Claudia S. Punuh, Claudia S.
Unknown Affiliation

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

DESAIN BANDARA EMALAMO DI SANANA. Vernakular Kepulauan Sula Silfiani, Naila; Tungka, Aristotulus E.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19216

Abstract

Peran bandara sebagai salah satu akomodasi transportasi udara yang dapat menopang kemajuan suatu daerah dengan mempercepat perputaran ekonomi sehingga bandara sangat diharuskan berada pada daerah-daerah tertinggal agar dapat mendorong kemajuan daerah tersebut. Kabupaten Kepulauan Sula yang merupakan salah satu daerah tertinggal harus memiliki sebuah Bandara yang terletak di Kabupaten Sanana yang merupakan ibukota Kabupaten Kepulauan Sula sehingga dapat menjadi pusat simpul dalam jaringan transportasi daerah-daerah sekitar dan dapat membuka isolasi daerah. Pada era globalisasi ini, Bandara bukan hanya sekedar fasilitas transportasi udara namun bisa menjadi sebuah simbol dan dapat menjadi sebuah ikon daerah yang membanggakan bagi daerahnya. Oleh sebab itu, Bandara akan dihadirkan dengan Desain  Konsep Vernakular Kepulauan Sula dengan klasifikasi Rencana Induk Nasional Bandar Udara Lampiran 2b, pada tahun 2020-2030 yaitu Bandara Domestik dengan klasifikasi landas pacu 3C.Kata Kunci : Bandara, Transportasi, Sanana, Vernakular, Sula
MUSEUM OF ART DI KOTA MANADO. Architecture of Light Bulo, Priscilia E. V.; Tinangon, Alvin J.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19310

Abstract

Seni merupakan sebuah ekspresi dari kreatifitas dan imajinasi manusia. Seni yang terus mengalami perkembangan, selalu bertumpu pada seni-seni sebelumnya. Walau begitu seiring perkembangan zaman, tidak terdapat sarana bagi artefak-artefak seni untuk bernaung. Artefak-artefak seni tersebut nantinya akan  digunakan sebagai tumpuan bagi para seniman muda di kota Manado untuk berkembang. Museum memiliki fungsi Observasi, Preservasi, Koleksi dan Eksebisi merupakan wadah yang tepat untuk mewadahi seni-seni tersebut. Dengan lokasi yang tepat akan saling menunjang dengan kegunaan objek bangunan serta perpaduan dengan tema perancangan Architecture of Light yang memanfaatkan cahaya sebagai faktor utama dalam mendesain.Kajian perancangan akan dilakukan lewat metode pendekatan perancangan dengan mempelajari kajian tipologi objek, tapak dan lingkungan serta tema. Kerangka pikir akan bertindak sebagai strategi dalam proses perancangan desain. Yang nantinya akan menghasilkan konsep perancangan yang berujung dengan transformasi hasil desain.Museum of Art di Kota Manado menampilkan 4 seni utama pada pameran tetapnya yaitu, seni lukis, seni patung, seni fotografi dan yang terakhir seni kain. Terbagi akan dua lantai, ruang pamer tetap menggunakan dua lantai untuk menjalankan aktivitas pameran koleksi tetap, sedangkan untuk pameran sementara menggunakan 1 lantai berdekatan dengan pameran tetap. Museum juga akan menyediakan sarana kegiatan pendukung berupa workshop, perpustakaan dan convention hall. Penunjang. Museum ini dirancang dengan pendekatan tema Architecture of Light. Penggunaan daylight architecture yang merupakan bagian dari Architecture of light, bisa dirasakan pada ruang pameran maupun ruang observasi. Sedangkan penggunaan artificial light secara optimal bisa digunakan pada ruang kegiatan pendukung kegiatan service. Architecture of Light yang merupakan permainan cahaya baik cahaya alami maupun buatan, akan berkolaborasi dengan pengunaan warna yang akan menghasilkan permainan emosi bagi pada pengunjung. Kata Kunci : Museum, Seni, Architecture of Light
AKADEMI DAN KONSERVATORI SENI MUSIK DI MANADO. Gestalt dalam Arsitektur Vensensia, Maria; Waani, Judy O.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20830

