Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Potensi Kawasan Wisata Desa Bahu Palawa Kabupaten Pulang Pisau: The Potential of the Tourist Area of Bahu Palawa Village in Pulang Pisau Regency Jayadikarta, Ahmad; Aquarini, Aquarini; Toun, Nicodemus R.; Nurhasanah, Nurhasanah; Hamidah, Noor
HUTAN TROPIKA Vol 19 No 1 (2024): Volume 19 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v19i1.14253

Abstract

Bahu Palawa Village is one of the tourist destination areas in Pulang Pisau Regency, Central Kalimantan Province. Bahu Palawa Village is a village with unique nature and culture. Natural wealth, including agriculture, plantations, fisheries, crafts and house architecture, is found in Bahu Palawa Village. The aim of this research is to identify natural and cultural tourism areas in Bahu Palawa Village, Pulang Pisau Regency. The potential of Bahu Palawa Village was obtained from information from the village head and community leaders as an inventory of the development of a tourist area in one of the villages in Central Kalimantan Province. The research method uses a qualitative method with a descriptive approach through primary and secondary data collection. The research results show, among other things, identification of natural tourism potential, identification of cultural tourism potential, identification of artificial tourism, analysis of tourism development and analysis of tourism development policies in Kahayan Tengah District, Pulang Pisau Regency.
Potensi Ruang Spasial Untuk Ketahanan Pangan Masyarakat Di Kelurahan Langkai Kota Palangka Raya: Spatial Potential for Community Food Security in Langkai Subdistrict, Palangka Raya City Hamidah, Noor; Nindito, Dwi Anung; Syahrozi, Syahrozi; Nazwa, Nazwa; Mahmudah, Noor
HUTAN TROPIKA Vol 19 No 2 (2024): Volume 19 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v19i2.16573

Abstract

Palangka Raya City is the capital of Central Kalimantan Province which is crossed by the Kahayan River Basin. The residential area is located on the Kahayan Riverside area which is filled with residences, one of which is in Langkai Village, Pahandut District. The shape of the houses in the Langkai Village residential area is linear and refer to the pattern of the Kahayan River. This research objectives to analyze the potential of spatial space in Langkai Village on the Kahayan Riverside area, Palangka Raya City. The research method is qualitative including literature study (secondary data) and primary data from interviews and field observations. The research stage includes literature study at the preparation stage, the implementation stage is direct observation and in-depth interviews, and the post-implementation stage is spatial figure ground analysis, namely; solid and void, road patterns through linkage analysis, as well as place analysis of the particularities of riverside areas and their development. The results of the regional analysis include: spatial space utilization, road accessibility patterns, open space activities, and identity potential in the Kahayan Riverside area, Langkai Village, Palangka Raya City.
Bentuk dan Fungsi Spasial Rumah di Permukiman Tepian Sungai Kelurahan Pahandut Seberang Kota Palangka Raya Nindito, Dwi Anung; Hamidah, Noor; Syahrozi, Syahrozi; Santoso, Mahdi; Maulana, Muhammad Iqbal; Rusdanisari, Anna; Mahmudah, Noor
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i2.27201

Abstract

Kajian rumah di tinjau dari bentuk fisik saja, sedangkan ada fungsi tambahan rumah di tinjau dari sisi ekonomi dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi spasial rumah sebagai tempat tinggal secara fisik dan ruang ekonomi. Pola ruang diidentifikasi dari rumah-rumah yang terletak di tepian Sungai Kahayan, Kelurahan Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pengumpulan data primer yaitu observasi dan kuesioner dengan responden pemilik rumah yang memiliki bentuk dan fungsi spasial sebagai rumah tinggal dan fungsi usaha. Data sekunder dari artikel jurnal, buku terkait bentuk dan fungsi bangunan rumah. Hasil penelitian menunjukan bahwa fungsi rumah di Kelurahan Pahandut Seberang mempunyai bentuk dan ruang spasial. Bentuk yaitu rumah lanting dan rumah panggung. Fungsi spasial yaitu rumah dan ruang usaha, sedangkan tinjauan aktivitas antara lain: ruang bersama, ruang bermain, dan ruang usaha.
PERANCANGAN SENTRA USAHA MIKRO, KECIL, MENENGAH (UMKM) KHAS KALIMANTAN TENGAH DI KOTA PALANGKA RAYA SYANATA, RIFQI; Hamidah, Noor
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 20 No. 02 (2025): Menjaga Identitas, Menggagas Inovasi dalam Rupa Gagasan Perancangan dan Riset
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v20i02.19508

