Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Strategi Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Edukasi Menggunakan Media Video Animasi: Strategies to Increase Adolescent Reproductive Health Knowledge Through Education Using Animated Video Media Ahmad Ali Rohman; Umi Aniroh
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.594

Abstract

Adolescence is a phase of self-discovery, where high curiosity often drives them to try new things, including behavior that threatens reproductive health. Lack of information and strong environmental influences can increase the likelihood of adolescents engaging in risky behavior, such as premarital sex, which has the potential to cause Sexually Transmitted Infections (STIs), Unintended Pregnancy (KTD), and HIV/AIDS. Therefore, an effective and interesting educational strategy is needed, one of which is through animated videos, which can be an effective educational strategy to present information interactively, help adolescents understand their limitations, and make wiser decisions.  The research design was a pretest-posttest one group design with a sample of 87 respondents using a purposive sampling technique. The research instrument used animated videos and questionnaire sheets. The results obtained before being given health education, the average knowledge of reproductive health was 9.21, while knowledge after being given health education was 15.85. Based on the Wilcoxon Rank statistical test, p-value 0.000 or less than <0.05, Ho is rejected and Ha is accepted. This shows that there is a difference in knowledge before and after being given health education about reproductive health with animated video media at SMK Negeri H. Moenadi Ungaran.   ABSTRAK Masa remaja merupakan fase pencarian jati diri, dimana rasa ingin tahu yang tinggi sering kali mendorong mereka untuk mencoba hal-hal baru,termasuk berperilaku yang mengancam kesehatan reproduksi.  Minimnya informasi  dan pengaruh lingkungan yang kuat dapat meningkatkan kemungkinan remaja terlibat dalam perilaku berisiko, seperti hubungan seksual pranikah, yang berpotensi menimbulkan Infeksi Menular Seksual (IMS), Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), dan HIV/AIDS. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi yang efektif dan menarik, salah satunya melalui video animasi, yang dapat menjadi strategi edukasi yang efektif untuk menyajikan informasi secara interaktif, membantu remaja memahami keterbatasan mereka, dan membuat keputusan yang lebih bijak. Desain penelitian ini adalah  experiment quasy with pretest- posttest one group design dengan sampeliberjumlah i87irespondenidenganiteknik purposive sampling. Instrumen penelitian mengunakan video animasi dan lembar kuesioner. Didapatkan hasil sebelum diberikan pendidikan kesehatan  rata-rata pengetahuan kesehatan reproduksi sebesar 9,21, sedangkan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan sebesar 15,85. Berdasarkan uji statistik Wilcoxon Rank  p-value 0,000 atau kurang dari <0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, hal  ini menunjukan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi dengan media video animasi di SMK Negeri H. Moenadi Ungaran.  Diharapkan  hasil penelitian ini dapat menjadi dasar  dalam melakukan penelitian selanjutnya dengan menganalisis efektifitas media edukasi lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja yang harapannya dengan pengetahuan yang cukup memadai akan membangun sikap dan perilaku penjagaan kesehatan reproduksi remaja  dengan baik
Empowering Primiparous Mothers Through Kegel Exercise: A Strategy to Enhance Sexual Self Efficacy During the Post Partum Period Mawardika, Tina; Aniroh, Umi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6835

Abstract

The postpartum period is a critical phase marked by significant physical and psychological changes, particularly for primiparous mothers who are experiencing childbirth for the first time. One of the common challenges encountered during this period is a decrease in sexual self-efficacy, defined as the individual's confidence in engaging in a healthy and satisfying sexual life. This study aimed to examine the effect of Kegel exercise education on improving sexual self-efficacy among primiparous women. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach was employed. The intervention consisted of structured Kegel education delivered through sequential stages: situational analysis, problem identification, planning, and implementation. The study sample consisted of 34 primiparous mothers from the Lerep Public Health Center working area, divided equally into intervention and control groups using purposive sampling. Respondents in the intervention group were those who received Kegel exercise education, while the control group consisted of those who did not receive any intervention. Univariate analysis was conducted using central tendency, while bivariate analysis was performed using the Man Whitney, which showed a p-value of 0.01 < α (0.05). The results demonstrated a statistically significant improvement in the sexual self-efficacy of the intervention group compared to the control group. It can be concluded that Kegel exercise education is an effective and empowering strategy to support the recovery of sexual function and improve the quality of life in primiparous women during the postpartum period.
SMART GenRe: Sehat Menjaga Reproduksi, Tahu Resiko dan Edukasi pada Remaja Mawardika, Tina; Umi Aniroh; Agung Wibowo; Alivia Desi Rahmawati; Ahmad Ali Rohman
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4408

