Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Dan Analisis Performansi Mobicents Sebagai Server Aplikasi Untuk Layanan Click To Call Rizka Darmawan Dwi Putra; Rendy Munadi; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi komunikasi merupakan salah satu faktor terpenting dalam aspek kehidupan baik di bidang ilmu pengetahuan, bisnis, maupun ekonomi. Salah satu perkembangan teknologi saat ini adalah Voice over Internet Protocol (VoIP) dimana kita dapat berkomunikasi melalui media internet. Selain itu kita membutuhkan akses informasi yang cepat agar efisituen dari segi waktu. Di sisi lain, perkembangan ini menuntut kebutuhan infrastruktur jaringan yang sangat penting baik itu kebutuhan bandwidth untuk pengiriman suara maupun kehandalan sistem dalam melakukan pelayanannya. Komunikasi berbasis IP sangat dipengaruhi oleh delay, throughput, dan parameter lainnya. Disini akan diuji kelayakan dari layanan click to call yang dilewatkan pada jaringan berbasis IP. Penelitian ini mengimplementasikan layanan click to call pada server aplikasi Mobicentsy yang berdiri sendiri . Dari implementasi ini selanjutnya dianalisis call pada server dari aspek quality of service-nya dengan parameter delay, jitter, packet loss dan throughput. Selain itu akan dianalisis dari parameter lainnya yaitu post dial delay, CPU usage dan Memory usage. Analisis dilakukan berdasarkan hasil uji coba proses pengiriman perintah pada sistem untuk selanjutnya melakukan pengiriman suara dari server menuju client dengan client lainnya dan background traffic. Pada penelitian ini juga diuji tentang performansi server dengan media wired dan wireless. Dari pengujian dan analisis diperoleh nilai one way delay sebesar 19.99319104 ms, jitter 0.307859479 ms, throughput 10732,4619 bytes/s dan total PDD 0.277226437 s. Kemudian untuk background traffic maksimal sebesar 80 Mbps nilai delay 19.9940779 ms, jitter 0.502872421 ms, throughput 10727.92687 bytes/s dan total PDD 0.309896433 s. Kemudian untuk nilai CPU usage dan Memory usage tertinggi berturut-turut yaitu 11.34 % dan 29.4 %. Hasil yang diperoleh masih dibawah batas maksimum yang distandarkan ITU -T, Cisco dan IETF, maka disimpulkan sistem ini dapat berfungsi dengan baik. Serta menggunakan media wired akan memberikan hasil performansi lebih baik daripada menggunakan media wireless. Kata Kunci: Click to call, SIP Servlets, Mobicents
Minimalisasi Pemilihan Rute Overlap Pada Equal Cost Multipath Routing (ecmp) Dengan Pendekatan Software Defined Networking Ramadhika Dewanto; Rendy Munadi; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Equal Cost Multipath Routing (ECMP) adalah proses routing yang memanfaatkan seluruh pilihan jalur yang tersedia antara satu node dengan node lainnya dalam jaringan dengan memetakan setiap jalur dengan seluruh kemungkinan trafik (pasangan source-destination) secara statis. Konfigurasi tersebut memungkinkan adanya pengiriman dua atau lebih trafik melalui rute-rute dengan komponen link yang beririsan, meskipun ada rure alternatif yang sedang tidak digunakan. Software Defined networking (SDN) memiliki kemampuan untuk membuat ECMP lebih dinamis dengan cara mengukur bandwidth yang tersisa dari setiap link dalam jaringan secara real-time oleh controller. Hasil pengukuran bandwidth yang dilakukan kemudian dijadikan dasar oleh controller untuk melakukan penentuan jalur yang dilewati sebuah trafik. Dalam tugas akhir ini, penulis membangun sebuah sistem penerapan ECMP berbasis SDN yang dapat mencegah