Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Representasi Kadar Methemoglobin (Methb) Akibat Paparan Pestisida pada Petani di Sigi Biromaru Intania Riska Putrie; Tri Setyawati; Devi Oktafiani; Ryka Marina Walanda; Listawati; Putrie, Intania Riska
Journal of Health Vol. 12 No. 2 (2025): Journal of Health (JoH) - July
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/joh.v12n2.11

Abstract

Pesticides can be toxic and disrupt the ecosystem if used for long periods in high doses. High toxicity due to intensive pesticide exposure will affect heme biosynthesis. Oxygen is carried by red blood cells that contain Fe2+ ions bound to hemoglobin. Exposure to toxic pesticides will cause Fe2+ ions to oxidize to Fe3+, resulting in hemoglobin changing into Methemoglobin (MetHb). This causes Hb to be unable to bind with oxygen, resulting in anemia. Methemoglobin measurement is important for farmers because they are at high risk. This measurement can also be used for early detection, prevention of complications, and evaluation of pesticide exposure. This study aims to determine MetHb levels in farmers intensively exposed to pesticides. This study used a cross-sectional design with a stratified sampling technique. This study used 50 farmers who were directly exposed to pesticides. The sample used was a 3cc venous blood sample taken using a syringe. The blood sample was then measured for MetHemoglobin levels using a spectrophotometer. This research was conducted in two villages, namely Kalukubula Village and Lolu Village. In Kalukubula Village, the average MetHemoglobin level was 6.53%, with the lowest level being 2.95% and the highest level being 9.95%. In Lolu Village, the average MetHemoglobin level was 5.72%, with the lowest level being 1.80% and the highest level being 9.60%. Normal MetHemoglobin levels in humans range from 0-3%. MetHemoglobin levels in farmers in Sigi Biromaru mostly showed Asymptomatic Methemoglobin results, meaning that most farmers suffer from MetHemoglobin but do not show clinical symptoms.
FENOMENA DIABETES MELITUS BERDASARKAN USIA DAN JENIS KELAMIN DI DESA WINOWANGA KABUPATEN POSO Putrie, Intania Riska; Putri, Isramita Cahyani; Devie, Devie; Rahmah, Fauziah; Violen, Syella Jesica; Hasanuddin, Bintang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.45474

Abstract

Penyakit yang menjadi penyebab kematian cukup tinggi setiap tahunnya adalah Penyakit Tidak Menular (PTM), contohnya diabetes. Diabetes Melitus dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia atau gender. Namun, faktor penuaan mengakibatkan peningkatan resiko Diabetes Melitus akibat penurunan sensitivitas insulin yang menyebabkan kenaikan kadar gula darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fenomena penyakit Diabetes Melitus berdasarkan usia dan jenis kelamin di Desa Winowanga Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Penelitian ini melakukan pemeriksaan Gula Darah Sewaktu menggunakan Glukometer Easy Touch. Sampel penelitian ini berjumlah 50 orang. Hasil pemeriksaan didapatkan nilai Gula Darah Sewaktu (GDS) normal sebanyak 42 orang  (84%), dan pre-DM 8 orang (16%). Sampel pre-DM sebanyak 8 orang berjenis kelamin wanita dengan kategori usia Dewasa (1 orang), Pre-Lansia (4 orang) dan Lansia (3 orang). Diharapkan dapat memperbanyak sampel penelitian serta dapat dilakukan pula pengukuran Gula Darah Puasa (GDP) berbasis laboratorium.
Relevansi Kejadian Hipertensi Terhadap Tingkat Pemahaman Masyarakat Desa Winowanga Sulawesi Tengah Putrie, Intania Riska; Saleh, Andi Khofifah Indah; Nabila, Fidya Fika; Ikhsani, Nur Ilmi; Samitha, Vitti Metta; Sakti, Muhammad Iradat
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.19627

Abstract

Penyakit menular menjadi penyebab kematian cukup tinggi atau setara 74% dari total kasus tercatat. Hipertensi merupakan contoh penyakit tidak menular yang menjadi penyakit dengan angka kematian tertinggi. Berdasarkan data Puskesmas Maholo menunjukkan bahwa hipertensi menempati urutan pertama tertinggi di Kecamatan Lore Timur sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kejadian hipertensi terhadap tingkat pengetahuan masyarakat di Desa Winowanga, Kecamatan Lore Timur. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 orang dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengukuran tekanan darah menggunakan Sphygmomanometer digital OMRON HEM-8217 serta pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner. Data hasil pengukuran kemudian dianalisis menggunakan SPPS dengan uji analisis deskriptif dan uji korelasi somer'd. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 25 orang mengalami Hipertensi (50%) dan 7 orang mengalami Pre-Hipertensi (14%). Kategori usia penderita hipertensi dan pre-hipertensi terbanyak pada usia lansia. Berdasarkan uji korelasi somers’d memperlihatkan hasil yang tidak terdapat korelasi antara tingkat pengetahuan dengan kejadian hipertensi di Desa Winowanga (p=0,795). Diharapkan penelitian selanjutnya dapat menggunaan alat tensi manual dan tensi digital serta pemberian pretest untuk pengukuran tingkat pengetahuan.
ABCC8 Gene Factors in Maturity-Onset Diabetes of The Young (MODY): Literature Review Setyawati, Tri; Walanda, Ryka Marina; Putrie, Intania Riska; Oktafiani, Devi; Sulisda, Sulisda
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i1.347

