Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Sosialisasi dan Pelatihan Sistem Informasi Pendataan dan Penjualan Kue untuk UMKM di Kelurahan Banyu Urip Kota Surabaya Rita Sari; Teguh Herlambang; Ima Kurniastuti; Tri Deviasari Wulan
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024673

Abstract

Pemanfaatan teknologi informasi  menjadi kebutuhan yang semakin penting dalam dunia  bisnis. Salah satu teknologi informasi yang berkembang pesat saat ini  adalah penerapan pendataan dan belanja online, atau perdagangan elektronik. Aplikasi ini memungkinkan pendataan produk dan penjualan berbagai produk secara online, serta dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat, terutama bagi usaha kecil dan menengah yang sering bergelut dengan pendataan dan penjualan produk online. Kecamatan Banyu Urip Surabaya merupakan daerah yang banyak terdapat UMKM, namun sebagian besar UMKM menggunakan cara tradisional dalam mengumpulkan informasi dan menjual produk secara online, terutama menjual berbagai jenis kue. Hal ini tentu saja menyulitkan pendataan dan penjualan produk  kue yang berbeda-beda serta memakan waktu yang lama. Sehubungan dengan itu perlu dilaksanakan suatu layanan publik bertajuk “Sosialisasi dan Pelatihan Sistem Informasi Pendataan dan Penjualan Kue untuk UMKM di Kelurahan Banyu Urip Kota Surabaya” dengan tujuan untuk menghadirkan informasi dan meningkatkan pemanfaatannya. teknologi dalam dunia usaha khususnya bagi UMKM di wilayah tersebut. Layanan ini menggabungkan pendataan dan sistem informasi penjualan kue sehingga UMKM yang berada di Desa Banyu Urip Surabaya dapat memfasilitasi event penjualan berbagai produk kue. Selain itu, layanan ini memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pemilik UMKM di Kelurahan Banyu Urip Surabaya dalam menggunakan sistem informasi pendataan dan penjualan kue agar  dapat memanfaatkannya dengan baik dan maksimal. Dengan bantuan layanan tersebut, UMKM di daerah dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi acara penjualan berbagai produk kue serta mendukung pertumbuhan ekonomi perusahaan di daerah.
Rancang Bangun Sistem Pendataan Penduduk Berbasis Website di Nepa Sampang ima kurniastuti; abdur rohman; ahmad syafiq kamil
Jurnal Informatika Polinema Vol. 7 No. 1 (2020): Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : UPT P2M State Polytechnic of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jip.v7i1.385

Abstract

Menurut Undang-Undang No 6 Tahun 2014, Pemerintah Pusat menuntut pemerintahan tingkat desa untuk meningkatkan kualitas layanan penduduk dengan mengubah sistem penyelenggaraan pelayanan administrasi desa dari konvensional menjadi digital. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan perancangan dan pembangunan sistem pendataan penduduk berbasis web di Desa Nepa Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang dengan tahapan-tahapan diantaranya identifikasi masalah, identifikasi kebutuhan sistem, desain sistem, implementasi, pengujian sistem, serta validasi. Tahap perancangan sistem dilakukan hingga tahap desain sistem sedangkan tahap pembangunan sistem dilakukan dari tahap implementasi hingga validasi. Desain sistem meliputi flowchart, entity relationship diagram, use case diagram, squence diagram, class diagram dan desain antar muka. Hasil validasi menunjukkan sistem pendataan penduduk tidak ada kesalahan dan berjalan sesuai kebutuhan serta pengguna memberikan respon positif pada saat penggunaan sistem
Comparative Analysis of Prioritization Model Between AHP (Analytic Hierarchy Process) and ANP (Analytic Network Process) for Project Portfolio Management SI/IT Surabaya City Government Sari, Rita; Ima Kurniastuti; Endang Sulistiyani
TEKNOLOGI DITERAPKAN DAN JURNAL SAINS KOMPUTER Vol 6 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/atcsj.v6i2.5208

Abstract

The rapid development of technology to meet the growing demands of projects, particularly in public administration organizations like e-government, faces various resource constraints. Selecting among dozens or even hundreds of alternative projects and portfolios, while aligning with organizational priorities, presents a complex multi-criteria decision-making challenge. This study explores the use of previous research and IS/IT portfolio management techniques to examine project prioritization practices and methods within successful city-level applications. The study further develops a prioritization model by comparing the Analytic Hierarchy Process (AHP) and Analytic Network Process (ANP) methods. The priority levels of nodes (elements) and clusters obtained from the AHP and ANP analyses show relatively insignificant differences; however, the normalized values (eigenvectors) derived from the ANP approach more realistically reflect existing realities. The ANP model offers the advantage of building connections between elements and clusters, enabling feedback analysis, and is considered more effective in bridging the gap between the model and real-world decision-making.
E-Posyandu: Pemanfaatan Teknologi Informasi pada Layanan Kesehatan Posyandu Meutia, Nur Shabrina; Magfira, Dike Bayu; Kurniastuti, Ima
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024938