terjadinya kongesti dengan melakukan pengukuran bandwidth setiap pilihan rute sebelum pengiriman setiap trafik, sehingga trafik-trafik yang ada sebisa mungkin tidak dilewatkan melalui rute-rute dengan komponen link yang sama (overlap). Skema yang diajukan terbukti menghasilkan nilai throughput 14.21% lebih tinggi dan delay 99% lebih rendah dibanding ECMP standar ketika terjadi kongesti serta memiliki nilai standar deviasi load 75.2 % lebih rendah dibanding load balancer round robin. Kata kunci : ECMP, Overlapping, SDN, load balancing Abstract Equal Cost Multipath Routing (ECMP) is a routing application where all available paths between two nodes is utilized by statically mapping each path to possible traffics between source and destination hosts in a network. This configuration can lead to congestion if there are two or more traffics being transmitted into paths with overlapping links, despite the availability of less busy paths.Software Defined Networking (SDN) has the ability to increase the dynamicity of ECMP by allowing controller to monitor available bandwidths of all links in the network in real-time. The measured bandwidth is then implemented as the basis of the calculation to determine which path a traffic will take. In this final project, a SDN-based ECMP application that can prevent network congestion is made by measuring available bandwidth of each available paths beforehand, thus making different traffics transmitted on non-overlapped paths as much as possible. The proposed increased the throughput by 14.21% and decreased the delay by 99% in comparison to standard ECMP when congestion occured and has 75.2% lower load standard deviation in comparison to round robin load balancer. Keyword: ECMP, Overlapping, SDN, load balancing
Analisis Performasi Framework Codeigniter Dan Laravel Menggunakan Web Server Apache Ruli Erinton; Ridha Muldina Negara; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk membangun sebuah website dibutuhkan sebuah framework, yang dapat membantu pembangunan dan pengembangan website itu sendiri sehingga developer tidak perlu membangun sebuah website dari awal lagi jika ingin memperbarui fitur-fitur pada website yang sudah ada sehingga sumberdaya yang dibutuhkan tidak terlalu banyak. Saat ini terdapat lebih dari satu jenis framework yang dapat digunakan sebagai tool untuk membuat website , Untuk itu dilakukan analisis performasi anatar dua framework, yang kemudian hasil analisis dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan masukan bagi developer untuk pemilihan framework dari sisi performasinya. Framework adalah sekumpulan fungsi, class, dan aturan-aturan. Berbeda dengan library yang sifatnya untuk tujuan tertentu saja, framework bersifat menyeluruh mengatur bagaimana kita membangun aplikasi. Framework memungkinkan kita membangun aplikasi dengan lebih cepat karena sebagai developer kita akan lebih memfokuskan pada pokok pemasalahan. aplikasi web yang menggunakan framework CodeIgniter lebih baik dari sisi perfomasinya dibandingkan dengan aplikasi web yang menggunakan framewrok Laravel. nilai time pada CodeIgniter 150,5 ms lebih rendah dibnadingkan nilai time pada Laravel 254,5 ms. Nilai error terting didapat pad Laravel 79,7. Pada parameter QoS nilai throughput tertinggi 6,227 Mbps, packet loss 0%, retransmission terendah 1, delay terendah 91,46 dengan klasifikasi sangat baik berdasarkan standar ITU-T.Kata kunci : Performasi, Analisis, Framework CodeIgniter, Framework Laravel, Web Server Apache.
