Claim Missing Document
Check
Articles

Tourism Development Strategy for East Lombok Kesik Village in Economic Recovery Efforts: Tourism Development Strategy for East Lombok Kesik Village in Economic Recovery Efforts Emi Yulia Hasanah; Prayitno Basuki; Adhitya Bagus Singandaru
Experimental Student Experiences Vol. 2 No. 1 (2023): Maret
Publisher : LPPM Institut Studi Islam Sunan Doe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.912 KB) | DOI: 10.58330/ese.v1i3.171

Abstract

The purpose of this study was to determine the tourism development strategy for Kesik Village, East Lombok, in an effort to restore the economy. This study uses a qualitative descriptive approach by collecting data through results of interviews with informants and documentation from the village of Kesik. Based on the results of this research, it can be concluded that from a cultural point of view, Kesik Village is a cultural tourism, because it has several cultural icons that other villages do not have. Kesik Village continues to improve in developing every potential that exists, both infrastructure and tourism potential that it has. Kesik Village desire to build a national standard swimming pool was triggered by its enthusiasm to contribute even more to the region and be able to increase local revenue, especially for coaching youth and athletes as well, as well as the hope that later the pool can become a place of competition at both the district level, Province to National. The development of Tirta Ratu Tourism has not been able to realize the tourism conditions it is proud of, due to various unresolved inhibiting factors such as inadequate quality of supporting facilities and result of the Covid-19 outbreak.
Analysis of Factors Affecting Women's Productivity in the Gedogan Traditional Woven Fabric Industry In Pringgasela Village, Pringgasela District, East Lombok Regency Yulianti, Siti Maolida; Wahidin, Wahidin; Singandaru, Adhitya Bagus
West Science Business and Management Vol. 2 No. 03 (2024): West Science Business and Management
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsbm.v2i03.1142

Abstract

The purpose of this study is to analyze the influence of the number of family dependents, marital status, allocation of working time, wages and length of work. This study uses an explanatory quantitative method with a sample of 68 people with a population of 218 people. The data obtained by distributing questionnaires and sampling in the study used simple random sampling. The results in this study show that partially of the five variables used in this study there is one variable that has a significant influence, namely wages (X4) with a significance of 0.0000 < 0.05 while there are four variables that do not have a significant influence, namely the number of family dependents (X1) with a significance value of 0.5773 > 0.05, marital status (X2) with a significance value of 0.1220 > 0.05, the allocation of working time (X3) with a significance value of 0.2099 > 0.05 and the length of working (X5) with a significance value of 0.9379 > 0.05 did not have a significant effect on labor productivity in the gedogan traditional fabric industry in Pringgasela Village. Meanwhile, simultaneously variable X affects work productivity with a significance value of 0.0000 < 0.05. Meanwhile, the R2 Adjusted R-Square value shows that all independent variables are able to explain the dependent variable by 57% and the remaining 43% are explained by other variables outside this study.
PELATIHAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DALAM RANGKA PENINGKATAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) DI DESA TEGAL MAJA KABUPATEN LOMBOK UTARA Singandaru, Adhitya Bagus; Kurniansah, Rizal; Diswandi; Anggara, Jaka; Fadliyanti, Luluk; Jr, Bun Bun
Jurnal Pepadu Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.9074

