Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KELAYAKAN USAHA PEMBIBITAN MANGGA VARIETAS AGRIMANIA PADA AGRIMANIA FLORA Abiyasa Tunjung Purbawasesa; Teguh Imam Santoso; Fadhillah Laila
Agri Wiralodra Vol. 12 No. 1 (2020): Agri Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v12i1.10

Abstract

Usaha pembibitan Mangga Agrimania memiliki potensi komoditas ekspor untuk mengatasi kendala dalam memproduksi buah mangga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha pembibitan mangga baik sebelum adanya penambahan lahan maupun setelah adanya penambahan lahan. Penelitian dilaksanakan di Usaha Pembibitan Mangga Agrimania pada Agrimania Flora Indramayu Desa Jatisura Kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu. Waktu penelitian dilakukan selama bulan Oktober 2018 sampai Agustus 2019. Penelitian ini menggunakan Analisis Kelayakan Usaha baik non-finansial maupun finansial serta analisis sensivitas. Berdasarkan hasil analisis dari aspek non-finansial, usaha pembibitan Mangga Agrimania pada Agrimania Flora Indramayu dapat dikatakan layak. Hasil analisis pada aspek finansial usaha pembibitan Mangga Agrimania ini layak untuk dijalankan, karena besarnya nilai R/C sebesar 5,41, NPV sebesar Rp.3.184.056.362,63, IRR sebesar 67%, Net B/C sebesar 6,54 dan Payback Period selama 4 tahun 2 bulan 10 hari. Hasil analisis nilai pengganti menunjukkan bahwa usaha pembibitan Mangga Agrimania pada Agrimania Flora Indramayu tidak sensitif terhadap kenaikan harga input biaya variabel. Jika terjadi kenaikan harga pada biaya input produksi, seperti kenaikan harga biji batang bawah tanaman mangga meningkat lebih dari 7.140% atau kenaikan harga pupuk dan pestisida meningkat lebih dari 11.080%, maka usaha pembibitan Mangga Agrimania pada Agrimania Flora Indramayu menjadi tidak layak untuk dilaksanakan. Karena jika terjadi peningkatan harga lebih dari itu, maka NPV kurang dari 0, IRR kurang dari 17,5%, Net B/C kurang dari 1
EFISIENSI PEMASARAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) DI KABUPATEN INDRAMAYU Mochammad Putra Jagad Samudra; Juri Juswadi; Fadhillah Laila
Agri Wiralodra Vol. 12 No. 2 (2020): Agri Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v12i2.27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Nilai elastisitas transmisi harga terung ungu di Kabupaten Indramayu; (2) Efisiensi pemasaran terung ungu di Kabupaten Indramayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode subject matter research dan menggunakan desain deskriptif. Penelitian ini menggunakan model ekonometrika dengan data time-series harga bulanan produsen dan konsumen dari bulan Januari 2013 sampai Desember tahun 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai elastisitas transmisi harga sebesar 0,970. Et kurang dari 1 yang berarti perubahan harga sebesar 1% di tingkat konsumen akan mengakibatkan perubahan harga di tingkat produsen sebesar 0,970%. Nilai elastisitas transmisi harga terung ungu tidak sama dengan 1 (satu). Maka pemasaran terung ungu di Kabupaten Indramayu dikatakan tidak efisien, karena nilai Et kurang dari 1 dan keadaan pasar tidak mencerminkan pasar persaingan sempurna.
Efisiensi Pemasaran Jagung Tongkol (Zea mays, L.) di Kabupaten Indramayu Ayu Lestari; Wiwik Ambarsari; Fadhillah Laila
Agri Wiralodra Vol. 13 No. 2 (2021): Agri Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v13i2.40

Abstract

Permintaan jagung tongkol di Kabupaten Indramayu masih dipenuhi dari luar daerah yang mempengaruhi harga di tingkat produsen dan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai elastisitas transmisi harga dan efisiensi pemasaran jagung tongkol di Kabupaten Indramayu. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2018 sampai dengan Agustus 2019. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Desain dengan pendekatan kausal komparatif, pada model ekonometrika yang menggunakan data time series harga bulanan jagung di tingkat produsen dan harga bulanan jagung di tingkat konsumen dari Januari 2013 sampai Desember 2017. Analisis efisiensi pemasaran ini menggunakan persamaan regresi berbasis OLS (Ordinary Least Square) yang difungsikan pada aplikasi SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya nilai elastisitas transmisi harga sebesar 0,944 dan pemasaran jagung tongkol tidak efisien di Kabupaten Indramayu.
Identifikasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada Mangga Lokal Indramayu Faisal Al asad; Fadhillah Laila; Fina Dwimartina
Gema Wiralodra Vol. 13 No. 2 (2022): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v13i2.275