Implementasi Sistem Load Balancing Menggunakan Metode Round Robin Dengan Controller Opendaylight Sebagai Komponen Utama Arsitektur Sdn Edgar Giovanni Ariestawan; Nachwan Mufti Adriansyah; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Software Defined Network (SDN) adalah suatu paradigma yang merubah cara merancang, mengatur, dan mengontrol jaringan. SDN membuat suatu jaringan dapat diprogram sesuai dengan kebutuhan yang ada. Salah satu protokol yang mendukung SDN yaitu OpenFlow. Pada protokol OpenFlow, terdapat perangkat kontrol (control plane) dan perangkat penyalur paket data (data plane). Control Plane berfungsi sebagai pengontrol jaringan yang akan dilewatkan, Data Plane berfungsi untuk mengirimkan paket data ke tujuannya. Dalam tugas akhir ini, akan dirancang sebuah sistem yang memiliki fungsi load balancing dengan menggunakan metode Round Robin dan OPENDAYLIGHT sebagai SDN controller. Dalam pengimplementasiannya akan dilakukan pengujian pada sebuah jaringan komputer dengan jumlah server sebanyak 3 unit dan jumlah client sebanyak 16 unit. Masing-masing client melakukan koneksi secara acak dengan cara mengirimkan paket Internet Control Message Protocol (ICMP) terhadap alamat IP publik dan controller OPENDAYLIGHT melakukkan pemetaan client tersebut terhadap server berdasarkan metode round robin. Kemudian dilakukan uji coba dengan beberapa parameter seperti response time, network convergence, overhead, dan resource utilization yang digunakan dan melakukan perbandingan bagaimana perbedaan antara sebelum menggunakan load balancing dan sesudah menggunakan load balancing. Kata kunci: sofware defined network, openflow, Round Robin, OPENDAYLIGHT, load balancing. ABSTRACT Software Defined Network (SDN) is a paradigm that changes how to design, manage, and control the network. SDN makes a network can be programmed in accordance with existing needs. One of the protocols that supports SDN is OpenFlow. In the OpenFlow protocol, there is a control plane and a data plane. Control Plane serves as a network controller to be missed, Data Plane serves to send data packets to its destination. In this final project, we will design a system that has load balancing function using Round Robin and OPENDAYLIGHT method as SDN controller. In the implementation will be tested on a computer network with the number of servers as much as 3 units and the number of clients as many as 15 units. Each client makes a random connection by sending an Internet Control Message Protocol (ICMP) packet to the public IP address and the OPENDAYLIGHT controller to mapping the client against the server based on the round robin method. Then tested with some parameters such as response time, network convergence, overhead, and resource utilization, then we comparison how difference between before using load balancing and after using load balancing Keywords: software defined network, openflow, Round Robin, OPENDAYLIGHT, load balancing.
Analisis Implementasi Layanan E-line, E-lan & L3vpn Berbasis Software Defined Network Menggunakan Nokia Network Services Platform Tadila Fadil; Ridha Muldina Negara; Tri Reza Gading
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berkembangnya persaingan network operator di era cloud network dalam pemberi layanan yang sangat baik kepada user menjadi perhatian oleh para network operator. Permasalahan yang timbul adalah performansi jaringan, penambahan konfigurasi yang semakin kompleks, bagian kontrol pun semakin rumit, tidak fleksibel dan sulit diatur mengakibatkan network operator sulit untuk memberikan service innovation dan proses provisioning perangkat jaringan menjadi lambat.Situasi jaringan yang ada saat ini tidak terlepas dari IP/Optical network dan terdiri dari berbagai macam perangkat yang berbeda vendor, hal tersebut mempengaruhi efisiensi waktu dan juga biaya dari sebuah NMS (network management system) dalam melakukan service provisioning dan monitoring sebuah jaringan operator, namun saat ini teknologi SDN (software defined network) mengubah paradigma network operator