Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI SISTEM PENYIMPANAN OBAT DI RUMAH SAKIT ISLAM PURWODADI TAHUN 2024 Salsabilla Aurelia Fitya Mardiyanti; Nurul Mutmainah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.411

Abstract

Keberhasilan penyimpanan dan distribusi obat sangat bergantung pada sistem yang dirancang dengan baik dan manajemen yang efektif. Evaluasi sistem penyimpanan penting untuk dilakukan agar persediaan obat cukup, memastikan kondisi penyimpanan yang tepat, meminimalkan kerugian, menjaga catatan inventaris yang akurat, menjaga stabilitas penyimpanan, mengoptimalkan sumber daya transportasi, mencegah pencurian dan penipuan, memberikan informasi yang akurat mengenai kebutuhan obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sistem penyimpanan obat di gudang sentral dan instalasi farmasi (rawat inap dan rawat jalan) Rumah Sakit Islam Purwodadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan acuan Permenkes No 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Pengumpulan data didapat dari pengamatan langsung dan wawancara. Selanjutnya data yang sudah didapat dihitung persentasenya dan dilakukan pengelompokan tingkat keberhasilan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sistem penyimpanan obat di Rumah Sakit Islam Purwodadi di gudang sentral  dan Instalasi farmasi (rawat jalan dan rawat inap) menunjukan nilai 94% dalam kategori  baik. Ada beberapa hal yang perlu perbaikan di gudang sentral terkait dengan saluran AC yang bocor, jendela yang tidak menggunakan teralis, sehingga dapat berpotensi terjadi kerusakan obat dan pencurian yang dapat terjadi.
Hubungan Kerasionalan Obat Antihipertensi Dengan Kontrol Tekanan Darah Pada Pasien Stroke Non-Hemoragik di Instalasi Rawat Inap RS X Surakarta Tahun 2024 Zana Sahya Locita; Nurul Mutmainah
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1261

Abstract

Background: Non-hemorrhagic stroke or ischemic stroke is the most common type of stroke and remains one of the leading causes of mortality and long-term disability. Blood pressure management through antihypertensive therapy is a key component of secondary prevention; however, variations in clinical practice indicate that the rational use of these medications still requires evaluation. Objective: This study aims to determine the relationship between the rationality of antihypertensive therapy and blood pressure control in non-hemorrhagic stroke patients based on clinical parameters in the inpatient ward of Hospital X, Surakarta. Methods: This research employed an analytical observational design with a retrospective cross-sectional approach. Data on antihypertensive use were collected from medical records of patients hospitalized in 2024, and a total of 100 patients met the inclusion criteria. Data analysis was performed using the Chi-square test. Results: Among non-hemorrhagic stroke patients in the inpatient ward of Hospital X Surakarta in 2024, 90 patients received rational antihypertensive therapy. Antihypertensive treatment was predominantly from the dihydropyridine CCB class, particularly amlodipine, either as monotherapy or in combination. Fisher’s exact test analysis showed a p-value < 0.05, indicating a significant association between the rationality of antihypertensive therapy and blood pressure control. Conclusion: There is a significant relationship between the rationality of antihypertensive therapy and blood pressure control in non-hemorrhagic stroke patients, highlighting the importance of rational drug selection as a crucial aspect of secondary prevention strategies.