Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Air Lindi dan Bio Slurry Sebagai Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L) Santoso, Budi; Laili, Saimul; Rahayu, Tintrim
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i2.2194

Abstract

Leachate water is liquid waste that can arise due to the entry of water in landfills and can dissolve dissolved chemical elements such as organic matter resulting from decomposition. Slurry that has been lost gas is waste from biogas and is rich in nutrients needed in plants, but so far liquid leachate fertilizer and biogas waste have not been utilized properly. The purpose of this study was to determine the effect of leachate, bio slurry, and mixture on cucumber plant growth (Cucumis sativus L), and the best influence between leachate, bio slurry and a mixture of both. This study used an experimental method with randomized block design (RBD) with 9 treatments and 4x replications. The results of the study of Leachate Water, Bio slurry, and Mixture affected, plant length, on plant height, number of leaves, number of flowers, dry weight and plant wet weight. All treatments had an effect on the observed parameters at a concentration of 15 ml, 30 ml, or 45 ml, especially in observing wet weight and dry weight of plants. The treatment of leachate showed a significant difference in the wet weight concentration of 30 ml and dry weight concentration of 30 ml.Keywords: Leachate, Bio slurry, Cucumis sativus L ABSTRAKAir lindi adalah limbah cair dapat timbul karena masuknya air pada timbunan sampah dan bersifat dapat  melarutkan unsur kimiawi yang terlarut antara lain materi organik hasil dari dekomposisi. Kotoran ternak (slurry) yang sudah hilang gasnya merupakan limbah dari biogas  dan kaya dengan nutrisi yang di butuhkan pada  tanaman, namun selama ini pupuk cair air lindi dan limbah biogas belum dimanfaatkan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh air lindi, bio slurry, dan Campuran terhadap pertumbuhan tanaman mentimun (Cucumis sativus L), dan pengaruh yang terbaik antara air lindi, bio slurry dan campuran keduanya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 4x ulangan. Hasil penelitian Pemberian Air lindi, Bio slurry, dan Campuran berpengaruh , panjang tanaman, terhadap pada tinggi tanaman, jumlah pada daun, jumlah bunga, berat kering dan berat basah tanaman, Semua perlakuan memberikan pengaruh pada parameter yang di amati baik pada konsentrasi 15 ml, 30 ml, ataupun 45 ml, khususnya pada pengamatan berat basah dan berat kering tanaman. Pada perlakuan Air lindi menunjukkan beda nyata yang signifikan yaitu pada berat basah konsentrasi  30 ml dan berat kering konsentrasi 30 ml.  Kata kunci: Air lindi,Bio slurry,Cucumis sativus L
Pengaruh Air Kelapa (Cocos nucifera L) dengan Medium VW terhadap Pertumbuhan Protocorm Anggrek secara in vitro Santoso, Edi; Rahayu, Tintrim; Hayati, Ari
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v3i1.7208

Abstract

Phalaenopsis sp is one of the types of orchids native to Indonesia with high commercial value, but these orchids are quite difficult to cultivate because the seeds are microscopic and do not have endosperm that need to be cultivated in vitro. In vitro orchid cultivation requires a suitable supporting medium. This study aims to determine the effect of coconut water (Cocos nucifera L) using VW medium on the growth of Phalaenopsis sp protocorm orchid in vitro. Research has been carried out at the DD Orchid Nursery Network Culture Laboratory Dadaprejo Junrejo, Batu, East Java, starting from November to January 2020. This study uses a Completely Randomized Design (CRD) to compare different concentrations of coconut water (Cocos nucifera L) as ie, 0%, 15%, 30%, and 60% treatment. Each concentration was repeated 5 times and each repetition consisted of 5 bottles of Phalaenopsis sp. Protocorm and cultured for 4 weeks. The results showed that the highest number of protochromes and shoots were produced at the same concentration, namely 150 ml / L coconut water treatment (15% concentration) with an average number of 64 protocorms and 14 shoots. Keywords: Coconut water (Cocos nucifera L), Phalaenopsis sp., In vitro, growthABSTRAKPhalaenopsis sp merupakan salah satu jenis anggrek asli Indonesia dengan nilai komersial yang tinggi, tetapi anggrek ini cukup sulit dibudidayakan karena bijinya bersifat mikroskopis dan tidak memiliki endosperm sehingga perlu dibudidayakan secara in vitro. Budidaya anggrek secara in vitro memerlukan medium pendukung yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air kelapa (Cocos nucifera L)  menggunakan medium VW terhadap pertumbuhan protocorm anggrek Phalaenopsis sp secara in vitro. Telah dilakukan penelitian di Laboratorium Kultur Jaringan DD Orchid Nursery Dadaprejo Junrejo Kabupaten Batu Jawa Timur, dimulai dari bulan November sampai dengan bulan Januari 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk membandingkan beberapa konsentrasi air kelapa (Cocos nucifera L) yang berbeda  sebagai perlakuan yaitu, 0 %, 15%, 30%, dan 60 %. Masing-masing konsentrasi dilakukan 5 kali pengulangan dan setiap pengulangan terdiri dari 5 botol protocorm Phalaenopsis sp  dan dikultur selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah protokrom dan tunas terbanyak dihasilkan pada konsentrasi yang sama, yaitu perlakuan air kelapa 150 ml/L (konsentrasi 15%) dengan rata-rata jumlah  64 protocorm dan 14 tunas.Kata kunci : Air kelapa (Cocos nucifera L), Phalaenopsis sp., in vitro, pertumbuhan.
Subsitusi Fitohormon Dengan Air Kelapa (Cocos nucifera L.) pada Medium Vacin and Went Terhadap Pertumbuhan Eksplan Anggrek Dendrobium sp Secara in Vitro Gumiwang, Wulan Dari Neng; Rahayu, Tintrim; Hayati, Ari
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v3i2.7222