dalam hal service provisioning dan monitoring sebuah jaringan.Pada tugas akhir ini akan dilakukan analisa perbandingan bagaimana membuat services E-Line, E-LAN dan L3VPN dengan menggunakan cara tradisional menggunakan CLI (Command Line Interface) dan dengan menggunakan Nokia NSP. Pada analisis ini juga membuktikan bahwa service yang telah dibuat ini dapat digunakan kemudian akan di kirimkan trafik dengan menggunakan traffic generator dan melihat nilai throughput, latency dan frame loss agar mencapai SLA (service level aggrement) yang di sepakati antara service provider dan pelanggan. Setelah dilakukan pengukuran pada 3 services dengan menggunakan trafik generator didapatkan hasil dengan nilai throughput yang diterima untuk 100 Mbps data yang dikirim sebesar 98,84 Mbps pada Frame Size 1518 bytes, 98,91 Mbps pada 2000 bytes dan 99,80 pada frame size 2100. Kemudian Hasil dari pengukuran latency berkisar antara 0.225-0.271 ms dengan maksimal durasi 10 detik dan Frame loss yang telah terukur adalah sebesar 0% frame loss yang membuktikan tidak ada frame loss yang terjadi Kata kunci : Nokia NSP, E-Line, E-LAN, L3VPN, SDN Abstract The evolve of network operator competition in the cloud network era in furnishing good service to user become an attention for the network operators. The issues that appear are that the performance of network, addition configuration that will become more complex, the control part become more complicated, unflexible and will be hard to handle and it leads the network operator become hard to provide service innovation and the process of network elements provisioning become more slower. This network situation right now was due in part to the IP/Optical network and consist by some types of element from different vendor, it affects the time efficiency and also the cost of NMS (Network Management System) in doing service provisioning and monitoring a network operator, but SDN (soft defined network) technology nowadays change the paradigm of network operator in service provisiocing and monitoring a network. In this final project, there will be a comparison analysis of how to make E-line, E-LAN and L3VPN services with traditional procedural using CLI (Command Line Interface) and Nokia NSP. This analysis also prove that the services can be use and then a traffic will be sent using traffic generator and see the throughput value, latency and frame loss so that it can reach SLA (Service Level Agreement) that is agreed by the service provider and customers. After a measurement of the 3 services using generator traffic, it can be concluded that with throughput value of 100 Mbps is 98,84 Mbps on 1518 bytes frame size, 98,91 Mbps on 2000 bytes frame size and 99,80 on 2100 bytes frame size. And the result of latency measurement is around ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 4407 0.225-0.271 ms with maximum duration 10 seconds and measured frame loss is 0% frame loss that prove that there is no frame loss. Kata kunci : Nokia NSP, E-Line, E-LAN, L3VPN, SDN
Integrasi Intrusion Prevention System Dan Analisa Performansi Pada Software Defined Network Pande Putu Kika Adi Saputra; Ridha Muldina Negara Negara; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Software Defined Network merupakan sebuah arsitektur jaringan yang memisahkan fungsi controlling dan fungsi forwarding sebuah perangkat jaringan, intinya adalah sentralisasi jaringan. Namun konsep jaringan yang tersentralisasi memiliki kelemahan dari segi keamanan control plane. Pada Tugas Akhir ini bertujuan menerapkan dan menganalisa pengaruh mekanisme keamanan dari segi performansi menggunakan Intrusion Prevention System (IPS) yang memiliki keunggulan dengan adanya mekanisme pemblokiran paket sebagai fungsi preventif. Pada penelitian ini telah dilakukan integrasi IPS pada jaringan SDN serta melakukan pengujian dan pengukuran terhadap pengaruh yang ditimbulkan dari segi performansi jaringan. Parameter yang digunakan adalah QoS antara lain delay, jitter, throughput, serta packet loss ratio. Selain