Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENERAPAN METODE SIMULASI MONTE CARLO TERHADAP RISIKO FINANSIAL PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus : Apartemen X di Cipulir) Andi Maddeppungeng; Rifky Ujianto; Marsa Fella
Jurnal Fondasi Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.077 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i2.4070

Abstract

Risiko finansial adalah risiko perusahaan terkait pembiayaan yang harus dikeluarkan oleh proyek agar proyek tersebut dapat beroperasi. Untuk meminimalisir risiko finansial, diperlukan adanya estimasi biaya. Estimasi biaya digunakan untuk mengetahui berapa besar biaya yang diperlukan untuk membangun proyek.Pada tahap estimasi biaya sering kali tidak melibatkan faktor ketidakpastian dan risiko, padahal risiko dan ketidakpastian merupakan faktor penting yang tidak mungkin dapat dihindari dalam biaya proyek. Untuk mengukur akibat dari risiko dan ketidakpastian dari pembiayaan proyek maka digunakan simulasi Monte Carlo guna memodelkan dan menganalisa sistem untuk mendapatkan estimasi biaya proyek yang terbaik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai maksimum dan minimum proyek berdasarkan harga satuan bahan dan upah, mengetahui probabilitas keberhasilan proyek sesuai biaya di RAB terhadap hasil estimasi biaya, dan mengetahui persentase perbandingan harga yang akan dialami proyek dari perhitungan metode simulasi Monte Carlo dengan program Microsoft Excel dan Crystal Ball.Pada penelitian ini dilakukan analisa pada harga satuan minimum, harga satuan maksimum dari hasil wawancara dan harga satuan paling disukai yang diambil dari harga rencana anggaran biaya (RAB). Selanjutnya dilakukan simulasi Monte Carlo dengan menggunakan software Microsoft Excel dan Crystal Ball. Sehingga simulasi akan menghasilkan distribusi probabilitas nilai estimasi biaya yang lebih realistis. Dari hasil penelitian diperoleh nilai minimum senilai Rp 68,133,682,809.47, nilai maksimum senilai Rp. 106,485,596,066.01 dan nilai kontrak RAB proyek senilai Rp. 96,805,087,332.74. Presentase probabilitas keberhasilan pelaksanaan proyek sesuai biaya di RAB adalah 100%. Proyek bisa mendapatkan keuntungan sebesar 9.82 % bila menggunakan hasil analisis dari Microsoft Excel, dan mendapatkan keuntungan sebesar 6.42 % dengan menggunakan hasil analisi Crystal Ball.
PENGARUH SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM ) TERHADAP DAYA SAING DAN KINERJA PROYEK PADA KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT TINGGI ( Studi Kasus : Proyek Konstruksi Gedung Bertingkat Tinggi di DKI Jakarta dan Tangerang) Andi Maddeppungeng; Rifky Ujianto; Mariana Feronica Damanik
Jurnal Fondasi Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v8i1.5394

Abstract

Penerapan supply chain management sangat diperlukan oleh industri konstruksi untuk meningkatkan daya saing yang berdampak pada kinerja perusahaan. Supply chain akan memberikan konstribusi terhadap efisiensi suatu pelaksanaan proyek, menurunkan biaya, dan memperbaiki penghantaran hasil akhir suatu produk atau jasa tepat waktu kepada pelanggan. Sehingga diharapkan dapat mempertahankan posisi bersaingnya dalam menghadapi kompetitor dan dapat meningkatkan kinerja perusahaan sesuai dengan target.Konsep penelitian ini, mengembangkan tiga dimensi supply chain management (aliran barang, uang,informasi), tiga dimensi daya saing (biaya, waktu, mutu) dan enam dimensi kinerja (biaya, waktu, kualitas,produktivitas, keselamatan kerja, lingkungan). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner skala likert yang terdiri dari 44 indikator. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 202 responden. Data diolah menggunakan software LISREL 8.8 (15 Day Trial) yang dianalisis melalui confirmatory factor analysis.Hasil menunjukkan bahwa pengaruh supply chain management terhadap daya saing adalah sebesar 0,50 atau 50%. Serta pengaruh supply chain management terhadap kinerja adalah sebesar 0,68 atau sebesar 68%. Sedangkan supply chain management berpengaruh besar dan signifikan terhadap kinerja melalui daya saing sebesar 0,14 atau 14%.
SI DUDUNG (Sistem Drainase Hijau dan Unggul) Sebagai Solusi Banjir Kota Serang Banten Restu Wigati; Ngakan Putu Purnaditya; Rifky Ujianto; Fahrus Sabri; Sarrobi Kamal; Graciela Febriyanti Zulfa
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.10625

