Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : EKOBIS SYARIAH

Sukuk dan Pembangunan Infrastruktur di Indonesia (Analisis Peran dan Manfaat Sukuk Untuk Pembangunan Indonesia) Novia Khairunnisa; Hafas Furqani; Dara Amanatillah
EKOBIS SYARIAH Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2016.198 KB) | DOI: 10.22373/ekobis.v1i2.9997

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana perkembangan sukuk negara dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia dan peluang pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui sukuk negara serta sejauh mana kontribusi sukuk negara terhadap pembangunan infrastruktur di Aceh. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari laporan Badan Pusat Statistik, khususnya mengenai pertumbuhan ekonomi baik nasional maupun di Aceh pada tahun 2008 hingga tahun 2016 dan laporan Otoritas Jasa Keuangan mengenai perkembangan sukuk negara pada tahun 2008 hingga tahun 2016, serta data laporan Kementrian Keuangan mengenai perkembangan sukuk di Indonesia, data alokasi APBN untuk infrastruktur, serta data alokasi dan realisasi proyek yang dibiayai oleh Surat Berharga Syariah Negara baik nasional maupun di Aceh pada tahun 2013 hingga tahun 2018. Hal ini dapat dilihat dari berbagai jenis Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara, namun hanya SBSN seri Project Based Sukuk (PBS) yang berkontribusi untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur. SBSN seri PBS ini diterbitkan guna mendukung dan membantu pemerintah dalam menutupi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga mampu membantu pemerintah dalam menutupi kekurangan dana khususnya untuk pembangunan infrastruktur dalam APBN.
Konsep Mata Uang Dalam Ekonomi Islam (Analisis Bitcoin Sebagai Mata Uang Virtual) Cut Niswatul Chaira; Hafas Furqani; Dara Amanatillah
EKOBIS SYARIAH Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.138 KB) | DOI: 10.22373/ekobis.v3i2.10043

Abstract

Alat pembayaran atau uang terus mengalami inovasi dan berevolusi mulai dari bentuk tunai menjadi bentuk non tunai atau disebut juga uang elektronik. Kemunculan bitcoin sebagai salah satu dari virtual currency menimbulkan pro dan kontra di berbagai kalangan. Ada yang membolehkan ada pula yang mengharamkannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep mata uang dalam perspektif ekonomi Islam dengan menganalisis bitcoin sebagai salah satu dari virtual currency. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara dengan beberapa akademisi dari bidang ekonomi dan pihak regulator yaitu Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Data dianalisis dengan mendeskripsikan konsep bitcoin sebagai mata uang virtual dalam perspektif ekonomi Islam. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dalam ekonomi Islam mata uang harus memiliki underlying asset dan dijamin oleh pemerintah. Sedangkan bitcoin tidak memiliki underlying asset, tidak jelas siapa penerbitnya dan tidak ada yang bertanggung jawab. Banyak unsur ketidakjelasan yang dimiliki oleh bitcoin. Bahkan di Indonesia belum ada regulasi secara resmi dan masih dalam tahap pengkajian oleh para ulama. Oleh sebab itu, Bank Indonesia menghimbau kepada masyarakat untuk bertransaksi dengan rupiah karena sesuai dengan Undang-Undang No 7tahun 2011 tentang Mata Uang.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Menjadi Nasabah Bank Aceh Syariah Muksal Muksal; Hafas Furqani; Riska Jaya Mustika
EKOBIS SYARIAH Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekobis.v7i1.17789

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang pengetahuan dan persepsi pada Bank Aceh Cabang Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan tiga variabel yaitu pengetahuan, persepsi, dan keputusan menjadi nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan persepsi terhadap keputusan menjadi nasabah pada Bank Aceh Cabang Aceh Barat Daya. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dan metode analisis data yang digunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Ha ditolak dan H0 diterima dengan demikian pengetahuan (X1) tidak berpengaruh terhadap keputusan menjadi nasabah. (2) Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian perssepi (X2) berpengaruh terhadap keputuan menjadi nasabah. (3) Pengetahuan dan Persepsi bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan menjadi nasabah.
Analisis Pemetaan Potensi Zakat di Provinsi Aceh Tahun 2023 Awalurramadhana, Awalurramadhana; Ibrahim, Azharsyah; Furqani, Hafas
EKOBIS SYARIAH Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekobis.v8i2.26151

