Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search
Journal : JURNAL BAHARI PAPADAK

SEBARAN JENIS SAMPAH LAUT DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEPADATAN POPULASI DAN KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS PADA KAWASAN EKOWISATA MANGROVE DI PESISIR KELURAHAN OESAPA BARAT, KOTA KUPANG Chaterina A. Paulus; Lady Cindy Soewarlan; Aludin Al Ayubi
Jurnal Bahari Papadak Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.901 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran jenis sampah laut dan dampaknya terhadap kepadatan populasi dan keanekaragaman makrozoobentos pada kawasan ekowisata mangrove di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik survey dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menemukan 7 jenis sampah laut yang tersebar di kawasan ekowisata mangrove, dengan nilai rata-rata komposisi jenis dan total kepadatan tertinggi terdapat sampah plastik yaitu dengan nilai rata-rata komposisi sebesar 55,556% dengan kepadatan 2,233 item/m. Makrozoobentos yang ditemukan sebanyak 13 spesies makrozoobentos yakni Nerita lineata, Centhium lutusum, Chicoreus capucinus, Cassidula nucleus, Clypeomorus batillariaeformis, Clypomerus pelucida, Cerithidae cingulate, Cerithium Cordium, Crassostrea cucullata, Anadara granossa, Coenobita brevimanus, Macrophtalimus hoscii dan jenis Metapenaus ensis dengan nilai kepadatan populasi berkisar antara 26-33 ind/m² atau berada pada kategori rendah dan nilai keanekaragamannya berkisar antara 1.457-2.207. Kata Kunci: Sebaran Sampah, Kepadatan, Keanekaragaman, Makrozoobentos, Mangrove.
KAJIAN KOMPOSISI DAN KEPADATAN JENIS SAMPAH LAUT PADA KAWASAN EKOWISATA MANGROVE, DI KELURAHAN OESAPA BARAT, KOTA KUPANG Chezya Brygita Salestin; Lady Cindy Soewarlan; Chaterina Agusta Paulus
Jurnal Bahari Papadak Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.502 KB)

Abstract

Abstrak - Ekowisata mangrove merupakan objek wisata yang berwawasan lingkungan dimana wisata tersebut mengutamakan aspek keindahan yang alami tanpa merusak ekosistem tersebut. Hutan mangrove cukup tahan terhadap berbagai gangguan dan tekanan lingkungan, namun sangat peka terhadap pengendapan atau sedimentasi, juga beragam aktivitas lain seperti pembuangan limbah dan sampah. Merujuk pada beberapa penelitian telah dilakukan, kebaruan dari penelitian ini selain dilakukan pada titik lokasi dan bulan yang berbeda guna mendapatkan data pola sebaran sampah di lokasi yang sama yakni kawasan ekowisata mangrove di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang. Metode yang digunakan yaitu studi literatur, observasi yang terdiri dari pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Tahapan Penelitian melingkupi penetapan transek dan plot pengamatan, pengambilan sampel dan analisis komposisi dan kepadatan jenis sampah laut. Hasil penelitian diperoleh nilai komposisi jenis dan total kepadatan sampah laut didominasi oleh sampah plastik dengan nilai komposisi sebesar 45,455% dan kepadatan sebesar 2,030 item/m2. Kata Kunci: Komposisi Jenis, Kepadatan Sampah Laut, Ekowisata Mangrove. Abstract – Mangrove Ecotourism is an environmentally sound tourist attraction where tourism prioritizes natural beauty without destroying the ecosystem. Mangrove forests are quite resistant to various disturbances and environmental pressures, but are very sensitive to settling or sedimentation, as well as various other activities such as waste and garbage disposal. Referring to several studies that have been conducted, the novelty of this research is that it was carried out at different locations and months in order to obtain data on the pattern of waste distribution at the same location, namely the mangrove ecotourism area in the west Oesapa urban village, Kupang City. The method used is literature study, observation consisting of qualitative and quantitative approaches. The research phases covered the determination of transects and observation plots, sampling and analysis of the composition and density of marine debris species. The results showed that the type composition and total density of marine debris were dominated by plastic waste with a composition value of 45,455% and a density of 2,030 items/m2. Keywords : Composition of Types, Density of Marine Debris, Mangrove Ecotourism.