Abstract

Desa Tegal Maja di Kabupaten Lombok Utara memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata berbasis alam dan budaya. Potensi utama meliputi trekking hutan, panorama sawah, seni tradisional, dan kerajinan lokal yang memikat wisatawan domestik maupun mancanegara. Meski demikian, terdapat sejumlah tantangan, termasuk kurangnya perencanaan strategis, rendahnya kapasitas SDM dalam pengelolaan pariwisata, dan risiko kerusakan lingkungan akibat pengelolaan yang tidak terarah. Sebagai solusi, dilakukan program pengabdian berupa pelatihan penyusunan masterplan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Program ini melibatkan pemerintah desa, Pokdarwis, Bumdesa, dan masyarakat untuk mengidentifikasi potensi, menyusun rencana strategis, dan menetapkan roadmap pengembangan selama lima tahun tahun kedepan secara berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tegal Maja berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Melalui sosialisasi, pelatihan partisipatif, dan pendampingan teknis, masyarakat memperoleh peningkatan kapasitas dalam memahami konsep pariwisata berkelanjutan serta keterampilan praktis untuk menyusun dokumen perencanaan strategis. Data pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 18,9 poin, yang menjadi bukti kuantitatif bahwa pelatihan efektif mentransfer pengetahuan. Selain itu, luaran utama berupa dokumen masterplan pengembangan desa wisata berkelanjutan telah berhasil disusun secara partisipatif. Dokumen ini berfungsi sebagai pedoman resmi bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam mengarahkan pengembangan pariwisata selama lima tahun ke depan. Dengan demikian, kegiatan ini bukan hanya menghasilkan produk berupa masterplan, tetapi juga memperkuat kelembagaan desa dan meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap program pembangunan. Pendekatan partisipatif yang digunakan memastikan keberlanjutan pengelolaan pariwisata di Desa Tegal Maja sekaligus mendukung pencapaian indikator Sustainable Development Goals (SDGs) yang relevan, khususnya pada aspek peningkatan kesejahteraan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
DAMPAK OBYEK WISATA AIK MENCERIT TERHADAP PERUBAHAN EKONOMI MASYARAKAT DESA PRINGGASELA KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR teguh_arya_bakti; Sahri, Sahri; Singandaru, Adhitya Bagus
Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Ekonomi (JIE), 2025
Publisher : Laboratorium Riset Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59827/jie.v4i3.315

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Obyek Wisata Aik Mencerit, Dusun Sadar, Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, Sumber data diperoleh dengan tehnik observasi, kuesioner dan dokumentasi. Dimana responden dalam penelitian ini berjumlah 44 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan obyek wisata Aik Mencer memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat antara lain: terbukanya peluang pekerjaan baru seperti pedagang, petugas parkir, jasa river tubing, serta adanya peningkatan pendapatan masyarakat. Dengan demikian, adanya Obyek Wisata Aik Mencerit memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE FOREST LEMBAR SELATAN KABUPATEN LOMBOK BARAT Alfan, Muhammad; Afifi, Mansur; Singandaru, Adhitya Bagus
Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Ekonomi (JIE)
Publisher : Laboratorium Riset Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59827/jie.v4i2.316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan merumuskan strategi pengembangan Ekowisata Mangrove Forest Lembar Selatan, Kabupaten Lombok Barat. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengelola Pokdarwis, pemerintah desa, serta masyarakat lokal. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan strategi pengembangan disusun menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ekowisata memiliki potensi besar dalam aspek ekologis, sosial, dan ekonomi. Keanekaragaman hayati dengan 28 spesies mangrove berfungsi sebagai pelindung pantai dan habitat biota laut, sedangkan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan pemuda melalui Karang Taruna memperkuat aspek sosial. Dari sisi ekonomi, kegiatan usaha berbasis wisata seperti jasa perahu, kuliner, dan kerajinan meningkatkan pendapatan masyarakat. Namun, kendala masih ditemukan dalam bentuk minimnya dukungan kebijakan, pendanaan, dan infrastruktur pariwisata. Strategi pengembangan yang disusun meliputi optimalisasi promosi digital, diversifikasi paket wisata berbasis edukasi dan konservasi, penguatan kelembagaan Pokdarwis, serta kolaborasi dengan NGO dan akademisi. Hasil penelitian ini sejalan dengan prinsip pariwisata berkelanjutan yang menekankan keseimbangan antara konservasi lingkungan dan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat.
Dampak Pengelolaan Desa Wisata Lantan terhadap Perubahan Ekonomi Masyarakat Desa Lantan, Kecamatan Batukeliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah Rizki, Zainul; Sahri, H.; Singandaru, Adhitya Bagus
TSAQOFAH Vol 6 No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v6i1.8368