Abstract

Kota Serang merupakan ibukota Provinsi Banten yang dihuni oleh 666.600 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 2499 jiwa/km2 pada tahun 2017. Seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya perkembangan infrastruktur di Kota Serang mengakibatkan terjadinya penyempitan lahan resapan air, terlebih lagi buruknya kondisi drainase yang ada membuat kota ini menjadi langganan banjir. Salah satu solusi penanggulangan banjir dengan mengaplikasikan sistem drainase yang berkelanjutan melalui konsep manajamen air limpasan untuk meningkatkan kapasitas resapan. SI DUDUNG adalah sebuah konsep sistem drainase berkelanjutan yang sesuai dengan karakteristik jalan yang ada di Kota Serang. Penelitian ini mengkaji data hidrologi menggunakan Metode Rasional yang akan menghasilkan kombinasi serta desain permodelan SI DUDUNG yang cocok diaplikasikan di Kota Serang. Hasil air penampungan SI DUDUNG ini juga dapat dimanfaatkan dan dikelola lebih lanjut sebagai sumber air pada teknologi penyiram tanaman otomatis bagi pohon dan tanaman yang berada di median jalan maupun jalur hijau daerah manfaat jalan. Dengan aplikasi SI DUDUNG ini, air limpasan yang ada di jalan dapat lebih mudah penyerapannya dan lebih dioptimalisasi penggunannya sehingga dapat menjadi solusi banjir yang kerap terjadi di Kota Serang. 
Perencanaan Desain Embung Untuk Kebutuhan Air Baku dan Pengendalian Banjir (Studi Kasus: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Kampus Sindangsari) Rifky Ujianto; Restu Wigati; Ivandhika Rizal Ardiansyah; Kulsum Kulsum
Jurnal Fondasi Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v0i0.13095

Abstract

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa saat ini menerapkan konsep Smart & Green Campus yaitu dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dilingkungan kampus secara efektif dan efisien. Berdasarkan pedoman UI GreenMetric salah satunya adalah penggunaan air, tujuannya adalah untuk mengurangi penggunaan air, meningkatkan program konservasi air, program daur ulang air, dan penggunaan air olahan. Oleh karena itu direncanakan embung yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air dan pengendali banjir di kampus. Dengan menghitung kebutuhan air pada setiap gedung, menghitung ketersediaan air yang tersedia, dan menghitung debit banjir akan didapatkan volume tampungan embung yang dibutuhkan. Hasil penelitian didapatkan total kebutuhan air satu kampus sebesar 4545,4 m3/bulan. Berdasarkan hasil analisis perhitungan kebutuhan air dan ketersediaan air dengan keandalan F.J. Mock 90%, kebutuhan air lebih besar daripada ketersediaan airnya, karena itu didapatkan gedung yang optimal untuk kebutuhan air yaitu kebutuhan air 100% gedung FISIP dan 44% gedung FEB. Dari perhitungan neraca air selama 3 tahun didapatkan 5 bulan ditahun pertama kebutuhan airnya tidak terpenuhi. Perhitungan debit HSS Nakayasu didapatkan waktu puncak 11,093 menit, dan debit puncak 0,101 m3/s. Dari analisis tersebut didapatkan volume embung yang dibutuhkan untuk air baku sebesar 7621,099 m3, volume untuk banjir sebesar 3916,732 m3, sehingga total volume embung yang dibutuhkan sebesar 11537,831 m3. Embung direncanakan dengan kemiringan 1V:3H, lebar dasar embung 30 m, panjang embung 161 m, tinggi total embung 2,5 m, lebar pelimpah 8 m, tinggi pelimpah 2 m, dan jumlah pelimpah 2 buah.
Peningkatan Kesehatan Melalui Pengecekan Kesehatan Gratis Bagi Warga Desa Banyumekar Kabupaten Pandeglang Woelandari Fathonah; Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Restu Wigati; Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Rifky Ujianto
Jurnal Pengabdian Dharma Wacana Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Dharma Wacana
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/jpdw.v3i2.294