STRATIFIKASI SOSIAL EKONOMI NELAYAN BERDASARKAN JENIS ALAT TANGKAP YANG DIGUNAKAN DI KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG A. Mopha, Yasinta Kmt. Ines; Soewarlan, Lady Cindy; Sine, Kiik G.
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kerja organisasi konvensional, stratifikasi sosial ekonomi antara pemilik dan anak buah kapal dan pendapatan pertahun pada nelayan pukat senar dan bagan di Kelurahan Oesapa, Kelurahan Lasiana dan Kelurahan Oesapa Barat, setelah dilakukan perhitungan sampel dilanjutkan wawancara berpedoman pada kuisioner yang telah melalui proses uji validitas dan reliabilitas. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menemukan bahwa bentuk hubungan kerja antara pemilik dan anak buah kapal pada armada penangkapan pukat senar dan bagan adalah tidak terikat kontrak dan berdasarkan rasa saling percaya serta memiliki tujuan bersama yaitu mendapat ikan sebanyak-banyaknya, stratifikasi sosial yang ditemukan pada penelitian ini nelayan pemilik memegang strata paling atas di dalam armada penangkapan pukat senar dan bagan sedangkan pada strata bawah ditempati oleh nelayan buruh atau anak buah kapal hal ini menjadi sesuatu yang sudah mendarah daging pada lapisan kelas sosial nelayan, dari segi ekonomi berdasarkan pendapatan ditemukan bahwa usaha penangkapan menggunakan alat tangkap pukat senar dan bagan dinilai cukup menguntungkan oleh karena biaya operasional yang tidak lebih besar dari penerimaan nelayan sedangkan untuk upah dibagi dua yaitu pemilik 50% dan anak buah 50%. Kata Kunci : stratifikasi, sosial ekonomi, alat tangkap Abstract – This study aims to determine the conventional organisational working relationship, socio-economic stratification between the owner and crew and annual income in string trawl and bagan fishermen in Oesapa Village, Lasiana Village and Oesapa Barat Village, after sample calculation followed by interviews guided by questionnaires that have gone through the validity and reliability test process. The results obtained in this study found that the form of work relations between owners and crew members in the fishing fleet of string trawlers and mules is not bound by contracts and based on mutual trust and have a common goal of getting as much fish as possible, social stratification found in this study fishermen owners hold the uppermost strata in the fishing fleet of string trawlers and mules while the lower strata are occupied by fishermen labourers or crew members this is something that is ingrained in the social class layer of fishermen, from an economic point of view based on income, it was found that the fishing business using string trawl and bagan fishing gear was considered quite profitable because the operational costs were not greater than the fishermen's income while the wages were divided by the owner 50% and the crew 50%. Keywords: stratification, socio-economic, fishing gear
PENDAPATAN NELAYAN PANCING ULUR (hand line) DI KELURAHAN METINA KECAMATAN LOBALAIN KABUPATEN ROTE NDAO Limbak, Norlyn Yosina; Soewarlan, Lady Cindy; Sine, Kiik G.