Abstract

Lantan Tourism Village has developed as one of the drivers of the local economy with the potential to influence the community’s socio-economic structure through increased income, job creation, and the strengthening of community-based economic activities. This study aimed to determine the impact of the management of Lantan Tourism Village on socio-economic changes within the community and to contribute to development economics discourse as well as provide practical input for optimizing tourism village management to improve community welfare. A descriptive qualitative method with a case study approach was employed to understand the impact of tourism village management through the direct experiences of key actors. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, with informants comprising the village head and members of the tourism-awareness group (Pokdarwis), selected using purposive and snowball sampling techniques. Data analysis followed the Miles and Huberman model, including data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through triangulation techniques. The findings show that the management of Lantan Tourism Village based on community-based tourism (CBT) principles has significantly transformed the local economy and improved community welfare, as reflected in increased income, more diverse employment opportunities, and higher household consumption. This success is closely linked to active community participation, strong government support, and strategic collaboration among stakeholders that ensure a fairer and more sustainable distribution of tourism benefits. These findings underscore the importance of strengthening community capacity, improving supporting infrastructure, and optimizing tourism village promotion as prerequisites for the long-term sustainability of Lantan Tourism Village development.
Strategi Pengembangan Desa Wisata Hijau untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Desa Bilebante Kabupaten Lombok Tengah Cantika Amanda Rahman; Prayitno Basuki; Adhitya Bagus Singandaru
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi serta strategi pengembangan Desa Wisata Hijau Bilebante dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di Kabupaten Lombok Tengah. Desa Bilebante merupakan destinasi wisata berbasis lingkungan dan masyarakat yang mengedepankan konsep ekowisata berkelanjutan. Namun, pengembangan desa wisata masih menghadapi beberapa tantangan seperti promosi yang belum maksimal, keterbatasan sumber daya manusia, serta fasilitas yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan pemerintah desa, pengelola wisata, masyarakat lokal, dan wisatawan. Analisis data dilakukan menggunakan SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Bilebante memiliki kekuatan pada potensi alam yang masih asri, kearifan lokal, keberagaman aktivitas wisata, serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata. Peluang yang dimiliki antara lain meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata berbasis alam. Strategi yang perlu diprioritaskan meliputi penguatan promosi, peningkatan kualitas fasilitas, pengembangan sumber daya manusia, serta perluasan kerja sama dengan berbagai pihak. Penerapan strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dampak Pembangunan Desa Wisata terhadap Perkembangan UMKM Desa Lendang Ara Kabupaten Lombok Tengah Indriyani Rahma; Prayitno Basuki; Adhitya Bagus Singandaru
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1090

Abstract

Pembangunan desa wisata merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan potensi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembangunan Desa Wisata Lendang Ara terhadap perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan tujuh informan yang terdiri dari pemerintah desa, pengelola BUMDes dan Pokdarwis, serta masyarakat pelaku UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan desa wisata memberikan dampak positif terhadap perkembangan UMKM, ditandai dengan meningkatnya jumlah pelaku usaha, bertambahnya variasi produk lokal, serta meningkatnya pendapatan masyarakat melalui aktivitas perdagangan, kuliner, dan jasa wisata. Selain itu, keberadaan fasilitas wisata dan dukungan pemerintah desa turut mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Namun, pengembangan UMKM masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan akses pemasaran digital, kurangnya inovasi produk, dan belum optimalnya standar kualitas produk. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan, pendampingan usaha, serta pengembangan promosi berbasis teknologi digital guna meningkatkan daya saing UMKM secara berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah desa dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan desa wisata yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Strategi Pengembangan Desa Wisata Hijau untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Desa Bilebante Kabupaten Lombok Tengah Cantika Amanda Rahman; Prayitno Basuki; Adhitya Bagus Singandaru
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi serta strategi pengembangan Desa Wisata Hijau Bilebante dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di Kabupaten Lombok Tengah. Desa Bilebante merupakan destinasi wisata berbasis lingkungan dan masyarakat yang mengedepankan konsep ekowisata berkelanjutan. Namun, pengembangan desa wisata masih menghadapi beberapa tantangan seperti promosi yang belum maksimal, keterbatasan sumber daya manusia, serta fasilitas yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan pemerintah desa, pengelola wisata, masyarakat lokal, dan wisatawan. Analisis data dilakukan menggunakan SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Bilebante memiliki kekuatan pada potensi alam yang masih asri, kearifan lokal, keberagaman aktivitas wisata, serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata. Peluang yang dimiliki antara lain meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata berbasis alam. Strategi yang perlu diprioritaskan meliputi penguatan promosi, peningkatan kualitas fasilitas, pengembangan sumber daya manusia, serta perluasan kerja sama dengan berbagai pihak. Penerapan strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dampak Pembangunan Desa Wisata terhadap Perkembangan UMKM Desa Lendang Ara Kabupaten Lombok Tengah Indriyani Rahma; Prayitno Basuki; Adhitya Bagus Singandaru
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1090

