Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KARAKTERISTIK TABLET EFFERVESCENT LABU SIAM (Sechium edule Sw.) DAN EKSTRAK SECANG (Caesalpinia sappan L.) DENGAN FILLER LAKTOSA-MANITOL Sulistiani, Natalia Datik; Anam, Choirul; Yudhistira, Bara
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 11, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.959 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v11i2.40086

Abstract

Produk effervescent disukai konsumen karena memiliki keuntungan yaitu praktis, mudah dilarutkan dan mempunyai sensasi menyegarkan ketika diminum. Dalam pembuatannya, bahan pengisi juga menentukan karakteristik tablet yang dihasilkan. Bahan utama yang bisa digunakan dalam pembuatan effervescent yaitu labu siam dan ekstrak secang. Labu siam maupun secang mempunyai senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan pengisi yaitu laktosa-manitol terhadap sifat kimia, fisik granul, fisik tablet serta sensoris effervescent labu siam dan ekstrak secang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu penggunaan laktosa-manitol sebagai bahan pengisi dengan variasi konsentrasi laktosa-manitol sebesar 100:0%, 80:20%; 50:50%; 20:80% dan 0:100%. Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan metode One Way Analysis of Varians (ANOVA). Apabila menunjukkan hasil yang siginifikan, maka dilakukan pengujian lanjutnya dengan menggunakan analisis Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi α=0,05. Hasil menunjukan penggunaan laktosa-manitol sebagai bahan pengisi berpengaruh terhadap porositas, kompresibilitas, kecepatan alir, sudut diam granul, kekerasan, kerapuhan, waktu larut tablet, warna dan kenampakan tablet serta rasa dan overall minuman effervescent, namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kadar air, pH, aktivitas antioksidan, kenampakan dan aroma minuman effervescent. Formulasi terpilih berdasarkan uji pembobotan yaitu effervescent labu siam dan ekstrak secang dengan pengisi laktosa 20% : manitol 80% dimana memiliki aktivitas antioksidan sebesar 3,385% dan waktu larut tablet 1,779 menit.
STUDI KARAKTERISTIK FISIK DAN MEKANIK EDIBLE FILM PATI UBI JALAR UNGU DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN Ekariski, Dhita; Basito, Basito; Yudhistira, Bara
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.652 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v10i2.29080

Abstract

Edible film is one of alternative packaging which can consume and still protect product from losing nutrition, appearance, flavor, dehydrate and deteriorate at storage and isn’t damage environment. More research using local starch from sweet potato (Ipomea batatas L. poir) was studied. But, characteristic from sweet potato starch shows poor in quality. So, mixing starch with chitosan studied to make characteristic of edible film more useable for wide area. This research to know how is characteristic of edible film starchchitosan. One edible film use 0,8 mL glycerol or 20% (v/w) and chitosan’s soluble 1% acetate acid. One factor uses in this research is amount of chitosan with 3 level 0,5 gram; 1,0 gram; and 1,5 gram. Then, edible film analyzed physical (thickness, solubility and permeability) and mechanic (tensile strength and elongation). Result of research show more chitosan add significantly increased thickness and tensile strength of edible film and significantly decrease solubility and elongation of edible film. But, edible film show no significantly decrease of permeability. Adding more chitosan in edible film starch-glycerol increase edible film thickness to 0,13 –1,90 mm and decrease solubility to 66,87–58,20%. Tensile strength show increase to 1,27–6,90 MPa and elongation decrease to 79,71–46,98%. And for permeability of edible film decrease to 12,40–9,97 (g/ hour m2).
Optimalisasi Sektor Pertanian Sayur sebagai Produk Unggulan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Kopeng, Kabupaten Semarang Yudhistira, Bara; Muhammad, Dimas Rahadian Aji; Riyanto, R Benny; Suswanto, Hary; Novitasari, Dian Rizqi; Azarine, Cantika Aurellia; Ramadhani, Putri Wulan; Majida, Sechatabina Shahia; Gultom, Xaviera Angelica; Cahyati, Widya Hary; Prajanti, Sucihatiningsih Dian Wisika
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.110509

Abstract

Sekolah Desa Kopeng, Kabupaten Semarang, memiliki lahan pertanian yang sebagian besar digunakan untuk budidaya hortikultura. Namun, sektor ini masih menghadapi berbagai kendala yang menghambat optimalisasi pertanian. Permasalahan tersebut dibagi menjadi dua aspek, yaitu aspek produksi dan manajemen. Permasalahan pada aspek produksi antara lain: Minimnya fasilitas pascapanen yang sesuai dengan standar pemasaran modern; Keterbatasan sarana produksi untuk diversifikasi produk olahan; dan Keterbatasan Keterampilan dalam Pengolahan Produk. Pada aspek manajemen, permasalahan yang terjadi adalah Kurangnya pemahaman mengenai standar mutu dan sertifikasi produk; Minimnya keterampilan dalam manajemen produksi dan pemasaran; Kurangnya keterampilan dalam pengolahan produk dan inovasi diversifikasi; dan Kelembagaan petani atau kelompok usaha tani masih lemah dalam hal struktur organisasi dan tata kelola. Solusi yang ditawarkan adalah: 1) Teknologi Tepat Guna (TTG), 2) Diversifikasi olahan produk. 3) Pelatihan dan pemberdayaan masyarakat cara membuat keripik yang lebih baik, 4) Peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM, 5) Pendampingan manajemen kelembagaan, dan 6) Sertifikasi Produk. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan 1) Sosialisasi, 2) Pelatihan, 3) Pendampingan dan Evaluasi, dan 4) Keberlanjutan Program. Kata kunci: Kopeng; Pelatihan; Pertanian Sayur; Produk Unggulan; TTG 
Physical, Chemical, and Sensory Characteristics of Star Fruit (Averrhoa carambola L.) Jelly Candy with Various Concentrations of Carrageenan-Konjac and Carrageenan-Pectin Yudhistira, Bara; Hamidah, Siti Rahma; Punthi, Fuangfah
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 5, No 1 (2024): April
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v5i1.85331

Abstract

Star fruit, a widely consumed fruit in Indonesia, is utilized in jelly sweets as a functional food promoting health. Nevertheless, the exorbitant price of gelatin, a gelling agent compatible with halal requirements, has resulted in the substitution of carrageenan, a comparable substance with a fragile consistency. This study investigated the physical, chemical, and sensory properties of star fruit jelly candy using different concentrations of gelling agents. This study employed a fully randomized design to investigate the effects of various concentrations and types of gelling agents, namely carrageenan-konjac and carrageenan-pectin, at concentrations of 1.5%, 2.0%, and 2.5%, respectively. The findings indicate that various gelling agents impact the characteristics of hardness, gumminess, chewiness, water content, antioxidants, and pH. Different amounts of gelling agents impact the firmness, stickiness, texture, separation of liquid, moisture level, mineral content, acidity, moisture availability, and crude fiber content. The variations in outcomes of this study are determined by the hydrocolloid’s water content, which can bind water. Subsequently, the duration of processing and the level of temperature exert an influence on these parameters, hence impacting the physical qualities. The findings indicate that the combination of carrageenan and konjac substantially affects star fruit jelly candy’s physical and chemical characteristics. The optimal formula for creating star fruit jelly candy is to employ a 2.5% concentration of carrageenan-konjac.