Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Beberapa Jenis Sitokinin Terhadap Pertumbuhan Protocorm Like Body (PLB) Anggrek (Dendrobium sp.) Pada Media MS Dalam Bentuk Thin Liquid Film Emeliya, Emeliya; Rahayu, Tintrim; Jayanti, Gatra Ervi; Agisimanto, Dita
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 9, Nomor 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.9.1.2024.29-38

Abstract

Sitokinin berperan dalam pembelahan dan pembesaran sel sehingga memacu pertumbuhan tanaman,  sitokinin juga memacu pembentukan tunas baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis sitokinin terhadap pertumbuhan PLB Anggrek (Dendrobium sp.) pada media MS dalam bentuk Thin Liquid Film secara in vitro. Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak Lengkap (RAL) yaitu perlakuan kontrol dan jenis sitokinin BAP 0,1 mg/L, Kinetin 0,1 mg/L, 2-iP 0,1 mg/L, Metatopolin 0,1 mg/L, dan Air kelapa 10 mL, sehingga terdapat 7 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah persentase eksplan tumbuh, respon eksplan, saat muncul tunas, akar pertama muncul, daun pertama muncul, warna daun dan berat PLB. Analisis data menggunakan ANNOVA. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan perlakuan terbaik pada perlakuan 2-iP 0,1 mg/L terhadap parameter respon PLB, waktu muncul tunas pertama dan waktu daun pertama muncul. Pada parameter waktu akar pertama muncul yang paling cepat pada perlakuan BAP 0,1 mg/L. Perubahan warna yang terjadi pada PLB yaitu hijau 145 B menjadi hijau 141 A pada perlakuan BAP 0,1 mg/L. Pada  perlakuan kinetin 0,1 mg/L merupakan berat PLB yang paling optimum.  Cytokinins play a role in cell division and enlargement thereby stimulating plant growth, cytokinins also stimulate the formation of new shoots. The aim of this research was to determine the effect of giving various types of cytokinins on the growth of PLB Orchids (Dendrobium sp.) on MS media in the form of Thin Liquid Film in vitro. The research method used experimental research with a completely randomized design (CRD), namely control treatment and cytokinin type BAP 0.1 mg/L, Kinetin 0.1 mg/L, 2-iP 0.1 mg/L, Metatopolin 0.1 mg/L L, and 10 mL coconut water, so there were 7 treatments with 4 repetitions. The parameters observed were the percentage of explant growth, explant response, when shoots appeared, first roots appeared, first leaves appeared, leaf color and PLB weight. Data analysis using ANNOVA. Based on the observation results, it was found that the best treatment was the 2-iP 0.1 mg/L treatment for the PLB response parameters, the time the first shoot appeared and the time the first leaf appeared. The time parameter for the first roots to appear was the fastest in the 0.1 mg/L BAP treatment. The color change that occurred in PLB was green 145 B to green 141 A in the BAP 0.1 mg/L treatment. In the kinetin treatment 0.1 mg/L was the most optimum PLB weight.
Korelasi Warna Ujung Akar dengan Warna Bunga Berdasarkan Anatomi Ujung Akar Anggrek Phalaenopsis, Dendrobium dan Vanda Alifia, Ersa; Rahayu, Tintrim; Jayanti, Gatra Ervi
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 9, Nomor 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.9.1.2024.10-19