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu program kerja kelompok 97 KKM Tematik universitas sultan ageng tirtayasa. Faktor kesehatan sangat penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia. Pengecekan kesehatan grtais meliputi pengecekan gula darah dan tekanan darah darah bagi warga desa banyumekar kabupaten pandeglang provinsi banten. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melakukan disuksi dengan kepala desa setempat terkait program kegiatan,menetapkan waktu dan tempat pelaksanaan, mengundang bidan desa dan mengajak warga desa melalui ketua RT/RW setempat untuk mengikuti pengecekan kesehatan gratis. Hasil dari kegiatan ini adalah kegiatan yang dihadiri oleh 20 orang peserta didapatkan umur di atas 35 tahun memiliki tekanan darah tinggi dan mayoritas warga dengan gula darah tinggi adalah warga desa yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit diabetes melitus. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah warga desa cukup antusias adanya pengecekan kesehatan gratis., disamping itu bidan desa memberikan rekomendasi pengecekan kesehatan secara berkala di tempat pelayanan kesehatan terdekat untuk warga desa yang memiliki kadar gula dan tekanan darah yang tinggi. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, kedepannya warga desa lebih menjaga pola hidup dan pola makan yang sehat.
Penataan Kawasan Terminal Terpadu Merak Berbasis Transit Oriented Development (Tod) Sebagai Upaya Pengembangan Sistem Angkutan Massal di Provinsi Banten Dwi Esti Intari; Rifky Ujianto; Muhammad Abdullah
Jurnal Fondasi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v11i2.17113

Abstract

Transit oriented development (TOD) merupakan konsep pembangunan kawasan transit yangberpusat pada fasilitas transitnya, seperti stasiun kereta api, halte MRT, halte bus dan sebagainya.Tujuan utama dari konsep transit oriented development (TOD) adalah mendorong masyarakatuntuk menggunakan transportasi publik dibanding kendaraan pribadi. TOD tak hanya sesuaidibangun pada kawasan simpul transportasi umum seperti kereta api, tetapi juga layakdikembangkan di kawasan terminal bus. Konsep pembangunan yang terintegrasi dengan sistemtransportasi ini, dapat dikembangkan pada pengembangan kawasan kota secara umum (urbandevelopment). Kawasan Multimoda Merak merupakan lokasi strategis dari perekonomian Jawa –Sumatra. Hal ini ditandai dengan ramainya aktivitas industri-industri pabrik disertai aktivitaspenyeberangan antar pulau yang dilintasi banyak kapal ferry. Sehingga Terminal Teradu Merakdinilai berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan berbasis Transit Oriented Development(TOD) dengan berpusat pada titik transitnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik yang sudah diimplementasikan dikawasan Merak dan mengidentifikasi karakteristik penumpang di Terminal Terpadu Merak, sertauntuk menganalisis upaya yang perlu dilakukan agar kawasan Merak sesuai dengan konsep transitoriented development (TOD). Metode yang digunakan yaitu mix method, penggabungan antaraanalisis kuantitatif untuk mengetahui karakteristik penumpang bus di Terminal Terpadu Merak dananalisis kualitatif yaitu observasi mengenai prinsip transit oriented development (TOD) yang sudahditerapkan di kawasan penelitian.Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kawasan TerminalTerpadu Merak dikategorikan sebagai kawasan transit oriented development (TOD) dengan kelasSilver Standard dengan karakteristik penumpang mayoritas bertujuan untuk bekerja. Dari delapanprinsip yang dinilai, fasilitas pejalan kaki dan pesepeda belum memenuhi kriteria bahkan belumtersedia serta belum adanya ruang terbuka publik. Sehingga perlu diperbaiki terkait beberapapermasalahan tersebut guna mengoptimalkan sebuah kawasan berbasis transit orienteddevelopment (TOD).
Konservasi vegetatif kendalikan aliran permukaan daerah resapan mata air Restu Wigati; Enden Mina; Woelandari Fathonah; Rama Indera Kusuma; Rifky Ujianto; Soelarso Soelarso; Bambang Adhi Priyambodho; Soedarsono Soedarsono; Heri Mulyono
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.17244