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh nelayan pancing ulur (hand line) di Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini menggunakan metode survei yaitu pada penelitian ini sampel diambil dari suatu populasi menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data pokok, dimana responden yang dijadikan sampel adalah nelayan pemilik unit usaha penangkapan pancing ulur (hand line). Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh nelayan pancing ulur yang ada di Kelurahan Metina Kabupaten Rote Ndao yang berjumlah 35 orang. Teknik pengambilan sampel secara sensus artinya semua populasi diambil sebagai sampel. Pendapatan diperoleh dari selisih antara total penerimaan dan total biaya. Hasil penelitian menunjukkan total penerimaan yang diperoleh dari 35 responden selama satu bulan sebesar Rp.296.176.000, sedangkan total biaya yang dikeluarkan untuk produksi usaha penangkapan dengan pancing ulur sebesar Rp.80.385.010 dan total pendapatan nelayan yang diperoleh dari 35 responden sebesar Rp.215.790.990. Jika dirata-ratakan pendapatan responden dalam satu bulan sebesar Rp.6.165.457. Kata Kunci : Pendapatan, Nelayan Pancing Ulur, Kelurahan Metina Abstract – This study aims to determine the income earned by fishermen with hand line fishing gear in Metina Village, Lobalain Subdistrict, Rote Ndao Regency. This study used a survey method, namely in this study the sample was taken from a population using a questionnaire as the main data collection tool, where the respondents who are used as sampled were fishermen who owned hand line fishing business units. The sample in this study were all hand line fishermen in Metina Village, Lobalain Subdistrict, Rote Ndao Regency, totaling 35 people. The census sampling technique means that entire population is taken as a sample. Income is obtained from the difference between the total ravenue and total costs. The results showed that the total income obtained from 35 respondents for one month was Rp.296,176,000 while the total costs incurred for the production of hand line fishing business amounted to Rp.80,385,010 and total fishermen’s income obtained from 35 respondents is Rp.215,790,990. If the average income of respondents in one month is Rp.6,165,457. Key Word : Income, Hand Line Fishermen, Metina Village
POLA SALURAN PEMASARAN HASIL TANGKAPAN POLE AND LINE YANG BERPANGKALAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) OEBA, KOTA KUPANG Safitri, Mariani M.; Soewarlan, Lady Cindy; Paulus, Chaterina A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Cakalang dan tuna merupakan jenis hasil tangkapan dari armada pole and line. Beberapa nelayan pole and line yang fishing groundnya diseputaran Kupang biasanya mendaratkan hasil tangkapannya di PPI Oeba, ditempat ini mereka melakukan transaksi penjualan untuk tujuan pasar ekspor maupun pasar lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis hasil tangkapan utama dan samping dari alat tangkap pole and line yang berpangkalan di PPI Oeba dan alur niaga dari hasil tangkapan utama dan samping dari armada pole and line yang berpangkalan di PPI Oeba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif dan di hitung mengunakan rumus presentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil tangkapan utama dari armada pole and line adalah ikan cakalang dan ikan tuna sebagai tangkapan samping. Pola saluran pemasaran hasil tangkapan dari armada pole and line yang berpangkalan di PPI Oeba terbagi menjadi dua musim yaitu musim banyak dan musim sedikit. Pada musim tangkapan yang tinggi, saluran pemasaran yang terbentuk adalah nelayan, perusahaan, dan eksportir; sedangkan pada musim tangkapan yang sedikit, terbentuk 3 saluran pemasaran. Tiga saluran pemasaran yang dimaksud adalah: 1) nelayan, perusahan, pengumpul, pengecer, dan konsumen lokal; 2) kedua nelayan, perusahan, pengumpul, konsumen lokal; dan 3) nelayan, perusahan, pengecer, konsumen lokal. Kata Kunci: Hasil tangkapan ikan, saluran pemasaran, pole and line, PPI Oeba. Abstract – Skipjack and tuna are the main catches of the pole and line fleet. Pole and line fishermen whose fishing grounds are around Kupang usually land their catches at PPI Oeba, where they conduct sales transactions for export and local markets. This study aims to determine the types of the main and side catches of pole and line fishing gear based at Fishery Port Oeba and the trade flow of the main and side catches of the pole and line fleet based at Fishery Port Oeba. The method used in this research is the survey method. The analysis method used in this research is quantitative descriptive analysis and descriptive analysis and calculated using the percentage formula. The results showed that the main catch of the pole and line fleet was skipjack and tuna as a side catch. The marketing channel pattern of the catch from the pole and line fleet based at Fishery Port Oeba is divided into two seasons, namely the high and low fishing seasons. In the high catch season, the marketing channels are fishermen, companies, and exporters; while in the low catch season, three marketing channels are formed. The three marketing channels are: 1) fishermen, companies, collectors, retailers, and local consumers; 2) fishermen, companies, collectors, and local consumers; and 3) fishermen, companies, retailers, and local consumers. Keywords: Fish catch, marketing channels, pole and line, Fishery Port Oeba.