Abstract

Anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki ciri khas bunga yang indah dan bentuk bunga yang membedakan dengan tanaman lainnya. Keragaman anggrek yang cukup tinggi di Indonesia, dibutuhkan penelitian untuk menunjukkan korelasi antara warna ujung akar dengan warna bunga anggrek, yang dapat dilihat dari anatomi ujung akar anggrek. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui korelasi warna pada ujung akar dengan warna bunga anggrek  Phalaenopsis, Dendrobium dan Vanda. Penelitian ini menggunakan metode kualititatif secara deskriptif dengan menampilkan data dalam bentuk gambar dan deskripsi dari 9 sampel anggrek dengan warna yang berbeda, dan dianalisis dengan kuantitatif berdasarkan kode warna yang tertera pada Royal Horticultural Society (RHS) dikombinasikan dengan Red, Green, Blue (RGB), uji korelasi warna dilakukan menggunakan Korelasi Pearson. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan warna ujung akar dengan warna bunga anggrek Phalaenopsis, Dendrobium dan Vanda terdapat adanya pigmen pembentuk warna klorofil, antosianin dan karotenoid yang dapat dilihat dari anatomi ujung akar pada sel korteks. Vanda memiliki nilai korelasi yang diperoleh sebesar 0,661 dan dinyatakan mempunyai kesamaan hubungan positif dengan kekuatan korelasi paling kuat dibandingkan anggrek Phalaenopsis dan Dendrobium.  Kesimpulan, yaitu warna ujung akar dengan bunga anggrek Phalaenopsis, Dendrobium dan Vanda memiliki korelasi warna yang dapat dilihat dari anatomi ujung akar irisan melintang pada sel korteks.  Orchids are ornamental plants that have beautiful flower characteristics and flower shapes that distinguish them from other plants. The diversity of orchids is quite high in Indonesia, research is needed to show the correlation between the color of the root tip and the color of the orchid flower, which can be seen from the anatomy of the root tip of the orchid. The purpose of this study was to determine the correlation of the color at the tip of the root with the color of the Phalaenopsis, Dendrobium and Vanda orchids. This study used a descriptive qualitative method by displaying data in the form of pictures and descriptions of 9 samples of orchids with different colors, and analyzed quantitatively based on the color codes listed on the Royal Horticultural Society (RHS) combined with Red, Green, Blue (RGB), color correlation test was performed using Pearson Correlation. The results obtained in this study showed that the color of the root tips with the colors of Phalaenopsis, Dendrobium and Vanda orchids contained pigments that form the color of chlorophyll, anthocyanins and carotenoids which can be seen from the anatomy of the root tips in the cortical cells. Vanda has a correlation value of 0.661 and is stated to have the same positive relationship with the strongest correlation strength compared to Phalaenopsis and Dendrobium orchids. The conclusion is that the color of the root tip with Phalaenopsis, Dendrobium and Vanda flowers has a color correlation which can be seen from the anatomy of the root tip of the cross section of the cortex cells.
Profil Histokimia dan Analisis In Silico Senyawa Metabolit Sekunder pada Daun Zaitun (Olea europaea L.) Maghfiroh, Lailatul; Rahayu, Tintrim; Hayati, Ari
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1132

Abstract

Olive (Olea europaea L.) is a plant that is native of the Mediterranean region which was also able to grow in Indonesia. The plants contain secondary metabolite that will be useful for a survival of a certain species. One of the tests to know a compound of the secondary metabolite on the leaves of zaitun is the histochemical analysis. The knowledge about secondary metabolite containing on a tissue of cell can be done the continued testing for ensure secondary metabolite profile of the compound in form of 3D molecular structure that is using in silico analysis. The research aimed to know the histochemical profile and structure of 3D molecular secondary metabolite of olive leaves. The method was used descriptive-qualitative and the research was done two stages; histochemical testing and was continued with visualization of the chemical structure by ‘in silico’ method in form of chemical structure 3D image. The result showed that histochemical analysis at five these secondary metabolites contained in olive leaves; the terpenoids, an alkaloid, phenolic, lipophilic, and flavonoid. While the tannin compound undetectable. All these secondary metabolite containing in olive leaves can be seen in form of 3D structure.Keywords: Olive (Olea europaea L.), secondary metabolites, histochemical, In silicoABSTRAKZaitun (Olea europaea L.) merupakan tanaman yang berasal dari daerah Mediterania yang juga dapat tumbuh di Indonesia. Tanaman zaitun mengandung metabolit sekunder yang bermanfaat untuk pertahanan hidup suatu species tertentu. Salah satu pengujian untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder pada daun zaitun adalah dengan analisis histokimia. Pengetahuan tentang kandungan metabolit pada suatu jaringan sel dapat dilakukan pengujian lanjut untuk memastikan profil senyawa metabolit sekunder tanaman dalam bentuk struktur 3D molekular, yaitu menggunakan analisis In silico. Penelitian bertujuan untuk mengetahui profil histokimia dan struktur molekuler 3D metabolit sekunder daun zaitun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan penelitian ini dilakukan dengan 2 tahapan; uji histokimia dan dilanjutkan dengan visualisasi struktur kimia metode in silico berupa struktur kimia gambar 3D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis histokimia pada lima metabolit sekunder terkandung pada daun zaitun yaitu terpenoid, alkaloid, fenolik, lipofil, dan flavonoid. Sedangkan senyawa tannin tidak terdeteksi. Semua senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada daun zaitun dapat dilihat dalam bentuk struktur 3D.Kata kunci: Zaitun (Olea europaea L.), Metabolit sekunder, Histokimia, In silico
Profil Metabolit Skunder Daun Tin (Ficus carica) melalui Analisis Histokimia dan Deteksi Flavonoid dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Anisa, Khoiria; Rahayu, Tintrim; Hayati, Ari
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1266