Abstract

Seni musik semakin berkembang dan telah bertumbuh luas di berbagai daerah, ini mengakibatkan minat dalam musik semakin bertambah dan masih akan terus bertambah. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan musik yang ada di dunia terlebih di Indonesia. Selain menjadi hoby peran media sosial yang semakin berkembang mendorong musik untuk ditekuni secara profesional. Oleh karena itu zaman sekarang banyak masyarakat yang ingin mempelajari musik itu secara lebih dalam seperti pendidikan yang mengkhususkan pada musik. Namun pendidikan musik yang terdapat di Indonesia paling banyak hanya berupa tempat-tempat kursus dan untuk pendidikan tinggi musik masih sangatlah kurang.  Salah satu objek Arsitektur yang memfasilitasi kegiatan ini adalah Akademi dan Konservatori musik. Akademi dan konservatori  musik merupakan wadah setara perguruan tinggi untuk menyalurkan dan mengembangkan keahlian dalam bermusik baik dalam hal pendidikan, pemeliharaan hingga pengembangan musical seperti pementasan baik teater, paduan suara yang menggabungkan lagu, dialog ucapan, akting, dan tarian serta ditunjang dengan ruang pembelajaran dan galeri. Bangunan ini membutuhkan ruang yang dapat menunjang kesinambungan fungsi dan kenyamanan pengguna, Konsep dari tema Gestalt ini menjamin rancangan bangunan dari segi kenyamanan bangunan baik strukrur maupun pola hubungan ruang. Dengan mempelajari prinsip rancangannya, maka kita akan mengetahui dan memahami penerapan tema ini pada objek bangunan. Kata kunci : Gestalt, Akademi, Konservatori, Musik
SIRKUIT BALAP MOTOR DI MANADO. Arsitektur Organik Pasomba, Rexy P.; Punuh, Claudia S.; Tarore, Raymond Ch.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20842

Abstract

Kota Manado yang merupakan ibukota provinsi Sulawesi Utara merupakan kota yang perkembangannya sangat menjanjikan, terbukti banyak pembangunan dan pengembangan kawasan yang dilakukan dikota ini, sebagai kota yang sedang berkembang, tentunya harus diimbangi dengan menghadirkan fasilitas-fasilitas untuk Masyarakat sebagai pelengkap ataupun sebagai sarana bagi masyarakatnya untuk bisa mengembangkan potensi diri serta berkreasi dan sebagai fasilitas-fasilitas yang di banggakan.             Dalam bidang olahraga, hkususnya olahraga otomotif tentunya juga harus ditingkatkan kualitas dan mutu dari sarana dan prasarana dari olahraga itu sendiri, salah satunya adalah sirkuit balap beraspal atau “on road” yang harus ada untuk menjadi sarana yang dapat mengembangkan potensi di bidang otomotif masyarakat di kota Manado. Meningkatnya kebutuhan masyarakat kota akan fasilitas olahraga otomotif yang baik dan aman serta dapat menyelenggarakan event skala Asia harus disesuaikan dengan standar-standar yang ada yang ditetapkan oleh federasi internasional. Dengan mengangkat tema ”Arsitektur Organik”, pendekatan terhadap alam diharapkan kawasan ini menjadi icon di kota Manado yang memiliki daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara dan dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi dari segi pariwisata di kota Manado.Kata kunci : Kota Manado, sirkuit balap motor.
SORONG SPORT CENTER. Hi Tech Architecture The, Sanny B.; Makarau, Vicky H.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21156