Abstract

Mango (Mangifera indica L.) is one of Indonesia's leading horticultural commodities. The island of Java is the national center for mango production. Mango production in West Java is one of the largest in Indonesia. The Indramayu region is the largest mango production center in West Java. Demand for this commodity is increasing, especially exports, while mango production in the last five years has fluctuated. The way to maintain optimal and sustainable mango production is by using fertilization. One of the fertilization efforts that can be done is with Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF). The presence of AMF in host plants can help the uptake of nutrients, especially phosphorus which is very important in growth, especially in the generative phase of plants. However, not all AMF can be symbiotic with plants. Therefore, it is necessary to explore and identify AMF for its utilization. This study aimed to obtain information on the diversity of AMF in local mangoes from Indramayu. This research was conducted in Jatibarang District, Indramayu with a research time of 12 months and started after the rainy season. The results showed that two AMF genera were found in the local mango rhizosphere of Indramayu, namely the genus Glomus and Acaulospora. The number of AMF spores found per 20 g of soil was 37.67 in Lobener Village, 31.67 in Jatisawit Village, and 42.33 in Krasak Village. AMF colonization in Lobener Village was 34.44%, Jatisawit Village 23.33%, and Krasak Village 33.33%.
PENYULUHAN PENENTUAN KESUBURAN TANAH DI LAPANGAN DAN HASIL ANALISIS LABORATORIUM DALAM MENENTUKAN KUALITAS TANAH DI DESA KERSAMENAK, TAROGONG KIDUL, GARUT Yulina, Henly; Ryana Devi, Wiara Sanchia Grafita; Laila, Fadhillah; Mardatila, Farida
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v3i1.582

Abstract

The decline in rice yields is a problem that is often experienced by farmers. The problem had experienced by the Mukti Tani III Farmer Group in Kersamenak Village, Tarogong Kidul District, Garut Regency was decrease rice production due to decreased soil quality and excessive use of fertilizers that are not adapted to plant needs. The aim of this activity was introduced and increased farmers' understood of how to determined soil fertility in the field and identified the results of soil analysis in the laboratory in determining soil quality, how to apply soil fertility determination methods in the field, and soil identifiers in the category of healthy, moderate or dificiency. So that the need for fertilizer could be determined according to the needs of the plant. The methods used are counseling, discussion, and evaluation. Activities are carried out in several stages. The first stage was coordinating and socializing with the Kersamenak Village government and conducting Focus Group Discussion (FGD) activities and filling out the pre test. The second stage is discussion (question and answer), and the third stage is evaluation through filling out the post test. The results of the evaluation showed that the technique for determining soil fertility in the field and the results of soil analysis in the laboratory became a solution for the Mukti Tani III Farmers Group in regulating the application of fertilizer so that it does not add too much fertilizer to the soil, so that rice plant growth is more optimal. From the results of the pre-test and post-test questionnaires, there was an average increase in general knowledge about how to determine soil fertility by 21.72%. Knowledge of how to determine soil fertility in the field increased 39.13% and knowledge of how to determine soil fertility in the laboratory increased 26.09%. This shows that the extension activities that have been carried out have had a positive impact in increasing farmer knowledge about how to determine soil fertility in the field and identification the results of analysis in the laboratory to improve soil quality. Keywords: soil fertility, productivity, physical properties, chemical properties of soil Abstrak Penurunan produksi padi merupakan masalah yang sering dihadapi petani. Permasalahan kelompok tani Mukti Tani III di Desa Kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul adalah penurunan hasil padi akibat kualitas tanah serta penggunaan pupuk berlebihan yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengenalkan dan meningkatkan pemahaman petani tentang cara menentukan kesuburan tanah di lapangan dan mengidentifikasi hasil analisis tanah di laboratorium untuk menentukan kualitas tanah. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dengan ceramah, Focus Group Discussion FGD, dan evaluasi dengan metode tes, yaitu membandingkan hasil pre-test dan post-test. Kegiatan tahap pertama, melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan pemerintah Desa Kersamenak, melakukan FGD, dan pengisian kuesioner awal. Tahap kedua adalah diskusi, dan tahap ketiga evaluasi melalui pengisian kuesioner akhir. Hasil evaluasi menunjukkan peserta memahami cara menentukan kesuburan tanah di lapangan dan cara mengidentifikasi hasil analisis tanah di laboratorium. Pemahaman peserta tentang cara menentukan kesuburan tanah secara langsung dan tidak langsung meningkat, dengan nilai post test untuk pengetahuan umum meningkat sebesar 21,72%. Pengetahuan tentang cara menentukan kesuburan tanah di lapangan meningkat 39,13%, dan pengetahuan  tentang  cara menentukan kesuburan tanah di laboratorium meningkat 26,09%. Kata Kunci: kesuburan tanah, produktivitas, sifat fisika, sifat kimia tanah  
The Analisis Nilai Tambah Bonggol Pisang (Musa paradisiaca L.) Menjadi Kerupuk Bongsang Pada UKM Abopink Di Desa Pringgacala Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu Pungky, Rinky; Supriyadi, Supriyadi; Laila, Fadhillah
Agri Wiralodra Vol. 16 No. 1 (2024): Usaha tani, pemasaran, nilai tambah
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v16i1.78