Abstract

Tin (Ficus carica) is one of the plants that was mentioned in the Al-Qur’an (at-Tiin 1-3). The plant has the potential of its leaves that can be used as a medicine. In this research were done two tests that are histochemical test and phytochemical test. The method used is descriptive method and the data is processed by descriptive qualitative. Histochemical analysis aims to determine the profile of secondary metabolite compounds in Tin leaf (Ficus carica); among the metabolites were tested the alkaloid, terpenoid, phenol, flavonoid and lipophilic. The second test is the phytochemical test to the examine flavonoid aglycon present, among the tested it  is anthocyanin, flavones, flavonol and, biflavonil by thin layer chromatography method. The result showed that the histochemical analysis of Tin leaf (Ficus carica) contain secondary alkaloid, phenol, flavonoid and lipophilic. The phytochemical test result is flavonoid aglycon that show existence is anthocyanin, flavones and biflavonil.Keywords: Tin (Ficus carica), Histochemical profile, Phytochemical test, Flavonoid, TLC.ABSTRAKTin (Ficus carica) adalah salah satu tanaman yang disebutkan di dalam kitab suci Al-Qur’an (Surat At-Tiin 1-3) yang memiliki potensi pada daunnya dapat digunakan sebagai obat. Telah dilakukan penelitian analisis histokimia dan uji fitokimia daun Tin (Ficus carica). Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif. Data diolah secara deskriptif kualitatif. Analisis histokimia bertujuan untuk mengetahui profil senyawa metabolit sekunder dalam daun Tin (Ficus carica); di antara uji metabolit dilakukan uji alkaloid, terpenoid, fenol, flavonoid dan lipofilik. Uji fitokimia bertujuan untuk memeriksa aglikon flavonoid yang ada, di antara aglikon yang diuji yaitu antosianin, flavon, flavonol dan biflavonil dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis histokimia daun Tin (Ficus carica) terdeteksi mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, fenol, flavonoid dan lipofilik. Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya senyawa antosianin, flavon dan biflavonil.Kata kunci: Tin (Ficus carica), Profil histokimia, Uji fitokomia, Flavonoid, KLT.
Kajian Penambahan BahanOrganik Pada Media Tanam VW Pada Organogenesis AnggrekDendrobium SecaraIn Vitro Rahmah, Siti; Rahayu, Tintrim; Hayati, Ari
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1392

Abstract

In vitro tissue culture is a growth optimization technique of Dendrobium orchid with according to media composition. Nutritions in the media are important for dendrobium orchid. Dendrobium orchid  include plant from orchidaceae family its spread throughout the world like indonesia. Its features are easily planted, intersest is continuous and varied, easily assembled, the flower crown is not easy to fall and wither. Research aimed at obtaining media compositions that are easily available and able to fulfill the needs of orchid plants. The research was conducted using descriptive methods to compare different trearment; Vacin & Went and VW media with adding organic matter; extract bean sprouts, potato extrac, and water coconut; wich is conducted for eight weeks after planting. The result of addition organic matter on VW media was different toward organogenesis of orchid. The average number of shoots is 1.8; the number of leaves average of 6.8 and the number of roots average of 3.6 formed from two until eight weeks after culture.Keywords: tissue culture, growing media, Dendrobium orchid, organogenesis.ABSTRAKKultur jaringan in vitro adalah salah satu teknik optimalisasi pada pertumbuhan tanaman angrek Dendrobium dengan menyesuaikan komposisi medianya. Nutrisi yang terdapat di dalam media sangat penting bagi pertumbuhan anggrek. Anggrek Dendrobium termasuk tanaman dari keluarga Orchidaceae yang penyebarannya sampai ke pelosok dunia seperti Indonesia. Keistimewaanya mudah ditanam, bunganya terus-menerus dan bermacam-macam, mudah disusun, serta mahkota bunga tidak mudah jatuh dan layu. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan komposisi media yang mudah didapat dan mampu memenuhi kebutuhan tanaman anggrek. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif untuk membandingkan perlakuan media yang berbeda yaitu media Vacin & Went, dan VW dengan penambahan bahan organik; ekstrak tauge kacang hijau, ekstrak kentang, dan air kelapa muda; yang dilakukan selama delapan minggu setelah tanam. Hasil penambahan bahan organik pada media VW berbeda terhadap organogenesis eksplan anggrek. Jumlah tunas rata-rata 1,8; Jumlah daun rata-rata 6,8 dan jumlah akar rata-rata 3,6 yang terbentuk dari dua minggu setelah kultur (MSK) sampai minggu terakhir pengamatan delapan MSK.Kata kunci: kultur jaringan, media tanam, angrek Dendrobium,organogenesis.
Pengaruh Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Sebagai Zpt Alami Terhadap Pembentukan Akar Stek Pucuk Tanaman Krisan (Chrysanthemum sp) Fadhil, Ilnia; Rahayu, Tintrim; Hayati, Ari
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1416

