Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Langko, Kabupaten Lombok Tengah, masih menghadapi berbagai kendala berupa rendahnya inovasi produk, keterbatasan pengelolaan usaha, serta belum optimalnya pemanfaatan pemasaran digital sehingga daya saing produk berbasis pariwisata masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui penguatan inovasi produk, manajemen usaha, dan pemasaran digital. Sasaran kegiatan adalah 25 pelaku UMKM yang bergerak pada sektor kerajinan, perdagangan, dan usaha berbasis potensi lokal di Desa Langko. Pelaksanaan kegiatan menggunakan Participatory Learning and Empowerment Approach (PLEA) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan, praktik, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengembangkan inovasi produk berbasis potensi lokal, menyusun pengelolaan usaha yang lebih sistematis, membangun identitas merek dan kemasan produk, serta memanfaatkan media digital, khususnya WhatsApp Business dan media sosial, sebagai sarana promosi dan pemasaran. Selain peningkatan kapasitas individu, kegiatan ini mendorong perubahan cara pandang peserta terhadap pengembangan usaha yang lebih berorientasi pada inovasi, keberlanjutan, dan keterkaitan dengan sektor pariwisata. Program ini menghasilkan model pemberdayaan UMKM berbasis pariwisata yang mengintegrasikan inovasi produk, penguatan manajemen usaha, dan transformasi digital, serta berpotensi direplikasi pada desa-desa lain dengan karakteristik serupa melalui pendampingan yang berkelanjutan.