Claim Missing Document
Check
Articles

PENGALAMAN GURU DALAM MEMAKNAI KERJASAMA KREATIF MENYELENGGARAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL Ratih Agustin, Maria; Borromeus Mulyatno, Carolus; Antony, Rian
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1435-1445

Abstract

Pendidikan mengalami transformasi yang signifikan dalam era digital ini, terutama dengan adanya peningkatan penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Dalam konteks ini, kerjasama kreatif antara guru memainkan peran kunci dalam menyelenggarakan pembelajaran yang efektif dan relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman para guru dalam memaknai kerjasama kreatif dan sinergis dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretasi fenomenologis atau Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk menganalisis data yang diperoleh melalui metode wawancara. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan beberapa guru yang memiliki pengalaman dalam menggunakan teknologi digital dalam pengajaran mereka. Hasil penelitian ini memberikan temuan yang penting tentang peran penting kerjasama kreatif dalam menghadapi tantangan pembelajaran berbasis digital, serta menyoroti nilai positif dan kemudahan yang didapatkan. Selain itu, penelitian itu juga mengungkapkan bahwa setiap guru memiliki cara penyajian berbeda dalam pembelajaran berbasis digital. Kolaborasi antar guru dapat memaksimalkan pembelajaran berbasis digital. Implikasi praktis dari temuan ini dibahas untuk meningkatkan praktik pengajaran di era digital ini.  Kolaborasi ini juga membuat siswa memiliki akses informasi yang relevan dan aktual sehingga sejalan dengan  perkembangan zaman. Tentunya temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan inklusif di era digital dengan melakukan kolaborasi kreatif antar guru.
Ethical Values of Democracy According to John Dewey Mulyatno, Carolus Borromeus
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 30 No. 3 (2014)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.149 KB) | DOI: 10.26593/mel.v30i3.1446.266-284

Abstract

John Dewey never publishes a special work on theory of democracy. Nevertheless, his concern with democracy is undoubted. What is his main thought of democracy? This article is a textual analysis of the idea of democracy spread on his various works. As an experimentalist, his thought on democracy is to respond social problems. He views that two fundamental problems of democracy in his era are a tendency of reducing the meaning of democracy and social movements using violence in the name of political democracy. Dewey does not only look for the solution of the problems of democracy, but also put democracy in living process. The idea of liberty, equality and fraternity, as the democratic trinity, is ethical ideal of humanity. As an ethical idea, it should inspire each person in developing society for a better life. For this reason, he underlines the important of actualizing democracy through education.
Contributions of Catholic Universities in Yogyakarta to the Development of Community Transformative Dialogue Mulyatno, Carolus Borromeus
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 32 No. 3 (2016)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.789 KB) | DOI: 10.26593/mel.v32i3.2693.248-265

Abstract

The main tasks of the university are implementing learning, research, and community service. In a multicultural and multireligious Asia, the actualization of these tasks requires a dialogue with cultures, religions, and the poor. Today, the university must consider radical movements and fundamentalism that threaten harmony in the society. This paper is focused on opportunities that can be explored to realise the task of the Catholic universities in Yogyakarta in developing dialogue and harmony in Yogyakarta. This task might need a new and effective model of dialogue for a better living together in harmony. By applying a method of documental study and interviews, this study is focused on the exploration of challenges encountered by the Catholic universities in Yogyakarta in developing a community transformative dialogue. There are three main points. First, a description of the meaning of the community transformative dialogue. Second, an exploration of cultural potentials in Yogyakarta for developing community transformative dialogue. Third, a proposal for developing community transformative dialogue. These are three important results of this study. This transformative dialogue is a contextual and cultural dialogue that could be effective and appropriate for the multicultural and multireligious societies. In Yogyakarta, unity and harmony (keselarasan) are the core of the community that is necessary for the development of dialogue towards the well-being of the society. Catholic universities should encourage student activities in the campus and in the society as a praxis of continuous dialogue for a harmonious living together.
Contextual Philosophy-Learning at the Faculty of Theology, Sanata Dharma University Mulyatno, Carolus Borromeus
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 34 No. 3 (2018)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.004 KB) | DOI: 10.26593/mel.v34i3.3457.218-232

