Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : EKOBIS SYARIAH

Prilaku Pengusaha Elektronik Menurut Perspektif Etika Bisnis Islam (studi Kasus di Kota Banda Aceh Ayumiati Ayumiati; Azharsyah Ibrahim; Muhammad Arifin; Isnaliana Isnaliana
EKOBIS SYARIAH Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.619 KB) | DOI: 10.22373/ekobis.v2i1.10104

Abstract

Peneliti bertujuan melihat perilaku dari pengusaha elektronik di kota Banda Aceh dalam menentukan harga menurut etika bisnis islam dana pa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku dari pengusaha elektrronik dalam praktik jual beli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku setiap pengusaha elektronik sangat di pengaruhi dengan motif keuntungan dan merekan tidak mengindahkan nilai-nilai yang terkadung dalam konsep etika Islam dalam bermuamalah dan faktor yang mempengaruhi pengusaha elektronik dalam menjual barangnya adalah merupakan harga, persepsi, kelangkaan dari barang dagangan, pengetahuan dari pengusaha elektronik, kejujuran serta dari segi pelayanan.
Analisis Pemetaan Potensi Zakat di Provinsi Aceh Tahun 2023 Awalurramadhana, Awalurramadhana; Ibrahim, Azharsyah; Furqani, Hafas
EKOBIS SYARIAH Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekobis.v8i2.26151

Abstract

ABSTRAKAceh adalah wilayah Muslim terbesar di Indonesia dan sering disebut “Serambi Mekah”. Praktik ajaran Islam sangat penting diberlakukan seperti zakat dan bukan hanya sekedar sedekah biasa melainkan ajaran dalam Islam untuk menyelesaikan masalah ekonomi umat. Hal ini menunjukkan potensi zakat yang besar dilihat dari persentase dan jumlah masyarakat muslim yang besar di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi zakat di Aceh dan menganalisis distribusinya di berbagai sektor di berbagai kabupaten dan kota yang berbeda, yang dapat memberikan wawasan berharga bagi pemerintah Aceh untuk meningkatkan pengumpulan zakat dan memastikan penggunaannya yang efektif. Potensi zakat yang dimiliki Provinsi Aceh baik dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perusahaan, uang dan penghasilan. Penelitian ini menggunakan metode Indikator Pemetaan Potensi Zakat (IPPZ) yang diterbitkan oleh Badan Zakat Nasional (Baznas). Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan dianalisis dengan metode IPPZ dialanjutkan dengan pemetaan sehingga terlihat persebaran wilayah potensi zakat. Hasil analisis menunjukkan Provinsi Aceh memiliki potensi zakat sebesar Rp 3,79 Triliyun pertahunnya dengan Rp 422,53 Milyar pada sektor pertanian, Rp 277,33 Milyar pada sektor perkebunan, Rp 353,84 Milar pada sektor Peternakan, Rp 271,14 Milyar pada sektor Uang, Rp 2,35 Milyar pada sektor Perusahaan dan Rp 2,46 Triliyun pada sektor penghasilan. Daerah Kabupaten/Kota yang memiliki Potensi Zakat yang terbesar di Aceh yaitu Banda Aceh, Aceh Utara dan Bireuen.
Analisis Pemetaan Potensi Zakat di Provinsi Aceh Tahun 2023 Awalurramadhana, Awalurramadhana; Ibrahim, Azharsyah; Furqani, Hafas
EKOBIS SYARIAH Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekobis.v8i2.26151

Abstract

ABSTRAKAceh adalah wilayah Muslim terbesar di Indonesia dan sering disebut “Serambi Mekah”. Praktik ajaran Islam sangat penting diberlakukan seperti zakat dan bukan hanya sekedar sedekah biasa melainkan ajaran dalam Islam untuk menyelesaikan masalah ekonomi umat. Hal ini menunjukkan potensi zakat yang besar dilihat dari persentase dan jumlah masyarakat muslim yang besar di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi zakat di Aceh dan menganalisis distribusinya di berbagai sektor di berbagai kabupaten dan kota yang berbeda, yang dapat memberikan wawasan berharga bagi pemerintah Aceh untuk meningkatkan pengumpulan zakat dan memastikan penggunaannya yang efektif. Potensi zakat yang dimiliki Provinsi Aceh baik dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perusahaan, uang dan penghasilan. Penelitian ini menggunakan metode Indikator Pemetaan Potensi Zakat (IPPZ) yang diterbitkan oleh Badan Zakat Nasional (Baznas). Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan dianalisis dengan metode IPPZ dialanjutkan dengan pemetaan sehingga terlihat persebaran wilayah potensi zakat. Hasil analisis menunjukkan Provinsi Aceh memiliki potensi zakat sebesar Rp 3,79 Triliyun pertahunnya dengan Rp 422,53 Milyar pada sektor pertanian, Rp 277,33 Milyar pada sektor perkebunan, Rp 353,84 Milar pada sektor Peternakan, Rp 271,14 Milyar pada sektor Uang, Rp 2,35 Milyar pada sektor Perusahaan dan Rp 2,46 Triliyun pada sektor penghasilan. Daerah Kabupaten/Kota yang memiliki Potensi Zakat yang terbesar di Aceh yaitu Banda Aceh, Aceh Utara dan Bireuen.