Abstract

The purpose of this research is to determine the concentration of young coconut water that is appropriate for the growth of orchid plantlets (Dendrobium sp.) In vitro. This study used an experimental method, descriptive data analysis to compare several different concentrations of coconut water. The design of this study uses a completely randomized design (CRD). The treatments consist of 0% coconut water concentration (as a control), 15%, 30% and 60%. Each concentration was carried out 5 replications and each repetition consisted of 5 Dendrobium sp plantlets in each culture bottle conducted for 40 HST, for observing the root length carried out for 50 HST. The highest number of shoots and leaves were produced at the same concentration, namely 150 ml / L coconut water treatment (15% concentration) with an average of 2.8 shoots and the average number of leaves 10.8 leaves. The average number of roots and the longest root length was produced at a concentration of 600 ml / L coconut water (60% concentration) with an average of 6 roots, and the longest root length was 0.5 cm.Keywords: Young coconut water, (Cocos nucifera L.), Dendrobium sp., in vitro, growth.ABSTRAKTujuan penelitian ini ialah menentukan konsentrasi air kelapa muda yang tepat untuk pertumbuhan planlet anggrek (Dendrobium sp.) secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, analisis data secara deskriptif untuk membandingan beberapa konsentrasi air kelapa yang berbeda. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakukan terdiri dari konsentrasi air kelapa 0 % (sebagai kontrol), 15% , 30% dan 60%. Masing-masing konsentrasi dilakukan 5 kali ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 planlet Dendrobium sp dalam setiap botol kultur yang dilakukan selama 40 HST, untuk pengamatan panjang akar dilakukan selama 50 HST. Jumlah tunas dan jumlah daun terbanyak dihasilkan pada konsentrasi yang sama, yaitu perlakuan air kelapa 150 ml/L (konsentrasi 15%)  dengan rata-rata jumlah tunas terbanyak 2,8 tunas dan rata-rata jumlah daun terbanyak 10,8 helai daun. Rata-rata jumlah akar terbanyak dan panjang akar terpanjang dihasilkan pada konsentrasi air kelapa 600 ml/L (Konsentrasi 60%) dengan rata-rata jumlah akar terbanyak sebanyak 6 akar, dan rata-rata panjang akar terpanjang 0,5 cm.Kata kunci : Air kelapa Muda (Cocos nucifera L.), Dendrobium sp., in vitro, pertumbuhan 
Analisis Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Ekstrakk Biji Sangrai Kopi Robusta (Coffea canephora) dari Tanaman Hasil Pemupukan Organik dan Anorganik Nada, Farah Aida Qotrun; Rahayu, Tintrim; hayati, Ari
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v3i2.8100

