workload, Work Sampling, NASA-TLX, operator requirements
Rancangan Perbaikan Tunjangan Struktural Pada Tenaga Penunjang Akademik (tpa) Universitas Telkom Berdasarkan Evaluasi Jabatan Menggunakan Metode Cullen Egan Dell Prantia Amanda; Litasari Widyastuti Suwarsono; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Saat ini Universitas Telkom sedang mengalami permasalahan yang berkaitan dengan tunjangan stuktural yang diberikan kepada karyawannya, yaitu sistem pemberian tunjangan stuktural yang berlaku saat ini di Universitas Telkom belum berdasarkan nilai relatif jabatan dan disama ratakan untuk masing-masing level jabatan.Hal ini dirasakan tidak memberikan keadilan kepada karyawan Tenaga Penunjang Akademik (TPA) di Universitas Telkom, karena pada setiap tingkat pekerjaan memiliki deskripsi pekerjaan yang berbeda, tingkat kesulitan yang berbeda dan isu-isu yang beragam. Untuk merancang sistem kompensasi yang dibutuhkan oleh Universitas Telkom, yang harus dilakukan pertama adalah melakukan evaluasi jabatan. Evaluasi pekerjaan harus dilakukan dengan menggunakan metode yang tepat, sehingga menghasilkan formula yang tepat dalam pemberian tunjangan stuktural karyawan. Metode evaluasi jabatan yang cocok untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Universitas Telkom saat ini adalah metode Cullen Egan Dell. Metode Cullen Egan Dell memiliki tiga faktor utama dan delapan subfaktor yang harus diperhatikan dalam menentukan sistem kompensasi berdasarkan evaluasi jabatan pada perusahaan. Hasil evaluasi jabatan dengan menggunakan metode Cullen Egan Dell adalah nilai relatif jabatan dari berbagai posisi yang akan dinilai. Maka nilai relatif jabatan ini menjadi salah satu variabel yang digunakan dalam perancangan formula menghitung tunjangan stuktural yang merupakan tujuan dari dilakukannya penelitian ini. Kata Kunci : Evaluasi Jabatan, Tenaga Penunjang Akademik, Tunjangan Struktural, Cullen Egan Dell. Abstract : Telkom University is currently experiencing problems relating to structural benefits provided to its employees, namely the system of providing structural benefits that is currently in effect at Telkom University is not based on the relative value of the position and is equalized for each level of position. to Academic Support Staff employees at Telkom University, because at every level of work they have different job descriptions, different levels of difficulty and various issues. To design the compensation system needed by Telkom University, the first thing to do is to evaluate the position. Job evaluation must be carried out using the right method, so as to produce the right formula in providing employee structural allowances. Position evaluation method that is suitable for solving existing problems at Telkom University is the Cullen Egan Dell method. The Cullen Egan Dell method has three main factors and eight subfactors that must be considered in determining a compensation system based on job evaluation at the company. The result of job evaluation using the Cullen Egan Dell method is the relative position value of the various positions to be assessed. Then the relative value of this position is one of the variables used in the design of a formula to calculate structural benefits which is the purpose of this research. Keywords: Job Evaluation, Academic Support Staff, Structural Allowances, Cullen Egan Dell.
Perancangan Key Results Prioritas Di Inagri Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Dita Ayu Wandira; Litasari Widyastuti Suwarsono; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INAGRI menggunakan Objective and Key Results (OKR) untuk mengukur kinerja. Pengukuran OKR yang sudah dilakukan oleh INAGRI, masih belum mencapai target key results yang telah ditetapkan. Hal itu, menyebabkan target perusahaan yang tidak tercapai. Key Results yang digunakan oleh INAGRI juga memiliki jumlah yang cukup banyak sehingga sulit untuk di capai dalam satu kuartal. Tugas akhir ini menggunakan framework Objective and Key Results (OKR) yang terdiri atas tiga tahap, yaitu memberikan ulasan pada OKR pada tahapan ini penulis melakukan evaluasi kriteria relevance dan effieciency dan melakuakan evaluasi terhadap OKR eksisting, tahapan kedua yaitu menetapkan objective dari hasil evaluasi OKR eksisting dan tahapan ketiga menentukan key results. Dalam tahap penentuan key results penulis akan menghitung bobot prioritas dari key results yang telah dievaluasi untuk menentukan bobot proritas atas key results terhadap target perusahaan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penggunaan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) menghasilkan rancangan OKR dengan key results prioritas. Objective prioritas yang didapatkan adalah meningkatkan awareness agen dan warung INAGRI B2C dengan empat key results, akuisisi market baru INAGRI B2C agen dan warung dengan tiga key results, B2B market dengan dua key results. Kata kunci : : Performance Management, Objective and Key Results, Analytical Hierarchy Process, Key Results Prioritas.