DESKRIPSI JENIS ALAT TANGKAP IKAN DI PESISIR PANTAI KECAMATAN MALAKA BARAT, KABUPATEN MALAKA Seran, Frederikus; Kangkan, Alexander L.; Soewarlan, Lady Cindy
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Kecamatan Malaka Barat merupakan sebuah Kecamatan di Kabupaten Malaka yang berjarak 16 Km dari kota Betun, Ibu Kota Kabupaten Malaka. Kecamatan malaka barat termasuk salah satu kecamatan yang berada di pesisir pantai. Penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis alat tangkap serta jenis hasil tangkapan yang di peroleh nelayan Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Penelitian ini adalah penelitian survey yang dilakukan pada tanggal, 1 Juni - 31 Juni tahun 2022. Survey menggunakan metode purposive sampling, dengan teknik pengumpulan data melalui data primer berupa observasi dan wawancara tentang alat tangkap dan jenis hasil tangkapan sedangkan data sekunder diperoleh melalui BPS Kabupaten Malaka dan Penelitian terdahulu. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis data deskriptif berupa nilai persentasi.Hasil penelitian menemukan bahwa jenis- jenis alat yang digunakan oleh masyarakat pesisir pantai Kecamatan Malaka Barat, berupa jaring ingsang hayut(Gill net) dengan hasil tangkapan,Ikan Tembang (Sardinella aurita),Ikan Terbang(Hirundicthys oxycephalus),Ikan Paperek (Eubleekeria rapsoni),Ikan Julung –julung(Gemiramphus brasiliensis),Ikan Kembung (Rastralingger sp),Ikan Kerong-kerong (Terapan jarbua),Ikan Hiu martil(Sphyrna zygaena),Ikan Layur (T. lepturus),Ikan Terubuk (Hillsa kele),Ikan susu (L.lactarius), pukat hela udang(Shrimp trawls)hasil tangkapannya berupa Udang windu (Paneus monodon),Udang vanamei (Litopenaeus vannamei),Ikan paperek (Eubleekeria rapsoni),Ikan layur (T. lepturus)dan pukat tarik pantai (Beach seines)hasil tangkapannya adalah Ikan belanak (Mugil Cephalus),Ikan paperek (Eubleekeria rapsoni). Kata Kunci : Jenis Alat tangkap, Ikan,Perairan Malaka Barat. Abstract - West Malacca District is a District in Malacca Regency which is 16 Km from the city of Betun, the capital of Malacca Regency. West Malacca District is one of the sub-districts on the coast. This research is to find out the types of fishing gear and the types of catches obtained by fishermen in West Malacca District, Malacca Regency. This research is a survey research conducted on June 1 - June 31, 2022. The survey used a purposive sampling method, with data collection techniques through primary data in the form of observations and interviews about fishing gear and types of catch while secondary data was obtained through the BPS of Malacca Regency and previous research. The data analysis used in this study is in the form of descriptive data analysis in the form of percentage values. The results of the study found that the types of tools used by the coastal communities of West Malaka District, in the form of gill nets with catches, Tembang Fish (Sardinella aurita), Flying Fish (Hirundithys oxycephalus), Paperek Fish (Eubleekeria rapsoni) , Julung-julung fish (Gemiramphus brasiliensis), mackerel (Rastralingger sp), kerong-kerong fish (Applied jarbua), hammerhead shark (Sphyrna zygaena), layur fish (T. lepturus), terubuk fish (Hillsa kele), fish milk (L.lactarius), shrimp trawls (Shrimp trawls) the catches are tiger prawns (Paneus monodon), vanamei prawns (Litopenaeus vannamei), paperek fish (Eubleekeria rapsoni), layur fish (T. lepturus) and beach drag nets (The catches of Beach seines are mullets (Mugil Cephalus), paperek fish (Eubleekeria rapsoni). Keywords: Types of fishing gear, fish, West Malacca waters
ANALISIS HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP JARING INSANG (Gill Net ) DI DESA LAMATOKAN KECAMATAN ILE APE TIMUR KABUPATEN LEMBATA Sarti, Hermin; Tallo, Ismawan; Soewarlan, Lady Cindy