Abstract

Ground coffee is coffee beans that have been roasted, ground or ground so that they have a smooth shape. The purpose of this study was to determine the content of compounds in robusta coffee roasted seed extract (Coffea canephora) from plants produced by organic and inorganic fertilization, and to know the difference in compounds between the results of organic and inorganic fertilization. The characteristics of phytochemical screening were carried out qualitatively on alkaloids, flavonoids, tannins, terpenoids and saponins and the antioxidant activity was carried out by the DPPH (1,1-dipenyl-2-picrihidrazil) method. Phytochemical screening characteristic test results show that robusta coffee bean extract extract from the results of organic and inorganic fertilization both contain flavonoids, alkaloids, tannins, and saponins, while the antioxidant test activity of robusta coffee beans extracts shows differences based on the results of statistical tests of linear regression analysis with the IC50 value the highest antioxidant content was inorganic coffee roasted bean extract only 14.0629 ppm compared to the organic roasted extract with a value of 30.6159 ppmKeywords: Robusta Coffee (Coffea canophora), Phytochemical Screening, DPPH MethodABSTRAKKopi bubuk adalah biji kopi yang telah disangrai digiling atau ditumbuk sehingga mempunyai bentuk halus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa dalam ekstrak biji sangrai kopi robusta (Coffe canephora) dari tanaman hasil pemupukan organik dan anorganik, dan mengetahui perbedaan senyawa antara hasil pemupukan organik dan anorganik. Karakteristik skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif yang dilakukan terhadap alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid dan saponin dan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrihidrazil). Hasil uji karakteristik skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak biji sangrai kopi robusta dari hasil pemupukan oganik dan anorganik keduanya sama mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin,  sedangkan pada aktifitas uji antioksidan ekstrak biji sangrai kopi robusta menunjukan perbedaan berdasarkan hasil uji statistik analisis regresi linear dengan nilai IC50 kadar antioksidan paling tinggi adalah ekstrak biji sangrai kopi anorganik hanya 14,0629 ppm dibandingkan dengan ekstrak sangrai dari organik dengan nilai 30,6159 ppm.Kata kunci : Kopi Robusta (Coffea canophera), Skrining Fitokimia, Metode DPPH
Metode Hidroponik secara DFT ( Deep Flow Technique ) dan NFT (Nutrient Film Technique) pada beberapa Media Tanam terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam merah (Alternanthera amoena Voss) Asnawi, Abd Chalim; Laili, Saimul; Rahayu, Tintrim
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v3i2.8433

Abstract

Hydroponics is agricultural cultivation without using soil media, where the media can be replaced with husk charcoal or cocopeat media. However, hydroponics is actually the use of nutrients in a solution so that the nutritional needs of the plant are as desired. Accordingly, plant growth can be maximized. The use of media other than soil does not inhibit plant growth because both charcoal husk and cocopeat can store nutrients so that plant growth is not disturbed. This study aims to determine the response of red spinach (Alternanthera amoena Voss.) to Cocopeat and husk charcoal, and also to determine the use of DFT (Deep Flow Technique) and NFT (Nutrient Film Technique) hydroponic systems on the growth and development of red spinach. The method used was RBD where Rockwool media as a control, with 6 treatments and 4 replications. From the research results, the cocopeat media and husk charcoal media gave different results where the cocopeat growing medium was greater than the husk charcoal growing medium and the DFT and NFT systems gave significantly different results where the NFT yield was greater than DFT.Keywords: Hydroponics, Red Spinach, Cocopeat, Husk Charcoal, DFT, NFTABSTRAKHidroponik adalah lahan budidaya pertanian tanpa menggunakan media tanah, dimana media dapat digantikan dengan media arang sekam ataupun cocopeat. namun hidroponik sesungguhnya yakni penggunaan nutrisi dalam larutan sehingga kebutuhan nutrisi pada tanaman sesuai keinginan. Maka pertumbuhan tanaman bisa lebih maksimal. penggunaan media selain tanah tidak menghambat pertumbuhan tanaman karena baik media arang sekam maupun cocopeat dapat menyimpan unsur hara sehingga pertumbuhan tanaman tidak terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pada tanaman bayam merah (Alternanthera amoena Voss.) terhadap media tanam Cocopeat, dan Arang sekam, dan juga untuk mengetahui penggunaan sistem hidroponik DFT (Deep Flow Technique) dan NFT (Nutrient Film Technique) terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayam merah. Metode yang digunakan adalah RAK dimana media rockwool sebagai kontrol, dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Dari hasil penelitian Media tanam cocopeat dan media arang sekam memberikan hasil yang berbeda dimana media tanam cocopeat lebih besar dari pada media tanam arang sekam dan pada sistem DFT dan NFT memberikan hasil yang berbeda nyata dimana hasil NFT lebih besar dari pada DFT.Kata kunci : Hidroponik, Bayam Merah, Cocopeat, Arang sekam, DFT, NFT
Analisis In Silico dan Aktivitas Antioksidan Senyawa Nano Kompleks Pada Daun dan Cabang Bidara (Ziziphus mauritiana Lamk ): In Silico Analysis and Antioxidant Activity of Nano Complex Compounds on Leaves and Branches of Bidara (Ziziphus mauritiana Lamk) Nisa, Kholisatun; Rahayu, Tintrim; Jayanti, Gatra Ervi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v6i1.13077

