Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Kebijakan Struktur Tarif dan Pengaruhnya terhadap Besaran Subsidi (Studi Kasus : TransJakarta) Mira Lestira Hariani; Idwan Santoso; Sony Sulaksono Wibowo
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.576 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v4i3.7102

Abstract

Kebijakan tarif angkutan umum merupakan komponen dasar yang sangat penting dalam pengoperasian angkutan umum karena tarif merupakan faktor utama dalam menarik penumpang dan sangat berpengaruh terhadap kondisi finansial operator angkutan umum.  Penerapan kebijakan struktur tarif seragam/flat fare pada Transjakarta seakan-akan tidak memperhatikan karakteristik pergerakan penumpang sehingga dengan penerapan struktur tarif yang dipengaruhi oleh jarak dapat memberikan peluang untuk menghasilkan revenue yang lebih besar dan berimplikasi terhadap penurunan besaran subsidi.  Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap pengembangan beberapa alternatif kebijakan struktur tarif yang dapat diterapkan oleh Transjakarta dan kemudian memberikan rekomendasi kebijakan struktur tarif yang dapat berpengaruh terhadap penurunan besaran subsidi dengan tetap memperhatikan kemampuan membayar pengguna dan kenyamanan pengguna atas perubahan tarif yang terjadi.  Dalam penelitian ini menggunakan analisis ability to pay dalam penentuan besaran tarif dan menggunakan data tapping Transjakarta pada tanggal 18 Mei 2018 yang diolah menjadi data distribusi frekuensi penumpang sebagai dasar dalam perhitungan revenue Transjakarta untuk setiap alternatif kebijakan yang dirumuskan.  Dengan melakukan evaluasi terhadap 7 (tujuh) alternatif yang telah dirumuskan maka diperoleh hasil bahwa kebijakan yang paling direkomendasikan adalah struktur tarif bertahap (sectional fare) dengan kebijakan tarif awal sebesar Rp.3.500 berlaku pada 15 kilometer pertama kemudian berlaku tarif penyesuaian sebesar Rp.1.500 untuk setiap pertambahan jarak 10 kilometer.  Kebijakan tersebut menghasilkan penurunan subsidi sebesar Rp.34.476.000/hari atau sekitar 10,71% jika dibandingkan dengan tarif eksisting Transjakarta.
ANALYSIS OF PUBLIC TRANSPORT DEVELOPMENT IN METROPOLITAN CITY BASED ON ORIGIN-DESTINATION (CASE STUDY: METRO CAPSUL BANDUNG) Ade Triyadani; Idwan Santoso; Sony Sulaksono Wibowo
Journal of Green Science and Technology Vol 4, No 1 (2020): Journal of Green Science and Technology, Vol.4 No.1 (2020)
Publisher : FAKULTAS TEKNNIK UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v4i1.3017

Abstract

Development of new mode of metro kapsul as mass transportation mode in Bandung with corridor plan from Station Hall to Tegallega and return to Station Hall with plan of 19 stop station which can give contribution to congestion problem and lack of public transportation service in Bandung city. This study aims to analyze the potential of demand with the data of origin - destination of the respondent in the corridor plan of the metro capsule in order to give a description of the movement in the origin-destination matrix, in analysis for potential demand used the modal movement assumption of private vehicles, public transport and pedestrian, The location of priority shelter at the beginning of development by using multicriteria analysis while for operational analysis is calculated some variables of capsule metro operating system (headways, frequencies, etc). The result of origin-destination matrix analysis is getting potential demand of metro capsule during weekdays on-peak of 3529 pass/hour, off-peak of 2116 pass/hour. The result of location priority stop location will get 6 (six) stop location recommended in “Stasiun Bandung, Pasar Baru, Pasar Anyar, Taman Tegallega, ITC Kebon Kelapa and Alun-Alun Bandung”. From the operational results of metro capsule, obtained frequence of 20 Unit/jam, headways 3 minutes, the number of vehicles required 8 vehicles, on weekdays and weekends when on-peak and off-peak.
KAJIAN EKSPERIMENTAL UMUR LELAH CAMPURAN BERASPAL DI INDONESIA DENGAN ALAT FOUR-POINT LOADING Tilaka Wasanta; Bambang Sugeng Subagio; Sony Sulaksono Wibowo; Eri Susanto Hariyadi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v9i2.7007.93-104