Abstract

Idealnya suatu daerah yang memiliki aset serta potensi sumber air bersih berasal dari mata air perlu adanya upaya perlindungan fungsi mata air untuk tetap berkelanjutan, salah satunya dengan melakukan kegiatan konservasi vegetatif. Kegiatan konservasi vegetatif dilakukan di sekitar mata air Cinyusu di Desa Tamansari Kabupaten Serang dengan menanam 120 bibit pohon. Bibit pohon yang ditanam adalah pohon jati bongsor (Anthocephalus cadamba); pohon mahoni (Swietenia mahagoni); pohon kayumanis (Cinnamomum verum); pohon kayu ulin (Eusideroxylon zwageri); dan pohon sengon (Albizia chinensis) yang diperoleh dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten. Metode pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) diterapkan dengan mengikutsertakan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan serta memotivasi masyarakat luas untuk sama-sama bergerak mensosialisasikan manfaat penanaman pohon. Kegiatan konservasi vegetatif mampu menyelamatkan mata air Cinyusu dari zat berbahaya serta bakteri sehingga terpelihara kualitasnya. Memberikan dampak terhadap proses resapan air ke dalam tanah agar dapat memicu munculnya mata air baru sehingga keberadaannya selalu tersedia sepanjang waktu. Ideally, an area with assets and potential sources of clean water from springs needs to protect the function of the springs from remaining sustainable, one of which is by carrying out vegetative conservation activities. Vegetative conservation activities were carried out around the Cinyusu spring in Tamansari Village, Serang Regency, by planting 120 tree seedlings. Tree seeds planted are big teak trees (Anthocephalus cadamba); mahogany trees (Swietenia mahagoni); cinnamon trees (Cinnamomum verum); trees ironwood (Eusideroxylon zwageri); tree sengonAlbizia chinensis) obtained from the Forestry and Plantation Service of Banten Province. Approach method Asset-Based Community Development is applied by involving the community to care about the environment and motivating the wider community to move together to socialize the benefits of tree planting. Vegetative conservation activities can save Cinyusu springs from harmful substances and bacteria to maintain their quality. It impacts the process of water infiltration into the ground so that it can trigger the emergence of new springs so that their presence is always available.
Edukasi masyarakat dalam upaya menciptakan lingkungan rumah yang sehat dan asri melalui konsep pemasangan vertical garden bangunan hunian Dwi Esti Intari; Rifky Ujianto; Nuniek Hermita; Rindu Twidi Bethary; Ngakan Putu Purnaditya
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.16526