Perancangan Alat Ukur Kinerja Gosmsgateway Dengan Kerangka Integrated Performance Measurement System (ipms) Yesica Berliana Chrismadora; Atya Nur Aisha; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GoSMSGateway adalah salah satu perusahaan di bidang sistem layanan pengirimaan SMS secara online. Persaingan di dunia bisnis yang sama membuat GoSMSGateway harus bersaing menjaga keberlangsungan perusahaan. Permasalahan GoSMSGateway saat ini adalah pengukuran kinerja yang hanya berfokus terhadap strategi keuangan sehingga belum cukup untuk menjaga keberlangsungan perusahaan. Perusahaan harus memperhatikan indikator keberhasilan non finansial seperti kebutuhan stakeholder yang dapat menyebabkan kinerja pada perusahaan menurun, sehingga perlu dilakukan pembaharuan alat ukur kinerja yang lebih befokus pada kebutuhan dari setiap stakeholder. Perancangaan dilakukan menggunakan pendekatan Intergrated Performance Measurement System (IPMS) yang sangat relevan digunakan karena memperhatikan setiap kebutuhan stakeholder dan mengidentifikasi permasalah pada setiap level bisnis suatu perusahaan yang masih berkembang. Hasil dari penelitian adalah Key Performance Indicator (KPI) yang berfungsi untuk mengontrol kinerja perusahaan. Data yang diambil dari penyebaran kuisioner pada setiap stakeholder GoSMSGateway kemudian diolah dengan pendekatan IPMS. Telah teridentifikasi terdapat 4 stakeholder dan didapatkan 6 kebutuhan pelanggan, 6 kebutuhan pegawai, 5 kebutuhan pengelola dan 3 kebutuhan supplier. Dari kebutuhan tersebut menghasilkan total 8 objective dari semua stakeholder. Dari objective yang didapat, ditemukan 15 KPI yang sesuai dan telah diverifikasi oleh perusahaan yaitu 3 KPI pelanggan, 5 KPI pegawai, 4 KPI pengelola, dan 3 KPI supplier. Kata Kunci : Stakeholder, Intergrated Performance Measurement System (IPMS), KPI
Perancangan Blueprint Sistem Pendukung Keputusan Pemilihanvendor Di Cv Surya Artha Menggunakan Metode Waterfall Dewi Larasati; Litasari W. Suwarsono; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakCV Surya Artha adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengadaan barang dan jasa. Dalam Tugas Akhir ini ditemukan akar permasalahan paling dominan yang menyebabkan terjadinya keterlambatan proyek yaitu pengadaan barang datang terlambat akibat kelalaian vendor. Blueprint sistem pendukung keputusan pemilihan vendor di CV Surya Artha berbasis web pun dibuat untuk memudahkan perusahaan dalam memilih vendor yang tepat berdasarkan kriteria dan sub kriteria baru. Metode yang digunakan dalam perancangan kriteria yaitu metode AHP dengan kriteria menggunakan model QCDFR (Quality, Cost, Delivery, Flexibility, dan Responsiveness) beserta subkriteria yang disesuaikan dengan kebutuhan dan akar permasalahan yang terjadi di perusahaan. Sedangkan metode yang digunakan untuk perancangan blueprint sistem pendukung keputusan pemilihan vendor yaitu metode waterfall. Hasil dari Tugas Akhir ini didapatkan 5 kriteria yaitu kriteria quality merupakan peringkat satu dengan barang sesuai dengan spesifikasi yang diminta dan kemampuan memberikan kualitas secara konsisten. Kriteria peringkat kedua yaitu delivery dengan ketepatan waktu pengiriman, ketepatan kuantitas barang yang dikirim, dan kedekatan jarak lokasi pengiriman. Kriteria peringkat ketiga yaitu cost dengan kesesuaian harga barang dan kemudahan metode pembayaran. Kriteria peringkat keempat yaitu responsiveness dengan kesigapan dalam bertanggung jawab atas keluhan dan respon terhadap perubahan pesanan. Kriteria peringkat kelima yaitu flexibility dengan perubahan pesanan dan perubahan waktu pengiriman.Kata kunci: Blueprint, Sistem Pendukung Keputusan, Pemilihan Vendor.
