Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

NIGHT PARTY PUCUAK RABUANG MOTIF INSPIRATION Anggara, Egi; Yanuarmi, Dini; Irja
Runtas: Jurnal Fesyen dan Wastra Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Indonesian Institute of the Arts Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The work entitled “The Creation of Evening Party Dresses Inspired by the Pucuak Rabuang Motif” was inspired by evening party dresses and the pucuak raburan motif. Clothing is generally an expression or personal expression that is not always the same for everyone, the clothing created is an A-line silhouette evening party dress. Motif is a pattern that is formed in such a way as to produce a variety of shapes. The motif which is the source of the idea in this work is the pucuak raburan motif seen from the perspective of a mirror above the water. Everything that is visible above the water will be seen in two and upside down. Likewise, the pucuak raburan motif which is applied to this work resembles an inverted triangle motif as seen from above the water. The materials used are Silungkang songket, bridal sateen, brocade and velvet, consisting of ready to wear, ready to wear deluxe and houte couture clothing levels. In the embodiment using semi boutique techniques and boutique techniques. The method of creation that is carried out starts from preparation, namely looking for books or references related to the idea of ​​creation that is made, conducting a field survey to find the source of the idea or theme and the formulation of the idea of ​​creation to get to know more about the form of the work produced
CREATIVITY THROUGH SEAL BATIK OF USED CARTONS ON DISABILITIES STUDENTS Yanuarmi, Dini; Widdiyanti, Widdiyanti; Sundari, Sri
Batoboh Vol 4, No 2 (2019): BATOBOH : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v4i2.899

Abstract

The purpose of this community service activity is to provide knowledge (knowledge) and skills (skills) to people with disabilities, especially in the State Extraordinary School 1 of Padangpanjang. This training is also an effort to maintain and preserve the existence of batik as a traditional art and cultural heritage. Making batik techniques from used cardboard is expected to equip students with abilities and expertise so that they have the provision of skills that will improve, develop attitudes, knowledge as a person and community members in conducting reciprocal relationships with the social, cultural and natural environment. The method consist of two stages, namely demonstration and practice. The practice begins with making a design motif that is applied to the canting cap, followed by making batik with the stamp technique. The results are made in the form of tablecloths and bags, with the motif designs from the creations of the students. Limitations do not become a barrier for them in creativity, instead they have the ability to work on taste, intention and creativity that can be seen from the canting cap produced with creative and innovative designs.
EKSTRAKURIKULER BATIK DI MAN 2 KOTA BUKITTINGGI Sundari, Sri; Widdiyanti, Widdiyanti; Yanuarmi, Dini; Ditto, Anin
Batoboh Vol 3, No 2 (2018): BATOBOH : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v3i2.522

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan siswa MAN 2 Kota Bukittinggi dalam bidang kriya khususnya membatik. Pengembangan desain batik di laksanakan dalam bentuk pelatihan sebagai kelanjutan dari pelatihan teknik batik yang pernah dilakukan sebelumnya. Pengembangan desain ini dilakukan sebagai bentuk upaya bagi peningkatan pengetahuan dan kemampuan siswa dalam membuat dan menerapkan motif-motif batik, sesuai dengan tahapan desain. Eksplorasi corak dan penataan ragam hias, serta jeniswarna dan paduannya menjadi materi pokok dalam pelatihan ini. Materi pelatihan membatik disajikan dengan menggunakan pendekatan desain. Kegiatan ini dilaksanakan 1 x dalam seminggu setiap hari sabtu, setelah selesai jam pelajaran sekolah yang berlangsung selama 12 x tatap muka. Dengan jumlah peserta 15 orang yang keseluruhannya terdiri dari siswa perempuan. Setiap siswa telah dapat membuat batik dengan menerapkan ragam hias sesuai dengan kreativitas masing – masing, yang terwujud dalam bentuk karya individual maupun kelompok, seperti batik syal dan batik taplak meja
EKSPLORASI BUSANA KASUAL INSPIRASI SIRIP IKAN KOKI TAMBAHAN TEKNIK RUFFLE PADA READY TO WEAR DELUXE Sativa, Allia; Yanuarmi, Dini
Style : Journal of Fashion Design Vol 5, No 1 (2025): Style : Journal Of Fashion Desain
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/style.v5i1.6272