Abstract

Abstract Fatigue cracking is the most dominant type of distress in flexible pavements. In this research, an experimental study was conducted to determine the fatigue life and flexural stiffness curves for several types of asphalt mixtures commonly used in Indonesia, namely Asphalt Concrete Wearing Course, Hot Rolled Sheet, and Stone Mastic Asphalt. The fatigue life test was carried out using a four-point loading device with strain control. This study shows that the asphalt content for Asphalt Concrete Wearing Course mixture is in the range of 5.63% to 6.50%, for Hot Rolled Sheet mixture is in the range of 7.40% to 8.49%, and for Stone Mastic Asphalt mixture is the range of 6.60% to 7.31%. This study also produced a fatigue curve, with the higher the strain applied to the flexible pavement, the shorter the fatigue life of the flexible pavement, and vice versa. Keywords: flexible pavement; asphalt mixture; fatigue life; four-point loading Abstrak Retak lelah merupakan jenis kerusakan yang paling dominan pada perkerasan lentur. Pada penelitian ini dilakukan kajian eksperimental untuk menentukan umur lelah dan kurva kekakuan lentur pada beberapa jenis campuran beraspal yang umum digunakan di Indonesia, yaitu Asphalt Concrete Wearing Course, Hot Rolled Sheet, dan Stone Mastic Asphalt. Pengujian umur lelah dilakukan dengan menggunakan alat four-point loading dengan kontrol regangan. Studi ini menunjukkan bahwa kadar aspal untuk campuran Asphalt Concrete Wearing Course berada pada rentang 5,63% hingga 6,50%, untuk campuran Hot Rolled Sheet berada pada rentang 7,40% hingga 8,49%, dan untuk campuran Stone Mastic Asphalt berada pada rentang 6,60% hingga 7,31%. Pada studi ini juga dihasilkan kurva umur lelah, dengan semakin tinggi regangan yang diberikan pada perkerasan lentur, semakin pendek umur lelah perkerasan lentur tersebut, demikian pula sebaliknya. Kata-kata kunci: perkerasan lentur; campuran beraspal; umur lelah; pengujian empat titik
Analisis Pola Pergerakan ke Universitas dengan Aplikasi GIS Studi Kasus: Institut Teknologi Bandung Sony Sulaksono Wibowo; Widyarini Weningtyas; Fairuz Adibah; Oktaviani Riandiatmi
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.3.11

Abstract

Abstrak Mahasiswa yang menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum menyebabkan seringnya terjadi kemacetan pada ruas - ruas jalan menuju kampus, terutama pada jam perkuliahan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pola pergerakan menuju Institut Teknologi Bandung dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi menuju kampus. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisis matriks asal tujuan dan analisis trayek angkot dengan aplikasi ArcGIS dengan data berdasarkan hasil survey. Mayoritas mahasiswa ITB Ganesha menggunakan Motor, yaitu sebanyak 50,9% mahasiswa. Selain itu didapatkan 21,8% menggunakan ojek online, 10,4% menggunakan mobil, 7,6% mahasiswa menggunakan angkot, 8,9% mahasiswa yang berjalan kaki, dan 0,3% mahasiswa menggunakan sepeda. Untuk kelurahan yang terletak jauh dari ITB Ganesha, mahasiswa cenderung memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi seperti motor dan mobil. Sedangkan untuk yang berada di sekitar ITB sendiri memiliki pemilihan moda yang lebih bervariasi seperti dengan berjalan kaki, menggunakan sepeda, angkot, maupun ojek online. Secara keseluruhan, kelurahan yang berada di sekitar ITB memerlukan hanya 1 kali angkot untuk mencapai ITB. Sedangkan kelurahan yang jauh dari ITB memerlukan 2 kali angkot untuk mencapai ITB. Jika mahasiswa memerlukan 2 kali angkot, maka biaya dan waktu tunggu juga akan semakin besar.
Model Prioritisasi Penanganan Jalan Kota Jambi Berbasis Metode Analytical Hierarchy Process Judhono, M Agung Prasetyo; Sjafruddin, Ade; Wibowo, Sony Sulaksono
Jurnal Talenta Sipil Vol 8, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v8i2.896

