Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pembaharuan Hukum Islam di Indonesia : Studi Pemikiran Hazairin Azharuddin, Azharuddin; Tanjung, Dhiauddin
Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syariah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah
Publisher : Islamic Family Law Department, STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan waris seperti tidak pernah habis untuk dibahas, walaupun aturan tentang waris Islam sudah sangat detail diatur dalam Alquran namun tetap saja ada permasalahan yang ditimbulkan dalam kehidupan sosial. Tulisan ini ingin menjelaskan bagaimana perkembangan hukum waris di Indonesia, tulisan ini sendiri mengarahkan pemikiran Hazairin dalam membawa pembaharuan konsep waris Islam di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan atau sering disebut dengan yuridis normatif, karena penelitian ini tidak memakai sumber data primer, melainkan hanya memakai sumber data sekunder yang berupa bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder serta jika diperlukan juga memakai bahan hukum tersier. Hasli penelitian menunjukkan bahwa Hazairin berkeyakinan sistem hukum waris yang diinginkan oleh Alquran adalah sistem bilateral, keyakinan ini digali dari penafsiran ayat-ayat waris yang terdapat dalam Alquran sendiri. Pengaruh dari pemikiran Hazairin tersebut sangat berimplikasi dalam tata hukum nasional, hal ini bisa ditandai diterapannya ahli waris pengganti dalam Kompilasi Hukum Islam yang merupakan rujukan utama Pengadilan Agama di Indonesia
Criminal Sanctions Against Perpetrators of Underhand Polygamy Azharuddin, Azharuddin
Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syariah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah
Publisher : Islamic Family Law Department, STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/mediasas.v6i2.88

Abstract

Polygamous marriages are strictly regulated in Indonesia, where the person carrying them out must fulfill very strict conditions, including the permission of the first wife. The difficulty of obtaining permission from the first wife results in frequent underhanded polygamy occurring, the legal consequences of which can sometimes turn to civil law sanctions and also criminal law. This research uses a qualitative research method by describing each data found in concrete terms. The data used is secondary because it is purely a normative discussion, while the legal approach used is a statutory, conceptual and also legal comparative approach. The results of the research show that the provisions of Islamic law justify polygamous marriages on the condition that they are fair. Meanwhile, according to national law, polygamous marriages are basically not permitted, but for Muslims they are permitted with very strict requirements, such as having the permission of the first wife. The absence of permission from the first wife requires men to carry out polygamy under their hands, so that polygamous marriages have implications for civil and criminal sanctions. In civil terms, all the rights of husband and wife are certainly not given to polygamous husband and wife couples, whereas in criminal terms criminal sanctions can be given in the form of imprisonment for five to seven years as regulated in Articles 279 and 280 of the Criminal Code. It is possible that a private polygamous marriage could be included in the legal realm of adultery as regulated in the Criminal Code, considering that the marriage is not recognized by the State, while there is a legitimate wife who feels disadvantaged, because her husband has had sexual relations with another woman Perkawinan poligami telah diatur secara ketat di Negara Indonesia, di mana orang yang melaksanakannya harus memenuhi syarat-syarat yang sangat ketat, di antaranya adalah izin istri pertama. Sulitnya izin istri pertama mengakibatkan sering terjadi poligami di bawah tangan, konsekwensi hukumnya terkadang bisa beralih ke sanksi hukum perdata dan juga hukum pidana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan cara mendeskripsikan setiap data yang ditemukan secara konkrit, data yang digunakan adalah sekunder karena murni pembahasan secara normatif, sedangkan pendekatan hukum yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan, konseptual dan juga perbandingan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan hukum Islam, membenarkan perkawinan poligami dengan syarat berlaku adil. Sedangkan dalam ketentuan hukum nasional perkawinan poligami pada dasarnya tidak dibolehkan, namun bagi umat Islam diperbolehkan dengan persyaratan yang sangat ketat seperti harus ada izin istri pertama. Tidak adanya izin istri pertama mengharuskan laki-laki melakukan poligami di bawah tangan, sehingga perkawinan poligami tersebut berimplikasi kepada sanksi keperdataan dan juga pidana. Secara perdata pastinya semua hak-hak suami istri tidak diberikan kepada pasangan suami istri poligami tersebut, sedangkan secara ketentuan pidana bisa diberikan sanksi hukuman pidana berupa penjara selama lima sampai tujuh tahun sebagaimana yang telah diatur dalam Pasal 279 dan 280 KUHP. Dan bisa saja perkawinan poligami di bawah tangan dimasukkan keranah hukum perzinaan sebagaimana yang diatur dalam KUHP, mengingat perkawinan tersebut tidak diakui Negara sedangkan ada istri yang sah merasa dirugikan, karena suaminya telah melakuan hubungan kelamin dengan wanita lain.
ANALISA PENGARUH KECEPATAN PUTARAN PADA MESIN PENGADUK BAHAN UNTUK PUPUK ORGANIK DAN MEDIA TANAM TERHADAP WAKTU DAN HASIL PUTARAN (Di KOREM 044/GAPO, Desa Rambutan Kabupaten Banyuasin) Agus, Rizsky Agus Frasdianata; Azharuddin, Azharuddin; Effendi, Sairul
MACHINERY Jurnal Teknologi Terapan Vol. 4 No. 3 (2023): Machinery: Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10122250

