Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Potensi Bahan Alam di Banyumas Sebagai Agen Untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Jaringan Lunak Rongga Mulut Rambiati, Wahyu Intan Putri; Sunaryono, Rizqi Amalia; Husna, Neneng Syifa Sofiyatul; Yuliani, Ananda Putri; Taqwim, Ali
Journal of Dental and Biosciences Vol 2 No 02 (2025): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdentbios.2025.2.02.11101

Abstract

Background: Wounds in the oral cavity are something that cannot be avoided in dental practice, especially in several procedures such as incisions, excisions and gingivectomy. The wound healing process takes a long time, increasing the risk of infection, which will hinder the healing process. The main focus in treating wounds is fast healing with optimal results. Currently, it is necessary to develop alternatives for the use of natural ingredients that can speed up the wound healing process with minimal side effects. Objective: The purpose of writing this article is to explore the potential of natural ingredients in Banyumas which have the effect of accelerating the healing of soft tissue wounds in the oral cavity. Method: This literature review source search method refers to reference sources in the form of PubMed and Google Scholar and then data analysis is carried out according to the specified topic. Result: Natural ingredients that are widely produced in Banyumas include cinnamon leaves (Cinnamomum verum), red ginger rhizomes (Zingiber officinale Var Rubrum rhizoma), turmeric (Curcuma longa Linn.), bay leaves (Syzygium polyanthum), aloe vera (Aloe vera L.) , robusta coffee (Coffea canephora), papaya leaves (Carica papaya L.), red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus), and land snail mucus (Achantina fulica) contain active ingredients that can accelerate the healing of soft tissue wounds in the oral cavity. Conclusion: There are natural ingredients in Banyumas that contain active ingredients that can accelerate the healing of soft tissue wounds in the oral cavity.
Pengetahuan Orangtua tentang Penularan COVID-19 dan Kepatuhan Perawatan Berulang Gigi Anak di RSGM Unsoed Selama Pandemi COVID-19 Sarah, Putri; Lestari, Rr. Diyah Woro Dwi; Taqwim, Ali; Oktadewi, Fitri Diah; Anggono, Fajar Dwi
Journal of Dental and Biosciences Vol 1 No 2 (2024): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan gigi rentan terjadi pada anak usia sekolah dan pengetahuan orang tua mengenai penularan COVID-19 diduga berperan dalam kepatuhan melakukan perawatan gigi berulang di masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua tentang penularan COVID-19 dengan kepatuhan anak melakukan perawatan gigi berulang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan sampel adalah total sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek terdiri dari 50 orang tua pasien anak usia 6-12 tahun yang pernah melakukan perawatan gigi berulang di RSGM Unsoed. Instrumen penelitian berupa angket online untuk mengukur pengetahuan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua tentang penularan COVID-19 dengan kepatuhan anak melakukan perawatan gigi berulang (p=0,006). Nilai koefisien kontingensi sebesar 0,41 menunjukkan kekuatan hubungan yang moderat antara kedua variabel. Kesimpulan: Pengetahuan orang tua tentang penularan COVID-19 berhubungan dengan kepatuhan melakukan perawatan gigi berulang pada anak di RSGM Unsoed. Selain itu, memberikan informasi dan edukasi kepada orang tua tentang tindakan pencegahan COVID-19 di bidang kedokteran gigi penting untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan.
Studi In Vivo Pengaruh Gel Ekstrak Etanol Daun Carica (Carica Pubescens) Terhadap Re-Epitelisasi Dan Ukuran Luka Pada Proses Penyembuhan Luka Insisi Gingiva Azizah, Yuliya Zalma Noor; Hirawan, Helmi; Taqwim, Ali; Ashar, Fadli
Journal of Dental and Biosciences Vol 2 No 01 (2025): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdentbios.2025.2.01.12508

Abstract

Latar belakang: Luka insisi merupakan luka akibat benda tajam yang ditandai dengan terputusnya pembuluh darah kapiler pada jaringan. Luka akan sembuh melalui proses penyembuhan yang terdiri dari fase inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Fase proliferasi meliputi terjadinya re-epitelisasi sebagai respon akibat adanya kerusakan jaringan. Re-epitelisasi akan membangun kembali jaringan yang rusak menyebabkan terjadinya penurunan ukuran luka hingga luka tertutup sempurna. Ekstrak etanol daun carica (Carica pubescens) diketahui mengandung zat aktif seperti, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun carica terhadap re-epitelisasi dan penurunan ukuran luka pada proses penyembuhan luka insisi gingiva. Metode: Penelitian ini terbagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu P1 (gel ekstrak etanol daun carica 3%), P2 (gel ekstrak etanol daun carica 6%), P3 (gel ekstrak etanol daun carica 12%), KP (Aloclair® Plus Gel), dan KN (gel tanpa ekstrak). Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan Post-Hoc LSD. Hasil: Analisis statistik menunjukkan hasil terdapat perbedaan signifikan (p≤0,05) antara seluruh kelompok dengan kontrol negatif gel tanpa ekstrak. Gel ekstrak konsentrasi 6% tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif Aloclair® Plus Gel. Simpulan: Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh ekstrak etanol daun carica terhadap re-epitelisasi dan penurunan ukuran luka.
Hubungan Perilaku Ibu dalam Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kejadian Karies pada Anak Stunting Usia 30-59 Bulan di Kecamatan Cilongok, Banyumas Salsabilla, Alisa; Hidayah, Riski Amalia; Oktadewi, Fitri Diah; Taqwim, Ali; Widodo, A. Haris Budi
Journal of Dental and Biosciences Vol 2 No 02 (2025): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdentbios.2025.2.02.12612

Abstract

Latar belakang : Stunting merupakan malnutrisi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang ditandai dengan tinggi atau panjang badan lebih rendah menurut usia dan jenis kelamin. Karies gigi merupakan penyakit kronik yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans dan Lactobacilli. Kurangnya asupan gizi menyebabkan atrofi pada kelenjar saliva sehingga terjadi penurunan fungsi saliva pada mulut. Resiko karies yang tinggi pada balita stunting memerlukan perhatian khusus dari ibu sebagai pemimpin kesehatan. Faktor perilaku ibu terbagi menjadi tiga domain, yaitu pengetahuan, sikap, dan tindakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dalam kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies pada anak stunting usia 30-59 bulan di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Metode : penelitian ini dilakukan secara observasional analitik dengan pendeketan cross sectional. Responden penelitian dipilih menggunakan quota sampling dengan jumlah 101 responden ibu balita stunting dan 101 responden balita stunting. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara variabel perilaku ibu dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut terhadap variabel kejadian karies pada balita stunting dengan nilai uji statistik chi square (p < 0,05). Keeratan korelasi diketahui dari nilai Spearman Rank Correlation untuk pengetahuan -0,664 (keeratan tinggi) dan sikap -0,600 (keeratan tinggi) dan Pearson correlation untuk tindakan -0,432 (keeratan sedang). Simpulan: terdapat hubungan antara perilaku ibu dalam kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies pada anak stunting usia 30-59 bulan di Kecamatan Cilongok kabupaten Banyumas.