Abstract

Road maintenance, as an effort to maintain its performance, plays a crucial role in a road network management system. However, insufficient resources and differences in how stakholders perceive this issue pose challenges in the process of programming road maintenance. This study aims to develop a road maintenance prioritization model based on the Analytical Hierarchy Process (AHP) for the road network under the authority of the Jambi City Government. The AHP-based weighting is conducted based on a hierarchical decision-making model for road maintenance, which consists of three main criteria: technical road conditions, socio-economic factors, and connectivity, along with their respective sub-criteria. The results of the study show that in the main criterion, road technical conditions weighted the highest of all with a value of 0,65. Followed by connectivity at 0,19 and socio-economic at 0,16. Then regarding the sub-criterion, the highest global weight is road damage level, with a value of 0,28. The model developed in this study is expected to be used as a decision-making support tools to program road maintenance. The multi-criteria assesment which was conducted is expected to evaluate road priority level holistically and provide a new perspective in decision-making.
GIS-based Analysis of the Impact of Mass Rapid Transit on Accessibility and Spatial Equity in Jakarta Wibowo, Sony Sulaksono; Silaen, Liora Parulian Bitya Joanna; Sjafruddin, Ade; Weningtyas, Widyarini
Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2025.019.03.10

Abstract

Mass rapid transit (MRT), inaugurated in 2019 by the DKI Jakarta Provincial Government, was designed to address the city's transportation challenges by improving accessibility and reducing spatial disparities. This study assessed the MRT’s impact on accessibility and spatial equity, specifically regarding travel time, economic potential, and travel fares. Primary data was collected through a questionnaire to identify passengers' origins and destinations, which was used to analyze the catchment area and calculate real-time travel times during peak hours via a navigation application. Secondary data helped calculate accessibility and spatial equity for two scenarios: with and without the MRT. GIS (Geographic Information System) was used to facilitate a visual understanding of the findings. The analysis revealed that while the MRT improved overall accessibility regarding travel time and economic potential, it failed to reduce travel fares, which are higher than those of other public transportation options like Jaklingko, TransJakarta, and KRL. Moreover, the MRT operation worsened spatial disparities, increasing the gap in accessibility between different areas of the city. In conclusion, while MRT has succeeded in enhancing travel efficiency and boosting the economic potential of several regions, it has also highlighted a growing spatial inequality, particularly regarding travel fares, which remain a challenge for equitable access to transportation across Jakarta.
Perilaku Pelajar dalam Keselamatan Berlalu Lintas di Kota Bandung Friskadewi, Annisa; Kusumawati, Aine; Wibowo, Sony Sulaksono
Jurnal Teknik Sipil Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2025.32.2.5

