Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Impact of Regional Economic Growth and Investment on Unemployment in Indonesia Mardhiah, Ainul
International Journal of Economics and Business Management Vol. 1 No. 05 (2025): International Journal of Economics and Business Management (IJEBUM)
Publisher : one million dreams corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unemployment is a major employment issue faced by developing countries, including Indonesia. This study aims to analyze the influence of regional economic growth and investment on the unemployment rate in Indonesia. The study uses a quantitative approach with secondary data, in the form of panel data from 34 provinces from 2016–2020, sourced from the Central Statistics Agency (BPS). The analytical method used is panel data regression with a Random Effects Model. The results show that, partially, economic growth has a negative and significant effect on unemployment, while investment has a positive but insignificant effect. Simultaneously, both variables significantly influence unemployment. These findings provide implications for the government in designing policies to reduce unemployment by increasing quality economic growth and creating a conducive investment climate.
The Role of ICT-Based Learning Media in Improving the Quality of Islamic Religious Education Learning: A Study on the Use of Artificial Intelligence at MAN 2 East Aceh Mardhiah, Ainul; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Hanum, Lathifah
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kemanusiaan Hurriah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56806/jh.v6i4.392

Abstract

This study addresses the increasing necessity for madrasahs to modify teaching methodologies in accordance with the requirements of 21st-century education, while maintaining fundamental Islamic spiritual values. The objective is to analyze the implementation, pedagogical advantages, and obstacles of incorporating Information and Communication Technology (ICT) and Artificial Intelligence (AI)–based learning media in Akidah Akhlak education at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Aceh Timur. Utilizing a qualitative field research design, data were collected through systematic observations, comprehensive interviews, and document analysis including the school principal, Akidah Akhlak educators, and tenth-grade students. The data analysis comprised steps of reduction, data presentation, and conclusion formulation, utilizing triangulation to guarantee validity and trustworthiness. The results demonstrate that the utilization of digital platforms like Google Classroom, YouTube, Canva, and Quizizz, in conjunction with AI-driven applications such as ChatGPT and Islamic educational platforms, markedly improved students' motivation for learning and their comprehension of Islamic beliefs and ethical principles. These technologies empowered educators to convert abstract theological notions into more visible, contextual, and interactive learning experiences. Nonetheless, the survey revealed other problems, such as inadequate technological infrastructure, unreliable internet connectivity, and disparate levels of digital proficiency among educators and learners. These limits were mitigated by institutional initiatives including ongoing training, mentorship programs, and incremental enhancement of infrastructure. The amalgamation of ICT and AI enhances students' digital literacy while simultaneously fortifying spiritual literacy, so establishing technology as a potent instrument for reinforcing the principles of ta‘l?m, ta’d?b, and tarbiyah in modern Islamic education.
Abu Yusuf's Thoughts on Monetary Policy: a Critical Analysis of Inflation, Interest Rates, and Indonesia's Fiscal-Monetary Coherence in 2025 Mardhiah, Ainul
Modern Islamic Studies and Sharia Research Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Pascasarjana UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of global monetary instability in the aftermath of the COVID-19 pandemic, compounded by the energy and food crises, has driven countries to strengthen the credibility of their monetary policies. Indonesia is no exception, facing inflationary dynamics, exchange rate fluctuations, and the urgent need for fiscal-monetary coordination to sustain economic growth. In this context, the thought of Abu Yusuf, the foremost disciple of Abu Hanifah and the author of Kitab al-Kharj, becomes increasingly relevant. Abu Yusuf emphasized three fundamental pillars underpinning monetary stability: the integrity of the standard of value, market supervision, and fiscal justice aligned with monetary objectives. The purpose of this study is to describe the intellectual profile of Abu Yusuf, examine monetary policies during his era, and explore their relevance to contemporary monetary policy, particularly in Indonesia. This research employs a qualitative approach with a descriptive-exploratory design, grounded in library research of classical texts and modern literature, complemented by an analysis of the latest empirical data from Statistics Indonesia (BPS), Bank Indonesia, and international institutions. The findings demonstrate that Abu Yusuf’s principles remain embedded in Indonesia’s current monetary practice. Price stability within the target range, cautious interest rate easing, and coherent fiscal-monetary coordination in the 2025 state budget (APBN) represent the actualization of his classical message regarding honesty in value, market oversight, and fairness in economic burdens. Thus, Abu Yusuf’s thought carries not only historical significance but also provides a normative and ethical framework for future monetary policy strategies. Fenomena ketidakstabilan moneter global pasca pandemi COVID-19, ditambah krisis energi dan pangan, mendorong negara-negara untuk memperkuat kredibilitas kebijakan moneter mereka. Indonesia tidak terkecuali, menghadapi dinamika inflasi, fluktuasi nilai tukar, serta kebutuhan koordinasi fiskal-moneter agar pertumbuhan ekonomi tetap berlanjut. Dalam konteks ini, pemikiran Abu Yusuf, murid utama Abu Hanifah dan penulis Kitāb al-Kharāj, menjadi relevan untuk dibaca kembali. Abu Yusuf menekankan tiga pilar utama yang menopang moneter: integritas standar nilai, pengawasan pasar, serta keadilan fiskal yang selaras dengan moneter. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan profil pemikiran Abu Yusuf, menelaah kebijakan moneter pada zamannya, serta mengeksplorasi relevansinya dengan kebijakan moneter kontemporer, khususnya di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif, berbasis studi pustaka terhadap teks klasik dan literatur modern, serta analisis data empiris terbaru dari BPS, Bank Indonesia, dan lembaga internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Abu Yusuf tetap hidup dalam praktik moneter Indonesia saat ini. Stabilitas inflasi di kisaran sasaran, pelonggaran suku bunga yang hati-hati, serta koordinasi fiskal-moneter dalam APBN 2025 merupakan bentuk aktualisasi dari pesan klasik tentang kejujuran nilai, pengawasan pasar, dan keadilan beban ekonomi. Dengan demikian, pemikiran Abu Yusuf bukan hanya memiliki nilai historis, tetapi juga memberi kerangka normatif dan etis bagi strategi kebijakan moneter ke depan.
Qiwāmah Yang Menyimpang: Kekerasan Psikis Dan Ekonomi Sebagai Distorsi Kepemimipinan Suami Dalam Ahwal Syakhsiyyah Mardhiah, Ainul; Tanjung, Dhiauddin; Irwansyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4157

