Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Amina

UJI KANDUNGAN FORMALIN PADA TAHU PUTIH DI KOTA BANDA ACEH DAN KABUPATEN ACEH BESAR Ayu Nirmala Sari; Catur Putri Khairun Nisa
AMINA Vol 4 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahu adalah salah satu makanan khas yang berasal dari Indonesia dan disukai oleh hampir semua lapisan masyarakat Indonesia. Laporan Tahunan Badan Pengawas Obat dan Makanan menemukan bahwa 37,8% dari 282 makanan, termasuk produk tahu, mengandung formalin. Formalin merupakan zat beracun yang bersifat karsogenik, mutagenik bersifat korosif dan iritatif. Formalin yang ada pada makanan dapat megakibatkan gangguan pernafasan, pusing dan kanker paru-paru. Penelitian kualitiatif ini bertujuan untuk mengetahui kadar formalin yang terdapat pada tahu yang beredar di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh menggunakan Kalium Permanganat (KMnO4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 sampel tahu positif mengandung formalin ditandai dengan terjadinya perubahan warna dari abu keunguan menjadi bening atau putih kembali seperti semula, sedangkan 8 sampel tahu bebas formalin. Formalin berbahaya bagi tubuh karena dapat merusak dan dapat menyebabkan kematian sel.
ANALISIS KANDUNGAN BORAKS PADA JAJANAN SIOMAY DI PINGGIR JALAN KECAMATAN SYIAH KUALA DAN KECAMATAN DARUSSALAM, ACEH Ayu Nirmala Sari; Alifa Tazkiya
AMINA Vol 4 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sumber pangan yang sering ditambahkan bahan tambahan non pangan misalnya boraks adalah siomay. Siomay pada dasarnya yaitu olahan ikan dan tepung yang dibuat dengan cara dikukus dan disajikan dengan berbagai variasi yang ditinjau dari bahan makanan pelengkap lainnya seperti bumbu, bawang goreng dan saus yang digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan kandungan boraks pada jajanan siomay yang dijual di pinggir jalan Kecamatan Syiah Kuala dan Kecamatan Darussalam, Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan Kit Uji Boraks merk Labstest yang dilakukan di laboratorium Zoologi Gedung Multifungsi UIN Ar-Raniry pada bulan Desember 2022. Sampel diambil dari 20 penjual siomay pinggir jalan yang berada di Kecamatan Syiah Kuala dan Kecamatan Darussalam. Sampel dikatakan mengandung formalin apabila mengalami perubahan warna menjadi orange kemerahan pada paper boraks-2 setelah pemberian kit boraks sebanyak 3 tetes. Semakin pekat perubahan warna yang dihasilkan, maka semakin tinggi kadar boraks yang digunakan. Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa dari 20 sampel siomay yang diuji, hanya satu sampel yang mengandung boraks yaitu sampel SioN yang didapat di Kecamatan Syiah Kuala. Terdeteksinya kandungan boraks dikarenakan terjadinya perubahan warna menjadi orange kemerahan pada kertas boraks.
IDENTIFIKASI METHANYL YELLOW PADA JAJANAN YANG BEREDAR DI KOTA BANDA ACEH Ayu Nirmala Sari; Ananda Wahyu Rizkina; Fazri Ardian Syah; Farisa Sabilla
AMINA Vol 5 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan setiap saat dan dimanapun berada serta memerlukan pengelolaan yang baik dan benar agar bermanfaat bagi tubuh. Tanpa adanya makanan dan minuman, manusia tidak bisa hidup. Penelitian ini dilakukan dengan cara dimasukkan 25 g sampel yang akan diuji dalam 50 mL aquadest atau air panas, kemudian dicacah dan dihancurkan dengan pengaduk sampai larut seluruhnya. Disiapkan tabung reaksi dan dimasukkan 3 mL sampel. selanjutnya di tambahkan 3 tetes reagen Methanyl Y-1, lalu diaduk hingga merata. Pemeriksaan pada sampel jajanan dengan 20 sampel jajanan terdapat 6 jenis jajanan yang teridentifikasi pewarna sintetik methanyl yellow. Sehingga 6 jajanan tersebut tidak aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat baik itu anak-anak maupun orang dewasa karena menggunakan zat pewarna methanyl yellow.
IDENTIFIKASI SENYAWA FORMALIN DENGAN ANALISIS KUALITATIF PADA IKAN ASIN DI PASAR TRADISIONAL KABUPATEN ACEH TENGGARA Marwah, Sanasti; Nirmala Sari, Ayu; Harahap, Diannita
AMINA Vol. 6 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v6i2.6360