Abstract

Chrysanthemum (Chrysanthemum sp.) is mainstay commodities in horticulture industry that have very bright market prospects. One aspect that needs to be done is to use good quality chrysanthemum seeds. The obstacle of seeds from cuttings propagation is thin roots. Efforts to increase root cuttings are by giving exogenous growth regulating substances to stimulate root formation in propagation shoot cuttings. The objective of this study was to find out the effect of onion skin (Allium cepa L.) on the formation of chrysanthemum (Chrysanthemum sp) cutting roots. The natural growth regulating agent used is red onion skin (Allium cepa L.). The method that used is experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 6 treatments, 1 treatment as control and 5 treatments as a treatment that is given different concentration namely 60%, 70%, 80%, 90%, and 100% with 5 times retreatment. From the data that has been obtained from the experimental results, data analysis is done using analysis of variance (ANOVA) using Microsoft Excel. If the results show the value is significantly different then it will be followed by BNT 0.05 test. Parameters observed include percentage of growing cutting, root length, number of root and when buds appear. The result showed that onion skin significantly affects the roots formation of chrysanthemum cuttings. The optimal effect of onion skin was shown at 80% concentration on the number of roots and root length with an average number of roots 19 and 3,7 cm root length. ABSTRAKKrisan (Chrysanthemum sp.) merupakan komoditas andalan dalam industri hortikultura yang memiliki prospek pasar yang sangat cerah. Salah satu aspek yang perlu dilakukan yaitu menggunakan bibit tanaman krisan yang berkualitas baik. Kendala  pada bibit hasil perbanyakan dengan stek adalah perakaran yang kurang lebat. Upaya meningkatkan perakaran bibit stek adalah dengan memberikan zat pengatur tumbuh secara eksogen untuk merangsang pertumbuhan akar dalam perbanyakan melalui stek pucuk. Zat Pengatur Tumbuh alami yang digunakan adalah kulit bawang merah (Allium  cepa  L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kulit bawang merah (Allium cepa L.) terhadap pembentukan akar stek pucuk tanaman krisan (Chrysanthemum sp). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL)  yang terdiri dari 6 perlakuan, 1 perlakuan sebagai kontrol dan 5 perlakuan sebagai perlakuan yang diberi konsentrasi yang berbeda yaitu 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100% dengan 5 kali ulangan. Dari data yang telah diperoleh dari hasil eksperimen dilakukan analisis data menggunakan analisis varian (ANOVA) dengan menggunakan Microsoft Excel. Apabila hasil menunjukkan nilai berbeda nyata maka akan dilanjutkan dengan uji BNT 0.05. Parameter yang diamati meliputi persentase tumbuh stek, panjang akar, jumlah akar dan waktu muncul tunas. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa pemberian kulit bawang merah berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan akar stek tanaman krisan. Pengaruh kulit bawang merah yang optimal ditunjukkan pada konsentrasi 80% terhadap jumlah akar dan panjang akar dengan rata-rata jumlah akar 19 dan panjang akar 3,7 cm.Kata kunci: Kulit bawang merah, Zat pengatur tumbuh alami, Stek pucuk krisan.
Pengaruh Pemberian Limbah Biogas Cair dan Padat (Bio Slurry) sebagai Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea) Hilmi, Afif; Laili, Saimul; Rahayu, Tintrim
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1417

