Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengembangan Game Edukasi Matematika Sekolah Dasar Menggunakan Augmented Reality Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Android (Studi Kasus: Sdit Al-Hanif) Holilah, Holilah; Syahira, Elga; Krisdianto, Nanang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7581

Abstract

Teknologi yang semakin berkembang memberikan dampak positif pada bidang pendidikan, termasuk dalam pengembangan media belajar digital yang lebih inovatif dan interaktif. Namun, perkembangan ini juga diikuti oleh timbulnya dampak negatif seperti kecenderungan penggunaan gadget bagi anak unutk aktivitas non-edukatif, terutama bermain game yang kurang mendukung proses belajar. Di sisi lain, kualitas pembelajran matematika di indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, yang ditandai oleh rendahnya hasil skor yang diperoleh siswa pada ts PISA. Permaslahan mengenai mata pelajaran matematika juga ditemukan di SDIT Al-hanif, khususnya pada materi pecahan dan bangun ruang akibat kurangnya penguasaan konsep dasar serta rendahnya kemampuan visualisasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Slice and Shape, yaitu game edukasi interaktif berbasis Android menggunakan metode Game Decvelopment Life Cycle (GDLC), dengan integrasi Augmented Reality untuk membantu visualisasi bangun ruang dasar secara lebih nyata. Uji validitas oleh lima guru matematika memperoleh skor rata-rata 94% dengan kategori sangat valid, sedangkan penilaian interaktivitas oleh siswa menunjukkan respons yang sangat positif. Efektivitas pembelajaran dianalisis menggunakan N-Gain dan menghasilkan nilai 0,42 yang termasuk kategori sedang namun efektif, dengan peningkatan skor dari 44,60 pada pre-test menjadi 64,21 pada post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game Slice and Shape valid, interaktif, dan efektif sehingga layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada materi pecahan dan bangun ruang di sekolah dasar.
Collaborative Governance of Urban Flood Management: A Study in Surabaya City, Indonesia Holilah, Holilah; Muyassar, M. Zainur Rizky; Zamani, Muhammad Hafaz
SIYAR Journal Vol. 6 No. 2 (2026): July
Publisher : International Relations Study Program, The Faculty of Social and Political Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/siyar.2026.6.2.201-229

Abstract

: Flooding remains a persistent challenge in rapidly urbanizing cities, including Surabaya, Indonesia. This study examines the application of democratic collaborative governance in urban flood management by analyzing how multi-stakeholder collaboration enhances sustainable flood mitigation. Guided by Ansell and Gash’s Collaborative Governance framework, the research investigates the interactions among local government, non-governmental organizations, the private sector, and local communities. A descriptive qualitative approach was employed through interviews, observations, and document analysis involving key stakeholders from the Surabaya Water Resources and Public Works Agency (DSDABM), the Regional Disaster Management Agency (BPBD), the Regional Representative Council (DPRD), and flood-affected residents. The findings indicate that Surabaya has strengthened flood governance through effective political leadership, institutional coordination, and participatory mechanisms such as the 112 Command Center and musrenbang (participatory development planning). These initiatives have improved emergency response, preparedness, and community engagement while supporting the localization of Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) and SDG 13 (Climate Action). However, challenges persist, including limited public awareness, technical constraints, extreme weather events, and socio-political barriers that reduce collaborative effectiveness. The study concludes that integrating democratic principles into collaborative governance enhances inclusiveness, accountability, and urban resilience, offering practical lessons for other cities seeking adaptive and sustainable approaches to flood management.