itu juga dilakukan pengujian untuk mengukur batas ketahanan IDS Snort terhadap serangan dalam jumlah banyak. Dari pengujian yang telah dilakukan, jaringan SDN yang terintegrasi IPS dilihat dari hasil pengujian performansi parameter QoS cenderung lebih stabil, karena mampu memblokir paket serangan sehingga meminimalisir terjadinya penurunan performansi akibat adanya paket serangan yang masuk ketika pengiriman paket layanan. Selain itu kemampuan IPS dalam menganalisa paket yang masuk mengalami penurunan ketika jumlah paket serangan memasuki 9.000 paket/s. Kata Kunci: Software Defined Network (SDN), Intrusion Prevention System (IPS), Snort, Performansi, Ryu Abstract Software Defined Network is a network architecture that separates the functions of controlling and forwarding function of a network device, essentially is network centralization. However, the concept of a centralized network has a weakness in terms of security control plane. In this Final Project aims to apply and analyze the influence of security mechanisms in terms of performance using Intrusion Prevention System (IPS) which has advantages in the presence of packet blocking mechanism as a preventive function. In this study integration of IPS on the SDN network has been conducted and testing and measuring the effects caused in terms of network performance. The parameters used are QoS including delay, jitter, throughput, and packet loss ratio. In addition, testing is also done to measure the limits of IDS Snort resistance to attacks in large quantities. From the tests that have been done, SDN Network integrated with IPS is able to block the attack packets sent simultaneously with the service pack of video stream and VoIP. SDN network integrated with IPS seen from the results of QoS parameter performance testing tend to be more stable, because it is able to block the attack packets to minimize the decrease in performance due to the incoming packet attacks when the delivery of service packets.. In addition, the ability of IPS in analyzing incoming packets decreased when the number of attack packets entered 9,000 packets / s. Keywords: Software Defined Network (SDN), Intrusion Prevention System (IPS), Snort, Performance, Ryu
Analisis Performansi Perencanaan Lte-unlicensed Dengan Metode Supplemental Downlink Dan Carrier Aggregation Di Wilayah Jakarta Pusat Andi Achmad Akbar Wisani; Uke Kurniawan Usman; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah resmi membuka layanan akses internet berkecepatan tinggi yang kerap disebut 4G Long Term Evolution atau yang biasa disingkat LTE pada spektrum 1800 MHz. Komersialisasi 4G LTE pada frekuensi 1800 MHz yang telah dilakukan dipastikan akan berdampak pada ketersediaan spektrum di masa depan. Oleh karena itu diperlukan teknologi LTE Advanced yang mampu menggabungkan beberapa spektrum frekuensi. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan LTE in Unlicensed Spectrum (LTE-U) dengan metode Carrier Aggregation (CA). Pada Tugas Akhir ini perancangan LTE-U dibuat dengan 2 skenario, yaitu supplemental downlink dan carrier aggregation. Perancangan LTE-U ini dilakukan dengan menggunakan bandwidth 20 MHz di frekuensi licensed 1800 MHz (primary cell) dan 5 MHz di frekuensi unlicensed 2.4 GHz. Perancangan ini dilakukan dengan studi kasus wilayah Jakarta Pusat dengan menggunakan dengan Telkomsel sebagai operatornya. Perancangan ini dilakukan dengan metode planning by capacity dan planning by coverage. Pada Tugas Akhir ini didadapatkan bahwa metode yang paling cocok untuk diterapkan di wilayah Jakarta Pusat adalah metode carrier aggregation by capacity planning dengan jumlah eNodeB 36 site. Pada simulasi, metode ini memiliki rata-rata signal level sebesar -75.36 dBm, rata-rata CINR level sebesar 13.39 dB, presentase user connected 89.4%, serta rata-rata throughput sebesar 5570,69 Mbps. Keyword : LTE-U, WiFi, 1800MHz, 2.4 GHz, 5 GHz, Dimensioning