Abstract

Bidara (Ziziphus mauritiana Lamk.) is a source of natural antioxidants that contain antioxidant compounds such as flavonoids, carotenoids, phenolic, and ascorbic acid. Antioxidants in this study were in the form of complex compounds without taking any of the compounds (single compounds). In addition to complex compounds, bidara with nano size can play a maximum role in carrying out its function as an antioxidant in the body. This study aims to determine the composition of active compounds that act as antioxidants in leaves, branches, and combinations of bidara leaves through in silico analysis and to determine the effectiveness of antioxidant tests on nano complex compounds of leaves, branches, and combinations of bidara leaves. In silico analysis of active compounds was carried out online using the Dr. website. Duke's Phytochemical and Ethnobotanical Databases, Passonline, Smiles and Stitch. Experimental research using freeze dry so that bidara becomes a nanometer-sized powder. The samples used were leaves, branches and a combination of leaves and branches tested by the 2,2 Diphenyl 1 picrylhydrazyl (DPPH) method. The results of the in silico analysis showed that there are 4 compounds in the bidara plant that act as antioxidants, namely caumarin and rutin in the leaves, batulinic-acid and ceanothic-acid in the branches. The experimental results showed that the antioxidant activity of the three treatments had differences in antioxidant effectiveness. The color change of DPPH indicates the presence of antioxidants, the color of the leaf sample from dark purple to yellow, the color of the branch sample from dark purple to light purple, and the sample of the combination of leaves from dark purple to yellowish cloudy white. The color change indicates that the combination of leaves and branches has high antioxidant activity, then leaves and finally branches. Microscopic observations showed the formation of crystals in the bidara powder. The crystal structure shows an orderly and organized pattern. The active compounds in bidara that act as antioxidants are caumarin, rutin, batulinic-acid, and ceanothic-acid. The combination of leaves and branches has a high antioxidant activity compared to leaves and branches. Keywords: bidara, In silico, complex compound, antioxidant activity.   ABSTRAK Bidara (Ziziphus mauritiana Lamk.) merupakan sumber antioksidan alami yang memiliki kandungan senyawa antioksidan seperti flavonoid, karotenoid, fenolik, dan asam askorbat. Antioksidan dalam penelitian ini berupa senyawa kompleks tanpa mengambil salah satu senyawanya (senyawa tunggal). Selain senyawa kompleks, bidara dengan ukuran nano dapat berperan maksimal dalam menjalankan fungsinya sebagai antioksidan di dalam tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi senyawa aktif yang berperan sebagai antioksidan pada daun, cabang, dan kombinasi daun-cabang bidara melalui analisis in silico serta untuk mengetahui efektivitas dari uji antioksidan pada senyawa nano kompleks daun, cabang, serta kombinasi daun-cabang bidara. Analisis senyawa aktif melalui in silico dilakukan secara online dengan menggunakan website Dr. Duke’s Phytochemical and Ethnobotanical Databases, Passonline, Smiles dan Stitch. Penelitian eksperimental dengan menggunakan freeze dry sehingga bidara menjadi serbuk berukunan nanometer. Sampel yang digunakan adalah daun, cabang dan kombinasi daun-cabang dan diuji dengan metode 2,2 Diphenyl 1 picrylhydrazyl (DPPH). Hasil analisis in silico terdapat 4 senyawa dalam tanaman bidara yang memiliki peran sebagai antioksidan yaitu caumarin dan rutin pada daun, batulinic-acid dan ceanothic-acid pada cabang. Hasil penelitian eksperimantal menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan dari tiga perlakuan memiliki perbedaan efektivitas antioksidan. Perubahan warna DPPH menunjukkan adanya antioksidan, warna pada sampel daun dari ungu pekat menjadi kuning, warna pada sampel cabang dari ungu pekat menjadi ungu muda, dan sampel kombinasi daun-cabang dari ungu pekat menjadi putih keruh kekuningan. Perubahan warna tersebut menunjukkan bahwa kombinasi daun-cabang memiliki aktivitas antioksidan tinggi, kemudian daun dan terakhir cabang. Pada pengamatan mikroskop menunjukkan terbentuknya kristal dalam serbuk bidara. Struktur kristal menunjukkan pola yang teratur dan terorganisir. Senyawa aktif dalam bidara yang berperan sebagai antioksidan adalah caumarin, rutin, batulinic-acid dan ceanothic-acid. Kombinasi daun-cabang mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi dibandingkan daun dan cabang. Kata kunci: bidara, In silico, senyawa kompleks, aktivitas antioksidan.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Kotoran Rusa Bawean (Axis kuhlii) Dan Kotoran Kambing (Capra aegagrus hircus) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca sativa): The Effect of Giving Organic Fertilizer Bawean Deer Manure (Axis kuhlii) and Goat Dung (Capra aegagrus hircus) on the Growth of Lettuce (Lactuca sativa) Plants Suhnin, Zuhria binti; Laili, Saimul; Rahayu, Tintrim
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i2.15400