Abstract

Kota Sorong menjadi salah satu pusat perkembangan Ekonomi dan Bisnis di Papua khususnya di Papua Barat, selain itu Sorong sendiri memiliki berbagai destinasi wisata yang terkenal. Semakin hari perkembangan ini semakin terlihat dari banyaknya perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di kota Sorong. Namun perkembangan dalam bidang pariwisata berbandaing terbalik dengan perkembangan didalam bidang olahraga, Meskipun daya tarik masyarakat akan Olahraga sangatlah tinggi di kota Sorong dan berpotensi mempunyai atlet-atlet yang professional, ataupun untuk menyelenggarakan suatu event olahraga berskala nasional. Sebenarnya sudah bisa menjadi tuan rumah event-event olahraga setingkat nasional namun belum tercapainya hal tersebut dikarenakan tidak adanya wadah yang menyediakan sebuah arena bertaraf nasional yang ada di kota Sorong. Oleh karena itu dibutuhkan wadah yang dapat mewadahi event-event olahraga nasional sehingga diperlukannya bangunan Sport Center yang berfungsi sebagai tempat bertandingnya atlet nasional di kota Sorong.Sport Center secara umum merupakan gedung multifungsi yang memadukan fungsi Olahraga Prestasi dan Olahraga Rekreasi yang didalamnya menawarkan area yang cukup untuk mengakomodasi banyak pengunjung. Fasilitas Arena pertandingan disediakan untuk memenuhi event olahraga nasional yang diadakan. Pada dasarnya Arena pertandingan digunakan tidak hanya untuk melakukan pertandingan melainkan bagi pengunjung bisa menikmati tontonan menarik dari atlet nasional dan juga fasilitas penunjang seperti lapangan indoor nantinya disediakan untuk pengunjung untuk mengisi waktu luang/rekreasi atau atlet untuk tempat latihan.Untuk menciptakan bangunan Sport Center yang dapat menarik perhatian pengunjung maka penulis menggunakan pendekatan desain High Tech Architecture agar dapat memberi kesan menarik dan sesuai perkembangan zaman pada bangunan. Kata Kunci : Kota Sorong, Sport, High Tech Architecture
HOTEL RESORT DI KOTABUNAN KAB. BOLAANG MONGONDOW TIMUR. Aquascape Arsitektur Bakari, Sanjeksen; Siregar, Frits O. P.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23667

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional. Peranan pariwisata di Indonesia sangat dirasakan manfaatnya, karena pembangunan dalam sektor pariwisata serta pendayagunaan sumber potensi kepariwisataan menjadi kegiatan ekonomi yang dapat diandalkan.Hotel Resort merupakan salah satu sarana pokok dalam menyediakan penginapan, sarana rekreasi pendukung lain dan terletak di lokasi pariwisata. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi utara. “Aqua” merupakan Kata yang berasal dari bahasa Latin yang berarti Air.“Scape” merupakan Bentang, yang dimaksud disini Landscape yaitu Bentang darat/ laut.Jadi, Aquascape adalah Bentang air/ elemen air yang digunakan  pada perancangan ruangluar (landscape) yang lebih dominan dengan memanfaatkan unsur-unsur  penting pada air seperti bentuk, transparansi, pantulan, warna, gerak, suara, dan pencahayaan dengan memadukan unsure ruang luar. Kata Kunci :Pariwisata, Hotel Resort, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Aquascape Arsitektur. 
PUSAT REHABILLITASI NARKOBA DI MANADO. Biophilic Architecture Meylita, Watuseke M.; Takumansang, Esli D.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23683

Abstract

Peringkat penggunaan narkoba di Sulawesi Utara pada tahun 2017 sudah masuk di posisi 15 dari 34. Hal ini dikarenakan kurangnya pengawasan dari berbagai pihak. Bantuan rehabilitasi bagi para korban penyalahgunaan narkoba di Indonesia merujuk pada Peraturan Bersama tentang Penanganan Korban Penyalahgunaan Narkoba ke dalam Lembaga Rehabilitasi yang diterbitkan pada tahun 2014. Bantuan rehabilitasi juga merujuk pada UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2011. Arsitektur Biophilia adalah arsitektur ramah lingkungan yang bertujuan untuk menyembuhkan menentramkan psikologis penghuni bangunan dengan melibatkan alam, baik dalam ruang maupun luar ruang. Sementara Rehabilitasi Narkoba merupakan tempat pemulihan untuk pengguna narkoba yang psikologisnya terganggu, sehingga para pengguna narkoba dapat sembuh dengan cepat baik secara fisik maupun mental.Dengan pendekatan tema tidak hanya memperhatikan estetika dan fungsional ruang namun juga dapat membantu proses rehabilitasi atau pemulihan terhadap pengguna narkoba. Biophilic Architecture merupakan konektor dalam interaksi timbal balik antara manusia dengan alam dan sistem kehidupan untuk meningkatkan kualitas hubungan manusia fisiologis maupun psikologis dalam sebuah perancangan arsitektural. Kata kunci: Narkoba, Pusat Rehabilitasi, Biophilic Architecture, Manado
PUSAT PENGEMBANGAN KESENIAN KABUPETEN MINAHASA TENGGARA. Arsitektur Tropis Kawahe, Imanuel H. A.; Takumansang, Esli D.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23699