Abstract

ABSTRAKAceh adalah wilayah Muslim terbesar di Indonesia dan sering disebut “Serambi Mekah”. Praktik ajaran Islam sangat penting diberlakukan seperti zakat dan bukan hanya sekedar sedekah biasa melainkan ajaran dalam Islam untuk menyelesaikan masalah ekonomi umat. Hal ini menunjukkan potensi zakat yang besar dilihat dari persentase dan jumlah masyarakat muslim yang besar di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi zakat di Aceh dan menganalisis distribusinya di berbagai sektor di berbagai kabupaten dan kota yang berbeda, yang dapat memberikan wawasan berharga bagi pemerintah Aceh untuk meningkatkan pengumpulan zakat dan memastikan penggunaannya yang efektif. Potensi zakat yang dimiliki Provinsi Aceh baik dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perusahaan, uang dan penghasilan. Penelitian ini menggunakan metode Indikator Pemetaan Potensi Zakat (IPPZ) yang diterbitkan oleh Badan Zakat Nasional (Baznas). Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan dianalisis dengan metode IPPZ dialanjutkan dengan pemetaan sehingga terlihat persebaran wilayah potensi zakat. Hasil analisis menunjukkan Provinsi Aceh memiliki potensi zakat sebesar Rp 3,79 Triliyun pertahunnya dengan Rp 422,53 Milyar pada sektor pertanian, Rp 277,33 Milyar pada sektor perkebunan, Rp 353,84 Milar pada sektor Peternakan, Rp 271,14 Milyar pada sektor Uang, Rp 2,35 Milyar pada sektor Perusahaan dan Rp 2,46 Triliyun pada sektor penghasilan. Daerah Kabupaten/Kota yang memiliki Potensi Zakat yang terbesar di Aceh yaitu Banda Aceh, Aceh Utara dan Bireuen.
Analisis Pemetaan Potensi Zakat di Provinsi Aceh Tahun 2023 Awalurramadhana, Awalurramadhana; Ibrahim, Azharsyah; Furqani, Hafas
EKOBIS SYARIAH Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekobis.v8i2.26151

Abstract

ABSTRAKAceh adalah wilayah Muslim terbesar di Indonesia dan sering disebut “Serambi Mekah”. Praktik ajaran Islam sangat penting diberlakukan seperti zakat dan bukan hanya sekedar sedekah biasa melainkan ajaran dalam Islam untuk menyelesaikan masalah ekonomi umat. Hal ini menunjukkan potensi zakat yang besar dilihat dari persentase dan jumlah masyarakat muslim yang besar di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi zakat di Aceh dan menganalisis distribusinya di berbagai sektor di berbagai kabupaten dan kota yang berbeda, yang dapat memberikan wawasan berharga bagi pemerintah Aceh untuk meningkatkan pengumpulan zakat dan memastikan penggunaannya yang efektif. Potensi zakat yang dimiliki Provinsi Aceh baik dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perusahaan, uang dan penghasilan. Penelitian ini menggunakan metode Indikator Pemetaan Potensi Zakat (IPPZ) yang diterbitkan oleh Badan Zakat Nasional (Baznas). Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan dianalisis dengan metode IPPZ dialanjutkan dengan pemetaan sehingga terlihat persebaran wilayah potensi zakat. Hasil analisis menunjukkan Provinsi Aceh memiliki potensi zakat sebesar Rp 3,79 Triliyun pertahunnya dengan Rp 422,53 Milyar pada sektor pertanian, Rp 277,33 Milyar pada sektor perkebunan, Rp 353,84 Milar pada sektor Peternakan, Rp 271,14 Milyar pada sektor Uang, Rp 2,35 Milyar pada sektor Perusahaan dan Rp 2,46 Triliyun pada sektor penghasilan. Daerah Kabupaten/Kota yang memiliki Potensi Zakat yang terbesar di Aceh yaitu Banda Aceh, Aceh Utara dan Bireuen.