Abstract

 Goat dung (Capra aegagrus hircus) and bawean deer dung (Axis kuhlii) are grouped into groups with the same texture. The value of the ratio of C / N goat pukan is generally still above >30 While deer dung has a ratio level of C / N >35. This research took place at Jl Tambak Desa Tambak Keramat Kec.Tambak pulau bawean. The study was conducted from August 2021 to September 2021.The study used a complete randomized design experiment (RAL) using three 10 repetition treatments. The research data is analyzed by using ANOVA. If there is a significant influence, then the analysis continues with the BNT (Real Difference Tere¬cil) test of 5%.The results showed that the treatment that has a high and very good effect on the growth of lettuce plants (Lactuca sativa) treatment (P1), while in the treatment (P2) shows unfavorable results for the growth of lettuce plants (Lactuca sativa).  Keywords: Bawean Deer Dung, Goat Dung. Lettuce   ABSTRAK Kotoran kambing (Capra aegagrus hircus) dan kotoran rusa bawean (Axis kuhlii) dikelompokkan menjadi satu golongan dengan tekstur yang sama Nilai rasio C/N pukan kambing umumnya masih diatas >30 Sedangkan kotoran rusa mempunyai tingkat rasio C/N >35. Penelitian ini bertempat di Jl Tambak Desa Tambak Keramat Kec.Tambak pulau bawean dilakukan dari agustus 2021 sampai dengan bulan september 2021.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap  menggunakan tiga perlakuan 10 pengulangan.Data penelitian dianalisis dengan menggu­nakan ANOVA.Apabila terdapat pengaruh yang signifikan, maka analisis  dilanjut­kan dengan uji BNT (Beda Nyata Terke­cil) 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang berpengaruh yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa) adalah perlakuan campuran tanah humus dengan kotoran rusa bawean (P1) terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun berat basah dan kering tanaman selada, sedangkan pada perlakuan campuran tanah humus humus dengan kotoran kambing yang masih fresh (P2) menunjukkan  hasil yang tidak signifikan bagi pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa). Kata kunci: Kotoran Rusa Bawean, Kotoran Kambing, Selada
Pengaruh Suhu terhadap Aktivitas Antioksidan dalam Daun Zaitun (Olea europaea L.) dengan Metode DPPH Oey, Ulfi Abdul Rahman; Rahayu, Tintrim; Jayanti, Gatra Ervi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i1.15927