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah hasil tangkapan, komposisi jenis, dan produksi hasil tangkapan jaring insang (gillnet), di Desa Lamatokan. Penelitian dilakukan dari bulan Juli sampai dengan bulan Agustus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Kemudian hasil dari penelitian ini menemukan bahwa jenis ikan hasil tangkapan jaring insang yang di operasikan di Desa Lamatokan terdiri dari ikan kembung, ikan baronang susu, ikan botana belang kuning, ikan lolosi biru, dan ikan julung-julung. Ikan julung-julung dengan komposisi sebesar 50,89 %, baronang susu dengan komposisi sebesar 36,20%, ikan kembung dengan komposisi sebesar 6,84%, ikan botana belang kuning dengan komposisi sebesar 4,05% dan ikan lolosi biru dengan komposisi sebesar 2,03 %. Sedangkan jumlah produksi ikan hasil tangkapan dalam kurun waktu satu bulan (Juli - Agustus) yaitu ikan julung-julung sebesar 402 kg dengan nilai CPUE sebesar 50,25, baronang susu sebesar 286 kg dengan nilai CPUE sebesar 35,75 kg, ikan kembung sebesar 54 kg dengan nilai CPUE sebesar 6,75 kg, ikan botana belang kuning sebesar 32 kg dengan nilai CPUE sebesar 4,00 kg, dan ikan lolosi biru sebesar 16 kg dengan nilai CPUE sebesar 2,00 kg. Kata kunci: Desa Lamatokan, Jaring Insang, Komposisi Jenis Ikan, Produksi Hasil Tangkapan Abstract - The purpose of this study was to determine the number of catches, species composition, and gillnet production, in Lamatokan Village. The study was conducted from July to August. Data collection techniques in this study are using observation techniques and analyzed using descriptive analysis. Then the results of this study found that the types of fish caught by gill nets operated in Lamatokan Village consisted of mackerel, milk baronang fish, yellow striped botana fish, blue lolosi fish, and julung-julung fish. . Julung-julung fish with a composition of 50.89%, milk baronang with a composition of 36.20%, mackerel with a composition of 6.84%, yellow striped botana fish with a composition of 4.05% and blue lolosi fish with a composition of 2.03%. While the total production of fish caught within one month (July - August) is julung-julung fish of 402 kg with a CPUE value of 50.25, milk baronang of 286 kg with a CPUE value of 35.75 kg, mackerel of 54 kg with a CPUE value of 6.75 kg, yellow striped botana fish of 32 kg with a CPUE value of 4.00 kg, and blue lolosi fish of 16 kg with a CPUE value of 2.00 kg. Keywords: Lamatokan Village, Gill Nets, Fish Species Composition, Catch Production
DISTRIBUSI GEOGRAFI Anisakis sp DI PERAIRAN NUSA TENGGARA TIMUR Aris, Nevi Velesia; Soewarlan, Lady Cindy; Saraswati, Suprabadevi A.; Resssie, Jeni Dorlince; Irmasuryani, Irmasuryani
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Anisakis sp merupakan spesies yang patogen pada produk perikanan laut. Anisakis bersifat zoonosis, dapat bertransmisi dari ikan ke manusia melalui rantai makanan. Infeksi Anisakis dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada konsumen dan kerugian ekonomis pada industri perikanan, sebab itu perlu informasi tentang distribusi pada tubuh inang, sebaran geografis dan infeksi pada intermediate host. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai prevalensi dan intensitas Nemipterus sp. dari Perairan NTT dan mengetahui sebaran geografis Anisakis sp. yang menginfeksi Neimpterus sp. pada Perairan NTT. Metode penelitian adalah survey melalui observasi terhadap 155 Nemipterus sp. yang tertangkap dari Perairan Pulau Semau dan Pulau Kera. Ikan di bedah kemudian dilakukan pengamatan pada daging, gonad, rongga perut dan usus. Informasi daerah tangkapan diperoleh melalui maping partisipatif dengan nelayan penangkap, selanjutnya sebaran geografis dipetakan menggunakan aplikasi GIS. Selain itu digunakan juga informasi dari hasil-hasil riset pada perairan NTT. Hasil penelitian menunjukan: (1). Infeksi