Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

APLIKASI HASIL RANCANG BANGUN MESIN CNC ROUTER TERHADAP PROSES PERMESINAN (CUTTING SPEED, FEEDING CUTTING DAN DEPTH OF CUT TERHADAP WAKTU Malik, Irawan; Azharuddin, Azharuddin; Dewi, Chindyka Kurnia
AUSTENIT Vol. 11 No. 1 (2019): AUSTENIT: April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.729 KB)

Abstract

CNC merupakan salah satu mesin yang sering dipakai baik dalam proses perindustrian maupun pembelajaran. CNC Router sama halnya seperti CNC lainnya dimana membutuhkan CAM (GRBL) sebagai alat bantu untuk mambaca G code yang akan diubah menjadi perintah kerja mesin CNC Router. Untuk mendapatkan  waktu  yang  optimal  mesin  CNC  Router  dapat  dilihat  antara cutting  speed,  feeding  cutting,  dan  depth  of  cut  dimana  dari  ketiga  faktor tersebut yang   paling berpengaruh. Pada uji coba yang dilakukan dengan 27 kali percobaan maka dapat diketahui, dari ketiga faktor yang paling mempengaruhi proses permesinan terhadap waktu antara Cutting speed, feeding cutting, dan depth of cut lalu dibuktikan dengan menggunakan statistika ANNOVA untuk membutikan  apakah benar adanya pengaruh dari ketiga faktor tersebut yaitu cutting speed, feeding cutting, dan depth of cut.
PENGARUH SPINDLE SPEED, FEED RATE, DAN DEPTH OF CUT TERHADAP AKURASI HASIL PERMESINAN PADA MESIN CNC ROUTER 3 SUMBU Malik, Irawan; Azharuddin, Azharuddin; Riyadi, Slamet
AUSTENIT Vol. 11 No. 2 (2019): AUSTENIT: Oktober 2019
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.588 KB)

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Spindle Speed, Feed Rate dan Depth of Cut terhadap akurasi hasil permesinan pada mesin CNC Router 3 sumbu. Proses permesinan pada mesin CNC Router 3 sumbu yang dilakukan menggunakan material kayu Tembesu dengan variasi parameter  spindle speed 530, 663, dan 795 (RPM ), Feed Rate 50, 55, dan 60 (mm/mnt), dan Depth Of Cut 1, 2, dan 3 (mm),  dengan desain benda kerja pada Sumbu X 30 mm, Sumbu Y 30 mm, dan Sumbu Z 6 mm. Hasil dari proses permesinan pada mesin CNC Router 3 sumbu setelah dilakukan pengukuran pada benda kerja di setiap sumbu, data tersebut diproses dengan menggunakan program SPSS 22 dihasilkan keakurasian benda kerja hasil proses permesinan pada mesin CNC Router parameter Spindle speed, Feed Rate dan Depth Of Cut secara bersama-sama berpengaruh sebesar; 91,8 % pada sumbu X, 74.3% pada sumbu Y, dan 5.5 % pada umbu Z. dan 8.2% pada sumbu X, 25.4% pada sumbu Y, 94.5% pada umbu Z, keakurasian dipengaruhi oleh tidak rantaya permukaan atau penempatan benda kerja pada meja mesin, serat benda kerja (kayu tembesu) yang tidak sama. Akurasi terbaik didapat pada spindle speed 530  (RPM ), Feed Rate 50 (mm/mnt), dan Depth Of Cut 2 (mm),  dengan ukuran benda kerja yang dihasilkan pada Sumbu X 29.99 mm, Sumbu Y 30.01 mm, dan Sumbu Z 6.01 mm.
ANALISIS VIBRASI FRAME CNC ROUTER 3 SUMBU SECARA NUMERIK Prasetyo, Andi; Malik, Irawan; Azharuddin, Azharuddin
AUSTENIT Vol. 12 No. 1 (2020): AUSTENIT: April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vibrasi pada sebuah mesin merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena dari sebuah vibrasi timbul banyak sekali kesalahan dan merusak komponen-komponen pada mesin tersebut. Salah satu cara untuk mengetahui vibrasi pada mesin yaitu dengan cara simulasi pada mesin itu sendiri khususnya pada rangka. Banyak sekali Software pendukung simulasi untuk vibrasi namun untuk saat ini peneliti menggunakan Software Solidworks 2019 Premium dengan metode yang digunakan adalah Metode Elemen Hingga untuk vibrasi pada Frame CNC Router 3 Sumbu. Untuk mendapatkan hasil simulasi dengan solidworks yang optimal, maka dilakukan penelitian yang dimulai dari pemodelan rangka, pemilihan constraint, memasukkan jenis material, pemilihan meshing, memasukkan fixtures dan running solving. Keluaran hasil analisa Frame CNC Router 3 sumbu ini selanjutnya diolah lagi dengan menggunakan Linier Dynamic Frequency dengan memilih Random Frequency. Berdasarkan hasil simulasi dimana pada saat frame disimulasikan menggunakan frequency pribadi mendapatkan frequency minimum 0,005719 Hz dengan 174,87 s dan frequency maksimum 0,016593 Hz dengan 60,266 s. Hasil simulasi dimana pada saat random frequency mendapatkan nilai Stress minimum 2,262 x 10-1 dan Stress maksimum 4,427 x 104 sedangkan untuk nilai Displacement minimum 1,000 x 10-30 dan Displacement maksimum 6,742 x 104.
Juridical Review of Delayed Share Acquisition Notification Damaging PT. Sinar Mitra Compensated by PT. Orix Pakpahan, Elvira Fitriyani; Tanjaya, Willy; Azharuddin, Azharuddin; Affendy, Albert Ben
JURNAL AKTA Vol 11, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Program Magister (S2) Kenotariatan, Fakultas Hukum, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/akta.v11i3.39278

Abstract

The purpose of this examination is to determine the principle of legal remedies for the decision of the Business Competition Supervisory Commission (KPPU) through a follow-up examination based on the Law on Refusal Procedures. This research case study uses the principle of justice in legal efforts to challenge the KPPU's decision. The data analysis method used in this study is a normative legal analysis method that compares norms. The normative legal method is used to explain the data that defines the legal norms contained in the legislation. The results of the data analysis of this study indicate the neglect of the principle of justice in judicial efforts against the KPPU's decision. In carrying out the burden of proof, if the parties are unable to provide actual evidence, it can cause inconsistency, but if the judge determines that it is not clear, the KPPU will provide evidence through additional examination of the judge's order. added and integrated. As a result, the resistance applicant was unable to strengthen his defense because he could not provide new evidence that could acquit the applicant.