Abstract

Philosophy learning is an integral part of the educational formation at the Faculty of Theology, Sanata Dharma University, Yogyakarta, Indonesia. It is integrated with theology and other sciences learning to shape the identity of the faculty and to contribute to the development of the community. The focus of this writing is to answer two questions: What are the basic considerations for choosing philosophy learning in this faculty? How can method choice be accounted for? By attending to the faculty’s history, the author finds that the basic considerations for choosing philosophy learning method at the faculty are the history faculty establishment and its academic vision. Historically, the existence of the faculty was related to the efforts of Semarang Archdiocese for priest preparation and local pastoral activist education. Philosophy learning is also related to the faculty’s academic vision that leads the students towards concrete involvement in building the church living in the context of pluralism in Indonesia. Inspired by Heidegger’s idea on phenomenological method, preferences to select existential analysis method for philosophy learning in the faculty contribute to the development of contextual theological reflection as well as to priest and pastoral worker preparation, by involving students in community life, dialogue, and living together in the society, based on the values from the local wisdom that are still relevant today.
MEMAKNAI HIDUP SEBAGAI PERSIAPAN MENYONGSONG KEMATIAN YANG BAIK BERDASARKAN PEMIKIRAN SENECA Mulyatno, Carolus Borromeus; Woda, Thomas Aquinas Rengo; Tinambunan, Laurentius
LOGOS Vol. 20 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v20i1.2545

Abstract

Hidup manusia merupakan perjalanan untuk membangun makna sampai pada akhir hayat. Hidup bermakna menjadi bentuk persiapan menyongsong saat kematian yang tidak terduga datangnya dan sering menggelisahkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman para lansia dalam memaknai hidupnya sebagai persiapan menyambut kematian yang baik. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode wawancara mendalam untuk mengumpulkan data-data penting. Instrumen untuk menggali data berupa pertanyaan-pertanyaan dirumuskan berdasarkan kerangka pikir Seneca. Responden yang dipilih untuk menggali data adalah empat lanjut usia (lansia) yang berusia antara 65 sampai 83 tahun. Mereka berdomisili di Sleman, Yogyakarta. Pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dipilih sebagai kerangka analisis data tentang pengalaman para lansia mengisi hari-hari di masa lansia. Hasil penelitian menunjukan bahwa para lansia memaknai hidup mereka melalui kegiatan sehari-hari. Dengan mengisi kegiatan-kegiatan positif di hari tua, para lansia lebih merasakan bahwa hidupnya diberkati. Kehadiran orang lain juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kebahagiaan para lansia. Praktik hidup yang baik, sikap lepas bebas dan kehadiran orang lain menjadi wujud nyata memaknai hidup sebagai persiapan menyongsong kematian yang baik.
MEMAKNAI HIDUP SEBAGAI PERSIAPAN MENYONGSONG KEMATIAN YANG BAIK BERDASARKAN PEMIKIRAN SENECA Mulyatno, Carolus Borromeus; Woda, Thomas Aquinas Rengo; Tinambunan, Laurentius
LOGOS Vol. 20 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v20i1.2545

Abstract

Hidup manusia merupakan perjalanan untuk membangun makna sampai pada akhir hayat. Hidup bermakna menjadi bentuk persiapan menyongsong saat kematian yang tidak terduga datangnya dan sering menggelisahkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman para lansia dalam memaknai hidupnya sebagai persiapan menyambut kematian yang baik. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode wawancara mendalam untuk mengumpulkan data-data penting. Instrumen untuk menggali data berupa pertanyaan-pertanyaan dirumuskan berdasarkan kerangka pikir Seneca. Responden yang dipilih untuk menggali data adalah empat lanjut usia (lansia) yang berusia antara 65 sampai 83 tahun. Mereka berdomisili di Sleman, Yogyakarta. Pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dipilih sebagai kerangka analisis data tentang pengalaman para lansia mengisi hari-hari di masa lansia. Hasil penelitian menunjukan bahwa para lansia memaknai hidup mereka melalui kegiatan sehari-hari. Dengan mengisi kegiatan-kegiatan positif di hari tua, para lansia lebih merasakan bahwa hidupnya diberkati. Kehadiran orang lain juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kebahagiaan para lansia. Praktik hidup yang baik, sikap lepas bebas dan kehadiran orang lain menjadi wujud nyata memaknai hidup sebagai persiapan menyongsong kematian yang baik.
Coping strategies sebagai upaya mendukung pelaksanaan tugas profesional guru di sekolah Mulyatno, Carolus Borromeus; Antony, Rian
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202525467