Abstract

Abstrak Seiring meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan bertambahnya kepemilikan kendaraan pribadi, yang kemudian menyebabkan meningkatkan kecelakaan lalu lintas di Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi perilaku pelajar remaja Kota Bandung dalam berjalan kaki dengan mengadaptasi Adolescent Road User Behaviour Questionnaire (ARBQ). Analisis faktor menggunakan metode Principal Axis Factoring (PAF) dan Confirmatory Factor Analysis (CFA) serta analisis ANOVA juga digunakan dalam penelitian ini. Hasil analisis faktor membentuk 3 kelompok faktor, yaitu Faktor 1: perilaku berjalan kaki dan menyeberang jalan, Faktor 2: perilaku tertib berlalu lintas, dan Faktor 3: perilaku bermain di jalan. Hasil analisis ANOVA menunjukkan, responden laki-laki lebih cenderung terlibat dalam perilaku menyeberang yang tidak berkeselamatan dan permainan yang membahayakan di jalan. Sedangkan untuk perilaku keselamatan lebih sering dilakukan oleh responden perempuan dan responden yang usianya lebih muda (11-12 tahun). Faktor seringnya bersama teman di jalan juga mempengaruhi responden untuk melakukan perilaku berisiko. Untuk mengurangi dan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan remaja di Kota Bandung, disusun rekomendasi penanganan berupa: sosialisasi kepada pengemudi dan edukasi kepada pelajar, pengembangan fasilitas persimpangan dan trotoar yang aman dan tertib serta penyediaan lapangan bermain untuk anak-anak, dan penambahan petugas pengatur lalu lintas. Kata kunci : Perilaku berjalan kaki, pelajar, remaja, ARBQ, PAF, CFA, ANOVA Abstract The rapid population growth in Bandung has led to a significant increase in private vehicle ownership, contributing to a rise in traffic crashes. In response, this research aims to examine the road behavior of school students in Bandung by adapting the Adolescent Road User Behavior Questionnaire (ARBQ). The study employs Principal Axis Factoring (PAF) and Confirmatory Factor Analysis (CFA) to explore the questionnaire’s factor structure, along with ANOVA analysis to assess behavioral differences. The factor analysis identified three distinct factors: (1) pedestrian walking and crossing behavior, (2) safety behavior, and (3) playing on the road behavior. Subsequent ANOVA analysis yielded several key findings. Male respondents were more likely to engage in unsafe road-crossing behaviors and risky play on the road. Additionally, a significant correlation was found between playing on the road and other risky behaviors. Interestingly, while safe behaviors were more commonly observed among female respondents and younger students (aged 11-12), students who were frequently accompanied by friends on the road exhibited a higher tendency toward risky behavior.To reduce student-related traffic crashes, this study recommends awareness campaigns for drivers, road safety education for students, safer intersections and sidewalks, designated play areas, and increased traffic officer deployment. Keywords : Safety, pedestians, adolescent, ARBQ, PAF, CFA, ANOVA
Pengaruh Penggunaan Aspal Modifikasi Nano Zeolit Terhadap Karakteristik Marshall Campuran Beraspal Panas HRS-WC Teknik Sipil, Jurnal; Indriyati, Eva Wahyu; Subagio, Bambang Sugeng; Rahman, Harmein; Wibowo, Sony Sulaksono
Jurnal Teknik Sipil Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2024.31.1.5

Abstract

Abstrak Penggunaan material nano merupakan metode perbaikan sifat aspal yang sedang banyak dikembangkan saat ini. Material nano memiliki sifat fisik, kimia dan biologi yang berbeda dengan sifat aslinya, serta menunjukkan sensitifitas terhadap temperatur tinggi, daktilitas tinggi, dan luas permukaan yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aspal modifikasi nano zeolit terhadap karakteristik marshall campuran beraspal panas HRS-WC. Material nano zeolite yang digunakan pada penelitian ini disintesis dari zeolit alam dari deposit Gunungkidul, Jawa Tengah. Sedangkan aspal yang digunakan adalah aspal pen 60/70 produksi Pertamina. Aspal ini kemudian dimodifikasi dengan menambahkan material nano zeolit ke dalam aspal pen 60/70 dengan variasi kadar penambagan nano zeolit sebesar 0,1%, 0,2% dan 0,3%. Penggunaan aspal modifikasi nano zeolit sebagai material pengikat pada campuran beraspal panas HRS-WC dapat menurunkan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) jika dibandingkan dengan campuran beraspal panas HRS-WC menggunakan aspal pen 60/70. Selain itu, penggunaan aspal modifikasi nano zeolit dapat meningkatkan nilai stabilitas, kepadatan, dan VFA. Sedangkan nilai VIM dan VMA mengalami penurunan pada campuran beraspal panas HRS-WC menggunakan aspal modifikasi nano zeolit. Dari tinjauan nilai flow dan MQ, penggunaan aspal modifikasi nano zeolit menghasilkan campuran yang memiliki kekakuan lebih besar dibandingkan campuran beraspal panas HRS-WC menggunakan aspal pen 60/70. Kata-kata Kunci: Campuran beraspal panas, karakteristik Marshall, material nano, zeolit alam. Abstract Nano materials are currently being widely used to modify asphalt. Nanomaterials have physical, chemical and biological properties that are different from their original properties, and show sensitivity to high temperatures, high ductility and large surface areas. This research aims to determine the effect of using nano zeolite modified asphalt on the marshall characteristics of HRS-WC hot mix asphalt. The nano zeolite material used in this research was synthesized from natural zeolite from Gunungkidul, Central Java. Meanwhile, the asphalt used is asphalt pen 60/70 produced by Pertamina. This asphalt was then modified by adding nano zeolite material to asphalt pen 60/70 with varying percentages of nano zeolite addition of 0.1%, 0.2% and 0.3%. The use of nano zeolite modified asphalt as a binding material in the HRS-WC hot mix asphalt can reduce the Optimum Asphalt Content (OAC) compared to the HRS-WC hot mix asphalt using asphalt pen 60/70. In addition, the use of nano zeolite modified asphalt can increase the stability, density and VFA values. Meanwhile, the VIM and VMA values decreased in the HRS-WC hot mix asphalt using nano zeolite modified asphalt. From a review of the flow and MQ values, the use of nano zeolite modified asphalt produces a mixture that has greater stiffness than the HRS-WC hot asphalt mixture using asphalt pen 60/70. Keywords: Asphalt mixure, Marshall characteristic, nano material, natural zeolite.
KAJIAN STABILISASI TANAH DENGAN SEMEN DAN BAHAN TAMBAH SEBAGAI LAPIS PONDASI PADA PERKERASAN JALAN (Studi Kasus : Tanah dari Kawasan Ibu Kota Nusantara) Tana, Anglin; Wibowo, Sony Sulaksono; Rahman, Harmein
Jurnal Teknik Sipil Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2024.31.1.6