Pt Rti Production Division Manpower Planning Based On Workload Analysis Using Work Sampling Method Alfian Kusuma Aji; Atya Nur Aisha; Yussi Perdana Saputera
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human resources have a role to support the realization of the company's strategic plan and increase company productivity. In the last three years PT RTI can’t fulfill the demand target on time and also due to the lack of manpower, causing the workload in the production division to increase. Workload analysis and manpower planning will be done by using work sampling method. Result of calculation is a standard time that can be used for the manpower planning. The results of the workload analysis show that the workload limit control is from 107,96% to 126,62%. The workload for each job is as follows: Designer (107,11% - Underload), Mechanic (145,59% - Overload), System Developer (118,61% - Optimal), Quality Control Staff (98,46% - Underload). The manpower planning needed in the company are one designer, five mechanics, three system developers and one quality control staff. Keywords : manpower planning, work sampling, workload
Co-Authors ., Yassierli Adhijaksa, Nanda Fachry Alan Arif Dharmasaputra Alan Arif Dharmasaputra Alan Arif Dharmasaputra, Alan Arif Alfian Kusuma Aji Annisaa Rasyida Annisaa Rasyida Annisaa Rasyida, Annisaa Ari Hendriyanto Aulia F. Hadining Aulia F. Hadining, Aulia F. Azi Ginanjar Nugraha Budi Praptono Budiarto, Sulistyo Chandra Alamsyah Chanita , Olivia Akma Christanto Triwibisono Devi Pratami Devia Resty Putri Dewi Larasati Dian Ayu Septina Dinni Rifani Dita Ayu Wandira Dwi Wahyuni Edwina Edwina Eko Faiqurridho Endang Chumaidiyah Erif Rifki Rediana Fakhrurrozi Fakhrurrozi Febrilyn, Rebeca Anika Fida Nirmala Nugraha Gandawijaya, Indra Gavrila, Tobey Ghea Okta Audina Hizgion Dofesto Alsimanjuntak Ilham Reza Prasetyo Iman Sudirman Iman Sudirman Inayatullah, Adinda Aulia Indah Kusuma M Noor Intan Permatasari Iskandar, Taufan Fadhilah Joe Monang Juli Trisna Aisyah Sinaga Lestari, Ni Made Ayu Aghata Widya Litasari W Suwarsono Litasari W. Suwarsono Litasari Widyastuti Litasari Widyastuti Litasari Widyastuti Suwarsono Litasari Widyastuti, Litasari Lulu Kurnia Agustin Maharani , Azka Marina Yustiana Lubis Mohamad Bangun Monang, Joe Monang, Joe Muhammad Fadli Auliyufliha Muhammad Ilham Maulana Muhammad Rizki Apriliansyah Nabila Vidya Ariani Nadira Cahya Utami Rusli Novalino Novalino Novalino Novalino, Novalino Novita Permata Sari Nugraha, Azi Ginanjar Nursyahbani, Annisa Pamoedji Hardjomidjojo, Pamoedji Permatasari, Tiara Dewi Pramesti Intan Meuthia Prantia Amanda Prasetyo, Ilham Reza Pratami , Devi Rachmat, Mochamad Daffa Praditia Raden Roro Asri Ismaya Putri Raisa Nurfadila Riandi Aditia Darmayana Roby Akbar Maulana Romyah Bighoiri Romy Rr. Asri Ismaya Putri Rr. Asri Ismaya Putri, Rr. Asri Ismaya Ruri Yandilasari Sanjaya, Manasye Surya Sari Wulandari Silvi Rushanti Widodo Siswanto, Joko Siti Hadijah Sjaruddin, Ade Sri Widaningrum Sri Yuni Oktarina Suci Rachma Sari Sudirman, Iman Suprana, Zidan Akhsan Titi Melinda Widodo, Silvi Rushanti Wodhantyo Prabhasworo Yassierli Yassierli Yassierli Yassierli Yassierli Yassierli, Yassierli Yati Rohayati Yati Rohayati, Yati Yesica Berliana Chrismadora Yona Rizkita Cindo Yussi Perdana Saputera Zahroh Oliviany Fadilah Thomas Zalina Fatima Azzahra