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan pembangunan fisik di Kota Serang menimbulkan tantangan bagi pemerintah, salah satunya adalah pengembangan ruang terbuka hijau (RTH). Tujuan utama pengembangan RTH yaitu menyediakan udara yang bersih, menampung air hujan, serta menjadikan kota lebih estetik, asri, dan rapi sehingga masyarakat memiliki tempat terbuka yang nyaman dan sehat. Namun, lahan untuk pengembangan ruang-ruang terbuka hijau semakin sedikit. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menerapkan infrastruktur hijau adalah vertical garden. Selain itu, konsep infrastruktur hijau pada bangunan dapat dicapai dari berbagai aspek, diantaranya memanfaatkan sinar matahari, arah angin, dan vegetasi. Penggunaan vertical garden dapat menjadi solusi sebagai upaya menciptakan lingkungan rumah yang sehat dan asri. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian meliputi pemberian pemahaman dengan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan terkait tentang pembuatan vertical garden di bangunan hunian. Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah menciptakan lingkungan rumah yang sehat dan asri. Kegiatan ini dilakukan di kawasan perumahan Persada Banten Kelurahan Teritih Kecamatan Walantaka. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memberi pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai vertical garden pada bangunan hunian. The increase in population and physical development in Serang City poses challenges for the government, one of which is the development of green open spaces (RTH). The main objectives of developing green open spaces are to provide clean air, collect rainwater, and make the city more aesthetic, beautiful, and neat so that people have comfortable and healthy open spaces. However, there is less and less land for the development of green open spaces. Vertical gardens are one of the alternatives used to implement green infrastructure. In addition, the concept of green infrastructure in buildings requires various aspects, including sunlight, wind direction, and vegetation. The use of Vertical Gardens can be a solution to create a healthy and beautiful home environment. The method of implementing service activities includes providing an understanding through socialization, training, and related assistance about making vertical gardens in residential buildings. The primary purpose of this socialization is to create a healthy and beautiful home environment. This service activity was carried out with a socialization approach and was carried out in the housing area of Persada Banten, Teritih Village, Walantaka District. The results of this activity are expected to provide knowledge and understanding of the community about vertical gardens in residential buildings.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN DESAIN DAN RAB RENOVASI MASJID NURUL IMAN DI DESA KASEMEN KOTA SERANG Heri Haryanto; Rama Indera Kusuma; Zulmahdi Darwis; Rifky Ujianto; Woelandari Fathonah; Qurrotul Milania; Haryadi Haryadi; Hendrian Budi Bagus Kuncoro
ABDIKARYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): ABDIKARYA
Publisher : Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.894 KB) | DOI: 10.47080/abdikarya.v5i1.2458

Abstract

Masjid merupakan sarana beribadah umat muslim yang mempunyai fungsi sebagai sarana berkegiatan masyarakat. Masjid Nurul Iman terletak di desa Kasemen kota serang. DKM Masjid Nurul Iman membutuhakan pendampingan dalam membangun masjid yang memadai dan didambakan oleh maysarakat, sehingga kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada DKM Masjid Nurul Iman dalam membuat desain dan rencana anggaran biaya (RAB) renovasi masjid sehingga dapat memfasilitasi tempat ibadah yang lebih memadai. Kegiatan pengabdian ini membantu masyarakat dalam merencanakan masjid dalam aspek arsitektur dan struktural serta anggaran biaya pembangunan renovasi masjid. Tahapan pelaksanaan kegiatan terdiri dari survei lapangan, pengukuran area masjid eksisting, kompilasi data pengukuran, membuat desain gambar dan menyusun RAB. Berdasarkan hasil perhitungan rencana anggaran biaya pembangunan renovasi masjid Nurul Iman Desa Kasemen membutuhkan biaya sebesar Rp. 1.199.249.000,00.
PENYUSUNAN POTENSI DESA BUDAYA MELALUI FOCUS GROUP DISCUSS BERBASIS LOCAL ADVANTAGE Rama Indera Kusuma; Rifky Ujianto; Restu Wigati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14019