Abstract

Causes of degenerative diseases are caused by activities and unhealthy lifestyle. unhealthy lifestyle which in turn triggers free radicals. free radicals are moleculs that are not oxidized which cause the formation of new molecules that can damage body cells. free radicals can be overcome by giving natural antioxidants, one of which is form the olive plant (Olea europaea L.).The purpose of this study was to determine the effect of temperature treatment on antioxidant activity in olive leaves based on leaf age by calculating the IC50 value. The method used in this research is the DPPH method. Based on the results of the study, it can be concluded that the temperature of 31.6°c in young leaves according to calculations is categorized as a strong antioxidant because it provides a calculated value of 82.778 ppm and 165.093 ppm on old leaves and classified as moderate antioxidants, while temperature of 44°c give dominant level under 31.6°c with IC50 values 123.78 ppm for young leaves and 165.170 ppm for old leaves and classified as moderate antioxidants according to the theory that compounds that have very strong antioxidant activity values IC50 values are less than 50 ppm, strong if the IC50 are between 50 and 100, moderate antioxidant if the IC50 values are feasible 100-250 ppm, weak if the IC50 value is 250-500 ppm and inactive if the IC50 value is more than 500 ppm. and vice versa related to the selection of leaf age also affects the level of antioxidant activity seen from the comparison of results from the two treatments that young leaves have a higher level of antioxidant activity than old leaves in counteracting free radicals.Keywords : Temperature, Antioxidant, Olive (Olea europaea L.), DPPH.ABSTRAKPenyebab penyakit degeneratif disebabkan karena aktivitas dan pola hidup yang kurang sehat. Pola hidup kurang sehat yang pada akhirnya memicu radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul yang tidak teroksidasi yang menyebabkan terbentuk molekul baru yang dapat merusak sel tubuh. Radikal bebas dapat diatasi dengan pemberian antioksidan salah satunya dari tumbuhan zaitun (Olea europaea L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan suhu terhadap aktivitas antioksidan pada daun zaitun berdasarkan umur daun melalui perhitungan nilai IC50. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode DPPH. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan suhu 31.6°C pada daun muda  menurut perhitungan IC50 dikategorikan sebagai antioksidan kuat karena memberikan nilai hasil perhitungan IC50  sebesar 82.778 ppm dan 165.093 ppm pada daun tua dan tergolong antioksidan sedang, sementara pada perlakuan suhu 44°C memberikan pengaruh lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan suhu 31.6°C dengan nilai IC50 sebesar 123.78 ppm untuk daun muda dan 165.170 ppm untuk daun tua dan tergolong antioksidan sedang sesuai teori bahwa senyawa yang memiliki nilai aktivitas antioksidan sangat kuat jika nilai IC50 kurang dari 50 ppm, kuat apabila nilai IC50 bernilai antara 50 sampai 100, antioksidan sedang apabila jika nilai IC50 bernilai 100-250 ppm, lemah jika nilai IC50 bernilai 250-500 ppm dan tidak aktif jika nilai IC50 bernilai lebih dari 500 ppm, begitupun sebaliknya terkait pemilihan umur daun juga berpengaruh terhadap tinggi rendahnya aktivitas antioksidan dilihat dari perbandingan hasil dari kedua perlakuan bahwa daun muda memiliki tingkat aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan dengan daun tua dalam menangkal radikal bebas.Kata Kunci : Suhu, Antioksidan, Zaitun (Olea europaea L.), DPPH.
Pengaruh variasi konsentrasi indole butyric acid (iba) pada anggrek (dendrobium hybrid) terhadap pertumbuhan dan survival dalam media cocopeat: Effect of indole butyric acid (iba) concentration variations on orchid (dendrobium hybrid) on growth and survival in cocopeat media Setyowati, Dewi Anjar; Rahayu, Tintrim; Jayanti, Gatra Ervi; Agisimanto, Dita
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i2.16959

