Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR KREATININ DENGAN HEMOGLOBIN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH PADA TAHUN 2022 Muhammad Hilmi Falah; Setyawati, Tri; Walanda, Ryka Marina; Putrie, Intania Riska
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v9i1.1255

Abstract

Latar belakang: Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah keadaan kerusakan pada ginjal secara struktural ataupun fungsional yang telah terjadi selama tiga bulan atau lebih. Gagal ginjal kronik (GGK) ditandai gejala penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) mencapai kurang dari 60 ml/menit /1,73m2. Pada pasien GGK umumnya akan ditandai dengan hemoglobin yang rendah dan kadar kreatinin yang tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kadar kreatinin dengan hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah pada Tahun 2022. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional, data penelitian menggunakan rekam medis yang berisi hasil laboratorium dari kadar kreatinin dan hemoglobin pada pasien GGK. Sampel didapatkan menggunakan teknik Randoming sampling yang diambil secara acak dari total populasi 586 pasien. Sejumlah 100 pasien GGK stadium 5 didapatkan dari total populasi menggunakan rumus slovin yang disertai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Berdasarkan uji analisis yang telah dilakukan, uji analisis menggunakan uji Spearman diperoleh p=0,023 dengan nilai (p<0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kadar kreatinin dengan hemoglobin di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah pada Tahun 2022.
Analysis of dengue virus vector control causing dengue hemorrhagic fever (DHF) in high and low case Oktafiani, Devi; Intania Riska Putrie; Fakhriah M. Samiun
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal eduHealt, Edition January - March, 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever is still a global public health problem, especially in tropical and subtropical regions, including Indonesia as one of the dengue-endemic countries. Central Sulawesi is one of the endemic areas of dengue fever in Indonesia. DHF cases in Central Sulawesi Province are recorded to fluctuate every year and the morbidity rate tends to increase. In the Palu city area, Birobuli Selatan Village is the area with the highest cases, while in the Nunu Village, no dengue cases were detected. This research method is to use a questionnaire to look at the habits of people in areas with low cases and high cases in controlling disease vectors. Data analysis used the chi-square test. The research results showed that in the group of areas with high cases, there were differences in 3M habits (p=0.021), use of mosquito nets (p=0.000), plants around the house (p=0.000), and residential density (p<0.05). Meanwhile, there is no difference in the use of mosquito repellent and abate in the two regions. This research concludes that there are differences in people's habits regarding activities or activities in controlling mosquito vectors that cause dengue fever in areas with high cases and low cases
KORELASI TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG Ca Mammae TERHADAP PERILAKU SADARI PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Miranda; Intania Riska PUtrie
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1090

Abstract

Pendahuluan: Kanker payudara (Ca Mammae) adalah masalah kesehatan globalpenyebab utama kematian pada perempuan. Deteksi dini melalui SADARI efektif menurunkan mortalitas, namun cakupannya di Indonesia masih rendah. Selaku calon tenaga kesehatan, pengetahuan dan perilaku mahasiswi kedokteran penting untuk diteliti. Metode: Penelitian kuantitatif Quasi Experimental dengan desain Posttest only controlgroup melibatkan 177 mahasiswi angkatan 2022-2024 yang dipilih melalui stratifiedrandom sampling. Partisipan merupakan mahasiswi aktif berusia 18-23 tahun, dengan pengecualian bagi yang tidak hadir saat penelitian, memiliki riwayat keluarga kanker atau tumor payudara. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur daring dan dianalisis menggunakan uji Spearman's rho. Hasil: Hasil menunjukkan mayoritas responden berpengetahuan baik tentang Ca Mammae (71,8%), tetapi perilaku SADARI dominan dalam kategori cukup (53,1%). Analisis bivariat mengungkap korelasi positif signifikan antara pengetahuan dan perilaku SADARI (r=0,285; p<0,001), meskipun kekuatan hubungan tergolong lemah. Terdapat kesenjangan (gap) antara tingkat pengetahuan tinggi dan perilaku SADARI yang belum optimal, serta variasi berdasarkan angkatan dan riwayat sosialisasi. Pembahasan: Secara teoritis, temuan ini dapat dipahami melalui teori domain kognitif, hasil penelitian pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulakomenunjukkan sebagian besar responden berada pada tingkatan remember dan understand, belum sepenuhnya mencapai tingkat apply yang diperlukan untuk mengubah pengetahuan menjadi perilaku nyata. Simpulan: Terdapat korelasi positif yang signifikan namun lemah antara pengetahuan tentang Ca Mammae dan perilaku SADARI. Tingginya pengetahuan belum sepenuhnya diimplementasikan menjadi perilaku, menunjukkan adanya kesenjangan (gap) yang dipengaruhi faktor di luar pengetahuan seperti kesadaran diri. Perlunya strategi edukasi pelatihan praktik langsung untuk meningkatkan perilaku deteksi dini.
Anticipating Degenerative Diseases through Basic Health Screening in Lonthoir Village, Central Maluku Regency: Antisipasi Penyakit Degeneratif Melalui Pemeriksaan Dasar Kesehatan Di Negeri Lonthoir, Kabupaten Maluku Tengah, Ambon Rosdiana Mus; Mutmainnah Abbas; Dylan Tamalsir; Elpira Asmin; Intania Riska Putrie
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 6 No. 2 (2026): JPKK Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol6.Iss2.2656

Abstract

Penyakit degeneratif sebagai salah satu masalah utama kesehatan yang berkembang secara progresif dan sering menimbulkan gejala awal yang dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis dan menimbulkan risiko komplikasi. Hal ini menjadi salah satu tantangan terutama wilayah kepulauan dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Kegiatan ini untuk memperoleh gambaran status kesehatan masyarakat melalui pemeriksaan dasar meliputi pemeriksaan tekanan darah, glukosa darah dan kolesterol. Kegiatan dilaksanakan di Negeri Lonthoir, Pulau Banda Besar, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, dengan pendekatan deskriptif. Peserta berjumlah 54 orang berusia ≥26 tahun yang mengikuti kegiatan secara sukarela. Pemeriksaan tekanan darah menggunakan spigmomanometer, glukosa darah dan kolesterol  menggunakan menggunakan metode sederhana sebagai metode cepat dan sederhana. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merupakan lansia akhir (61,1%) dan perempuan (57,4%). Hasil pemeriksaan kesehatan dasar didapatkan 74,1% memiliki tekanan darah tinggi, 18,5% memiliki kadar glukosa darah tinggi, dan 59,3% memiliki kadar kolesterol total tinggi. Setelah pemeriksaan, peserta memperoleh konseling individual mengenai hasil skrining, faktor risiko penyakit degeneratif, pola makan sehat, aktivitas fisik, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proporsi peserta dengan tekanan darah dan kolesterol total tinggi. Oleh karena itu, skrining kesehatan berbasis komunitas penting untuk mendeteksi dan mencegah penyakit degeneratif, terutama pada masyarakat di wilayah kepulauan dengan keterbatasan akses ke layanan kesehatan. Diharapkan kegiatan serupa secara teratur dilaksanakan akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap status kesehatan mereka dan mendorong tindakan pencegahan   Abstrack