Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Smart Keperawatan

Hubungan Kematangan Emosional dan Peran Suami dengan Kesiapan Primigravida Menghadapi Persalinan Wahdah Ngalimatun Slamet; happy dwi Aprilina
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.103 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i2.266

Abstract

Persalinan merupakan proses fisiologis yang dialami ibu ketika kehamilan sudah cukup bulan, tetapi tidak menutup kemungkinan akan timbul masalah yang menyebabkan proses persalinan tersebut menjadi patologis, kesiapan baik fisik maupun mental sangat dibutuhkan oleh ibu dalam menerima kondisi kehamilannya serta dalam menghadapi proses persalinan. Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kematangan emosional dan peran suami dengan kesiapan primigravida menghadapi persalinan. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian sebanyak 42 responden diambil dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan rumus Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara kematangan emosional dengan kesiapan primigravida menghadapi persalinan (p = 0,015) dengan korelasi hubungan yang rendah (???? = 0,374). Terdapat hubungan yang signifikan antara peran suami dengan kesiapan primigravida menghadapi persalinan (p = 0,0001) dengan  korelasi hubungan yang sedang (???? = 0,538).Kesimpulan adanya hubungan yang signifikan antara kematangan emosional dengan kesiapan primigravida menghadapi persalinan dan korelasi hubungan yang rendah dan terdapat hubungan yang signifikan antara peran suami dengan kesiapan primigravida menghadapi persalinan  dan korelasi hubungan yang sedang Kata kunci : kematangan emosional; peran suami;  primigravida; persalinan
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Prelaktal Pada Bayi Baru Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Sokaraja I Happy Dwi Aprilina
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.629 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i1.233

Abstract

Latar Belakang: Penyebab dominan kegagalan pemberian ASI eksklusif adalah ibu menganggap bayi menangis disebabkan lapar, sehingga perlu diberikan prelaktal. Prelaktal adalah makanan dan/atau minuman diberikan kepada bayi yang baru lahir sebelum ASI mulai keluar. Data pemberian prelaktal masih dikategorikan tinggi sehingga pemberian ASI Eksklusif belum memenuhi target pemerintah Indonesia.Tujuan Penelitian: mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian prelaktal pada  bayi baru lahir.      Metode: Rancangan penelitian menggunakan kasus kontrol (case control) dengan penelusuran retrospektif dengan kelompok kasus n=33 dan kelompok kontrol n=33. Subjek penelitian yaitu seluruh ibu yang mempunyai bayi umur 1 minggu-1 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja 1, Banyumas. Teknik pengambilan sampling dengan simple random sampling. Variabel yang diteliti adalah usia ibu, kebiasaan prelaktal, pekerjaan, paritas, tingkat pendidikan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan dan jenis persalinan. Chi square digunakan untuk analisis statistik.Hasil: Hasil uji chi square pada variabel umur ibu (p:0,63), tingkat pendidikan (p:0,70), pekerjaan (p:0,01), paritas (p:0,27), kebiasaan prelaktal (p:0,63), dukungan petugas kesehatan (p:0,01), dukungan keluarga (p:0,00), jenis persalinan (p:0,57),Kesimpulan: Variabel yang berhubungan/berpengaruh terhadap pemberian prelaktal pada bayi baru lahir adalah a) ibu bekerja, b) tidak adanya kebiasaan pemberian prelaktal, c) adanya dukungan petugas kesehatan dan d) adanya dukungan keluarga.Kata Kunci: ASI Eksklusif, Prelaktal, Bayi Baru Lahir.