Abstract

Orchids have endemic flowers with high aesthetic value and are widespread throughout Indonesia. One of the widely cultivated orchid varieties is the Dendrobium Orchid. The orchid cultivation process requires special handling, especially in the growing environment, which must be by the plant’s original habitat, so that plant growth and development become more optimal, especially the planting medium and the provision of nutrients must be appropriate. This study aimed to determine the optimal concentration of IBA on the growth of orchid plants (Dendrobium hybrid) and to determine the optimal variation of IBA concentration on the survival of orchid plants in cocopeat media. The research method was carried out experimentally using the Randomized Block Design (RAK). To compare the growth between the concentration of IBA and root growth has given four treatments: P1: 0.25 ml/L, P2: 0.50 ml/L, P3: 0, 75ml/L, P4: 1ml/L each treatment was given three replications and each replication contained four plant seeds with a total of 48 plant seeds. Observation parameters included root length, number of new roots, leaf length, number of leaves, plant length, plant wet weight, and plant survival. The optimal concentration of IBA on orchid growth at a concentration of 0.25 ml/L IBA optimal orchid growth was found in the parameters of the number of new roots. Plant length at a concentration of 0.75 ml/L IBA optimal orchid growth was found in root length and planted wet weight parameters. In the survival parameters of orchid plant life, the optimal concentration of IBA was found at a concentration of 0.25 ml/L.  Keywords: Orchid, growth, orchid survival, and IBA   ABSTRAK Anggrek memiliki bunga endemik yang memiliki nilai estetika tinggi dan menyebar luas di seluruh Indonesia. Salah satu varietas anggrek yang banyak dibudidayakan yaitu Anggrek Dendrobium. Proses budidaya anggrek memerlukan penanganan khusus terutama pada lingkungan tumbuh yang harus sesuai dengan habitat asli tanaman, agar pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi lebih optimal terutama media tanam dan pemberian unsur hara harus tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi pemberian IBA yang optimal terhadap pertumbuhan tanaman angrek (Dendrobium hybrid) serta untuk mengetahui pemberian variasi konsentrasi IBA yang optimal terhadap survival kehidupan tanaman anggrek dalam media cocopeat. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), untuk membandingkan pertumbuhan antara konsentrasi IBA terhadap pertumbuhan akar yang diberi empat perlakuan P1: 0,25 ml/L, P2: 0,50 ml/L, P3: 0,75ml/L, P4: 1ml/L masing-masing perlakuan di berikan tiga ulangan dan setiap ulangan terdapat empat bibit tanaman dengan jumlah keseluruhan 48 bibit tanaman. Parameter pengamatan meliputi panjang akar, jumlah akar baru, panjang daun, jumlah daun, panjang tanaman, berat basah tanaman, dan survival tanaman. Konsentrasi IBA yang optimal terhadap pertumbuhan anggrek pada konsentrasi 0,25 ml/L IBA, pertumbuhan anggrek yang optimal terdapat pada parameter jumlah akar baru. Pada konsentrasi 0,50 ml/L IBA pertumbuhan anggrek yang optimal terdapat pada parameter panjang daun, jumlah daun, dan panjang tanaman. Pada konsentrasi 0,75 ml/L IBA pertumbuhan anggrek yang optimal terdapat pada parameter panjang akar dan berat basah tanaman. Pada parameter survival kehidupan tanaman anggrek konsentrasi pemberian IBA yang optimal terdapat pada konsentrasi 0,25 ml/L. Kata kunci: Anggrek, pertumbuhan, survival anggrek, dan IBA
Kajian Akar Kadaka sebagai Media Tanam dengan Pengaruh Variasi Konsentrasi Indole Butyric Acid Tterhadap Pertumbuhan Anggrek Dendrobium canaliculatum: Study of Kadaka Roots as a Plant Media with the Effect of Variation Concentrations of Indole Butyric Acid on Dendrobium canaliculatum Orchid Growth Hadi, Muhammad Sholikhul; Rahayu, Tintrim; Jayanti, Gatra Ervi; Agisimanto, Dita
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v6i1.17140