Abstract

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Saat ini Posyandu 1C yang terletak pada Griya Permata Gedangan masih melakukan pencatatan secara manual, hal tersebut menjadi permasalahan tersendiri seperti hilangnya data pasien ataupun kurangnya efisiensi waktu pada saat pemeriksaan. Oleh karena itu, Tim Pengabdian menawarkan implementasi system informasi Posyandu. Implementasi system E-Posyandu diharapkan Posyandu 1C dapat mengurangi permasalahan yang ditimbulkan oleh pengelolaan system secara manual. Dengan adanya E-Posyandu, pengelolaan data bisa dilakukan dengan lebih baik karena Sistem informasi membantu pencatatan data secara elektronik. Selain itu, E-Posyandu memungkinkan kader Posyandu melaporkan hasil kegiatan mereka secara real-time ke Puskesmas atau dinas kesehatan, sehingga mempermudah koordinasi.Abstract. Posyandu is a form of Community-Based Health Effort (UKBM) managed from, by, for, and with the community, to empower the community and provide convenience to the community in obtaining basic health services. Currently, Posyandu 1C located in Griya Permata Gedangan still records the data manually, this system has caused a problem such as loss of patient data or lack of time efficiency during examinations. Therefore, the Community Service Team offers the implementation of a Posyandu web-based information system. The implementation of the E-Posyandu system is expected that Posyandu 1C can reduce problems caused by manual system management. With the implementation of E-Posyandu, data management can be done better because the Information System helps record data electronically. In addition, E-Posyandu allows Posyandu cadres to report the results of their activities in real-time to the Health Center or health office, thus facilitating coordination.
Digitalisasi Kesehatan untuk Pemantauan Penyakit Tidak Menular (PTM) Kelurahan Kalirungkut Kecamatan Rungkut Kota Surabaya Kurniastuti, Ima; Magfira, Dike Bayu; Ainiyah, Nur; Ferisna, Anisa’ul; Siswanti, Anas Tifa Rahma; Putri, Andhini Syahada
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024955

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. Berdasarkan Profil Kesehatan Surabaya tahun 2022, prevalensi PTM terus meningkat, sehingga diperlukan langkah preventif dan monitoring secara berkala. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemantauan PTM di Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Rungkut, Surabaya melalui digitalisasi kesehatan. Kegiatan ini memanfaatkan aplikasi Adem-Gluacho, yang dikembangkan untuk memudahkan masyarakat dalam memantau kondisi kesehatan mereka. Aplikasi ini memiliki fitur untuk mencatat hasil pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol, serta menyediakan konsultasi berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari tahapan perencanaan, sosialisasi kesehatan, pelatihan penggunaan aplikasi, dan pendampingan penerapan teknologi. Program ini melibatkan warga berusia 25 tahun ke atas dengan kategori sehat, berisiko, dan penyandang PTM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa warga sangat antusias, terbukti dengan tingginya partisipasi dan minat untuk menggunakan aplikasi Adem-Gluacho. Pemanfaatan teknologi digital ini berhasil meningkatkan frekuensi pemantauan kesehatan mandiri oleh masyarakat, serta meningkatkan pemahaman warga terkait pentingnya pemantauan dan pencegahan dini PTM. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model untuk penerapan program serupa di wilayah lain guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Improved Edge Detection using Morphological Operation to Segmentation of Fingernail Images Kurniastuti, Ima; Herlambang, Teguh; Wulan, Tri Deviasari; Magfira, Dike Bayu; Meutia, Nur Shabrina; Saputro, Hendik Eko; Soraya, Sabrina Ifahdini
Journal of Electronics, Electromedical Engineering, and Medical Informatics Vol 7 No 1 (2025): January
Publisher : Department of Electromedical Engineering, POLTEKKES KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/jeeemi.v7i1.589

