Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Potensi Ubi Jalar (Ipomoea batatas) dan Sagu (Metroxylon sago) sebagai Media Pertumbuhan Jamur Candida sp. dan Bakteri Escherichia coli Sari Trianingsih; Eka Pratiwi Tenriawaru; Suhaeni; Sunarti Cambaba; Ridha Yulyani Wardi
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 7 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Ubi jalar dan sagu merupakan komoditas perkebunan yang melimpah di Kota Palopo. Keduanyamengandung karbohidrat yang dibutuhkan oleh mikroorganisme, sehingga dapat dimanfaatkansebagai media alternatif untuk pertumbuhan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui potensi ubi jalar dan tepung sagu sebagai media pertumbuhan jamur Candida sp. danbakteri Escherichia coli. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Sel dan Jaringan Fakultas SainsUniversitas Cokroaminoto Palopo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menguji cobakemampuan media ubi jalar, sagu, dan kombinasi ubi jalar-sagu bagi pertumbuhan Candida sp.dan Escherichia coli. Jamur Candida sp. dan bakteri Escherichia coli ditumbuhkan pada medium ubijalar, sagu, dan kombinasi ubi jalar-sagu dan diamati apakah mikroorganisme tersebut dapattumbuh atau tidak. Pengujian dilaksanakan dalam dua kali pengulangan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa koloni Candida sp. dapat diamati pada inkubasi 96 dan 120 jam. Diameterkoloni Candida sp. pada medium ubi jalar adalah 4,902 cm dan pada media kombinasi ubi jalar-sagu sebesar 3,551 cm. Sementara itu, Escherichia coli hanya tumbuh pada media kombinasi ubijalar-sagu dengan rata-rata jumlah koloni sebesar 1,7 x 106 CFU/ mL. Hasil tersebut menunjukkanbahwa kombinasi ubi jalar-sagu berpotensi menjadi media alternative bagi pertumbuhan Candidasp. dan Escherichia coli.
Biocompatibility of metals with osteointegration in bone and dental implants Gita Gita; Ahyar Ahmad; nurul afdalia adam; Nurmasyita Nurmasyita; Eka Pratiwi Tenriawaru; Harningsih Karim Karim
Jurnal Teknosains Vol 15, No 2 (2026): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/teknosains.102549

Abstract

Permanent metal implants are widely used in dental, cranio-maxillofacial, and orthopedic rehabilitation due to their ability to restore structural integrity and tissue function through osseointegration, which refers to the direct bond between living bone and the implant surface. This review discusses the interaction between implant metal ions and body tissue structures, with emphasis on their effects on bone regeneration, antibacterial activity, and material biocompatibility. The study was conducted through a literature review of major scientific databases, including ScienceDirect, SpringerLink, MDPI, and PubMed. The findings show that implant success is strongly influenced by material biocompatibility, surface topography, and mechanical stability. Metals such as titanium, magnesium, zinc, calcium, silver, and strontium play important roles in supporting osseointegration and biological tissue responses. Magnesium contributes to bone formation by increasing osteoblast activity and inhibiting osteoclasts, while silver and zinc act as antibacterial and anti-inflammatory agents. Calcium and strontium contribute to enhanced osteogenesis and bone mineral density. These developments are expected to improve implant durability, biocompatibility, and patient safety, while opening opportunities for the development of a new generation of biomedical implants that are more intelligent and adaptive.