Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA DAMPAK LALULINTAS AKIBAT PEMBANGUNAN RUKO DAN GUDANG DI JALAN RAYA KEMANGSEN KECAMATAN BALONGBENDO SIDOARJO Muhammad Shofwan Donny; R Endro Wibisono
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v8i1.908

Abstract

The plan to build shophouses and warehouses located at Jalan Raya Kemengsen Sidoarjo, will cause traffic movement which will result in a decrease in road performance. For this reason, it is necessary to calculate the Traffic Impact (Andalalin) study in order to continue to provide a good level of service on the road section, as well as to provide a solution to the traffic problems that occur due to the construction of the shop and warehouse. The method used in this study is based on the Indonesian Road Capacity Manual (MKJI 1997). The initial stage of the research method is the traffic survey then calculates the traffic flow and determines the andalalin classification. After that, calculate the traffic performance in the existing conditions in 2019 and calculate the year forecasting due to the construction of shophouses and warehouses in 2025. The results of this study show the performance of the existing traffic on the Kemengsen and Mayjen Bambang Yuwono Highway with a DS value reaching 0.52 service levels C. While the traffic performance in 2025 is DS = 0.84 or level of service D. An alternative offered to improve road services is the addition of road width and the provision of parking spaces.
Kinerja Lalu-lintas Simpang di Kalen-Majenang Akibat Pembangunan Saluran Irigasi Waduk Kalen di Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan R. Endro Wibisono; M. Shofwan Donny Cahyono
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.985 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v2i2.4345

Abstract

Di Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan terdapat Waduk Kalen didekat Jalan Raya Babat. Saat ini sedang dilaksanakan pembangunan Saluran Primer Prijetan, dan Saluran Sekunder Kandangrejo di sepanjang Jalan Balongsari (Kalen – Pasar Kedungpring), serta pembangunan Saluran Sekunder Kandangrejo di sepanjang sisi Jalan Olahraga (ruas Jalan Kedungpring – Jalan Majenang). Adanya operasional pembangunan saluran di sisi jalan tersebut akan memberi pengaruh langsung terhadap kinerja lalu-lintas disekitar Simpang Raya Babat, Simpang Pasar Kedungpring, dan Simpang Majenang. Karena kendaraan yang melintas sudah tentu didominasi oleh kendaraan berat/ barang. Pengerjaan pembangunan saluran irigasi sekunder disepanjang sisi Jalan Kalen – Jalan Majenang dioperasikan tahun 2019. Hasil perhitungan kinerja lalu-lintas Simpang A pasca konstruksi (2019) angka Derajat Kejenuhan (DK) = 0,626, dengan Tingkat Pelayanan (TP) C (cukup). Simpang B pasca konstruksi (2019) angka Derajat Kejenuhan (DK) = 0,646, denganTingkat Pelayanan (TP) C (cukup). Simpang C pasca konstruksi (2019) angka Derajat Kejenuhan (DK) = 0,390, dengan Tingkat Pelayanan (TP) B (baik) dimana menurut MKJI arus stabil pergerakan dibatasi, tingginya volume lalu-lintas.
Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal Jl. Dr. Ir. H. Soekarno - Jl. Mulyorejo Surabaya Rio Dirgo Sirajaya; muhammad shofwan donny cahyono; Yoanita Eka Rahayu
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jts.2022.v3i1.3031

Abstract

Crossroads Dr. Ir. H. Soekarno - Jalan Mulyorejo is one of the signalized intersections in the bustling city of Surabaya. The problem at the intersection is the length of the queue and the length of the delay due to the number of vehicles passing through the intersection. The reason for conducting research at the intersection is to assess the performance of traffic at the intersection. Data was collected by means of a direct survey at the research site. The data analyzed are the number of vehicles that pass each intersection approach, signal time, vehicle speed that passes through the intersection, and geometric. The data obtained is used to obtain the current state of the saturation current. The methods and data used will serve as guidelines for conducting analysis and evaluation. The method used to analyze the data using the 1997 Indonesian Road Capacity Manual (MKJI 1997). Based on the analysis and evaluation of the existing condition in 2021 at the peak hours of LOS D in the morning, afternoon and evening. The maximum jam length is 465 m. Morning, afternoon and evening peak time segment Jl. DR.Ir.H. Soekarno LOS D. So it needs improvement starting in 2021-2025 by changing the number of phases and signal times for the morning, afternoon and evening peak intersections. The LOS D level is obtained with a DI ranging from 214 to 268 sec/pcu, the queue length (QL) in 2025 is a maximum of 1973 mKeywords: MKJI 1997, Signal intersection
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL DI SIMPANG PAPAR UNTUK PERENCANAAN JALAN TOL KERTOSONO-KEDIRI Endro Wibisono; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Adhi Muhtadi
U Karst Vol 3, No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.101 KB) | DOI: 10.30737/ukarst.v3i2.492