Abstract

The mustard greens green (Brassica juncea L.) is one of the vegetables that has a commercial value and prospects in the community. Bio-slurry or waste of biogas is a product of the biogas processing from a animals dung, human waste and plant by mixing them with water through the process without oxygen (anaerobic) in the room is covered with metanogen bacteria. The research was carried out by the experimental method with block radomized design. Based on the results of research the effect of biogas liquid waste and solid Bio Slurry as organic fertilizer to the plants growth of mustard greens green (Brassica juncea L.). The best dosage in the organic fertilizer provision  of the form of a solid is 450g (P45), while a dosage of the liquid form is 30 ml and they are not different.The key word: organic fertilizer, Bio slurry, mustard greens green.ABSTRAKTanaman sawi hijau (Brassica junceaL.) merupakan salah satu kelompok sayuran yang memiliki nilai komersial dan prospek yang tinggi di kalangan masyarakat. Bio-slurry atau limbah biogas merupakan produk dari hasil pengolahan biogas berbahan campuran kotoran yaitu kotoran manusia, kotoran ternak dan tumbuhan, proses pengelolaannya dengan cara mencampurkan kotoran ternak dengan air melalui proses tanpa oksigen (anaerobik) di dalam ruang tertutup oleh bakteri metanogen. Penelitian ini dilakukan dengan metode deksperimen dengan rancangan acak kelompok. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh pemberian limbah biogas cair dan padat (Bio Slurry) sebagai pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.). Dosis yang terbaik dalam pemberian pupuk organik dari limbah biogas (Bio Slurry) bentuk padatan dalah 450g (P45), sedangkan dosis yang terbaik pemberian pupuk organik dari limbah biogas (Bio Slurry) bentuk cair adalah 30 ml dan keduanya tidak berbeda.Kata kunci: pupuk organic, Bio slurry,sawi hijau
Pengaruh Pemberian Hasil Samping Pembuatan Biogas sebagai Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan Bawang Merah (Allium cepa L.) Mufairoh, Lailatul; Laili, Saimul; Rahayu, Tintrim
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1418

Abstract

The shallots production enhancements, an improvement in cultivation techniques and organic fertilizer is needed. Biogas liquid waste is one of the organic fertilizers that can be used in plants. The benefit of biogas liquid waste is that it can improve soil properties and produce agricultural products that are safe for health. The purpose of this study was to determine the effect of dose and time of bio-slurry fertilizer on the growth of red onion (Allium cepa L.). Research used a randomized block design consisting of two factors. The first factor is the time of fertilizer application which consists of four levels, namely: control, W1, W2 and W3. The second factor is the administration of bio-slurry fertilizer dose of 25 ml, 50 ml, 75 ml and 100 ml. The results showed that the application of bio-slurry fertilizer affected the growth of shallots. The treatment of D4W1 (fertilizer every week with a dose of 100 ml) showed the best results in each parameter, namely plant height, leaf number, leaf area, root length, wet weight and dry weightABSTRAKPeningkatan produksi bawang merah diperlukan adanya perbaikan teknik budidaya  dan pemberian pupuk organik. Limbah cair biogas adalah salah satu pupuk organik yang dapat digunakan pada tanaman. Manfaat limbah cair biogas adalah  dapat memperbaiki sifat-sifat tanah dan menghasilkan produk pertanian yang aman bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dosis dan waktu pemberian pupuk bio-slurry terhadap pertumbuhan bawang merah (Allium cepa L.) Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu waktu pemberian pupuk yang terdiri dari empat taraf yaitu: kontrol, W1, W2 dan W3. Faktor kedua adalah pemberian dosis pupuk bio-slurry yaitu 25 ml, 50ml, 75 ml dan 100 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk bio-slurry berpengaruh terhadap pertumbuhan bawang merah. Perlakuan D4W1 (pemberian pupuk setiap minggu dengan dosis 100 ml).menunjukkan hasil yang terbaik pada setiap parameter yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, berat basah dan berat kering.Kata kunci: Pupuk Bio-Slurry, Bawang merah (Allium cepa L.), waktu pemberian pupuk
Eksplorasi Pengetahuan tentang Tumbuhan Obat di Kalangan Generasi Muda Pulau Mandangin Kecamatan Sampang kabupaten Sampang Madura Sari, Hosnia; Hayati, Ari; Rahayu, Tintrim
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1424