Abstract

Busana ready-to-wear deluxe merupakan kategori pakaian siap pakai yang diproduksi dengan standar kualitas superior serta perhatian mendalam terhadap detail konstruksi, sehingga menempati posisi yang lebih eksklusif dibandingkan busana siap pakai pada umumnya. Dalam pengembangan karya ini, konsep tersebut diimplementasikan ke dalam busana casual yang dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan maksimal serta kesan santai bagi pemakainya dalam dinamika aktivitas sehari-hari. Inspirasi utama diambil dari estetika sirip ikan koki yang memiliki bentuk menjuntai dan warna-warna menawan, sebagai representasi dari keunikan serta keindahan alam yang tak terbatas. Melalui eksplorasi ini, pengkarya bertujuan menghadirkan sebuah kreasi yang inovatif dan terkini, sekaligus menawarkan alternatif mode yang distingtif bagi pasar busana kontemporer.untuk memperkuat visualisasi tersebut, diaplikasikan teknik ruffles atau teknik manipulasi kain melalui pembuatan lipatan dan kerutan yang presisi untuk menghasilkan tampilan berumbai yang berlapis serta dinamis. Sebagai tahap akhir dari proses kreatif, pengkarya memilih untuk mempresentasikan hasil karyanya melalui peragaan busana. Pertunjukan ini berfungsi sebagai medium formal dan artistik untuk memperkenalkan serta mendemonstrasikan identitas mode tersebut kepada khalayak luas, dengan tujuan menyampaikan pesan estetis serta nilai fungsional yang terkandung di dalam setiap detail jahitan secara komprehensif.
FEMININE ROMANTIC STYLE DENGAN TEKNIK RUFFLE DAN SMOCK PADA BUSANA PESTA Rahma, Hafifah; Yanuarmi, Dini
Style : Journal of Fashion Design Vol 5, No 1 (2025): Style : Journal Of Fashion Desain
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/style.v5i1.6273

Abstract

Feminine romantic style merupakan salah satu basic fashion style yang identik dengan kesan lembut, manis, anggun, serta menonjolkan garis desain yang halus. Warna-warna yang digunakan cenderung soft dan pastel dengan pemilihan material yang ringan dan jatuh seperti chiffon, tulle, satin, dan silk. Untuk mewujudkan karakter feminine romantic pada busana pesta, diperlukan eksplorasi teknik manipulasi kain yang mampu memperkuat nilai estetika serta menghadirkan visual yang dinamis. Teknik fabric manipulation yang diterapkan dalam perancangan ini adalah ruffle dan smocking. Ruffle merupakan teknik kerut yang menghasilkan efek bergelombang dan volume, sedangkan smocking adalah teknik surface design yang membentuk tekstur timbul melalui jahitan tangan. Tujuan penciptaan karya ini adalah merancang busana pesta dengan konsep feminine romantic style melalui penerapan teknik ruffle dan smocking pada busana ready to wear deluxe. Metode penciptaan yang digunakan meliputi tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasil dari penciptaan ini berupa satu karya busana pesta feminine romantic style yang menampilkan kesan elegan, romantis, dan bernilai estetika tinggi
PENCIPTAAN READY TO WEAR DELUXE BUSANA PESTA MALAM DENGAN TEKNIK SULAM PAYET SriFatwa, Dinda; Yanuarmi, Dini
Style : Journal of Fashion Design Vol 5, No 1 (2025): Style : Journal Of Fashion Desain
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/style.v5i1.6274

Abstract

Penciptaan ini memiliki tujuan untuk merancang busana pesta acara malam yang menggabungkan teknik sulam payet dengan elemen estetika budaya tiongkok, terutama yang terinspirasi dari perayaan imlek. Perayaan imlek identik dengan nuansa ceria, simbol-simbol keberuntungan, dan ornamen khas yang serat dengan makna budaya. Teknik sulam payet dipilih untuk menonjolkan kemewahan serta keanggunan busana,sekaligus meningkatkan nilai artistik dan visual yang sesuai untuk acara malam. Proses perancangan melibatkan eksplorasi motif khas imlek seperti, bunga plum yang kemudian diterapkan dalam bentuk sulam payet menjuntai pada bagian busana. Sulam Payet terdapat di bagian lengan kiri dan kanan, serta berada di vest batik depan dan belakang. Rancangan ini menunjukkan bahwa penggabungan antara elemen tradisional dan teknik modern dapat menghasilkan busana yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Busana yang diciptakan mampu mencerminkan semangat perayaan imlek dalam konteks mode terkini, sekaligus memberikan alternatif gaya untuk busana malam yang unik dan bernuansa etnik.Hasil dari penciptaan ini adalah satu set busana pesta malam ready to wear deluxe yang didominasi oleh warna merah maroon, dengan siluet yang anggun, lengan berbentuk seperti lampion, serta hiasan sulam payet yang menggantung di bagian lengan dan vest
Loempo Batik Motifs: Visual Semiotics, Cultural Identity, and Heritage In-novation Yanuarmi, Dini; Suryani, Rias Wita; Rahmanita, Nofi; Kasman, Selvi
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4914.392-404