pada Nemipterus sp. adalah: prevalensi 19 % dan intensitas infeksi 1 individu/ekor. (2). Distribusi geografis Perairan Pulau Semau dan Pulau Kera pada ikan Nemipterus sp. Laut Sawu pada Katsuwonus pelamis, yang didaratkan di PPI Oeba pada ikan Lates calcarifer,Lutjanus sanguineus, Ephinephelus sp. Kata Kunci : Anisakis sp, Nemipterus sp, Prevalensi, Sebaran Geografis Abstract - Anisakis sp is a pathogenic species in marine fishery products. Anisakis is zoonotic, it can be transmitted from fish to humans through the food chain. Anisakis infection can cause health problems to consumers and economic losses to the fishing industry, therefore it is necessary to provide information about distribution in the host body, geographic distribution and infection in intermediate hosts. This research was conducted to find out the prevalence and intensity of Nemipterus sp from NTT waters and to determine the geographic distribution of Anisakis sp that infects Neimpterus sp in NTT waters.The research method was a survey through observation of 155 Nemipterus sp caught from the waters of Semau Island and Kera Island. The fish in surgery were then observed on the flesh, gonads, abdominal cavity and intestines. Catchment area information is obtained through participatory mapping with fishing fishermen, then the geographic distribution is mapped using a GIS application. In addition, information from research results in NTT waters is also used. The results showed: (1). Infections in Nemipterus sp are: prevalence 19% and intensity of infection 1 individual/head. (2). Geographical distribution of the waters of Semau Island and Monkey Island on Nemipterus sp, Sawu Sea on Katsuwonus pelamis, which landed at PPI Oeba on Lates calcarifer fish, Lutjanus sanguineus, Ephinephelus sp. Keyword : Anisakis sp, Nemipterus sp, Prevalance, Geographical Distribution
MORFOMETRIK GURITA (Octopus Cyanea) DI PERAIRAN ARUBARA, KELURAHAN TETANDARA, KECAMATAN ENDE SELATAN, KABUPATEN ENDE PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Linung, Maria Kurniati; Soewarlan, Lady Cindy; Boikh, Lebrina I.
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Gurita merupakan salah satu dari spesies dalam kelas Cephalopoda yang terdiri dari 289 spesies dan memiliki akitivitas hidup cepat tetapi umumnya mati dalam kondisi muda. di Indonesia di duga terdapat di perairan Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Banda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfometrik dari gurita (Octopus Cyanea) di perairan Arubara,Kelurahan Tetandara Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data jenis hasil tangkapan di peroleh dari nelayan ketika melakukan pembongkaran hasil tangkapan gurita. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis berdasarkan karakteristik hasil tangkapan yang di daratkan di perairan Arubara yakni satu spesies yaitu gurita (OctopusCyanea) dengan jumlah gurita (OctopusCyanea) jantan 78% dan jumlah gurita (OctopusCyanea) betina 22%. Kata Kunci : Morfologi,Karakteristik Morfometrik,Octopus. Abstract - Octopus Octopus is one of the species in the Cephalopoda class which consists of 289 species and has fast life activity but generally dies when young. . In Indonesia it is thought to be found in the waters of Kalimantan, Sulawesi, Maluku and Banda. This research aims to determine the morphometric characteristics of octopuses (Octopus Cyanea) in Arubara waters, Tetandara Village, South Ende District, Ende Regency, East Nusa Tenggara Province. . Types of catch data captured by fishermen when unloading octopus catches. The results of the research show that the type based on the characteristics of the catch landed in Arubara waters is one species, namely the octopus (OctopusCyanea) with the number of male octopus (OctopusCyanea) being 78% and the number of female octopus (OctopusCyanea) being 22%. Keywords: Morphology, morphometric characteristics, octopus