Abstract

This mixing machine for organic fertilizers and planting media is made to make it easier for farmers and industry to mix organic fertilizers and planting media, so that the estimated time of mixing materials for organic fertilizers and planting media by manual method which takes a relatively long time can be minimized, it is necessary to have a the tool is technically and economically acceptable by the communityThe method used is an experimental method by designing machines directly at the Polsri Mechanical Engineering workshop.This study uses technical analysis calculations as data calculations and analysis which consists of 5 kg of organic waste + 30 liters of water with a time variation of 2 minutes, 4 minutes, 7 minutes, and 9 minutes using a power of 2650 rpm. Each treatment was repeated 4 (four) times so that 15 trials were obtainedIn an average time of 5.5 minutes, it produces 33.44 liters of material for liquid organic fertilizer that has been stirred. Then it can be seen that the efficiency of the material mixing machine for organic fertilizer and planting media 42.80%
Dinamika Pemidanaan Khalwat di Aceh: Urgensi Revisi Qanun Jinayat untuk Mencegah Konflik Hukum Azharuddin, Azharuddin; Masyitha, Siti; Tia, Novianti Indah; Oktizanna, Wulan; Maghfirah, Siti
El-Suffah: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2024): El-Suffah: Jurnal Studi Islam
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/suffah.v1i2.73

Abstract

This research explores and analyzes the problems that arose in connection with the problematic rule of law in Aceh, specifically when the Aceh Governor Circular Letter Number 451/11286 was issued with the Aceh Qanun Jinayat, especially in Article 12 Paragraph (1) regarding khalwat. Basically, the qanun limits the meaning of khalwat in the field of work or in public places, while the Aceh Governor's SE wants khalwat acts to continue to be enforced even if they are carried out in public places. This research aims to identify tensions or conflicts that may arise between the provisions of the Qanun and the Governor's SE and their impact on the implementation and understanding of the law later, because these two regulations provide opportunities in terms of legal interpretation and even practical implementation. This research uses normative juridical research methods because it only discusses issues of legal rules, specifically in Qanun Article 12 paragraph (1) Qanun Jinayat Aceh with Governor's Decree Number 451/11286. The results of the research show that there are fundamental differences regarding the criminalization of khalwat in the Aceh Qanun Jinayat and the Aceh Governor's SE, this could lead to legal conflicts in the future due to legal interpretation by certain parties. The legal dynamics in Aceh regarding khalwat must be addressed as soon as possible before a legal conflict occurs later, by revising the meaning of khalwat and it must be adapted to the social and religious conditions of the Acehnese people Keywords: Problematic, Legal Rules, Khalwat.  Abstrak: Sehubungan dengan problematika aturan hukum di Aceh, tepatnya ketika terbitnya Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 451/11286 dengan Qanun Jinayat Aceh khususnya dalam Pasal 12 Ayat (1) terkait khalwat. Pada dasarnya qanun membatasi makna khalwat dalam bidang pekerjaan atau di tempat umum, sedangkan SE Gubernur Aceh menginginkan perbuatan khalwat tetap diberlakukan walau dilakukan di tempat publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketegangan atau konflik yang mungkin timbul antara ketentuan Qanun dan SE Gubernur serta dampaknya pada pelaksanaan dan pemahaman hukum nantinya, sebab kedua aturan tersebut memberi peluang dalam hal interpretasi hukum bahkan sampai dalam pelaksanaan praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif karena hanya membahas permasalahan aturan hukum semata, tepatnya dalam qanun Pasal 12 ayat (1) Qanun Jinayat Aceh dengan SE Gubernur Nomor 451/11286. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya perbedaan mendasar terkait pemidanaan khalwat yang ada dalam Qanun Jinayat Aceh dengan SE Gubernur Aceh, hal ini bisa menimbulkan konflik hukum ke depannya akibat terjadinya penafsiran hukum oleh pihak-pihak tertentu. Dinamika hukum  di Aceh terkait khalwat ini sesegera mungkin harus ditangani sebelum terjadi konflik hukum nantinya, dengan cara merevisi ulang terkait makna khalwat dan harus disesuaikan dengan kondisi sosial dan keagamaan masyarakat Aceh.
Penggunaan kahoot dalam meningkatkan hasil belajar siswa Kelas X pada mata pelajaran informatika Azharuddin, Azharuddin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 1, No 01 (2024): Seminar Nasional Pendidikan (SNP) Tahun 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v1i01.88832