Abstract

Konsep qiwāmah dalam Ahwāl Syakhṣiyyah secara normatif dimaksudkan sebagai mandat kepemimpinan suami yang berorientasi pada tanggung jawab, perlindungan, dan pemeliharaan kesejahteraan keluarga. Namun, dalam praktik kontemporer, qiwāmah kerap mengalami pergeseran makna yang signifikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penafsiran dan praktik qiwāmah yang menyimpang berkontribusi pada munculnya kekerasan psikis dan ekonomi dalam rumah tangga, yang sering kali tidak dikenali sebagai bentuk kekerasan karena tidak meninggalkan luka fisik. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan konseptual dan maqāṣid al-syarī‘ah, dengan menganalisis teks fikih klasik, norma hukum keluarga Islam, serta praktik penerapannya dalam konteks sosial dan peradilan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa distorsi qiwāmah terjadi ketika kepemimpinan suami direduksi menjadi relasi kuasa sepihak yang melegitimasi kontrol psikologis dan dominasi ekonomi atas istri, sehingga menanggalkan fungsi protektif yang menjadi tujuan utamanya. Kekerasan psikis dan ekonomi dalam kerangka ini bukanlah penyimpangan insidental, melainkan konsekuensi struktural dari pemaknaan qiwāmah yang menekankan otoritas tanpa tanggung jawab. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual baru untuk memahami qiwāmah sebagai relasi kepemimpinan berbasis perlindungan dan akuntabilitas, sekaligus menegaskan urgensi rekonstruksi penafsiran qiwāmah agar selaras dengan prinsip mu‘āsyarah bi al-ma‘rūf dan tujuan perlindungan jiwa serta harta dalam maqāṣid al-syarī‘ah. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada penguatan paradigma Ahwāl Syakhṣiyyah yang berkeadilan dan responsif terhadap bentuk-bentuk kekerasan non-fisik dalam rumah tangga Muslim.