Abstract

The Papar intersection is a very congested route because the location is in the Kertosono-Kediri toll road planning area for the economic distribution of the Western and Southern East Java Provinces. There needs to be a traffic engineering management so that the intersection is not increasingly saturated. As a benchmark is the forecasting of traffic performance carried out for 2 years from 2019 to 2021. The intersection of the Simpang Papar due to the construction of the Kertosono-Kediri toll road will decrease the value of the DS by developing the Kertosono-Kediri toll road so that the DS value is below 1 (one). The lowest 2021 DS is 0.17, while the highest DS is 0.46. Based on the results of forecasting, the intersection of Papar after the construction of the Kertosono - Kediri toll road has increased the volume of traffic along with the growth in vehicle numbers. The lowest 2045 DS year is 0.94, while the highest DS is 2.51. The solution to dealing with traffic congestion in the year 2045 is by traffic monitoring, especially the signal settings and vehicle restrictions. Keywords : Traffic Performance, Degree of Saturation, Signal Intersection, Toll PlanningPersimpangan Papar adalah rute yang sangat padat karena lokasinya berada di area perencanaan jalan tol Kertosono-Kediri untuk distribusi ekonomi Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur Selatan. Perlu ada manajemen rekayasa lalu lintas agar persimpangan tidak semakin jenuh. Sebagai patokan adalah peramalan kinerja lalu lintas yang dilakukan selama 2 tahun dari 2019 hingga 2021. Persimpangan Simpang Papar karena pembangunan jalan tol Kertosono-Kediri akan menurunkan nilai DS dengan mengembangkan tol Kertosono-Kediri jalan sehingga nilai DS di bawah 1 (satu). 2021 DS terendah adalah 0,17, sedangkan DS tertinggi 0,46. Berdasarkan hasil peramalan, persimpangan Papar setelah pembangunan jalan tol Kertosono - Kediri telah meningkatkan volume lalu lintas seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan. Tahun 2045 DS terendah adalah 0,94, sedangkan DS tertinggi adalah 2,51. Solusi untuk menangani kemacetan lalu lintas pada tahun 2045 adalah dengan memonitor lalu lintas, terutama pengaturan sinyal dan pembatasan kendaraan.Kata Kunci: Performa Lalu Lintas, Derajat Kejenuhan, Persimpangan Sinyal, Perencanaan Tol
STUDI PERENCANAAN SPILLWAY MORNING GLORY PADA BENDUNG WAI WOKI KABUPATEN NGADA PANJI PRAYOGA; Leonardus Setia Budi Wibowo; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Norman Ray
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 4 No 1 (2020): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v4i1.978

Abstract

The spillway construction is one of the components of a dam which has function to protect the dam from overtopping during a flood. Wai Woki’s dam is the object on this plan, it is planned to use the type of morning glory spillway. The spillway is a structure that is used to control the release of water flowing from the dam to the downstream areas, shaped tower / funnel which is very effective for dams that do not have sufficient space for the overflow of other spillway types. The planned dam has a period of 100 years with a watershed area of 38,25 km2 and length of the river 9,61 km as well as the daily rainfall data as much as 10 years. From the results of the study obtained that spillway top elevation is +120.00 MASL with maximum flood discharge 90,39 m3 / sec at an elevation of +121,25. The structure height 30 meters with the peak of diameter is 6 meters and a diameter of conduit is 4,5 meters. The lenght of the tunnel conduit is 212,065 meter. As well as the wall thickness of 0.40 meters with a reinforcement horizontal and vertical D24-150 mm. Keywords: morning glory spillway, pelimpah corong, spillway
STUDI PENGARUH VARIASI TIPE PENGAKU DIAGONAL PADA STRUKTUR BANGUNAN BAJA BERTINGKAT TERHADAP PERPINDAHAN LATERAL CLEMENT KRISTIANTO HALIM; Leonardus Setia Budi Wibowo; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Norman Ray
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 4 No 1 (2020): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v4i1.1043