Abstract

This study aims to analyze Loempo Batik motifs as cultural texts that reflect the intersection of Minangkabau tradition, local identity, and global visual culture. The research employs a qualitative case study approach with a triangulation technique combining interviews, visual documentation, and archival analysis. Data were collected through in-depth interviews with artisans, designers, community leaders, and consumers to obtain comprehensive perspectives. The data were then analyzed using semiotic and multimodal discourse analysis supported by Peirce’s sign theory and visual grammar. The results show that the Rumah Gadang motif serves as a cultural anchor symbolizing Minangkabau heritage; guardian figures such as dragons and Garuda illustrate curated hybridity; while exclusive motifs like Malereng represent forms of cultural resistance. The use of color also carries polysemous meanings that link adat, ecological awareness, and Islamic values. The study concludes that Loempo Batik embodies a model of heritage-based design innovation that balances identity preservation with creative economic development. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif Loempo Batik sebagai teks budaya yang merepresentasikan persinggungan antara tradisi Minangkabau, identitas lokal, dan budaya visual global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan teknik triangulasi yang memadukan wawancara, dokumentasi visual, serta analisis arsip. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan perajin batik, desainer, tokoh masyarakat, dan konsumen untuk menggali persepsi dan makna budaya yang terkandung dalam motif Loempo Batik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan semiotika dan analisis wacana multimodal yang didukung oleh teori tanda Peirce dan tata bahasa visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Rumah Gadang berfungsi sebagai jangkar budaya yang menegaskan identitas Minangkabau; figur penjaga seperti naga dan Garuda menggambarkan hibriditas terkurasi; sedangkan motif eksklusif seperti Malereng mencerminkan bentuk resistensi budaya. Simbolisme warna juga mengandung makna polisemi yang menghubungkan nilai-nilai adat, ekologi, dan Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Loempo Batik merupakan model inovasi desain berbasis warisan budaya yang mampu menyeimbangkan pelestarian identitas dengan pengembangan ekonomi kreatif.
EKSOTIKA DRAMATIS RUMAH BOLON: PERPADUAN BUDAYA DAN GAYA DALAM BUSANA KONTEMPORER Lubis, Afifa Azzahra; Yanuarmi, Dini
Style : Journal of Fashion Design Vol 5, No 1 (2025): Style : Journal Of Fashion Desain
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/style.v5i1.30715

Abstract

Gaun ini diberi judul Arsitektur Jiwa Batak, menyoroti gaya Dramatis Eksotis yang dipadukan dengan nilai-nilai budaya Rumah Bolon Tradisional Batak Toba. Siluet gaun didesain panjang dengan struktur bahu yang kokoh dan kerah besar menyerupai atap Rumah Bolon yang menjulang tinggi, menciptakan kesan megah dan dramatis. Warna merah, hitam, dan putih mendominasi, melambangkan keberanian, kekuatan spiritual, dan kemurnian. Lengan balon dengan motif gorga Batak memberikan nuansa eksotis, sementara panel rumbai putih di bagian depan mewakili tirai rumah tradisional. Dengan sulaman emas yang melambangkan atap rumah Bolon sebagai simbol perlindungan dan status. Kehadiran motif batik pada lengan dan pinggang menekankan akar budaya yang kuat. Dilengkapi dengan ikat kepala bermotif segitiga khas Batak, gaun ini tampil sebagai representasi teatrikal yang menyuarakan identitas Batak dalam bentuk mode kontemporer dengan karakter yang kuat. Proses eksplorasi difokuskan pada observasi visual terhadap arsitektur Rumah Bolon, studi literatur budaya Batak Toba, analisis warna simbolik, hingga pengembangan teknik ruffle dan sulam emas sebagai teknik dekoratif utama. Hasil akhir berupa busana ready-to-wear deluxe yang memiliki karakter megah, eksotis, serta menunjukkan hubungan harmonis antara tradisi dan tren fashion modern.