Abstract

Penggunaan teknologi dalam pembelajaran semakin menjadi kebutuhan. Meskipun saat ini sudah banyak model dan metode pembelajaran, masih banyak siswa yang menghadapi kesulitan dalam memahami materi pelajaran, terutama dalam bidang yang memerlukan logika dan analisis. Media pembelajaran menjadi salah satu alat yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa akan lebih siap untuk memahami dan menerapkan informasi yang ditawarkan baik di dalam maupun di luar kelas . Sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi informatika, digunakan program Kahoot online sebagai sarana pembelajaran interaktif. Penelitian ini melibatkan satu kelompok siswa yang diberikan pretes sebelum perlakuan dan postes setelah perlakuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Kahoot dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Informatika kelas X menggunakan metode One Group Pretest-Posttest Design. Ujian hasil belajar digunakan untuk mengumpulkan data sebelum dan sesudah perlakuan. Untuk menilai perubahan hasil belajar siswa, skor pretest dan posttest dibandingkan sebagai bagian dari proses analisis data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada hasil postes dibandingkan pretes, yang menandakan bahwa penggunaan Kahoot efektif dalam meningkatkan   hasil belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa Kahoot dapat menjadi alat yang efektif dalam proses pembelajaran, khususnya untuk mata pelajaran Informatika di kelas X Di SMA Negeri 1 Jagoi Babang.
KOMPOR BATOK KELAPA BERTEKANAN Azharuddin, Azharuddin
AUSTENIT Vol. 1 No. 01 (2009): AUSTENIT: April 2009
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.823 KB)

Abstract

Fuel is important thing that is used in industries and home. However, if fuel is used in many sectors, it will be decrease. So, the writer design and make stoves that use coconut skin. The specification of stove is 48 cm height, 31 cm diameter. This stove has a control of pressure to add the pressure of stove when it is used. To boil the water this stove need 20 minutes and can reach the maximum temperature is about 610 o C
THE EXCELLENCES OF EXOSKELETONS FOR MEDICAL EQUIPMENT Arifin, Fatahul; Azharuddin, Azharuddin
AUSTENIT Vol. 5 No. 1 (2013): AUSTENIT: April 2013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.656 KB)

Abstract

his paper is aimed to inform the advantages of exohand as device that is used in industry and medical treatment on literature review. The  exohand  is manufactured by Festo, Inc. It has many advantages such as design is more comfortable to human or in the other words is ergonomic than the others design. Not only using the latest technology but also consent about the product method alike using selective laser sintering. This model of exoskeletons can be applied in many fields, such as industry and medical treatment for stroke patients.
RANCANG BANGUN ALAT GASIFIKASI SISTEM UPDRAFT DOUBLE GAS OUTLET BERBAHAN BAKAR BIOMASSA (TEMPURUNG KELAPA) DENGAN PENGARUH LAJU ALIR UDARA PEMBAKARAN TERHADAP PRODUK SYNGAS Effendi, Sairul; Azharuddin, Azharuddin; Pramedian, Gybson
AUSTENIT Vol. 5 No. 2 (2013): AUSTENIT: Oktober 2013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.011 KB)

