Claim Missing Document
Check
Articles

ANALYSIS OF DETERMINANTS OF LITERACY AND NUMERACY ACHIEVEMENTS OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS: A CASE STUDY BASED ON EDUCATION REPORTS AT SDN 2 MANGGARMAS mutmainah, nurul; murniati, ngurah ayu nyoman; Supandi
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.7763

Abstract

This research was driven by the low cognitive reasoning abilities of elementary school students, despite administrative scores showing a positive trend. The objective of the study was to analyze the determinants of literacy and numeracy achievement at SDN 2 Manggarmas through Education Report Card data. The research method used a descriptive qualitative case study with data triangulation techniques involving the 2024–2025 Education Report Card document, interviews, and observations. The results showed a 23.62-point increase in numeracy scores (reaching 84.98) and the successful elimination of 0% of students below the standard. However, a significant Cognitive Gap was found between the ability to know (89.13) and reason (74.60), as well as disparities in the geometry domain (77.93). The conclusion suggests that the quantitative increase is influenced by adaptive instructional leadership, but further pedagogical transformation is needed to improve the depth of students' reasoning (L3).
Perbandingan Efektivitas Metode Penyuluhan Langsung dan Pemberian Leaflet terhadap Peningkatan Pengetahuan tentang Narkoba pada Remaja Achmad Dwityanto Oktaviansyah; Muhammad Luthfi Prasetyo; Nurul Mutmainah
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i1.1263

Abstract

Background: Drug abuse among adolescents is a serious public health problem. Health communication strategies such as direct counseling and leaflet distribution are commonly used, yet their comparative effectiveness remains underexplored. Objective: To compare the effectiveness of direct counseling versus leaflet distribution in improving adolescents’ knowledge about drug abuse. Methods: This experimental study used a two-group pre-test post-test design involving 62 adolescents at Mandhanisiwi Orphanage, Purbalingga. Group I (n=31) received direct interactive counseling (100 minutes), while Group II (n=31) received leaflets (100 minutes self-study). Knowledge was measured using a validated 20-item true-false questionnaire. Data were analyzed using Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: Both groups showed significant knowledge improvement after intervention (p=0.000 for Group I; p=0.001 for Group II). The mean post-test score of Group I (80.81±7.86) was significantly higher than that of Group II (74.35±10.78) with p=0.022 (Mann-Whitney). Conclusion: Direct counseling is more effective than leaflet distribution in improving adolescents’ knowledge about drug abuse prevention. This method is recommended as the primary educational strategy in school- or community-based drug prevention programs.
EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN RAWAT INAP DISLIPIDEMIA DENGAN TERAPI STATIN DI RUMAH SAKIT SURAKARTA Abil Lia Wati; Nurul Mutmainah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.975

Abstract

Dislipidemia merupakan gangguan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kolesterol total, kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein), trigliserida (TG), dan penurunan kolesterol HDL (High-Density Lipoprotein). Drugs Related Problems (DRPs) pada pasien dislipidemia dapat menyebabkan target penurunan lipid tidak tercapai sehingga kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida tetap tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi DRPs kategori indikasi tanpa obat, obat tanpa indikasi, dosis obat terlalu tinggi, dosis obat terlalu rendah, dan interaksi obat pada pasien rawat inap dislipidemia dengan terapi statin di RS Surakarta tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Subjek penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling. Analisis dilakukan dengan mengevaluasi DRPs berdasarkan PCNE Vol.9.1 kategori indikasi tanpa obat, obat tanpa indikasi, dosis obat terlalu tinggi, dosis obat terlalu rendah, dan interaksi obat pada seluruh obat yang diterima pasien. Kriteria inklusi mencakup pasien rawat inap terdiagnosis dislipidemia yang mendapatkan terapi statin dengan usia >18 tahun dengan atau tanpa penyakit penyerta. Hasil penelitian dari 77 pasien, peresepan obat terbanyak yaitu 94,8% menggunakan atorvastatin. Sebanyak 731 peresepan obat yang dianalisis, ditemukan 43 (5,88%) kasus DRPs yang terdiri dari 6 (0,82%) kasus indikasi tanpa obat, 4 (0,55%) kasus dosis obat terlalu tinggi, 16 (2,19%) kasus dosis obat terlalu rendah, 17 (2,33%) kasus interaksi obat, dan tidak ada kasus obat tanpa indikasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, masih terdapat kejadian DRPs pada pasien dislipidemia dengan terapi statin di instalasi rawat inap RS Surakarta tahun 2024. Dengan demikian, diperlukan peningkatan peran apoteker untuk melakukan monitoring serta evaluasi terapi seperti memastikan ketepatan indikasi, pemilihan obat, evaluasi dosis, serta pemantauan parameter klinis.
IMPLEMENTASI SISTEM PENYIMPANAN OBAT DI RUMAH SAKIT ISLAM PURWODADI TAHUN 2024 Salsabilla Aurelia Fitya Mardiyanti; Nurul Mutmainah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.411

Abstract

Keberhasilan penyimpanan dan distribusi obat sangat bergantung pada sistem yang dirancang dengan baik dan manajemen yang efektif. Evaluasi sistem penyimpanan penting untuk dilakukan agar persediaan obat cukup, memastikan kondisi penyimpanan yang tepat, meminimalkan kerugian, menjaga catatan inventaris yang akurat, menjaga stabilitas penyimpanan, mengoptimalkan sumber daya transportasi, mencegah pencurian dan penipuan, memberikan informasi yang akurat mengenai kebutuhan obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sistem penyimpanan obat di gudang sentral dan instalasi farmasi (rawat inap dan rawat jalan) Rumah Sakit Islam Purwodadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan acuan Permenkes No 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Pengumpulan data didapat dari pengamatan langsung dan wawancara. Selanjutnya data yang sudah didapat dihitung persentasenya dan dilakukan pengelompokan tingkat keberhasilan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sistem penyimpanan obat di Rumah Sakit Islam Purwodadi di gudang sentral  dan Instalasi farmasi (rawat jalan dan rawat inap) menunjukan nilai 94% dalam kategori  baik. Ada beberapa hal yang perlu perbaikan di gudang sentral terkait dengan saluran AC yang bocor, jendela yang tidak menggunakan teralis, sehingga dapat berpotensi terjadi kerusakan obat dan pencurian yang dapat terjadi.