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN PANCING ULUR (HANDLINE) DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) OEBA Seng Paka, Dominggo M.; Sine, Kiik G.; Soewarlan, Lady Cindy
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1). jenis hasil tangkapan berdasarkan karakteristik morfologi, 2). komposisi hasil tangkapan, 3). nilai CPUE. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Populasi pada penelitian ini adalah nelayan pancing ulur sejumlah 94 dengan sampel 48 nelayan. Data jenis hasil tangkapan diperoleh dari nelayan ketika melakuan pembongkaran hasil tangkapan. Hasil tangkapan diidentifikasi menggunakan panduan identifikasi ikan menurut wahyu, (2019). Data komposisi hasil tangkapan diperoleh melalui wawancara dan rekapan hasil tangkapan dari kantor PPI Oeba, selanjutnya dihitung menggunakan rumus komposisi. Informasi mengenai komposisi hasil tangkapan disajikan dalam bentuk persen. Data untuk mengetahui CPUE diperoleh dari kantor PPI Oeba. Nilai CPUE untuk tahun 2018-2022 mencakup semua jenis hasil tangkapan pancing ulur dan beberapa jenis hasil tangkapan sesuai jenis ikan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis berdasarkan morfologi karakteristik ikan hasil tangkapan serta komposisi hasil tangkapan yang didaratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba terdiri dari 11 spesies ikan yaitu Kakap Merah (Lutjanus sp.) 3,1%, Belang Kuning (Caesio cuning) 1,7%, Kerapu (Epinephelus sp) 0,7%, Anggoli (Pristipoimedes multidiens) 28,7%, Baronang (Siganus sp) 24.3%, Kakap Sawo (Ocyurus chrysurus) 6,2%, Cakalang (Katsuwonus pelamis) 3,1%, Tuna (Thunnus sp) 1,0%, Tongkol (Euthhynnus affinis) 1.4%, Tuna Mata Besar (Thunus Obesus) 4.1%, Madidihang atau tuna sirip kuning (Thunnus albacares) 25,7%. Nilai CPUE tertinggi terjadi di tahun 2019 sebesar 1,494,980 Kg/Trip dan CPUE terendah terjadi di tahun 2022 sebesar 290,623 kg/trip. Kata Kunci: Pancing ulur (handline), , Komposisi, CPUE, Pangkalan Pendaratan Ikan. Abstract – This research aims to find out 1). type of catch based on morphological characteristics, 2). catch composition, 3). CPUE value. The method used in this research is a survey method using a quantitative and qualitative descriptive approach. The population in this study was 94 handline fishermen with a sample of 48 fishermen. Data on the type of catch is obtained from fishermen when unloading the catch. The catch was identified using the fish identification guide according to Wahyu, (2019). Catch composition data was obtained through interviews and catch recaps from the PPI Oeba office, then calculated using the composition formula. Information regarding the composition of the catch is presented in percentage form. Data to determine CPUE was obtained from the PPI Oeba office. CPUE values ​​for 2018-2022 include all types of handline catches and several types of catches according to the type of fish in this study. The results of the research show that the types based on the morphological characteristics of the fish caught and the composition of the catch landed at the Oeba Fish Landing Base (PPI) consist of 11 species of fish, namely Red Snapper (Lutjanus sp.) 3.1%, Yellow Striped (Caesio cuning) 1 .7%, Grouper (Epinephelus sp) 0.7%, Anggoli (Pristipoimedes multidiens) 28.7%, Baronang (Siganus sp) 24.3%, Sawo Snapper (Ocyurus chrysurus) 6.2%, Skipjack (Katsuwonus pelamis) 3, 1%, Tuna (Thunnus sp) 1.0%, Tuna (Euthhynnus affinis) 1.4%, Bigeye Tuna (Thunnus Obesus) 4.1%, Yellowfin tuna or yellowfin tuna (Thunnus albacares) 25.7%. The highest CPUE value occurred in 2019 amounting to 1,494,980 Kg/trip and the lowest CPUE occurred in 2022 amounting to 290,623 kg/trip. Keywords: Handline, Composition, CPUE, Oeba Fish Landing Base