Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EVALUASI PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) YANG DIBERI PAKAN DENGAN SUPLEMENTASI KOMBINASI KALSIUM, MAGNESIUM, DAN VITAMIN D3 Fatimah, Nurul; Verdian, Aldi Huda; Oktaviana, Adni; Prastiti, Linuwih Aluh; Subhan, Rio Yusufi; Kurniawan, Agung; Siburian, Arif Faisal
Jurnal Riset Akuakultur Vol 17, No 4 (2022): (Desember 2022)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.17.4.2022.227-234

Abstract

Kalsium, magnesium dan vitamin D3 adalah komponen yang penting untuk pertumbuhan udang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air media pemeliharaan udang Litopenaeus vannamei setelah pemberian pakan dengan suplementasi kombinasi kalsium, magnesium dan vitamin D3 pada dosis yang berbeda. Udang diberi pakan dengan perlakuan yang berbeda yaitu kontrol (tanpa suplementasi HYPEROL yang berisi kombinasi kalsium, magnesium dan vitamin D3) dan empat tingkat suplementasi kombinasi HYPEROL yaitu 2,5 mL kg-1; 5 mL kg-1 ; 7,5 mL kg-1; 10 mL kg-1 pakan. Selama penelitian udang dipelihara dalam akuarium dengan ukuran 40x25x30 cm3 yang berisi 25 L air laut yang didesinfeksi pada kepadatan tebar 100 larva m-2. Penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi kombinasi kalsium, magnesium dan vitamin D3 pada konsentrasi hingga 10 mL kg-1 secara signifikan dapat meningkatkan pertumbuhan udang vaname. Kombinasi kalsium, magnesium, dan vitamin D3 yang terkandung dalam HYPEROL memiliki peran sinergis untuk memastikan keseimbangan kalsium yang optimal, sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan udang vaname.Calcium, magnesium, and vitamin D3 are vital feed components to support shrimp growth. This study aimed to evaluate the growth performance, survival rate, and water quality culture of Pacific whiteleg shrimp Litopenaeus vannamei fed with dietary supplementation of a combination of calcium, magnesium and vitamin D3 with different dosages. The treatments in this study consisted of shrimp fed with a control diet (without supplementation of HYPEROL containing a combination of calcium, magnesium and vitamin D3) and four levels of HYPEROL supplementation, i.e., 0; 2,5 mL kg-1; 5 mL kg-1; 7,5 mL kg-1; 10 mL kg-1. Larvae were reared in the tank with a dimension of 40x25x30 cm3 containing 25 L of disinfected seawater at a stocking density of 100 larvae m-2. The present study demonstrated that dietary supplementation of HYPEROL concentrations up to 10 mL kg-1 could significantly improve the growth of Pacific whiteleg shrimp. Combination of calcium, magnesium, and vitamin D3 contained in HYPEROL has an important role in ensuring calcium balance, which affects to the growth of Pacific whiteleg shrimp.
Penerapan Integrated System Perikanan Pertanian Untuk Ketahanan Pangan Di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Lampung Timur Nursandi, Juli; Subhan, Rio Yusufi; Rakhmawati, Rakhmawati; Marlina, Eulis; Prastiti, Linuwih Aluh
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 2 No 2 (2025): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v2i2.4448