Abstract

Kabupaten Aceh Tenggara merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Aceh, yang memiliki pasar tradisional diantaranya, Pasar Senin, Pasar Simpang, Pasar Lawe Sigala dan Pasar Pajak Pagi. Pasar ini merupakan pasar yang paling banyak dikunjungi masyarakat, karena banyak menjual berbagai macam jenis ikan asin, sehingga banyak diminati masyarakat. Ikan asin memiliki kandungan komposisi asam lemak tidak jenuh, sehingga mengakibatkan terjadinya pembusukan yang mempercepat pertumbuhan jamur dan bakteri. Penggunaan bahan tambahan pangan dalam mengawetkan ikan asin sering sekali disalahgunakan dengan menambahkan bahan kimia seperti formalin. Formalin jika dikonsumsi dapat menganggu kesehatan dengan menimbulkan gejala diare, muntah, sakit kepala, gangguan pernapasan, hipotensi, mutagen dan karsinogen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan formalin pada ikan asin yang dijual di pasar-pasar tradisional Kabupaten Aceh Tenggara. Pengambilan sampel dilakukan di Pasar Senin, Pasar Simpang, Pasar Lawe Sigala dan Pasar Pajak Pagi, dengan jumlah sampel sebanyak 68. Metode pengujian sampel terdiri dari 4 metode yaitu, asam kromatofat, kalium permanganat, filtrat kulit buah naga dan kit formalin merk ET. Hasil penelitian membuktikan sebanyak 19 sampel positif mengandung formalin, sedangkan 49 sampel terbukti negatif formalin. Jenis-jenis ikan asin yang mengandung formalin yaitu ikan hiu, kepala batu sisik belah, teri, teri medan, peda, perak dan udang rebon.  
IDENTIFIKASI SENYAWA PEMANIS SIKLAMAT PADA MINUMAN JAJANAN YANG DIJUAL DI DAERAH KOPELMA DARUSSALAM KOTA BANDA ACEH Sari, Ayu Nirmala; Rizka, Putri Rahmitha; Tazkiya, Alifa
AMINA Vol. 6 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v6i2.6517

Abstract

Minuman merupakan salah satu produk yang sering kali ditambah BTP (Bahan Tambahan Pangan) berupa perisa atau pemanis buatan. Siklamat (C6H12NNaO3S) merupakan salah satu pemanis buatan yang memiliki tingkat rasa manis yang lebih tinggi daripada sukrosa (gula) dan memilik harga lebih murah. Senyawa siklamat akan berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering dan melebihi dosis yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah minuman yang dijual sekitar Kopelma Darussalam mengandung senyawa siklamat atau tidak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisa kualitatif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 20 sampel minuman yang dijual di daerah Kopelma Darussalam Banda Aceh. Hasil dari pemeriksaan pada 20 sampel jenis minuman terdapat 3 jenis minuman yang mengandung pemanis buatan siklamat. Sehingga minuman tersebut tidak baik jika dikonsumsi terlalu sering oleh masyarakat.
IDENTIFIKASI METHANYL YELLOW PADA JAJANAN YANG BEREDAR DI KOTA BANDA ACEH Sari, Ayu Nirmala; Rizkina, Ananda Wahyu; Syah, Fazri Ardian; Sabilla, Farisa
AMINA Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i1.3102

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan setiap saat dan dimanapun berada serta memerlukan pengelolaan yang baik dan benar agar bermanfaat bagi tubuh. Tanpa adanya makanan dan minuman, manusia tidak bisa hidup. Penelitian ini dilakukan dengan cara dimasukkan 25 g sampel yang akan diuji dalam 50 mL aquadest atau air panas, kemudian dicacah dan dihancurkan dengan pengaduk sampai larut seluruhnya. Disiapkan tabung reaksi dan dimasukkan 3 mL sampel. selanjutnya di tambahkan 3 tetes reagen Methanyl Y-1, lalu diaduk hingga merata. Pemeriksaan pada sampel jajanan dengan 20 sampel jajanan terdapat 6 jenis jajanan yang teridentifikasi pewarna sintetik methanyl yellow. Sehingga 6 jajanan tersebut tidak aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat baik itu anak-anak maupun orang dewasa karena menggunakan zat pewarna methanyl yellow.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN FORMALIN PADA IKAN ASIN MENGGUNAKAN FILTRAT KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) Sari, Ayu Nirmala; Lestari, Siti Diah Ayu; Syah, Fazri Ardian; Sabila, Farisa
AMINA Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v6i1.4411

Abstract

Formalin termasuk larutan asam yang bening dan aromanya sangat menyengat, mengandung senyawa formaldehid sebesar 37%, serta umumnya pada saat digunakan sebagai pengawet dilarutkan di dalam air dengan tambahan etanol 15%. Untuk mendeteksi formalin secara sederhana dapat menggunakan kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) naga karena kulitnya memiliki kandungan antosianin yang mudah bereaksi dengan asam kuat jika bercampur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya formalin pada ikan asin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 20 sampel ikan asin mengunakan kulit buah naga. Hasil penelitian identifikasi formalin dengan menggunakan filtrat kulit buah naga mampu membuktikan adanya formalin dalam sampel ikan asin.
UJI KANDUNGAN FORMALIN PADA TAHU PUTIH DI KOTA BANDA ACEH DAN KABUPATEN ACEH BESAR Sari, Ayu Nirmala; Nisa, Catur Putri Khairun
AMINA Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v4i1.2466