Abstract

Dendrobium is an orchid that many orchid lovers like. Efforts to increase the quantity of orchids in the growth phase can be done in several ways, namely through the regulation of fertilization and the use of appropriate planting media. Planting media from kadaka roots is the right media for the growth of orchid. The addition of nutrients N, P, and K together showed a significant increase in total biomass. In addition to fertilizers, growth regulators substances also affect growth. The plant hormone used in plant cultivation is the auxin hormone. One type of auxin hormone type is Indole Butyric Acid (IBA) which functions to stimulate root formation. This study aimed to study the effect of IBA concentration on the root growth of Dendrobium orchids grown on kadaka root media. Dendrobium orchids seedlings were selected beforehand, planted in kadaka roots, and treated twice a week. The treatment was carried out for two months using IBA concentrations of 0.25, 0.50, 0.75, and 1.0 ml/L. The administration of IBA hormone on the growth of Dendrobium canaliculatum affects the number of new roots, leaf length, and plant height. IBA at 0.25 ml/L was the optimal concentration for the number of new roots. The number of new roots as an indicator of optimal orchid growth in response to IBA hormone administration.  Keywords: Kadaka, Indole Butyric Acid (IBA), Orchid, Orchid Growth   ABSTRAK Dendrobium adalah anggrek yang banyak disukai pecinta anggrek. Upaya peningkatan kuantitas anggrek pada fase pertumbuhan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu melalui pengaturan pemupukan serta penggunaan media tanam yang sesuai. Media tanam dari akar kadaka merupakan media yang tepat untuk pertumbuhan anggrek. Penambahan unsur hara N, P, dan K pada media secara bersama menunjukkan peningkatan total biomassa yang signifikan. Selain pupuk, Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) juga berpengaruh terhadap pertumbuhan. Hormon tanaman yang dipergunakan pada pembudidayaan tanaman adalah hormon auksin. Salah satu jenis hormon auksin merupakan Indole Butyric Acid (IBA) yang dipergunakan untuk merangsang pembentukan akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek konsentrasi IBA terhadap pertumbuhan akar anggrek Dendrobium yang ditanam pada media akar kadaka. Tanaman anggrek yang digunakan adalah seedling Dendrodium, dilakukan seleksi, ditanam di akar kadaka, dan diberi perlakuan dua kali seminggu. Perlakuan dilakukan selama dua bulan menggunakan konsentrasi IBA 0,25, 0,50, 0,75, dan 1,0 ml/L. Pemberian hormon IBA terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium canalicullatum berpengaruh pada jumlah akar baru, panjang daun dan tinggi tanaman. IBA pada 0,25 ml/L merupakan konsentrasi yang optimal untuk jumlah akar baru. Jumlah akar baru sebagai indikator pertumbuhan anggrek yang optimal terhadap respon pemberian hormon IBA.  Kata kunci: Kadaka, Indole Butyric Acid (IBA), Anggrek, Pertumbuhan
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abd Chalim Asnawi Afif Hilmi Ahmad Syauqi ahmad syauqi, ahmad Ainur Rofiq Ainur Rofiq Ainur Rohmah Alifia, Ersa Alik Maulidiyah Ana Li'atul Mufidah Anisa, Khoiria Ari Hayati Ari Hayati Arifyani, Laily Febrian Arinto Y.P Wardoyo Asnawi, Abd Chalim Aza Zunairoh Budi Santoso Devi Sugiarto Dewi Anjar Setyowati Dewi Rahayu Saraswati Dewi, Lina Purnama Dionysius J.D.H Santjojo Dita Agisimanto Dita Agisimanto Dita Agisimanto Dwi Budi Santoso Edi Santoso Edi Santoso Eka Prasetyowati Emeliya, Emeliya Fadhil, Ilnia Farah Aida Qotrun Nada Fitri, Hanin Rahma Garnis Mufarrohah Rohmah Garnis Mufarrohah Rohmah Gatra Ervi Jayanthi Gatra Ervi Jayanti Gatra Ervi Jayanti Gatra Ervi Jayati Gumiwang, Wulan Dari Neng Hadi, Muhammad Sholikhul Haikal, Muhammad Wildan Hasanah, Rochmatul Hesti Nofanda Hesti Nofanda, Hesti Hilmi, Afif Hosnia Sari Ilnia Fadhil Istifadah, Hayati Istiqomah, Nuri Lailatul Khoiria Anisa LAILATUL MAGHFIROH Lailatul Maghfiroh Lailatul Mufairoh Lutfi Niam Lutfi Niam, Lutfi Lutfiah sudarmaji Ma'rifatul As'adah Mai Suroh Majida Ramadhan Marista, Bilqis Mawardi, Azis Mochamad Ircham Firmansah Mufairoh, Lailatul Mufidah, Ana Liatul Muhammad Ni'amul Albab Mustakim, Moch Nada, Farah Aida Qotrun Nilam Firdausi Nilam Firdausi, Nilam Nindi Afifa Nisa Nisa, Kholisatun Nur Ainiah Nurul Jadid Mubarokati Oey, Ulfi Abdul Rahman Oktavia Rahayu Puspitarini Pratiwi, Radita Intan Aisyah Purnamasari, Viska Puspa, Andria Putri, Nela Vede Rhofa Radita Intan Aisyah Pratiwi Rafida Azizah Reza Priski Dwi Jayanti Riadul Jannah Saimul Laili Salsabilla, Dyah Ajeng Saraswati Subagyo Sari, Hosnia Setyowati, Dewi Anjar Sirojuddin M. Rochmat Siti Marhumah Siti Marhumah, Siti Siti Milatil Hasanah Siti Rahmah Suhnin, Zuhria binti Suroh, Mai Syafitri, Fitria Indah Taufiq Hidayat Ulfi Abdul Rahman Oey Vira Ruainiah Ruswandari Winda Tul Habibah Wulan Dari Neng Gumiwang Yaqutun Nafisah Yuliana Ratna Sari, Yuliana Ratna Zuhria binti Suhnin