Implementasi Dan Analisis Performa Multi Protocol Label Switching - Virtual Private Network (mpls-vpn) Dengan Metode Generic Routing Encapsulation Pada Layanan Berbasis File Transfer Protocol (ftp) Audy Septarindra; Rendy Munadi; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan berbasis IP semakin berkembang dan terintegrasi dengan baik. Untuk integrasi yang baik, salah satu faktor yang jadi bahasan adalah performa jaringan tersebut. Generic Routing Encapsulation (GRE) adalah salah satu mekanisme tunneling yang tersedia yang menggunakan IP sebagai protokol transport dan dapat digunakan untuk membawa banyak protokol penumpang yang berbeda. Terowongan bertindak sebagai jalur virtual point-to-point yang memiliki dua titik akhir yaitu tunnel source dan tunnel destination di setiap endpoint. Fitur ini menggunakan MPLS melalui Generic Routing Encapsulation untuk enkapsulasi paket MPLS dalam terowongan IP. Enkapsulasi MPLS paket dalam IP tunnels membuat link virtual point-to-point di seluruh jaringan non-MPLS. Parameter uji yaitu throughput, RTT Delay, dan Packet Loss menunjukkan penurunan performa dengan diberi tunnel GRE. Penurunan performa tersebut disebabkan oleh adanya penggunaan resource pada jaringan saat interkey exchange pada pembentukan tunnel GRE. Namun penurunan performa bisa saja tidak terjadi saat tidak adanya background traffic sehingga resource yang bisa digunakan masih tesedia. Kata kunci: Throughput, RTT Delay, Packet Loss, GRE, MPLS-VPN, FTP
Quality Of Service Pada Perangkat Client Menggunakan Platform Cloud Gaming Emago Yuanita Indah Putri; Ridha Muldina Negara; Sussi Sussi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Cloud gaming merupakan pengembangan dari infrastuktur sebagai layanan pada jenis layanan Cloud Computing. Cloud gaming menjadi solusi dalam bermain game lebih efektif. Game dengan spesifikasi tinggi kini bisa dimainkan menggunakan perangkat biasa, dimanapun dan kapanpun. Pasar industri game ditafsirkan akan terus berkembang dari tahun ke tahun. Kini di Indonesia telah muncul platform cloud gaming pertama yaitu Emago. Emago memberikan kemudahan dalam bermain, hanya dengan tersambung internet dan berlangganan kita sudah bisa memainkan games. Dalam tugas akhir ini akan dijalankan cloud gaming Emago pada sebuah laptop. Untuk mendapatkan performa dari cloud gaming Emago ini, dilakukan pengujian Quality of Service pada dua jenis game yang berbeda dengan parameter delay, packet loss, throughput. Kata kunci: Cloud Computing, Cloud Gaming, Emago ABSTRACT Cloud gaming is the development of infrastructure as a service Cloud Computing service model. Cloud gaming appears to offer the solution in playing games easier. Games with high specifications can now be played using any kind of devices, wherever and whenever. In the coming years, the gaming industry market will continue to grow. Now in Indonesia has emerged the first cloud gaming Platform, Emago. Emago allows you to play games instantly, just with a internet-connected device and subscribe. In this research, Emago cloud gaming will run on a laptop. To test network performance, measure the Quality of Service values, delay, packet loss, and throughput on two different games. Keyword: Cloud Computing, Cloud Gaming, Emago
Analisis Performansi Routing Pada Layanan Multimedia Dalam Jaringan Terintegrasi Manet Menuju Lte Reza Lutfi Ananda; Rendy Munadi; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehandalan sistem komunikasi sangat dibutuhkan terutama dalam hal skalabilitas, mobilitas serta kecepatan data yang tinggi. Akan tetapi apa jadinya jika sistem komunikasi terjadi pada kondisi kurang ideal seperti di daerah dengan kondisi alam dan infrastruktur komunikasi yang kurang baik. MANET adalah teknologi yang dapat diterapkan pada kondisi yang tidak ideal dimana jaringan ini beroperasi dan mengatur diri sendiri tanpa adanya sentralisasi. Dalam penelitian ini dilakukan pengintegrasian antara jaringan MANET dan jaringan LTE guna meningkatkan coverage dan availability jaringan. Dalam topologi yang dirancang, terdapat node UE yang bertindak sebagai gateway pada jaringan MANET sehingga semua node yang berada pada jaringan MANET dapat terhubung ke jaringan LTE. Node UE tersebut memiliki 2 buah interface yang terhubung ke jaringan MANET dan ke jaringan LTE dimana dengan menggunakan proactive adhoc routing DSDV dan OLSR dijaringan MANET dan menggunakan static routing dijaringan LTE. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa perancangan jaringan terintegrasi MANET-LTE berhasil dilakukan dengan memanfaatkan UE sebagai double interface yang dapat berperan seperti hal nya eNode-B. Berdasarkan perubahan jumlah node, rata-rata nilai throughput untuk routing DSDV sebesar 336,10 kbps dan routing OLSR sebesar 333,13 kbps. Rata-rata nilai delay untuk routing DSDV sebesar 367,35 ms dan routing OLSR sebesar 358,48 ms. Rata-rata nilai PDR untuk routing DSDV sebesar 32,18 % dan routing OLSR sebesar 31,92 %. Ratarata nilai Jitter untuk routing DSDV sebesar 52,64 ms dan routing OLSR sebesar 52,09 ms. Berdasarkan perubahan background traffic, rata-rata nilai throuhgput untuk routing DSDV sebesar 132,6 kbps dan routing OLSR sebesar 131,61 kbps. Rata-rata nilai Delay untuk routing DSDV sebesar 279,98 ms dan routing OLSR sebesar 271,77 ms. Rata-rata nilai PDR untuk routing DSDV sebesar 12,51% dan routing OLSR sebesar 12,4%. Rata-rata nilai Jitter untuk routing DSDV sebesar 23,62 ms dan routing OLSR sebesar 22,2 ms.Kata kunci : MANET, LTE, Parameter, Protokol Routing, QoS
Co-Authors ., Ridwan Abu Riza Sudiyatmoko Abu Riza Sudiyatmoko, Abu Riza Ade Nurhayati, Ade Adi Sucipto, Adi Adinda Riztia Putri Ahdan, Syaiful Ammatia Risty Ammatia Risty, Ammatia Ana Oktaviana Ana Oktaviana Ana Oktaviana, Ana Andi Achmad Akbar Wisani Andre Rizki Dewo Nugraha Anisia, Rianda Arif Faturrachman Arif Indra Irawan Arif Nur Hidayat Arif Nur Hidayat, Arif Nur Arifiana Satya Nastiti Arifin, Hasan Nur Asep Mulyana Asep Mulyana Assyifavi, Shofia Audry Stevany Audy Septarindra Aulia Ayu Dyah Lestari Baihaqi, Mohammad Rifki Budiana, Mochamad Soebagja Danastri Ratna Nursanti Dewi Danu Dwi Sanjoyo Dewanto, Ramadhika Dimitri Mahayana DJOMI, MANZILA IZNIARDI Doan Perdana DWI ANDI NURMANTRIS Edgar Giovanni Ariestawan Elfarizi, Sayid Huseini Elsa Mustikawati Faishal Yusuf Baqir Fakhri Rahmatullah Faturrachman, Arif Favian Dewanta Febri Surya Hadi Goklas Giovanni Sitompul Haidlir Achmad Naqvi Halimah Tussyadiah Hamidi, Eki Ahmad Zaki Hardika Kusuma Putri Hurianti Vidyaningtyas I Gede Agus Surya Negara I Putu Yasa I Putu Yasa Icha Nurlaela Khoerotunisa Indrarini Dyah Irawati Iqbal Firda Rusdiansyah Jupriyadi, Jupriyadi Kharisma Bani Adam Kusuma Putri, Hardika Larasati, Harashta Tatimma Leanna Vidya Yovita Lenna Vidya Yovita Manzila Izniardi Djomi Mirdan Syahid Mulya Sudrajat Muhammad Al Makky Muhammad Alfachri Akbar Muhammad Dimas Arfianto Muhammad Dimas Arfianto, Muhammad Dimas Muhammad Fihri Muhammad Irfan Denatama Muhammad Irfan Denatama, Muhammad Irfan Muhammad, Zaid Mustikawati, Elsa Nachwan Mufti Adriansyah Nana Rachmana Syambas Nastiti, Arifiana Satya Negara, I Gede Agus Surya Nugraha, Andre Rizki Dewo Nurkahfi, Galih Nugraha Nyoman Bogi Aditya Karna Oki Marzuqi Pande Putu Kika Adi Saputra Parman Sukarno Patricia Lovenia Garcia PRASETIA, RENDI DIAN Puji Dwika Pradana Putra, Made Adi Paramartha Putri Monika Rahadiansyah, Muhammad Fadhil Rahmat Yasirandi Rahmatullah, Fakhri Ramadhika Dewanto Ramadhika Dewanto Ratna Mayasari Rein Rachman Putra Rendy Munad Rendy Munadi Revan Faredha Aswariza Revan Faredha Aswariza, Revan Faredha Reza Lutfi Ananda Rianda Anisia Rianda Anisia Ridwan . Rifqi Fadillah Rahmadayansya Rio Guntur Utomo Rizka Darmawan Dwi Putra ROHMAT TULLOH Ruli Erinton Salwa Aulia Farida Y Sayid Huseini Elfarizi Setia Juli Irzal Ismail Sofia Naning Hertiana Sri Astuti Sri Astuti Sri Rezeki Suci Aulia Sugondo Hadiyoso Sussi Tadila Fadil Toni Kusnandar Tri Reza Gading Tri Reza Gading Triani Wulandari Triani Wulandari Triartono, Zehan Uke Kurniawan Usman Veby Riza Fransiska Wasesa, Novan Purba Wildan Maulana Xavier Samuel MFP Yeni Sanovia Yuanita Indah Putri Yudha Widiyanto YULI SUN HARIYANI Zehan Triartono Zufar Dhiyaulhaq