Abstract

Kesejahteraan mental guru merupakan faktor krusial dalam menjaga kualitas pembelajaran di sekolah. Coping strategies menjadi salah satu cara penting yang dapat digunakan guru untuk menghadapi tekanan kerja secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi guru terhadap coping strategies dalam menjalankan tugas profesional mereka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan dua belas guru SMP Eksperimental Mangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru tentang coping strategies diperoleh melalui interaksi dengan sesama guru, teman di luar sekolah, pimpinan sekolah, direktur yayasan, dan kegiatan lokakarya. Guru memaknai coping strategies sebagai cara personal untuk meredakan tekanan, mengelola emosi, serta menata waktu dan beban kerja. Selain itu, strategi ini dianggap memperkuat semangat kerja dan memperdalam komitmen mereka terhadap tugas pendidikan. Penelitian ini menggarisbawahi bahwa coping strategies bukan hanya sebagai mekanisme pengurang stres, tetapi juga sebagai pendekatan integral dalam menjaga keseimbangan mental dan profesionalisme guru.
Pendidikan Iman Bagi Kaum Muda Katolik Menurut Paus Fransiskus Dalam Seruan Apostolik Christus Vivit: Pendekatan, Tantangan, Dan Arah Pastoral Tambunan, Hary Suhut; Mulyatno, Carolus Borromeus; Agustra, Markus Trio
Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology Vol 3, No 1 (2025): Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology
Publisher : Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/snf.v3i1.10197

Abstract

Nowadays, the negative impact of the Digital Era and globali-zation has brought many young people into a crisis situation regarding moral values. As a result, more and more young Catholics are not growing in their faith and commitment to love God and their fellow humans. The faith education of young Catholics, whether in the family, church, or formal schools, seems unable to overcome the negative impacts of the Digital Era and globalization. Pope Francis, in his Apostolic Exhortation, Christus Vivit, pays special attention to the faith education of young Catholics. So, in this writing, the author wants to identify and describe faith education for young Cath-olics based on Pope Francis' perspective. Previously, Marihot Simanjuntak and Monika Br Bangun (2023) had conducted research on the same theme, but the content was more about the application of theory and did not explain Pope Francis' views regarding faith education for young Catholics. This re-search was carried out using library research. The results of this research show that there are three main approaches to faith education, namely the love and understanding approach, the inclusive and contextual approach, and the community approach. So, faith education is not just a transfer of knowledge but must touch the heart and build a relationship with Christ. This article also discusses the challenges and rel-evant pastoral strategies.AbstrakDewasa ini, dampak negatif Era Digital dan globalisasi membawa masuk banyak orang muda dalam situasi krisis akan nilai-nilai moral. Akibatnya, semakin banyak orang muda Katolik yang tidak berkembang dalam iman dan komitmen untuk mencintai Allah dan sesama manusia. Pendidikan iman orang muda Katolik baik di lingkup keluarga, gereja, maupun sekolah formal seolah-olah tidak mampu mengatasi dampak negatif Era Digital dan globalisasi ini. Paus Fransiskus, dalam Seruan Apostoliknya, Christus Vivit, memberikan beberapa perhatian khusus bagi pendidikan iman kaum muda Katolik. Maka dalam penulisan ini, penulis hendak mengidentifikasi dan mendeskripsikan pendidikan iman bagi kaum muda Katolik berdasarkan perspektif Paus Fransiskus itu. Sebelumnya, Marihot Simanjuntak dan Monika Br Bangun (2023) sudah melakukan penelitian dengan tema yang sama, namun isinya lebih pada penerapan teori dan tidak menjelaskan pandangan Paus Fransiskus mengenai pendidikan iman bagi kaum muda Katolik. Penelitian ini dilakukan dengan studi Pustaka (library research). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tiga pendekatan utama pendidikan iman, yaitu pendekatan kasih dan pengertian, pendekatan inklusif dan kontekstual dan pendekatan komunitas. Sehingga, pendidikan iman bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi harus menyentuh hati dan membangun hubungan dengan Kristus. Artikel ini juga membahas tantangan, dan strategi pastoral yang relevan.
Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SDN 05 Surau Gadang Padang Damayanti, Yrmina; Oktavi, Theresia Avila Clarita; Mulyatno, Carolus Borromeus
Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology Vol 3, No 1 (2025): Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology
Publisher : Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/snf.v3i1.10235