Abstract

Pembangunan desa wisata merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan potensi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembangunan Desa Wisata Lendang Ara terhadap perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan tujuh informan yang terdiri dari pemerintah desa, pengelola BUMDes dan Pokdarwis, serta masyarakat pelaku UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan desa wisata memberikan dampak positif terhadap perkembangan UMKM, ditandai dengan meningkatnya jumlah pelaku usaha, bertambahnya variasi produk lokal, serta meningkatnya pendapatan masyarakat melalui aktivitas perdagangan, kuliner, dan jasa wisata. Selain itu, keberadaan fasilitas wisata dan dukungan pemerintah desa turut mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Namun, pengembangan UMKM masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan akses pemasaran digital, kurangnya inovasi produk, dan belum optimalnya standar kualitas produk. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan, pendampingan usaha, serta pengembangan promosi berbasis teknologi digital guna meningkatkan daya saing UMKM secara berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah desa dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan desa wisata yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Co-Authors Adhitya Bayu Suryantara Akung Daeng Akung Daeng Alfan, Muhammad Ali Akbar Hidayat Alloh, Risky Ridho Alpianingsih, Depi Anggara, Jaka Arini, Gusti Ayu Ariyadi, Ahmad Akhsan Atmayanti, Tati Azhari, Rudi B. Busaini, B. Baiq Nikmatul Ulya Baiq Nikmatul Ulya Baiq Nikmatul Ulya Baiq Nikmatul Ulya Budiatiningsih Baiq Saripta Wijimulawiani Budiatiningsih, Mahmudah Bustaomi, Yazid Cantika Amanda Rahman Cantika Amanda Rahman Devi Febriana Diswandi Diswandi Diswandi EMI SALMAH Emi Yulia Hasanah Fadliyanti, Luluk Furkan, Lalu M. Gina Fitria Prihatin Hak, Muhamad Bai'ul Hak, Muhamad Bai’ul Hasnia Minanda Hasnia Minanda Hasnia Minanda.docx Hidayat, Ali Akbar Hulfa, Ihyana Husni, Vici Handalusia Indriyani Rahma Indriyani Rahma Jaka Anggara Jr, Bun Bun Judandi Rizky Pratomo Kartikasari, Nungki M. Firmansyah Mahmudah Mahmudah Masrun Maulana Malik Irsyad Maulana, M. Reza Agista Maulana, Yodi Minanda, Hasnia MUAIDY YASIN, MUAIDY Muhammad Afif Muhammad Alwi Muhammad Dzul Fadlli Muhammad Firmansyah, Muhammad Muhammad Syafiuddin Na'ilah, Na'ilah Nira Devi Poudel Nisa Salsabila Nur aeda Nurwahyudi, Ilham Nuryanti Pahlevvi Dwi Syahputra, Meidio Prayitno Basuki Prayitno Basuki, Prayitno Putra, Taufan Handika Rahmad Danang Prayogo Rahman Rahman Ratna Wati Riyan Azis Firmansyah Rizal Kurniansah Rizal Kurniansah Kurniansah Rizki, Dwi M Rizki, Zainul Rizkia, Ahmad Rojabi, Siti Hamdiah Ro’is, Ihsan Rudi Azhari Sahri Sahri Sahri, H. Septari, Indri Shalehah, Siti Raehanun Siti Hamdiah Rojabi Siti Hamdiah Rojabi Siti Maolida Yulianti Siti Sriningsih St. Maryam Sudiarto Sudiarto Syafrani Ningsih teguh_arya_bakti Vianti, Rinda Astri Vici Handalusia Husni Wafik, Ahmad Zaenal Wahidin Widari, Baiq Wijaya, Zaradiska Mutiara Yeni Dama Yanti Yona Indrana Yulianti, Siti Maolida Yunia Ulfa Variana