Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EVALUASI PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) YANG DIBERI PAKAN DENGAN SUPLEMENTASI KOMBINASI KALSIUM, MAGNESIUM, DAN VITAMIN D3 Fatimah, Nurul; Verdian, Aldi Huda; Oktaviana, Adni; Prastiti, Linuwih Aluh; Subhan, Rio Yusufi; Kurniawan, Agung; Siburian, Arif Faisal
Jurnal Riset Akuakultur Vol 17, No 4 (2022): (Desember 2022)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.17.4.2022.227-234

Abstract

Kalsium, magnesium dan vitamin D3 adalah komponen yang penting untuk pertumbuhan udang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air media pemeliharaan udang Litopenaeus vannamei setelah pemberian pakan dengan suplementasi kombinasi kalsium, magnesium dan vitamin D3 pada dosis yang berbeda. Udang diberi pakan dengan perlakuan yang berbeda yaitu kontrol (tanpa suplementasi HYPEROL yang berisi kombinasi kalsium, magnesium dan vitamin D3) dan empat tingkat suplementasi kombinasi HYPEROL yaitu 2,5 mL kg-1; 5 mL kg-1 ; 7,5 mL kg-1; 10 mL kg-1 pakan. Selama penelitian udang dipelihara dalam akuarium dengan ukuran 40x25x30 cm3 yang berisi 25 L air laut yang didesinfeksi pada kepadatan tebar 100 larva m-2. Penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi kombinasi kalsium, magnesium dan vitamin D3 pada konsentrasi hingga 10 mL kg-1 secara signifikan dapat meningkatkan pertumbuhan udang vaname. Kombinasi kalsium, magnesium, dan vitamin D3 yang terkandung dalam HYPEROL memiliki peran sinergis untuk memastikan keseimbangan kalsium yang optimal, sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan udang vaname.Calcium, magnesium, and vitamin D3 are vital feed components to support shrimp growth. This study aimed to evaluate the growth performance, survival rate, and water quality culture of Pacific whiteleg shrimp Litopenaeus vannamei fed with dietary supplementation of a combination of calcium, magnesium and vitamin D3 with different dosages. The treatments in this study consisted of shrimp fed with a control diet (without supplementation of HYPEROL containing a combination of calcium, magnesium and vitamin D3) and four levels of HYPEROL supplementation, i.e., 0; 2,5 mL kg-1; 5 mL kg-1; 7,5 mL kg-1; 10 mL kg-1. Larvae were reared in the tank with a dimension of 40x25x30 cm3 containing 25 L of disinfected seawater at a stocking density of 100 larvae m-2. The present study demonstrated that dietary supplementation of HYPEROL concentrations up to 10 mL kg-1 could significantly improve the growth of Pacific whiteleg shrimp. Combination of calcium, magnesium, and vitamin D3 contained in HYPEROL has an important role in ensuring calcium balance, which affects to the growth of Pacific whiteleg shrimp.
Penerapan Integrated System Perikanan Pertanian Untuk Ketahanan Pangan Di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Lampung Timur Nursandi, Juli; Subhan, Rio Yusufi; Rakhmawati, Rakhmawati; Marlina, Eulis; Prastiti, Linuwih Aluh
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 2 No 2 (2025): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v2i2.4448

Abstract

Pondok Pesantren Bahrul Ulum terletak di Jl. Insinyur Sutami, Desa Bauh Gunung Sari, Sekampung Udik Lampung Timur, berjarak 49 Km dari kampus Politeknik Negeri Lampung. Pondok ini mempunyai santri sebanyak 237 orang yaitu 116 santri laki-laki dan 121 santri perempuan. Pondok pesantren mempunyai lahan sawah seluas kurang lebih satu hektar yang dikerjakan oleh koperasi memproduksi beras untuk kebutuhan pangan santri. Lahan sawah pondok pesantren ini mempunyai sumber mata air yang sangat baik dan terus mengalir sepanjang tahun. Debit airnya mampu mengairi sawah serta sumber air untuk kolam ikan. Permasalahan dari kegiatan Pertanian dan Perikanan di pesantren ini yaitu: (a) Pemanfaatan lahan sawah masih belum optimal, hasil panen sawah masih rendah yaitu dibawah 3 ton per hektar. (b) Air kolam budidaya ikan mengandung unsur hara yang baik untuk budidaya sayuran, pondok pesantren Bahrul Ulum belum memanfaatkannya sebagai media tanam akuaponik. (c) Pengelola koperasi Rizquna bahrul ulum yang bertugas mengembangkan pertanian dan perikanan pondok pesantren belum mempunyai pengetahuan dan pengalaman untuk melakukan kegiatan integrasi pertanian dan perikanan berupa teknologi minapadi dan akuaponik. Berdasarkan analisis permasalahan yang ada di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, solusi yang ditawarkan adalah a. Penerapan sistem integrasi budidaya padi di sawah dengan ikan (minapadi), b. Penerapan sistem integrasi budidaya ikan dengan sayuran (akuaponik) di kolam budidaya ikan c. Pelatihan dan pendampingan produksi pangan langsung di sawah dan di kolam Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan PKM ini adalah: (1). Penguatan pengetahuan dan pemahaman pada sumberdaya manusia (SDM) yang membidangi pertanian dan perikanan yaitu melalui pelatihan aquaculre integrated system berupa teknologi minapadi dan akuaponik. (2). Peningkatan kompetensi praktek minapadi di lahan sawah. (3). Peningkatan kompetensi praktek sistem akuaponik di kolam.
Application of Synbiotics Lactobacillus Casei and Banana Peel Waste to Improve Growth Performance of African Catfish Clarias Gariepinus in Intensive Aquaculture Systems Linuwih Aluh Prastiti; Qorie Astria; Nadisa Theresia Putri; Dian Febriani; Rio Yusufi Subhan
Grouper Vol. 17 No. 1 (2026): Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v17i1.395

Abstract

Food security and malnutrition remain global challenges, requiring sustainable food production strategies such as the Blue Transformation concept promoted by FAO. African catfish (Clarias gariepinus) is an important aquaculture commodity for fulfilling nutritional needs, containing 19.03% protein, 8.1% fat, and high levels of essential amino acids. However, intensive farming systems often encounter constraints such as high feed conversion, reduced water quality, and suboptimal growth performance. Synbiotics, combining probiotics and natural prebiotics, offer a promising alternative to antibiotic use in aquaculture. In this context, the utilization of locally available banana peel waste as a prebiotic represents an eco-friendly approach that supports resource efficiency within the Blue Transformation framework. This study aimed to evaluate the effect of dietary synbiotics consisting of Lactobacillus casei and banana peel–based prebiotics on the growth performance and feed efficiency of African catfish. Four treatments were applied: a control diet (without synbiotics) and diets supplemented with 1%, 2%, and 3% (v/w) fermented banana peel prebiotics. Observed parameters included Specific Growth Rate (SGR), Feed Conversion Ratio (FCR), feed efficiency, and survival rate. The results indicated that synbiotic supplementation positively influenced growth and feed utilization. The best performance was obtained at the 3% dose, with an SGR of 6.78%, FCR of 1.07, feed efficiency of 93,97%, and survival rate of 84%. These findings suggest that the application of synbiotics at an optimal dose can be practically implemented in intensive African catfish culture to reduce feed costs, improve production efficiency, and support more sustainable aquaculture practices