Abstract

Maturity-Onset Diabetes of the Young (MODY) is a monogenic form of diabetes caused by single-gene mutations affecting insulin secretion, often presenting in young individuals. Mutations in the ABCC8 gene (MODY12), encoding the SUR1 subunit of the pancreatic β-cell K-ATP channel, are a known cause, though relatively rare (1-3% prevalence). This literature review summarized cases of ABCC8-MODY, detailing genetic/clinical features, differentiating it from Type 1 (T1DM) and Type 2 (T2DM) diabetes, and outlining treatments. A Google Scholar search (2020-2024) using keywords "ABCC8 gene," "diabetes," and "young age," followed by screening based on specific inclusion/exclusion criteria, yielded 7 relevant articles from an initial 1,010. The ABCC8 gene is crucial for insulin secretion via the K-ATP channel; mutations cause β-cell dysfunction and MODY12 with variable phenotypes. Misdiagnosis as T1DM/T2DM is frequent. Key MODY features include young onset (<25-35 years), strong family history, absence of pancreatic autoantibodies, persistent endogenous insulin production (detectable C-peptide), and often, high sensitivity to sulfonylureas (SUs). Accurate diagnosis requires meticulous history, clinical assessment, and definitive molecular genetic testing (e.g., NGS). Notably, patients with ABCC8-MODY typically respond well to SU therapy, making early, correct diagnosis vital for appropriate management. Identifying these genetic defects is paramount for distinguishing MODY from other diabetes types and optimizing patient care based on specific underlying pathophysiology and therapeutic responsiveness
HUBUNGAN KADAR KREATININ DENGAN HEMOGLOBIN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH PADA TAHUN 2022 Muhammad Hilmi Falah; Setyawati, Tri; Walanda, Ryka Marina; Putrie, Intania Riska
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v9i1.1255

Abstract

Latar belakang: Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah keadaan kerusakan pada ginjal secara struktural ataupun fungsional yang telah terjadi selama tiga bulan atau lebih. Gagal ginjal kronik (GGK) ditandai gejala penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) mencapai kurang dari 60 ml/menit /1,73m2. Pada pasien GGK umumnya akan ditandai dengan hemoglobin yang rendah dan kadar kreatinin yang tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kadar kreatinin dengan hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah pada Tahun 2022. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional, data penelitian menggunakan rekam medis yang berisi hasil laboratorium dari kadar kreatinin dan hemoglobin pada pasien GGK. Sampel didapatkan menggunakan teknik Randoming sampling yang diambil secara acak dari total populasi 586 pasien. Sejumlah 100 pasien GGK stadium 5 didapatkan dari total populasi menggunakan rumus slovin yang disertai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Berdasarkan uji analisis yang telah dilakukan, uji analisis menggunakan uji Spearman diperoleh p=0,023 dengan nilai (p<0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kadar kreatinin dengan hemoglobin di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah pada Tahun 2022.
Analysis of dengue virus vector control causing dengue hemorrhagic fever (DHF) in high and low case Oktafiani, Devi; Intania Riska Putrie; Fakhriah M. Samiun
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal eduHealt, Edition January - March, 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever is still a global public health problem, especially in tropical and subtropical regions, including Indonesia as one of the dengue-endemic countries. Central Sulawesi is one of the endemic areas of dengue fever in Indonesia. DHF cases in Central Sulawesi Province are recorded to fluctuate every year and the morbidity rate tends to increase. In the Palu city area, Birobuli Selatan Village is the area with the highest cases, while in the Nunu Village, no dengue cases were detected. This research method is to use a questionnaire to look at the habits of people in areas with low cases and high cases in controlling disease vectors. Data analysis used the chi-square test. The research results showed that in the group of areas with high cases, there were differences in 3M habits (p=0.021), use of mosquito nets (p=0.000), plants around the house (p=0.000), and residential density (p<0.05). Meanwhile, there is no difference in the use of mosquito repellent and abate in the two regions. This research concludes that there are differences in people's habits regarding activities or activities in controlling mosquito vectors that cause dengue fever in areas with high cases and low cases
Peningkatan Pengetahuan dengan Kegiatan Praktikum Laboratorium IPA pada Siswa SMA Negeri 5 Palu Oktafiani, Devi; Putrie, Intania Riska; Setyawati, Tri; Walanda, Ryka Marina; Listawati, Listawati
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i1.3164