Abstract

Abstrak: Dengan ditetapkannya Kelurahan Kubangsari sebagai desa budaya berdasarkan keputusan Wali Kota Cilegon nomor 430/Kep.631-Disparbud/2019, dipandang perlu untuk mengidentifikasi local advantage berupa atraksi kesenian dan wisata religi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat melalui pendekatan Focus Group Discussion (FGD) adalah melakukan penyusunan potensi desa untuk memunculkan jati diri dan keunikan budaya setempat dalam mewujudkan destinasi Desa Budaya di Kota Cilegon. Melalui metode pendekatan deskriptif kuantitatif, in depth interview, participatory mapping terhadap objek potensi desa dengan cara menginventarisir, mengidentifikasi data dasar potensi budaya dengan melibatkan unsur lembaga: Bappedalitbang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Disperkim, Camat, Lurah, LPPM Untirta, Kelompok Sadar Budaya, kelompok masyarakat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta PKK. Hasil keputusan disepakati dalam dokumen berita acara FGD tanggal 10 November 2022 yang dihadiri 16 orang pemangku kepentingan. Berita acara tersebut berisi kesepakatan isu strategis dalam penataan kawasan desa budaya. Data yang sudah disepakati selanjutnya dapat dijadikan acuan dalam penyusunan masterplan kawasan, program pengembangan sarana prasarana lingkungan dan fasilitas pendukung, pelaksanaan pekerjaan perencanaan Detail Engineering Design.Abstract: With the designation of the Kubangsari Village as a cultural village based on the decision of the Mayor of Cilegon number 430/Kep.631-Disparbud/2019, it is deemed necessary to identify local advantages in the form of artistic attractions and religious tourism. The purpose of community service activities through the approach Focus Groups Discussion (FGD) is to organize village potential to bring out local identity and cultural uniqueness in realizing the destination of a Cultural Village in Cilegon City. Through the method of quantitative descriptive approach, in-depth interview, participatory mapping of village potential objects by taking inventory, identifying basic data on cultural potential by involving elements of institutions: Bappedalitbang, Education and Culture Office, Disperkim, Camat, Lurah, LPPM Untirta, Culture Awareness Groups, community groups, community leaders and youth leaders as well as the PKK. The results of the decision were agreed upon in the minutes' document of the FGD on 10 November 2022 which was attended by 16 stakeholders. The minutes of the event contains an agreement on strategic issues in structuring the cultural village area. The data that has been agreed upon can then be used as a reference in the preparation masterplan area, development program for environmental infrastructure and supporting facilities, implementation of planning work Detail Engineering Design.
Co-Authors Abdurrohim, Abdurrohim Aditya, Zulfan Ahmad Fauzan Ardiansyah Akbar, Bagus Istigosah Andi Maddeppungeng Annisa Rahman Tabrani Putri Arum, Amalia Syarifah Ashidiq, Alifian Taufiq Ashidiq, Alifian Taufiq Asy Syahid, Mush'ab 'Abdu Asyiah, Siti Asyiah, Siti Asyiah, Siti Asyiah, Siti Baehaki, Baehaki Bambang Adhi Priyambodho Bayu Krisna Wisnulingga Budiman, Arief Budiman, Arief Damanik, Mariana Feronica Damanik, Mariana Feronica Damanik, Mariana Feronica Damanik, Mariana Feronica Darwis, Zulmahdi Dharmawan, Yoga Dwi Esti Intari Dwi Novi Setiawati Dwi Novi Setiawati Enden Mina, Enden Enjelina, Ella Fahrus Sabri Fathonah, Woelandari Gibran, Achmad Graciela Febriyanti Zulfa Haryadi Haryadi Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Heri Kusharyanto Heri Mulyono Intari, Dwi Esti Intari, Dwi Esti Intari, Dwi Esti Intari, Dwi Esti Iqbal Syaichurrozi Irlana, Zidan Ivandhika Rizal Ardiansyah Kulsum Kulsum Kurniawan, Feri Maddeppungeng, Andi Maddeppungeng, Andi Maddeppungeng, Andi Maddepunggeng, Andi Mariana Feronica Damanik Marsa Fella Mina, Enden Mina, Enden Muhammad Abdullah Mush'ab 'Abdu Asy Syahid Mush'ab 'Abdu Asy Syahid Mushab Abdu Asy Syahid Nabila, Firyaal Ngakan Putu Purnaditya Ngakan Putu Purnaditya Nuniek Hermita Priyambodho, Bambang Adhi Priyambodho, Bambang Adhi Priyatno, Yusup Qurrotul Milania Rama Indera Kusuma Restu Wigati Restu Wigati Restu Wigati, Restu Rindu Twidi Bethary, Rindu Twidi Sarrobi Kamal Setiawati, Dwi Novi Setiawati, Dwi Novi Setiawati, Dwi Novi Setiawati, Dwi Novi Siti Asyiah Siti Asyiah Soedarsono Soedarsono Soelarso Soelarso, Soelarso Subekti Subekti Subekti, Subekti Suzanti, Wiwien Syahid, Mush'ab Abdu Asy Syahid, Mushab Abdu Asy Syahid, Mushab Abdu Asy Syarahbil, Syarahbil Tiara Nofiana Wigati, Restu Wigati, Restu