Abstract

In the study of the exploration of knowledge of medicinal plants among the younger generation Mandangin Island has the purpose to inventory and describe the types of plants and explore the knowledge of the younger generation about medicinal plants on Mandangin Island. This research was conducted on Mandangin Island in June-July 2018. The tools and materials used in this study were questionnaires, digital cameras and all medicinal plants that were known by the respondents while the research method used was descriptive explorative method, namely literature study, observation in the field , and interviews using questionnaires. The sampling technique uses purposive sampling technique with the number of respondents taken as many as 100 respondents in the age range between 16-30 years. While the data analysis used in this study is a descriptive statistical analysis that covers the value of respondents' perceptions based on the scale and analysis of data resulting from community perceptions of medicinal plants. From the results of research that has been done that the level of knowledge of young genes on medicinal plants on Mandangin Island has a high score of 91%. The plants found by the young generation amount to 21 species and only 16 types of medicinal plants are used as medicine by the younger generation.ABSTRAKDalam penelitian tentang eksplorasi pengetahuan tumbuhan obat di kalangan generasi muda Pulau Mandangin memiliki tujuan untuk menginventarisasi  dan mendiskripsikan jenis-jenis tumbuhan serta menggali pengetahuan generasi muda tentang tumbuhan obat di Pulau Mandangin. Penelitian ini dilakukan di Pulau Mandangin pada bulan juni-juli 2018. Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner, kamera digital dan semua tumbuhan obat yang diketahui oleh responden sedangkan metode penelitian  yang digunakan yaitu metode deskriptif eksploratif yaitu studi pustaka, pengamatan di lapangan, dan wawancara menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampelnya menggunkan teknik purposive sampling dengan jumlah responden yang diambil sebanyak 100 responden pada kisaran umur antar 16-30 tahun. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistika deskriptif yang mencangkup nilai persepsi responden berdasarkan skala dan analisis data hasil persepsi masyarakat terhadap tumbuhan obat. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan bahwa tingkat pengetahuan genarasi muda terhadap tumbuhan obat di Pulau Mandangin memiliki nilai skor tinggi yaitu sebanyak 91%. Tumbuhan yang di ketahaui oleh generasi muda berjumlah 21 jenis dan hanya 16 jenis tumbuhan obat  saja yang digunakan sebagai obat oleh generasi muda.Kata Kunci: Pengetahuan Tentang Tumbuhan Obat, Generasi Muda Dan Jenis  Tumbuhan Obat
Pengaruh Pemberian Air Kelapa Terhadap Perkecambahan Biji Kelor (Moringa olifera) Rofiq, Ainur; Laili, Saimul; Rahayu, Tintrim
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i2.2193