Abstract

The purpose of this study was to (1) the added value of the banana corm processing business into bongsang crackers in UKM ABOPINK; and (2) to determine the value-added ratio of banana corm processing business becoming bongsang crackers at UKM ABOPINK. The research method used was a survey method, and the research design was a descriptive survey. Determination of the sample using purposive sampling technique, namely purposive sampling. Analysis of the data used in this study using added value analysis with the Hayami method. Based on the results of this study, the bongsang cracker processing business at UKM ABOPINK Pringgacala Village, Karangampel District, Indramayu Regency in 2020. UKM ABOPINK produces bongsang crackers with 1 package, which is a package containing 100 grams. With an added value of IDR. 40.905,50 with an added value ratio of 77,92% means that the added value is high in one production process.
Analisis Molekuler Burkholderia glumae Pada Varietas Padi Ciherang Di Sawah Tadah Hujan Lingkungan Universitas Wiralodra Indramayu Dwimartina, Fina; Laila, Fadhillah
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v5i1.65

Abstract

Deteksi patogen penyebab penyakit tumbuhan dapat dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Deteksi secara langsung umumnya dilakukan dengan menggunakan metode serologi dan molekuler. Deteksi dan identifikasi bakteri patogen dengan teknik molekuler dapat dilakukan dengan teknik polymerase chain reaction (PCR). Penyakit hawar malai yang disebabkan oleh Burkholderia glumae dilaporkan menginfeksi tanaman padi di Indonesia. B. glumae dapat terbawa benih sehingga berpotensi menyebar dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wilayah sebar penyakit hawar malai di sawah tadah hujan lingkungan Universitas Wiralodra Indramayu. Metode yang dilakukan meliputi pengambilan sampel biji padi di sawah tadah hujan lingkungan Universitas Wiralodra Indramayu. Biji padi secara acak diambil langsung dari sawah tadah hujan serta dicatat varietas serta nama daerah pengambilan sampel, kemudian diuji secara molekuler. Hasil amplifikasi PCR terhadap 3 sampel biji padi menunjukkan ketiga sampel tersebut negatif terinfeksi B. glumae. Sampel biji padi yang negatif terdeteksi B. glumae dapat terjadi karena pada saat pengambilan sampel, wilayah Indramayu sedang memasuki musim penghujan, sehingga potensi berkembangnya penyakit hawar malai akan menurun.
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Terhadap Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Dan Pupuk Limbah Baglog Asad, Faisal Al; Dwimartina, Fina; Laila, Fadhillah
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v6i1.87

