Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SOSIALISASI PEMBUATAN PROBIOTIK ALAMI BERBAHAN REMPAH UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TAMBAK BANDENG TRADISIONAL Kartikaningsih, Hartati; Sudaryanti, Sri; Koentjoro, Maharani Pertiwi; Hasan, Muhammad Fathur Rouf; Anggraeni, Ike Listya; Ashari, Fadhil Muhamad; Gunawan, Fahdynia Karnira
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32260

Abstract

Abstrak: Salah satu penyebab menurunnya produktivitas tambak di Kelurahan Blandongan Kota Pasuruan yaitu penurunan kualitas lingkungan tambak karena tingginya ketergantungan terhadap pakan dan probiotik pabrikan yang mahal serta kurangnya inovasi budidaya ramah lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petambak tentang penggunaan probiotik alami berbahan rempah sebagai alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan. Kegiatan disampaikan dengan metode dialog interaktif dan praktik, diikuti oleh 3 dosen dan 3 mahasiswa Universitas Brawijaya. Sebagai mitra yaitu Kelompok Pembudidaya Ikan Banyu Urip sebanyak 27 peserta dan Dinas Perikanan Kota Pasuruan sebanyak 10 peserta. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner dengan 6 pertanyaan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lebih dari 80% peserta belum mengetahui kandungan dan proses pembuatan probiotik alami. Setelah sosialisasi, sebanyak 95% responden menyatakan telah memahami fungsi probiotik, kandungan bahan aktif, serta tahapan pembuatannya. Dengan pendekatan edukatif berbasis dialog interaktif dapat meningkatkan kapasitas petambak dalam mengadopsi teknologi tepat guna dan berkontribusi pada keberlanjutan produktivitas tambak tradisional.Abstract: One of the causes of declining pond productivity in Blandongan Village, Pasuruan City is the decline in the quality of the pond environment due to the high dependence on expensive feed and probiotics and the lack of environmentally friendly cultivation innovations. This activity aims to increase farmers' knowledge about the use of natural probiotics made from spices as a cheaper and environmentally friendly alternative. The activity was delivered using interactive dialog and practical methods, attended by 3 lecturers and 3 students of Universitas Brawijaya. The partners were the Banyu Urip Fish Farmer Group with 27 participants and the Pasuruan City Fisheries Service with 10 participants. The evaluation of the activity used a questionnaire with 6 questions to measure the level of understanding of the participants before and after the activity. The evaluation results showed that more than 80% of the participants did not know the content and process of making natural probiotics. After the socialization, 95% of respondents stated that they understood the function of probiotics, the content of active ingredients, and the stages of making them. This proves that an educative approach based on interactive dialog can increase the capacity of farmers to adopt green technology and contribute to the sustainability of traditional pond ecosystems.
Bioassessment of Macroinvertebrates in Coban Rais River, Oro-Oro Ombo Vilage, Post Administrative of Batu, Batu City Adelina do Rego Soares; Sri Sudaryanti; Koderi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 1 (2025): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i1.8871

Abstract

Coban Rais, part of the Brantas River upstream area, is a tourist destination with natural waterfalls and anthropogenic activities affecting its river health. This study analyzed river health using macroinvertebrates sampled at nine stations with varying land uses. Samples were collected with hand nets (500 μm mesh) using a 10-meter kicking technique in riffle areas. Data were analyzed using the SIGNAL2 index. A total of 76 macroinvertebrate families from 15 orders, 3 subclasses, and 1 suborder were identified. Station 4 had the highest diversity (33 families), including Hydropsychidae and Caenidae, while Station 9 recorded the lowest (7 families), including Naididae and Chironomos thummi. SIGNAL2 results categorized stations 1 and 2 as unpolluted (values of 6.26 and 5.39, respectively), stations 3–8 as lightly polluted (values between 3.71 and 4.79), and station 9 as heavily polluted (3.61). Recommendations include maintaining unpolluted stations through regular cleaning and erosion control, reducing waste disposal near lightly polluted stations, and treating livestock waste before discharge at heavily polluted sites. Public awareness campaigns are vital to promote river health and protect macroinvertebrate diversity.
Landasan Berpikir Dalam Perencanaan Pengelolaan Terpadu Daerah Aliran Sungai Sudaryanti, Sri; Soemarno, Soemarno; Marsoedi, Marsoedi; Yanuwiadi, Bagyo
Indonesian Green Technology Journal Vol. 10 No. 2 (2021): Indonesian Green Technology Journal
Publisher : Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) kritis termasuk DAS Brantas adalah salah satu masalah utama yang harus diselesaikan dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan ini diperlukan solusi dengan pendekatan perencanaan pengelolaan DAS secara terpadu. Dalam penyusunan perencaan tersebut, landasan berfikir pemangku kepentingan merupakan fundamen penting yang harus perhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan berfikir pemangku kepentingan untuk penyusunan perencanaan pengelolaan sub DAS Brantas hulu wilayah Kota Batu. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data dilakukan melalui metode Profesional Judgement dengan menggunakan analisis Ziel Orientierte Projekt Planung (ZOPP). Hasil penelitian ini menunjukkan kalau landasan berfikir penyusunan perencanaan pengelolaan sub DAS Brantas hulu wilayah Kota Batu terdiri atas 4 tahap, yaitu: analisis pemangku kepentingan, analisis masalah, analisis tujuan dan analisis penyelesaian masalah. Faktor pendorong utama untuk penyusunan rencana pengelolaan sub DAS Brantas hulu antara lain adalah adanya komitmen dari pemangku kepentingan, sementara faktor utama penghambatnya adalah belum adanya koordinasi dari pemangku-pemangku kepentingan tersebut. Penelitian ini menunjukkan kalau tersusun dan terdokumentasinya landasan berfikir dalam penyusunan rencana pengelolaan sub DAS Brantas hulu wilayah Kota Batu menjadi hal yang sangat penting untuk kepentingan berbagai pihak seperti legislatif, eksekutif, yudikatif, swasta, tokoh masyarakat, perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat. Saran yang diberikan dari hasil penelitian ini adalah perlu adanya perubahan pola berfikir dalam penyusunan rencana pengelolaan dari sektoral menjadi terpadu dan dari reaktif ke antisipatif.