Abstract

Pada studi ini dilakukan analisis terhadap kinerja struktur bangunan baja bertingkat (5 dan 15 lantai) dengan 3 variasi tipe pengaku diagonal (Inverted V, Single Diagonal dan X-Bracing) dan gedung terbuka. Analisis dilakukang dengan bantuan software SAP 2000 v14. Hasil dari analisis ini akan dibandingkan dari 4 tipe gedung dan 2 jenis ketinggian. Melalui studi analisis ini dilakukan perbandingan perpindahan dan simpangan masing-masing gedung. Gedung dengan tambahan pengaku diagonal memiliki nilai perpindahan yang lebih kecil dibanding struktur gedung terbuka. Gedung dengan tipe pengaku diagonal X-Bracing mampu mereduksi perpindahan paling besar dengan presentase 30,78% untuk gedung 5 lantai dan 18,84% untuk gedung 15 lantai. Taraf kinerja struktur bangunan 5 lantai termasuk dalam Immediate Occupancy untuk semua variasi pengaku diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan tipe pengaku diagonal X-Bracing paling efektif dapat meningkatkan kekakuan, kekuatan dan stabilitas struktur.
EVALUASI KINERJA SIMPANG GKB KEBOMAS TERKAIT PEMBANGUNAN UNDERPASS GRESIK ADHI MUHTADI; Muhammad Shofwan Donny Cahyono
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 4 No 2 (2020): Narotama Jurnal Teknik Sipil (NOPEMBER, 2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v4i2.1291

Abstract

Pembangunan Underpass Gresik dirasakan sudah sangat mendesak. Pembangunan Underpass Gresik tersebut untuk mempersingkat jarak dan waktu tempuh dari sisi Barat ke Timur Jl. Dr. Wahidin S. Gresik atau sebaliknya. Dalam masa pembagunan Underpass dan setelahnya dibutuhkan kajian lalu lintas agar tidak menggangu kinerja Simpang Dr. Wahidin S. Hal ini mengingat Jl. Dr. Wahidin S. adalah jalan nasional yang menampung kendaraan dari beberapa jalan yang terkait diantaranya adalah Jl. Sumatera, Jl. Raya Gresik – Babat, Jl. Mayjen. Sungkono, Jl. Raya Kembangan Asri, dan Jl. Raya Gresik – Lamongan. Jadi permasalahan dalam makalah ini adalah memprediksi kinerja simpang selama pembangunan Underpass dan setelah Underpass pasca operasional.Pengukuran kinerja simpang GKB Gresik bersinyal yang berdasarkan MKJI 1997. Metode penelitian yang digunakan adalah melakukan survey lalu lintas selama 24 jam 7 hari berturut-turut. Setelah mendapatkan volume lalu lintas tiap jamnya, maka akan dihitung kinerja simpang pada kondisi sebelum dibangun. Setelah itu baru memperkirakan perpindahan arus lalu lintas selama pembangunan dan setelah Underpass beroperasi. Dari hasil perhitungan tersebut akan tampak hingga tahun berapa Underpass mampu membantu menurunkan derajat kejenuhan Simpang bersinyal GKB Kebomas tersebut. Sehingga solusi permasalahan dari penelitian ini dapat terungkap.
Peningkatan Ruas Jalan Komodo Dengan Menggunakan Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) Di Kabupaten Manggarai Propinsi Nusa Tenggara Timur Yuvensius Keni Bala Domi Nuhan; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Yoanita Eka Rahayu
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 6 No 1 (2022): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2022
Publisher : Universitas Widya Kartika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah penelitian untuk meningkatkan perkerasan jalan dari perkerasan lentur ke perkerasan kaku pada ruas Jalan Komodo Kabupaten Manggarai Propinsi Nusa Tenggara Timur. Kondisi eksisting jalan ini sekarang masih menggunakan aspal tetapi jika dilihat secara langsung, sudah mulai banyak terbentuk lubang – lubang kecil dan beberapa bagian jalan lapisan aspalnya mulai terkikis. Peningkatan jalan ke perkerasan kaku dilakukan agar jalan bisa menjadi lebih kuat, awet dan kokoh. Bahan dasar beton dan semen memberi kekuatan lebih sehingga beban berat dari kendaraan akan dialirkan secara merata dan juga perkerasan kaku bisa lebih tahan air dibandingan aspal. Perencanaan perkerasan kaku pada ruas Jalan Komodo ini berdasarkan Pd T 14 2003 dan juga MKJI 1997 sebagai acuan untuk menganalisa lalu – lintas. Hasil akhir dari penelitian ini diperoleh tebal perkerasan sebesar 240 mm, tulangan memanjang d-12 dengan jarak 200 mm, tulangan melintang d-12 dengan jarak 300 mm, dowel /ruji d-36 mm dengan panjang 450 mm dan tie bar d-16 dengan panjang 700 mm. Selain itu dalam perencanaan peningkatan ruas jalan ini direncanakan juga dengan saluran drainase dan diperoleh perencanaan saluran drainase berbentuk persegi dengan lebar sebesar 1,4 m dan tinggi sebesar 1 m.
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL DI SIMPANG PAPAR UNTUK PERENCANAAN JALAN TOL KERTOSONO-KEDIRI Endro Wibisono; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Adhi Muhtadi
U Karst Vol. 3 No. 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/ukarst.v3i2.492