Abstract

Accurate segmentation of fingernail images is essential for biomedical applications like dermatological diagnostics and nail disease assessments. This study compares traditional methods (Sobel and Canny edge detectors) with an improved method using adaptive thresholding and morphological closing for fingernail image segmentation. The methodology includes data collection, preprocessing, edge detection, segmentation, and evaluation. A dataset of 500 fingernail images (free of nail polish) was captured using a digital camera. Preprocessing involves grayscale conversion to simplify analysis and Gaussian smoothing to reduce noise while preserving key features. For segmentation, thresholding and K-means clustering isolate the fingernail from the background. Evaluation combines qualitative and quantitative analyses. Qualitative results demonstrate that the improved method consistently outperforms traditional techniques under diverse conditions. Quantitative evaluation, based on accuracy, recall, F1 score, and Intersection over Union (IoU), further supports these findings. The Sobel method achieves 0.80 accuracy, 0.77 recall, 0.87 F1 score, and 0.77 IoU. The Canny method achieves 0.82 accuracy, 0.78 recall, 0.88 F1 score, and 0.78 IoU. In contrast, the improved method achieves 0.97 accuracy, 0.98 recall, 0.99 F1 score, and 0.98 IoU. The results clearly show that the improved method, using adaptive thresholding and morphological closing, provides superior segmentation performance. Additionally, the approach remains computationally efficient, making it suitable for real-time applications in medical diagnostics.
Pendampingan Pemanfataan Media Sosial Sebagai Sarana Digital Branding pada Pondok Pesantren Al-Muin Syarif Hidayatullah Meutia, Nur Shabrina; Sulistiyani, Endang; Kurniastuti, Ima; Sari, Rita; Lukiyono, Yauwan Tobing
Journal of Dedicators Community Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdc.v7i1.3847

Abstract

Digital Branding in educational institutions is very crucial to do because it will improve reputation and form an institutional brand image. Regarding the use of digital technology in the Al-Muin Islamic Boarding School environment, currently, it can be said to be very low. This stated shows from the lack of social media owned by the Al-Muin Islamic boarding school. Meanwhile, with social media, the boarding school will be able to communicate and build public relations with the society. Having a relationship with the society will improve the good image of the Islamic boarding school and also as a medium of communication for the boarding school with the soociety. The implementation team of community service activities will assist in the use of social media as a means of digital branding at the Al Muin Syarif Hidayatullah Islamic Boarding School. The teams activity are carried out in four stages, namely: initiation, preparation of facilities and infrastructure, execution and evaluation. The comparison of the pre-test and post-test results shows an increase in the level of understanding of the caregivers of the Al Muin Syarif Hidayatullah Islamic Boarding School in using social media Instagram as a means of digital branding.
PELATIHAN DESAIN GRAFIS MEMBUAT LOGO MENGGUNAKAN CANVA KEPADA UMKM Shandy, Andita Muhammad Dwi; Kurniastuti, Ima; Saputro, Hendik Eko
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 8 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i8.2799

Abstract

Sebagian besar pelaku UMKM belum memiliki logo yang menarik dan konsisten karena keterbatasan keterampilan desain grafis. Hal ini melemahkan identitas visual produk sehingga kurang menarik minat konsumen. Canva, sebagai platform desain gratis dan mudah diakses, menawarkan solusi alternatif. Melalui Canva, UMKM dapat membuat logo sesuai karakter usaha mereka dengan lebih mudah dan profesional. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pelaku UMKM dalam membuat logo menggunakan Canva serta meningkatkan pemahaman pentingnya identitas visual dalam branding usaha. Pelatihan berlangsung pada Rabu, 25 Juni 2025 di RW 15 Kalirungkut dengan metode ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan ini disertai bimbingan intensif agar peserta lebih mudah memahami dan menerapkan materi yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan desain peserta. Mereka mampu membuat logo yang lebih profesional dan selaras dengan karakter produk masing-masing. Peserta juga memperlihatkan antusiasme tinggi selama proses pelatihan. Banyak yang menyadari pentingnya peran logo dalam membangun citra merek dan menarik konsumen. Sebagian peserta langsung memanfaatkan hasil desain mereka dengan mengunggah logo baru ke media sosial. Langkah ini menjadi bagian dari strategi promosi yang diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan jangkauan pemasaran produk mereka. Kegiatan ini dinilai berhasil mencapai tujuannya, yaitu membantu UMKM menghasilkan logo profesional yang diharapkan mampu meningkatkan daya tarik produk di pasar.
Penerapan Aplikasi Kesehatan Pemantauan Penyakit Tidak Menular di Desa Banjarsari Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik [Application of a Health Monitoring App for Non-Communicable Diseases in Banjarsari Village, Cerme District, Gresik Regency] Kurniastuti, Ima; Magfira, Dike Bayu; Ainiyah, Nur; Muchlis, Maula Nahdliyah; Kurniawan, Mochammad Bakhri Ilmi; Istiqomah, Nike
Indonesia Berdaya Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251281