Abstract

Kegiatan praktikum berperan penting memberikan pengalaman keterampilan, penerangan pengetahuan, dan memahami proses penemuan ilmiah. Praktikum dapat membantu mengembangkan sikap ilmiah, minat bakat, melatih keterampilan praktis, pemahaman konsep,  dan  meningkatkan kemampuan pemecahan masalah melalui eksperimen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melaksanakan pendampingan praktikum mengenai tingkat keasaman atau pH, larutan penyangga dengan bahan dan alat yang sederhana. Metode pengabdian ini yang pertama adalah diskusi dan pendampingan pembuatan buku panduan praktikum dengan guru mata Pelajaran terkait, pelaksanaan praktikum yang mencakup pemberian pre-test pada siswa yang akan mengikuti praktikum, pemberian materi terkait prinsip dan langkah-langkah praktikum, pendampingan praktikum dan pelaksanaan post-test. Siswa-siswi yang mengikuti praktikum sebelumnya telah mendapat materi pelajaran terkait. Hasil yang diperoleh terdapat peningkatan nilai dari pre-test ke post test dihitung menggunakan nilai n-Gain yaitu 0,42 dengan kategori sedang. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan praktikum dapat meningkatkan pemahaman siswa SMA Negeri 5 Palu.
EDUKASI PENTINGNYA ALAT PELINDUNG DIRI DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN PADA PETANI DI SIGI BIROMARU Putrie, Intania Riska; Setyawati, Tri; Oktafiani, Devi; Pratika, Mayabi; Walanda, Ryka Marina; Listawati, Listawati; Finomala, Finomala; Yulia, Yulia; Mus, Rosdiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36235

Abstract

Abstrak: Penggunaan pestisida oleh petani berisiko tinggi menyebabkan paparan bahan kimia secara langsung yang dapat memicu penyakit, salah satunya hipertensi. Hal ini disebabkan masih banyak petani memakai alat pelindung diri (APD) tidak secara lengkap. Implementasi penggunaan APD di lapangan pun kerap terabaikan karena beberapa faktor, salah satunya kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya APD dan cara pemakaiannya yang tepat. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk mengedukasi pentingnya penggunaan APD bagi petani guna mencegah dampak negatif dari paparan pestisida jangka panjang. Metode yang digunakan meliputi edukasi langsung serta pemeriksaan kesehatan sederhana, seperti pengukuran tensi darah, glukosa darah sewaktu, dan asam urat. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada 29 Agustus 2025 dengan peserta sebanyak 35 petani. Evaluasi dalam kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan wawancara yang disertai edukasi oleh Tim Pengabdi. Hasilnya, masih cukup banyak petani yang menggunakan APD tidak lengkap bahkan tidak menggunakan APD saat bekerja. Hasil ini mendukung hasil pemeriksaan kesehatan yang menunjukkan mayoritas petani mengalami hipertensi (51,4%), meskipun kadar saturasi oksigen normal (100%), kadar GDS normal (91,4%) dan kadar asam urat normal (54,3%). Setelah diberikan edukasi dan melihat secara langsung hasil pemeriksaan kesehatan, para petani memahami pentingnya penggunaan APD bagi kesehatan serta akan menggunakan APD yang telah dibagikan saat bekerja di lahan pertanian.Abstract: The use of pesticides by farmers carries a high risk of direct exposure to chemical substances which can trigger diseases one of which is hypertension. This is because a large number of farmers still do not fully or appropriately wear personal protective equipment (PPE). One of the many reasons why PPE usage in the field is frequently overlooked is a lack of awareness regarding the significance of PPE and how to use it properly. This community service project aims to inform farmers on the value of personal protective equipment (PPE) in preventing the harmful effects of prolonged pesticide exposure. The methods used include direct education and basic health checks, such as blood pressure measurement, random blood glucose level testing, and uric acid level testing. This activity was conducted at Sigi Biromaru, Sigi Regency, Central Sulawesi, on August 29, 2025, with 35 participating farmers. The evaluation conducted during this activity, in addition to health checks, also included interviews and educational sessions by the Community Service Team. The results revealed that a significant number of farmers were still using incomplete or no PPE while working. This finding supports the health checks, which showed that the majority of farmers had hypertension (51.4%), despite normal oxygen saturation levels (100%), normal blood glucose levels (91.4%), and normal uric acid levels (54.3%). After being educated and seeing the results of the health checks firsthand, the farmers understood the importance of using PPE for their health and will use the PPE that has been distributed when working on agricultural land.