Abstract

Palangka Raya, as the provincial capital and center of government, has a strategic position in supporting Central Kalimantan's economic growth. The economic sector in Palangka Raya City is supported by Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) operating in the fields of trade, culinary, handicrafts and services, which rely on local resources and unique local wisdom   from the indigenous Dayak Ngaju tribe community. Adequate economic centers in Palangka Raya City, such as traditional markets and modern shopping centers, also contribute to the dynamics of MSMEs in Palangka Raya apart from Dekranasda. Many small businesses use traditional markets as the main place to market their products. However, challenges such as competition with products from outside the region and lack of product standardization often become obstacles for local MSME players. MSME centers in Palangka Raya City have great opportunities to continue to develop. The Palangka Raya City Government realizes the importance of supporting the growth of MSMEs as part of its regional economic development strategy. Various programs have been launched, both by the Department of Cooperatives and MSMEs and other related agencies, to strengthen the capacity and competitiveness of MSME players. The research aims to formulate an adaptive Indonesian architectural concept for the MSME Center in Palangka Raya City. The research method uses qualitative methods through literature studies, comparative studies based on survey and interview data, as well as precedent studies to study archipelago architectural approaches. The Indonesian architectural approach pays attention to aspects of sustainability, local wisdom and flexibility in its use. The proposed design concept combines traditional elements such as roofs, natural ventilation and the use of local materials with modern technology to increase energy efficiency and user comfort. It is hoped that this research can contribute to the development of sustainable and culturally valuable MSME center designs in Indonesia.
Model Permukiman Kawasan Tepian Sungai Kasus : Permukiman Tepian Sungai Kahayan Kota Palangkaraya Hamidah, Noor; Rijanta, R.; Setiawan, Bakti; Rifai, Muh. Aris
Jurnal Permukiman Vol 9 No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2014.9.17-27

Abstract

Sejarah Kota Palangkaraya berawal dari permukiman Kampung Pahandut di kawasan tepian Sungai Kahayan. Peran Sungai Kahayan sebagai orientasi, tempat tinggal/ awal bermukim dan mengembangkan kehidupan manusia/ bekerja bagi masyarakat Dayak. Kini masalah yang terjadi ialah perubahan kawasan tepian Sungai Kahayan berkembang menjadi kota yang dinamis, permukiman tumbuh secara organik dan pola jalan berorientasi ke darat membelakangi sungai, sehingga fungsi sungai berubah dari fungsi awalnya. Sungai sebagai falsafah hidup dan orientasi masyarakat Dayak Ngaju. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi model permukiman di kawasan tepian sungai, kasus kawasan permukiman tepian Sungai Kahayan, Kota Palangkaraya. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian ekplorasi kualitatif lapangan (a qualitative exploratory research) berdasarkan ekplorasi data lapangan (field observation) nilai historis kawasan melalui survei, wawancara dan identifikasi potensi kawasan. Hasil penelitian dijabarkan dalam model integrasi permukiman tepian sungai meliputi aspek fisik antara lain : (a) model permukiman; (b) model dermaga; (c) model titian; dan (d) model jembatan. Sedangkan aspek non fisik : (a) ekonomi; dan (b) sosial-budaya dan (c) aktivitas pendukung sepanjang tepian Sungai Kahayan. Hasil penelitian ialah teridentifikasi model permukiman tepian sungai yang relevan yang akan digunakan sebagai pengkayaan model permukiman khususnya di kawasan-kawasan tepian sungai Indonesia di masa mendatang. 
Pola Penataan Permukiman Kumuh di Kelurahan Pahandut Seberang Kota Palangka Raya Hamidah, Noor; Garib, Tatau Wijaya; Rusdanisari, Anna; Santoso, Mahdi; Mahmudah, Noor; Nindito, Dwi Anung
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.30253

Abstract

Salah satu kawasan permukiman kumuh di Indonesia terletak di Kota Palangka Raya yang dicirikan oleh kepadatan hunian yang tinggi dan minimnya infrastruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis permukiman berdasarkan jaringan jalan dan infrastruktur dengan pendekatan co-housing di kawasan tepian sungai Kelurahan Pahandut Seberang. Lokasi penelitian terletak di Kelurahan Pahandut Seberang khususnya di Jalan Wisata dan Jalan Cemara Labat yang mempunyai bangunan sangat rapat dan tidak memenuhi standar teknis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pengumpulan data studi literatur, observasi lapangan dan wawancara. Kegiatan wawancara dilakukan terhadap informan pemilik rumah yang memiliki bentuk, fungsi rumah tinggal dan fungsi usaha, serta aktivitas di permukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pola jaringan jalan lingkungan di Kelurahan Pahandut Seberang bersifat organik dan berkembang mengikuti pola permukiman. Penataan kawasan tepian sungai di Kelurahan Pahandut Seberang perlu mempertimbangkan karakteristik lokal dan kebutuhan masyarakat yang hidup berdampingan dengan sungai. Pendekatan co-housing diterapkan sebagai solusi desain kolaboratif yang tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga mengurangi stres dan kesepian yang berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental. Konsep co-housing dalam bentuk bangunan vertikal dengan pendekatan arsitektur tepi air menjadi rekomendasi untuk diimplementasikan dalam penataan kawasan permukiman kumuh ini.