Abstract

Choosing the right extracurricular activities affects the devel-opment of students' social, emotional, and cognitive skills. This study aims to identify the types of extracurricular activi-ties that are of interest to students and analyze their impact on their learning motivation at the Elementary School level. This study was conducted at SDN 05 Surau Gadang Padang with a qualitative approach. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews. Interviews were conducted with teachers and students in order to obtain detailed infor-mation. Researchers were directly involved in the data collec-tion process by interacting with teachers and students in the field. The theoretical framework used in this study is Abraham Maslow's learning motivation theory, which emphasizes the importance of intrinsic and extrinsic factors. Extracurricular activities are one of the extrinsic factors that can increase stu-dents' learning motivation. The results showed that students tended to like tahfidz extracurricular activities that were car-ried out routinely every week, especially on Saturdays. Stu-dents' involvement in this favorite extracurricular activity has a positive impact on increasing their learning motivation. The data shows that learning motivation can be seen from stu-dents' enthusiasm in participating in the learning process. Students are encouraged to involve themselves in learning activities by memorizing lesson materials in class. The enthu-siasm of students in learning together shows the emotional and social involvement of students which influences the im-provement of social and emotional skills. The habit of memo-rizing formed through tahfidz activities has a good influence on improving students' basic cognitive abilities.AbstrakMemilih kegiatan ekstrakurikuler  secara tepat berpengaruh terhadap pengembangan keterampilan sosial, emosional, dan  kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kegiatan ekstrakurikuler yang diminati oleh siswa serta menganalisis dampaknya terhadap motivasi belajar mereka di tingkat Sekolah Dasar. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 05 Surau Gadang Padang dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Wawancara dilakukan dengan guru dan siswa dengan tujuan dapat memperoleh informasi detail. Peneliti secara langsung terlibat dalam proses pengumpulan data dengan berinteraksi bersama guru dan siswa di lapangan. Kerangka teoretis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori motivasi belajar dari Abraham Maslow, yang menekankan pentingnya faktor intrinsik dan ekstrinsik. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu faktor ekstrinsik yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung menyukai kegiatan ekstrakurikuler tahfidz yang dilakukan secara rutin setiap minggu khususnya di hari Sabtu. Keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler favorit ini berdampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar mereka. Data menunjukkan bahwa motivasi belajar terlihat dari antusiasme siswa  dalam mengikuti proses pembelajaran. Siswa terdorong untuk melibatkan diri  dalam kegiatan belajar dengan  menghafal materi pelajaran di kelas. Antusiasme siswa dalam belajar bersama menunjukkan keterlibatan emosional dan sosial siswa yang berpengaruh pada peningkatan keterampilan sosial dan emosional.   Kebiasaan menghafal yang terbentuk melalui kegiatan tahfidz membawa pengaruh baik pada peningkatan kognitif dasar siswa.
TEACHING FACTORY LEARNING MANAGEMENT IN DEVELOPING ENTREPRENEURIAL SPIRIT IN STUDENTS: THE STUDY OF SMK MUHAMMADIYAH GAMPING YOGYAKARTA Antony, Rian; Subari, Adrianus Junaidi; Mulyatno, Carolus Borromeus
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI) Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI)
Publisher : Information Technology Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pti.v4i2.1409

Abstract

Teaching factory learning plays a significant role in fostering an entrepreneurial spirit, which is the process of developing and implementing creativity and innovations to improve the economy. This research aims to determine the management of teaching factory learning in developing the students' entrepreneurial spirit at SMK Muhammadiyah Gamping. This research is descriptive qualitative research. The research method applied is a case study method with data collection through in-depth interviews. The research results show that the teaching factory learning management has been running well—as can be seen from the optimal functioning of each management function. However, it is necessary to develop more specific teaching factory learning to be competent to provide a more tangible picture for each student, especially in developing an entrepreneurial spirit. With this research, an overview of implementing the teaching factory learning practice that is appropriate, correct, and effective can be discovered in more depth.