Abstract

Shallots are one of Indonesia's leading horticultural commodities. Domestic demand for shallots for this commodity is very high in line with population growth. On the other hand, shallot cultivation is generally carried out with high production inputs such as the unwise use of inorganic fertilizers. This will have an impact on the decline in soil quality and will ultimately reduce production. One way that can be done to overcome this is the use of organic fertilizers such as arbuscular mycorrhizal fungi (FMA) and baglog waste fertilizer. The experimental design used in this study was a two-factor Randomized Block Design (RAK). The first factor is the dose of AMF, which consists of: M0 = 0 gr, M1 = 5 gr, and M2 = 10 gr. The second factor is the dose of baglog waste fertilizer, which consists of: B0 = 0 tons/ha, B1 = 5 tons/ha, and B2 = 10 tons/ha. The results showed: inoculation of AMF and baglog waste fertilizer had not been able to increase the growth of shallot plants, inoculation of 10 g of AMF could increase the number of tubers/clump by 21.53% compared to control, and the combination of treatment without AMF and without baglog waste fertilizer resulted in fresh weight of tubers/clump. the best clump, which is 106.68 gr.
KERAGAAN AGRONOMI BEBERAPA VARIETAS TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) PADA POLA PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) Karlinah, Karlinah; Mahmud, Yudhi; Sumarna, Pandu; Tohidin, Tohidin; Laila, Fadhillah
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v6i2.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan keragaan agronomis beberapa varietas tanaman padi (Oryza sativa, L.) terbaik yang dibudidayakan dengan model pengelolaan tanaman terpadu (PTT). Penelitian dilaksanakan di Desa Plumbon Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu, selama 6 bulan dimulai dari bulan Mei sampai dengan Oktober 2021 pada musim kemarau. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), perlakuan macam varietas dengan jumlah perlakuan terdiri dari empat (4) macam varietas yaitu V1 = Inpari 32 HDB, V2 = Padjadjaran Agritan, V3 = Baroma dan V4 = MSP, dimana masing-masing perlakuan diulang sebanyak enam (6) kali.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh macam varietas padi (Oryza sativa, L.) terhadap keragaan agronomi pada pola pengelolaan tanaman terpadu (PTT). Keempat varietas padi yang memberikan keragaan agronomi terbaik, tinggi tanaman tertinggi diperoleh oleh perlakuan V3 (Baroma) sedangkan jumlah anakan per rumpun diperoleh perlakuan V1(Inpari 32 HDB). Hasil tertinggi diperoleh perlakuan V1 (Inpari 32 HDB) sebanyak 5,35 kg/plot setara dengan 7,81 ton/ha.
Perbanyakan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Indigenous Pohon Mangga Lokal Indramayu Dari Berbagai Sumber Dan Dosis Inokulum Pada Tanaman Inang Pueraria javanica Rusminah, Putri Shinty Charisma Yuyun; Sumarna, Pandu; Asad, Faisal Al; Laila, Fadhillah; Dwimartina, Fina
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v7i2.111

Abstract

Mango fruit (Mangifera indica L.) is one of the fruits that is popular with Indonesian people because it contains quite complete vitamins and is affordable. Development of mango cultivation in Indramayu is carried out throughout the year, but mango production fluctuates at each harvest time. One of the reasons for this is alternate bearing, namely the uncertain condition of the mango harvest every year due to internal or climatic factors. One effort that can be made to control this phenomenon is by using biological fertilizers such as Arbuscular Mycorrhizal Fungi (FMA). The host plant used for AMF propagation is Pueraria javanica because it is more resistant to humidity and low temperatures compared to sorghum. This research aims to obtain a source of AMF inoculum that is suitable for vegetative growth of Pueraria javanica and the highest number of spores and to obtain the right dose for the development of AMF and growth of the Pueraria javanica host. This research used a factorial Randomized Block Design with 2 factors where the first factor was AMF Inoculum Source which consisted of three types ( Lohbener Village mango trees, Jatisawit Village mango trees, Krasak Village mango trees). The second factor is the dose of the AMF inoculum source which consists of three levels of spore number (60 g, 80 g, 100 g). The results of the study showed that there was no interaction between the inoculum source and the dose on the growth of the host plant Pueraria javanica. The inoculum source of mango trees in Krasak Village had the best influence on the number of leaves of the host plant Pueraria javanica.