Abstract

Abstract. Non-Communicable Diseases (NCDs) are the leading cause of death in Indonesia, with a continuously increasing prevalence trend. Early detection and self-monitoring of NCD risk factors are highly needed, especially among the productive age population. This community service research aims to provide assistance in using the Adem-Gluacho application as a digital medium for health monitoring in Banjarsari Village, Cerme District, Gresik Regency. The method used consists of five stages: preparation, socialization, training and mentoring, application trial, and evaluation. The participants numbered 70 people aged 25–55 years who met the inclusion criteria. The results showed significant improvements in three aspects: health knowledge (20%), technology knowledge (20%), and technology skills (35%). The majority of participants who had never used a health application before were able to record their self-examination results through the application. Thus, the implementation of the Adem-Gluacho application proved effective as a digital innovation to support recording, monitoring, and early detection of NCD risk factors in the community. Abstrak. Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian di Indonesia dengan tren prevalensi yang terus meningkat. Upaya deteksi dini dan pemantauan mandiri faktor risiko PTM sangat diperlukan, khususnya pada masyarakat usia produktif. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan penggunaan aplikasi Adem-Gluacho sebagai media digital pemantauan kesehatan di Desa Banjarsari Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Metode yang digunakan meliputi lima tahapan, yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, uji coba aplikasi, serta evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 70 orang berusia 25–55 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga aspek, yaitu pengetahuan kesehatan (20%), pengetahuan teknologi (20%), dan keterampilan teknologi (35%). Mayoritas peserta yang sebelumnya belum pernah menggunakan aplikasi kesehatan berhasil melakukan pencatatan hasil pemeriksaan mandiri melalui aplikasi. Dengan demikian, penerapan aplikasi Adem-Gluacho terbukti efektif sebagai inovasi digital dalam mendukung pencatatan, pemantauan, serta deteksi dini faktor risiko PTM di masyarakat.
Penerapan Aplikasi WarnaLyze sebagai Sarana Identifikasi Dini Gangguan Persepsi Warna pada Siswa [Application of WarnaLyze as an Early Identification Tool for Color Perception Disorders in Students] Magfira, Dike Bayu; Yudianto, Firman; Kurniastuti, Ima; Meutia, Nur Shabrina; Sulistiyani, Endang; Noventi, Iis
Indonesia Berdaya Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251302

Abstract

Abstract. This study aims to develop and implement the digital application Warnalyze as a self-screening tool for color blindness detection in vocational education settings. The application is web-based and utilizes the digital Ishihara method, equipped with automatic documentation features, major recommendations, and a monitoring dashboard. The development process was carried out systematically through stages of design, training, trials, and functionality evaluation. Trials were conducted at SMKN 1 Driyorejo, involving 180 participants consisting of students and teachers. The implementation results showed that the application has a high accuracy rate (88–100%), is easy to use, and is well accepted by users. The diagnostic and major recommendation features are considered relevant in supporting academic counseling and career selection processes. The school has expressed its commitment to adopt the application as part of its regular visual health screening system. This study demonstrates that Warnalyze has the potential to be replicated in other educational institutions and supports inclusive education policies based on technology. The application makes a tangible contribution to the utilization of digitalization for improving the accessibility of visual health services in education. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi digital Warnalyze sebagai alat skrining mandiri untuk deteksi buta warna di lingkungan pendidikan vokasional. Aplikasi dirancang berbasis web dengan metode Ishihara digital, dilengkapi fitur dokumentasi otomatis, rekomendasi jurusan, dan dashboard pemantauan. Proses pengembangan dilakukan secara sistematis melalui tahapan desain, pelatihan, uji coba, dan evaluasi fungsionalitas. Uji coba dilakukan di SMKN 1 Driyorejo dengan melibatkan 180 partisipan yang terdiri dari siswa dan guru. Hasil implementasi menunjukkan bahwa aplikasi memiliki tingkat akurasi tinggi (88–100%), mudah digunakan, dan diterima dengan baik oleh pengguna. Fitur diagnostik dan rekomendasi jurusan dinilai relevan dalam mendukung proses konseling akademik dan pemilihan karier. Pihak sekolah menyatakan komitmennya untuk mengadopsi aplikasi sebagai bagian dari sistem skrining kesehatan visual secara berkala. Penelitian ini menunjukkan bahwa Warnalyze berpotensi direplikasi di institusi pendidikan lain dan mendukung kebijakan pendidikan inklusif berbasis teknologi. Aplikasi ini memberikan kontribusi nyata dalam pemanfaatan digitalisasi untuk meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan visual di dunia pendidikan.