Abstract

Pondok Pesantren Bahrul Ulum terletak di Jl. Insinyur Sutami, Desa Bauh Gunung Sari, Sekampung Udik Lampung Timur, berjarak 49 Km dari kampus Politeknik Negeri Lampung. Pondok ini mempunyai santri sebanyak 237 orang yaitu 116 santri laki-laki dan 121 santri perempuan. Pondok pesantren mempunyai lahan sawah seluas kurang lebih satu hektar yang dikerjakan oleh koperasi memproduksi beras untuk kebutuhan pangan santri. Lahan sawah pondok pesantren ini mempunyai sumber mata air yang sangat baik dan terus mengalir sepanjang tahun. Debit airnya mampu mengairi sawah serta sumber air untuk kolam ikan. Permasalahan dari kegiatan Pertanian dan Perikanan di pesantren ini yaitu: (a) Pemanfaatan lahan sawah masih belum optimal, hasil panen sawah masih rendah yaitu dibawah 3 ton per hektar. (b) Air kolam budidaya ikan mengandung unsur hara yang baik untuk budidaya sayuran, pondok pesantren Bahrul Ulum belum memanfaatkannya sebagai media tanam akuaponik. (c) Pengelola koperasi Rizquna bahrul ulum yang bertugas mengembangkan pertanian dan perikanan pondok pesantren belum mempunyai pengetahuan dan pengalaman untuk melakukan kegiatan integrasi pertanian dan perikanan berupa teknologi minapadi dan akuaponik. Berdasarkan analisis permasalahan yang ada di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, solusi yang ditawarkan adalah a. Penerapan sistem integrasi budidaya padi di sawah dengan ikan (minapadi), b. Penerapan sistem integrasi budidaya ikan dengan sayuran (akuaponik) di kolam budidaya ikan c. Pelatihan dan pendampingan produksi pangan langsung di sawah dan di kolam Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan PKM ini adalah: (1). Penguatan pengetahuan dan pemahaman pada sumberdaya manusia (SDM) yang membidangi pertanian dan perikanan yaitu melalui pelatihan aquaculre integrated system berupa teknologi minapadi dan akuaponik. (2). Peningkatan kompetensi praktek minapadi di lahan sawah. (3). Peningkatan kompetensi praktek sistem akuaponik di kolam.
Survival rate and growth performance of molly fish (Poecilia latipinna) with ascorbic acid enrichment in Moina sp. Rio Yusufi Subhan; Linuwih Aluh Prastiti
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 7 No 1: May 2025
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v7i1.3323

Abstract

Snow white molly (Poecilia latipinna, Lesueur 1821) is a popular ornamental freshwater fish introduced for aquarium use. This study aimed to evaluate the survival rate and growth performance of snow white molly fed Moina sp. enriched with ascorbic acid. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with three treatments and three replicates: enrichment of Moina sp. with ascorbic acid at concentrations of (A) 150 mg/L, (B) 175 mg/L, and (C) 200 mg/L. The enriched Moina sp. was fed to snow white molly for a 30-day rearing period. The results showed that treatment B, with Moina sp. enriched at 175 mg/L of ascorbic acid, yielded the best outcomes: a survival rate of 86,66±5,7%, an absolute length of 2,5±0,1 cm/fish, and a specific growth rate of 4,02±0,32%/day. Based on these research, the 175 mg/L ascorbic acid enrichment dosage (treatment B) was significantly more effective in improving the survival and growth performance of snow white molly compared to other treatments.
PENDAMPINGAN KEGIATAN BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis sp) PADA MEDIA BAK TERPAL DI DESA NOTOHARJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Rahmadi Aziz; Adni Oktaviana; Aldi Huda Verdian; Nurul Fatimah; Epro Barades; Linuwih Aluh Prastiti
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.9936

Abstract

Kabupaten Lampung tengah merupakan salah satu centra perikanan di Provinsi Lampung. Namun seiring dengan berjalanya waktu produktivitas budidaya ikan nila mengalami penurunan yang semakin signifikan. Salah satu faktor utama menurunya hasil panen ikan di Kab Lampung Tengah yaitu teknik dalam melakukan kegiatan budidaya yang belum efektif. Rendahnya produktivitas ikan nila ini sangat dipengaruhi dari beberapa hal seperti: minimnya pengadaan bibit unggul, serangan penyakit ikan nila, dan kurangnya pengetahuan dalam hal teknik budidaya ikan yang baik di masyarakat (Angga, 2018). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatan pemahaman petani tentang pentingnya budidaya ikan yang baik dan efisien serta mengenalkan metode budidayaikan ikan nila di bak terpal. Metode kegiatan yang diterapkan yaitu dengan cara penyuluhan, demonstrasi, pelatihan, konsultasi, dan bimbingan, serta evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukan secara umum masyarakat atau petani ikan di Desa Notoharjo sangat antusias dan senang akan adanya kegiatan pengabdian ini. Peningkatan wawasan dan ilmu para petani dalam budidaya ikan nila juga meningkat. Selain itu para petani juga memperoleh hasil yang cukup baik dalam kegiatan pembesaran ikan nila menggunakan teknologi bak terpal.