Abstract

Tahu adalah salah satu makanan khas yang berasal dari Indonesia dan disukai oleh hampir semua lapisan masyarakat Indonesia. Laporan Tahunan Badan Pengawas Obat dan Makanan menemukan bahwa 37,8% dari 282 makanan, termasuk produk tahu, mengandung formalin. Formalin merupakan zat beracun yang bersifat karsogenik, mutagenik bersifat korosif dan iritatif. Formalin yang ada pada makanan dapat megakibatkan gangguan pernafasan, pusing dan kanker paru-paru. Penelitian kualitiatif ini bertujuan untuk mengetahui kadar formalin yang terdapat pada tahu yang beredar di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh menggunakan Kalium Permanganat (KMnO4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 sampel tahu positif mengandung formalin ditandai dengan terjadinya perubahan warna dari abu keunguan menjadi bening atau putih kembali seperti semula, sedangkan 8 sampel tahu bebas formalin. Formalin berbahaya bagi tubuh karena dapat merusak dan dapat menyebabkan kematian sel.
ANALISIS KANDUNGAN BORAKS PADA JAJANAN SIOMAY DI PINGGIR JALAN KECAMATAN SYIAH KUALA DAN KECAMATAN DARUSSALAM, ACEH Sari, Ayu Nirmala; Tazkiya, Alifa
AMINA Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v4i1.2470

Abstract

Salah satu sumber pangan yang sering ditambahkan bahan tambahan non pangan misalnya boraks adalah siomay. Siomay pada dasarnya yaitu olahan ikan dan tepung yang dibuat dengan cara dikukus dan disajikan dengan berbagai variasi yang ditinjau dari bahan makanan pelengkap lainnya seperti bumbu, bawang goreng dan saus yang digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan kandungan boraks pada jajanan siomay yang dijual di pinggir jalan Kecamatan Syiah Kuala dan Kecamatan Darussalam, Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan Kit Uji Boraks merk Labstest yang dilakukan di laboratorium Zoologi Gedung Multifungsi UIN Ar-Raniry pada bulan Desember 2022. Sampel diambil dari 20 penjual siomay pinggir jalan yang berada di Kecamatan Syiah Kuala dan Kecamatan Darussalam. Sampel dikatakan mengandung formalin apabila mengalami perubahan warna menjadi orange kemerahan pada paper boraks-2 setelah pemberian kit boraks sebanyak 3 tetes. Semakin pekat perubahan warna yang dihasilkan, maka semakin tinggi kadar boraks yang digunakan. Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa dari 20 sampel siomay yang diuji, hanya satu sampel yang mengandung boraks yaitu sampel SioN yang didapat di Kecamatan Syiah Kuala. Terdeteksinya kandungan boraks dikarenakan terjadinya perubahan warna menjadi orange kemerahan pada kertas boraks.
ANALISIS KANDUNGAN METANIL YELLOW PADA KUAH SATE PADANG DI ACEH BESAR DAN BANDA ACEH Sari, Ayu Nirmala; Mutia, Intan Winda
AMINA Vol. 4 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v4i2.5473

Abstract

Sate padang merupakan makanan khas Sumatera Barat yang mempunyai racikan bumbu yang berbeda pada masing-masing produsen. Bumbu yang digunakan dalam pembuatan kuah sate padang menjadi warna kuning yang mencolok merupakan ciri khas dari sate padang tersendiri. Fungsi dari bumbu dan rempah adalah memberi rasa pada makanan, Memberi warna pada makanan, Meningkatkan rasa dan aroma serta Membantu pencernaan makanan. Apa jadinya kalau perwarnaan tersebut merupakan zat yang berbahaya seperti Methanil Yellow. Methanil Yellow sendiri merupakan zat yang berbahaya bagi tubuh, zat pewarna terlarang ini digunakan dalam berbagai jenis makanan dan sering disalah gunakan yaitu Methanil Yellow. Pewarna sintetik Methanyl yellow berbahaya karena menimbulkan keracunan bahkan merusak sistem jaringan hati dan kanker kandung kemih. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat kandungan Methanyl yellow pada kuah sate padang yang dijual di sekitaran Aceh Besar dan Banda Aceh. Jenis penelitian ini merupakan penelitian simple random sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 20 kuah sate padang. Instrumen penelitian dalam pemeriksaan laboratorium menggunakan Test Kit Methanyl yellow. Hasil penelitian menunjukan bahwa 20 sampel kuah sate padang negatif tidak mengandung methanil yellow, disebakan tidak adanya perubahan warna yang terjadi setelah dicampurkan reagen kit test methanyl yellow. Maka dapat disampaikan bahwa bumbu kuah sate padang merupakan bumbu alami yaitu berupa kunyit dan aman dikonsumsi.