Abstract

The Papar intersection is a very congested route because the location is in the Kertosono-Kediri toll road planning area for the economic distribution of the Western and Southern East Java Provinces. There needs to be a traffic engineering management so that the intersection is not increasingly saturated. As a benchmark is the forecasting of traffic performance carried out for 2 years from 2019 to 2021. The intersection of the Simpang Papar due to the construction of the Kertosono-Kediri toll road will decrease the value of the DS by developing the Kertosono-Kediri toll road so that the DS value is below 1 (one). The lowest 2021 DS is 0.17, while the highest DS is 0.46. Based on the results of forecasting, the intersection of Papar after the construction of the Kertosono - Kediri toll road has increased the volume of traffic along with the growth in vehicle numbers. The lowest 2045 DS year is 0.94, while the highest DS is 2.51. The solution to dealing with traffic congestion in the year 2045 is by traffic monitoring, especially the signal settings and vehicle restrictions. Keywords : Traffic Performance, Degree of Saturation, Signal Intersection, Toll PlanningPersimpangan Papar adalah rute yang sangat padat karena lokasinya berada di area perencanaan jalan tol Kertosono-Kediri untuk distribusi ekonomi Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur Selatan. Perlu ada manajemen rekayasa lalu lintas agar persimpangan tidak semakin jenuh. Sebagai patokan adalah peramalan kinerja lalu lintas yang dilakukan selama 2 tahun dari 2019 hingga 2021. Persimpangan Simpang Papar karena pembangunan jalan tol Kertosono-Kediri akan menurunkan nilai DS dengan mengembangkan tol Kertosono-Kediri jalan sehingga nilai DS di bawah 1 (satu). 2021 DS terendah adalah 0,17, sedangkan DS tertinggi 0,46. Berdasarkan hasil peramalan, persimpangan Papar setelah pembangunan jalan tol Kertosono - Kediri telah meningkatkan volume lalu lintas seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan. Tahun 2045 DS terendah adalah 0,94, sedangkan DS tertinggi adalah 2,51. Solusi untuk menangani kemacetan lalu lintas pada tahun 2045 adalah dengan memonitor lalu lintas, terutama pengaturan sinyal dan pembatasan kendaraan.Kata Kunci: Performa Lalu Lintas, Derajat Kejenuhan, Persimpangan Sinyal, Perencanaan Tol
Penggunaan Batu Bronjong Sebagai Alternatif dinding penahan tanah tower bts (base transceiver station) pada kontur tanah miring Kevin Candra Darmawan; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Yoanita Eka Rahayu
AGREGAT Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v8i1.18493

Abstract

Pada pembangunan tower BTS di tanah berkontur miring perlu diperhatikan bagaimana kondisi tanah pada daerah tersebut sehingga solusi yang diberikan dapat aman secara struktur. Berdasarkan permasalahan yang ada ditetapkan batu bronjong sebagai alternatifnya. Batu bronjong adalah hasil anyaman kawat yang dibentuk balok atau prisma yang kemudian diisi dengan batu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, penulis menganalisis secara manual dan dengan bantuan aplikasi untuk menghitung perencanaan struktur berdasarkan kondisi di lapangan. Berdasarkan hasil analisis direncanakan digunakan kawat bronjong dengan ukuran setiap baloknya sebesar 2 m x 1 m x 1 m dan 2 m x 1 m x 0,5 m dengan bentang 35 m dan ketinggian 4 m. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Safety Factor (SF) untuk kestabilan dari DPT batu bronjong tersebut sebesar 4,89 (> 1,50), nilai SF terhadap guling sebesar 2,11 (> 1,50) dan nilai SF terhadap geser sebesar 2,29 (> 1,50). Hasil analisis dengan Plaxis diperoleh nilai SF kelongsoran saat diaplikasikan batu DPT batu bronjong saja sebesar 17,754 , nilai SF kelongsoran saat DPT batu bronjong dibebani oleh pondasi rakit yaitu 17,960 , dan nilai SF kelongsoran saat DPT batu bronjong dibebani oleh pondasi rakit beserta tower BTS yaitu 6,98. Desain struktur tersebut memiliki nilai extreme total displacement 70,80 mm (> 50 mm) maka perlu diberi tiang pancang berjumlah 6 x 6 dengan diameter tiang 20 cm, di tanamkan dengan kedalaman 10 meter. Dengan penambahan tiang pancang diperoleh nilai extreme total displacement 41,03 mm  (< 50 mm) sehingga dikatakan aman.