Abstract

Tempurung  kelapa  merupakan  salah  satu  limbah  biomassa  yang  berpotensi untuk dapat menghasilkan energy. Salah satu teknologi potensial untuk pemanfaatan tempurung kelapa menjadi sumber energi adalah teknologi gasifikasi. Gasifikasi adalah proses pengkonversian bahan bakar padat menjadi gas mampu bakar (CO, CH4, H2) melalui proses pembakaran dengan suplai udara terbatas yaitu antara 20% hingga 40% udara stoichiometri. Pada penelitian ini akan dilakukan proses gasifikasi tempurung kelapa dengan menggunakan alat gasifikasi sistem updraft double gas outlet menggunakan laju alir udara 70,1 lpm, 91,4 lpm dan 122,4 lpm untuk menghasilkan gas mampu bakar. Hasil penelitian menunjukkan Komposisi gas mampu bakar yang paling tinggi yaitu komposisi gas CO sebesar 22,57%, 22,90% dan 23,77%, dibanding komposisi gas H₂ dan CH4 yaitu masing-masing  sebesar 11,41%, 11,91%, 12,25%; 1,28%, 1,59%, dan 1,93%, dan dengan penambahan laju alir udara 70,1 lpm, 90,4 lpm, dan 122,4 lpm akan meningkatkan efisiensi gasifikasi sebesar 29,23 %, 37,67 %, 50,91 % dan juga meningkatkan persen konversi gas sebesar 44,98 %, 56,25%, 76,18%. 
RANCANG BANGUN ALAT BOILER KONDENSOR (Evaluasi Kinerja Kondensor ditinjau dari Elastisitas Energi Rasio) Azharuddin, Azharuddin; Dalom, Dalom; Septiana, Iriana Reka
AUSTENIT Vol. 5 No. 2 (2013): AUSTENIT: Oktober 2013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.077 KB)

Abstract

Penyediaan energi yang berasal dari energi fosil menyebabkan cadangan energi fosil semakin berkurang. Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan PP No. 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi yang menjelaskan tentang memanfaatkan energi yang ada dengan meningkatkan efisiensi peralatan yang menggunakan energi tak terbarukan (penghematan energi). Penghematan energi ini diharapkan dapat menjangkau industri dan rumah tangga yang merupakan konsumen energi terbesar kedua Aplikasi dari penghematan energi adalah dengan memodifikasi peralatan industri yang menggunakan proses boiling. Proses perebusan (boiling) biasanya menghasilkan uap yang akan hilang ke lingkungan. Uap yang hilang ini dapat dimanfaatkan  kembali dengan proses condensation. Kedua proses tersebut dapat dirancang menjadi alat boiler kondensor. Kondensor akan menjadi titik utama dari peningkatan effisiensi thermal dari alat ini. Evaluasi kinerja kondensor  dilakukan dengan variasi laju alir pendingin 15 liter/menit dan 10 liter/menit. Dari hasil penelitian, kondisi optimal kinerja kondensor adalah pada temperature 100°C, tekanan 1 atm dan laju alir pendingin adalah 10 liter/menit. Efisiensi thermal pada kondisi optimal tersebut adalah sebesar 68 %. Dari effisiensi thermal tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja kondensor dalam menyerap panas cukup baik. Meskipun begitu, kehilangan panas dari sumber panas masih cukup besar sehingga disarankan agar sumber panas diganti dengan sumber panas dari listrik. 
BIOGAS SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PADA STEAM POWER PLANT (Uji Kinerja Biogas Sebagai Bahan Bakar Pada Boiler) Novarika, Wirda; Iskandar, Iskandar; Azharuddin, Azharuddin; Taroma, Steffi Monic
AUSTENIT Vol. 6 No. 1 (2014): AUSTENIT: April 2014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.386 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji kinerja biogas sebagai bahan bakar untuk keperluan steam power plant. Dalam penelitian ini biogas digunakan sebagai bahan bakar pada boiler skala laboratorium. Untuk mengetahui kinerja bahan bakar sesuai kebutuhan, langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan mengadakan analisa neraca massa dan energi pada boiler dan menentukan efisiensi thermal untuk masing-masing kondisi operasi steam power plant pada tingkat tekanan yaitu 10 bar, 20 bar dan 30 bar. Dengan setiap tingkat tekanan tersebut dianalisa efisiensi thermal yang dihasilkan. Dari hasil perhitungan didapatkan efisiensi thermal pada 10 bar 61,25 %, 20 bar 67,89 % dan 30 bar 79,74 % sehingga dapat diketahui bahwa biogas mampu mencapai tekanan hingga 30 bar dan dari setiap tingkat tekanan efisiensi thermal tertinggi pada tekanan 30 bar. Â