Abstract

Abstrak Pembangunan IKN yang masif berdampak pada tingginya kebutuhan agregat sehingga harus disuplai dari luar pulau yang menyebabkan tingginya biaya konstruksi pembangunan jalan. Kajian ini menyelidiki pemanfaatan tanah lokal sebagai lapis pondasi untuk mengurangi kebutuhan agregat dan biaya konstruksi. Sampel tanah dari IKN diklasifikasikan sebagai Silty Sand, dengan kandungan butiran halus rendah, tingkat keasaman rendah, kadar sulfat rendah, dan bebas dari bahan organik, sehingga tanah ini layak untuk campuran tanah semen. Suatu campuran tanah semen yang digunakan sebagai lapis pondasi harus mencapai kuat tekan target (7 hari) 2400 kPa dan kehilangan berat di bawah 7%. Pengujian UCS dan Wetting-Drying digunakan untuk mengevaluasi parameter kekuatan dan durabilitas tersebut. Campuran tanah semen tidak selalu memberikan sifat-sifat campuran yang memadai sebagai lapis pondasi. Campuran tanah dengan 13% semen memenuhi persyaratan kekuatan, tetapi tidak memenuhi persyaratan durabilitas karena kehilangan beratnya yang tinggi (15,90%). Penambahan bahan tambah pada campuran tanah semen dapat memperbaiki kinerja campuran. Penambahan 1% bahan tambah pada campuran tanah semen, dapat menurunkan kehilangan berat hingga 57,45%. Campuran tanah dengan 13% semen dan 1% bahan tambah menghasilkan kuat tekan (7 hari) sebesar 2964,6 kPa dan kehilangan berat sebesar 6,77%, sehingga campuran ini memenuhi persyaratan kekuatan dan durabilitas sebagai lapis pondasi tanah semen (SCB). Kata-kata Kunci: Kuat tekan, kehilangan berat, tanah semen, bahan tambah, lapis pondasi, perkerasan jalan, ibu kota nusantara. Abstract The massive development of Nusantara Capital City requires a large amount of aggregates, which must be transported from outside the island, increasing construction costs. This study investigates the use of local soil as a base layer to reduce aggregate demand and construction costs. Soil samples from the Nusantara Capital City area are classified as SM, with a high coarse fraction, low fines content (<50%), low acidity, low sulfate content, and free of organic matter, making them suitable for soil-cement mixtures. A soil-cement mixture used as a base layer must achieve a target compressive strength (7 days) of 2400 kPa and a weight loss below 7%. UCS and Wetting-Drying tests were used to evaluate these strength and durability parameters. The soil-cement mixture without additives did not meet the durability requirement due to high weight loss (15.90%). Adding 1% admixture reduced the weight loss by 57.45%. The mixture with 13% cement and 1% admixture achieved a 7-day compressive strength of 2964.6 kPa and a weight loss of 6.77%, meeting the strength and durability requirements for soil-cement base (SCB). Keywords: UCS, weight loss, soil cement, additive, base layer, pavement, nusantara capital city.