Abstract

Pusat Pengembangan Kesenian marupakan tempat atau wadah dimana dimana seluruh kesenian itu dikembangkan. Begitu banyak orang suka dengan kesenian, tidak terkecuali di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara..  Masalah yang timbul adalah tidak adanya tempat untuk mengembangkan potensi kesenian tersebut. Selain itu juga masalah yang timbul adalah merancang bangunan yang baik untuk masyarakat Minahasa Tenggara dan penerapan tema Arsitektur Tropis pada perancangan. Kesenian bukannya hanya sekedar menghibur sesama, tapi juga dapat menghibur diri sendiri sebagai pelaku seni. Tujuan dan sasaran perancangan terciptanya Pusat Pengembangan Kesenian di Minahasa Tenggara dimana objek ini nantinya menjadi sarana masyarakat Minahasa Tenggara mengembangkan kesenian daerah agar kesenian terus diperkenalkan dari generasi ke generasi sehingga tidak ditelan zaman yang penerapan bangunannya berdasarkan tema Arsitektur Tropis. Metode perancangan menggunakan metode Glass Box berdasarkan pendekatan tipologi objek, pendekatan tematik, dan pendekatan tapak dan lingkungan yang kemudian dilakukan pengambilan data, kemudian dianalisis, konsep, hasil perancangan.Hasil perancangan berupa desain Site Plan, Lay Out, Tampak Tapak, Potongan Tapak, Tampak Bangunan, Potongan Bangunan, Utilitas Bangunan, Utilitas Tapak, Perspektif, Interior dan eksterior bangunan, Struktur bangunan, detail Struktur dan Utilitas yang mengacu pada tema perancangan Arsitektur tropis.Kata kunci: Pusat pengembangan Kesenian Kabupaten Minahasa Tenggara, Arsitektur tropis
MUSEUM BAHARI KOTA MANADO . Waterscape Architecture Poluakan, Gloria M.; Punuh, Claudia S.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23701

Abstract

Manado adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Utara dan terletak di Teluk Manado sehingga masuk dalam kategori waterfront city dengan garis pantai sepanjang 18,7 km. Hal ini membuat letak Kota Manado sangat strategis akan kebaharian. Museum bahari adalah suatu bangunan/lembaga yang mengoleksi hal-hal yang berkenaan dengan kelautan, baik itu benda-benda bersejarah, tokoh-tokoh bahari maupun biodiversitas (keanekaragaman hayati) laut. Pada era modern ini, angka jumlah pengunjung museum di Indonesia terjadi penurunan hingga sebesar 8,5% sejak tahun 2006 (Sumber Pusat Pengelolaan Data dan Sistem Jaringan, Depbudpar,2009) dan setelah dilakukan evaluasi ditemukan bahwa teknik penyajian koleksi museum yang terkesan tidak menarik. Waterscape Architecture adalah perancangan dengan menerapkan unsur air didalam merancang suatu objek. Unsur air menjadi pokok dalam melakukan konsep bahkan desain tentang objek yang dimaksud. Konsep ini akan dapat menarik pengunjung karena kadang dijumpai di museum-museum lainnya. Dalam penerapannya, konsep ini haruslah ada sentuhan air baik dari landscape, eksterior dan bahkan interior dari museum bahari ini. Kata kunci: Manado, Museum Bahari, Waterscape Architecture