Abstract

Moringa plants are one of the not only a source of food, medicine, and animal feed, they can also be an alternative energy source of fuel (biodiesel) that is environmentally friendly because the seeds contain relatively high oil. Plants are easy to grow on critical land or dry land. Moringa plants are a viable choice to be developed as a food source and; also energy. Moringa (Moringa oleifera) is a native species from the Middle East including India, Pakistan, Bangladesh, and also Indonesia, but in the real conditions, the rural environment moringa plants are less noticed and have not been cultivated. In general, the moringa is bred by cuttings but this method will inhibit the plant because the root fibers are only in cuttings and grafting. The aim of the study was to determine the effective concentration of Moringa seeds in germination. Experimental methods were used with five treatments, namely control, 25, 50, 75, and 100% and four replications. The number of research units is 20 plots / media using coconut water. The measured parameters were the number of germination, length, number of roots, root length, the number of leaves of sprouts. The treatment of 25% (P1) gave consistently optimal growth compared to the others. On the twelfth day the optimal sprout is at a concentration of 25%. Keywords: Moringa, germination, coconut waterABSTRAK Tanaman kelor merupakan salah satu tanaman tidak hanya sebagai sumber pangan, pengobatan, dan makanan ternak, tanaman ini juga dapat sebagai sumber energi alternatif bahan bakar (biodiesel) yang ramah lingkungan karena di dalam bijinya mengandung minyak relatif tinggi. Tanaman mudah tumbuh di lahan kritis atau lahan kering. Tanaman kelor menjadi pilihan yang layak untuk dikembangkan sebagai sumber pangan dan ; juga energi. Kelor (Moringa oleifera)  adalah spesies asli dari Timur Tengah termasuk India, Pakistan, Bangladesh, dan juga Indonesia, tetapi pada kondisi real, di pedesaan tanaman kelor kurang diperhatikan dan belum dibudidayakan. Secara umum tanama kelor dikembangbiakan dengan setek atau cangkok dan cara ini akan menghambat tanama karena akar serabut hanya ada di setek dan cangkok. Tujuan penelitian adalah untuk menetahui konsentrasi yang efektif terhadap biji kelor dalam perkecambahan.  Digunakan metode esperimen  dengan lima perlakuan yaitu kontrol, 25, 50, 75, dan 100% dan empat ulangan. Jumlah unit penelitian ada 20 plot/media dengan  menggunakan air kelapa. Parameter yang diukur yaitu jumlah perkecambahan, panjang, jumlah akar, panjang akar, jumlah daun kecambah secara konsisten pada perlakuan 25% (P1) memberikan pertumbuhan yang optimal dibanding lainnya. Pada hari ke duabelas perkecambahan optimal adalah pada konsentrasi 25%.  Kata kunci: kelor, perkecambahan, air kelapa 
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abd Chalim Asnawi Afif Hilmi Ahmad Syauqi ahmad syauqi, ahmad Ainur Rofiq Ainur Rofiq Ainur Rohmah Alifia, Ersa Alik Maulidiyah Ana Li'atul Mufidah Anisa, Khoiria Ari Hayati Ari Hayati Arifyani, Laily Febrian Arinto Y.P Wardoyo Asnawi, Abd Chalim Aza Zunairoh Budi Santoso Devi Sugiarto Dewi Anjar Setyowati Dewi Rahayu Saraswati Dewi, Lina Purnama Dionysius J.D.H Santjojo Dita Agisimanto Dita Agisimanto Dita Agisimanto Dwi Budi Santoso Edi Santoso Edi Santoso Eka Prasetyowati Emeliya, Emeliya Fadhil, Ilnia Farah Aida Qotrun Nada Fitri, Hanin Rahma Garnis Mufarrohah Rohmah Garnis Mufarrohah Rohmah Gatra Ervi Jayanthi Gatra Ervi Jayanti Gatra Ervi Jayanti Gatra Ervi Jayati Gumiwang, Wulan Dari Neng Hadi, Muhammad Sholikhul Haikal, Muhammad Wildan Hasanah, Rochmatul Hesti Nofanda Hesti Nofanda, Hesti Hilmi, Afif Hosnia Sari Ilnia Fadhil Istifadah, Hayati Istiqomah, Nuri Lailatul Khoiria Anisa LAILATUL MAGHFIROH Lailatul Maghfiroh Lailatul Mufairoh Lutfi Niam Lutfi Niam, Lutfi Lutfiah sudarmaji Ma'rifatul As'adah Mai Suroh Majida Ramadhan Marista, Bilqis Mawardi, Azis Mochamad Ircham Firmansah Mufairoh, Lailatul Mufidah, Ana Liatul Muhammad Ni'amul Albab Mustakim, Moch Nada, Farah Aida Qotrun Nilam Firdausi Nilam Firdausi, Nilam Nindi Afifa Nisa Nisa, Kholisatun Nur Ainiah Nurul Jadid Mubarokati Oey, Ulfi Abdul Rahman Oktavia Rahayu Puspitarini Pratiwi, Radita Intan Aisyah Purnamasari, Viska Puspa, Andria Putri, Nela Vede Rhofa Radita Intan Aisyah Pratiwi Rafida Azizah Reza Priski Dwi Jayanti Riadul Jannah Saimul Laili Salsabilla, Dyah Ajeng Saraswati Subagyo Sari, Hosnia Setyowati, Dewi Anjar Sirojuddin M. Rochmat Siti Marhumah Siti Marhumah, Siti Siti Milatil Hasanah Siti Rahmah Suhnin, Zuhria binti Suroh, Mai Syafitri, Fitria Indah Taufiq Hidayat Ulfi Abdul Rahman Oey Vira Ruainiah Ruswandari Winda Tul Habibah Wulan Dari Neng Gumiwang Yaqutun Nafisah Yuliana Ratna Sari, Yuliana Ratna Zuhria binti Suhnin