Abstract

SMK Negeri 2 Salatiga is a vocational high school located in Dukuh Sidomukti, Salatiga, Central Java. A preliminary survey conducted among students revealed that they had never received information related to reproductive health, particularly regarding potential risks and strategies to maintain reproductive organ health. Adolescents are a vulnerable group with respect to reproductive health issues due to limited knowledge, environmental influences, and high curiosity. Insufficient accurate information may lead to risky sexual behavior, unintended pregnancies, sexually transmitted infections (STIs), and psychosocial problems. Evaluation of the activity was carried out using a pre-test and post-test method to measure the improvement of adolescents’ knowledge regarding reproductive health. In addition, observations were conducted to assess participants’ activeness during the educational sessions, and a satisfaction questionnaire was administered to evaluate the effectiveness of the activity and participants’ responses toward the SMART GenRe program. This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge, awareness, and skills in maintaining reproductive health through interactive education and participatory approaches. The program was implemented through health education sessions, group discussions, and case simulations. A total of 59 female students participated in the activity. Prior to the intervention, evaluation results showed that most respondents were in the “poor understanding” category (37.42%), followed by “fair” (26.59%), “good” (28.13%), and “very good” (7.86%). After the intervention, a significant improvement was observed, with the majority of participants categorized as “very good” (35.09%) and “good” (57.07%), while the “fair” category decreased to 6.29% and “poor” to only 1.66%. Based on questionnaire results, it was evident that the educational program improved participants’ understanding of the importance of maintaining reproductive organs, recognizing the risks of sexual behavior, and making healthy and responsible decisions. The overall effectiveness of the intervention was 96.23%. This activity is expected to serve as a sustainable intervention model for preventing adolescent reproductive health problems.   ABSTRAK SMK Negri 2 Salatiga merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan yang terletak di Dukuh Sidomukti Salatiga Jawa Tengah. Berdasarkan hasil survey yang telah kami lakukan terhadap mitra yaitu remaja yang bersekolah di SMK tersebut  belum pernah mendapatkan informasi terkait Kesehatan Reproduksi khususnya resiko yang ditimbulkan dan cara menjaga kesehatan organ reproduksi. Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi karena keterbatasan pengetahuan, pengaruh lingkungan, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Minimnya informasi yang benar dapat menimbulkan risiko perilaku seksual berisiko, kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual (IMS), hingga gangguan psikososial Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi melalui edukasi interaktif dan pendekatan partisipatif. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Selain itu, dilakukan observasi terhadap keaktifan peserta selama sesi edukasi dan pengisian kuesioner kepuasan untuk menilai efektivitas kegiatan dan respon peserta terhadap program SMART GenRe. Metode kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan, diskusi kelompok, serta simulasi kasus. Jumlah remaja putri yang mengikuti kegiatan edukasi yaitu 59 responden. Sebelum pelaksanaan edukasi, hasil evaluasi menunjukkan bahwa pemahaman responden masih didominasi kategori kurang paham sebesar 37,42%, diikuti oleh cukup paham 26,59%, pemahaman baik 28,13%, dan sangat baik hanya 7,86%. Setelah intervensi edukasi diberikan, terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Mayoritas peserta berada pada kategori sangat baik sebesar 35,09% dan baik sebesar 57,07%, sementara kategori cukup menurun menjadi 6,29% dan kurang tinggal 1,66%. Berdasarkan hasil pengisian kuesioner, diketahui adanya perbaikan pemahaman peserta setelah diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga organ reproduksi, memahami risiko perilaku seksual, serta mampu mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab  yang diberikan sebesar 96,23%.  Kegiatan ini diharapkan menjadi model intervensi berkelanjutan dalam upaya pencegahan masalah kesehatan reproduksi remaja.